Hubungan Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim

Global warmingSecara umum iklim sebagai hasil interaksi proses-proses fisik dan kimiafisik parameternya, seperti suhu, kelembaban, angin, dan pola curah hujan yang terjadi   pada suatu tempat di muka bumi. Untuk mengetahui kondisi iklim suatu tempat, menurut ukuran internasional diperlukan nilai rata-rata parameternya selama kurang lebih 30 tahun. Iklim muncul akibat dari pemerataan energi bumi yang tidak tetap dengan adanya perputaran/revolusi bumi mengelilingi matahari selama kurang lebih 365 hari serta rotasi bumi selama 24 jam. Hal tersebut menyebabkan radiasi matahari yang diterima berubah tergantung lokasi dan posisi geografi suatu daerah.  Daerah yang berada di posisi sekitar 23,5 Lintang Utara – 23,5 Lintang Selatan, merupakan daerah tropis yang konsentrasi energi suryanya surplus dari radiasi matahari yang diterima setiap tahunnya (MenLH, 2003).

Secara alamiah sinar matahari yang masuk ke bumi, sebagian akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa. Sebagian sinar matahari yang dipantulkan itu akan diserap oleh gas-gas di atmosfer yang menyelimuti bumi –disebut gas rumah kaca, sehingga sinar tersebut terperangkap dalam bumi. Peristiwa ini dikenal dengan efek rumah kaca (ERK) karena peristiwanya sama dengan rumah kaca, dimana panas yang masuk akan terperangkap di dalamnya, tidak dapat menembus ke luar kaca, sehingga dapat menghangatkan seisi rumah kaca tersebut.

Efek Rumah Kaca

Efek Rumah Kaca

Peristiwa alam ini menyebabkan bumi menjadi hangat dan layak ditempati manusia, karena jika tidak ada ERK maka suhu permukaan bumi akan 33 derajat Celcius lebih dingin. Gas Rumah Kaca (GRK) seperti CO2 (Karbon dioksida),CH4(Metan) dan N2O (Nitrous Oksida), HFCs (Hydrofluorocarbons), PFCs (Perfluorocarbons) and SF6 (Sulphur hexafluoride) yang berada di atmosfer dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia terutama yang berhubungan dengan pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, dan batubara) seperti pada pembangkitan tenaga listrik, kendaraan bermotor, AC, komputer, memasak. Selain itu GRK juga dihasilkan dari pembakaran dan penggundulan hutan serta aktivitas pertanian dan peternakan. GRK yang dihasilkan dari kegiatan tersebut, seperti karbondioksida, metana, dan nitroksida, menyebabkan meningkatnya konsentrasi GRK di atmosfer.

Berubahnya komposisi GRK di atmosfer, yaitu meningkatnya konsentrasi GRK secara global akibat kegiatan manusia menyebabkan sinar matahari yang dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa, sebagian besar terperangkap di dalam bumi akibat terhambat oleh GRK tadi. Meningkatnya jumlah emisi GRK di atmosfer pada akhirnya menyebabkan meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi, yang kemudian dikenal dengan Pemanasan Global.

Sinar matahari yang tidak terserap permukaan bumi akan dipantulkan kembali dari permukaan bumi ke angkasa. Setelah dipantulkan kembali berubah menjadi gelombang panjang yang berupa energi panas. Namun sebagian dari energi panas tersebut tidak dapat menembus kembali atau lolos keluar ke angkasa, karena lapisan gas-gas atmosfer sudah terganggu komposisinya. Akibatnya energi panas yang seharusnya lepas keangkasa (stratosfer) menjadi terpancar kembali ke permukaan bumi (troposfer) atau adanya energi panas tambahan kembali lagi ke bumi dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga lebih dari dari kondisi normal, inilah efek rumah kaca berlebihan karena komposisi lapisan gas rumah kaca di atmosfer terganggu, akibatnya memicu naiknya suhu rata-rata dipermukaan bumi maka terjadilah pemanasan global. Karena suhu adalah salah satu parameter dari iklim dengan begitu berpengaruh pada iklim bumi, terjadilah perubahan iklim secara global.

erk2

Pemanasan global dan perubahan iklim menyebabkan terjadinya kenaikan suhu, mencairnya es di kutub, meningkatnya permukaan laut, bergesernya garis pantai, musim kemarau yang berkepanjangan, periode musim hujan yang semakin singkat, namun semakin tinggi intensitasnya, dan anomaly-anomali iklim seperti El Nino – La Nina dan Indian Ocean Dipole (IOD). Hal-hal ini kemudian akan menyebabkan tenggelamnya beberapa pulau dan berkurangnya luas daratan, pengungsian besar-besaran, gagal panen, krisis pangan, banjir, wabah penyakit, dan lain-lainnya

Pranala di Blog ini:

Pemanasan Global (catatan mengenai sebabnya)
Pemanasan Global (catatan mengenai akibatnya)
Pemanasan Global (Catatan mengenai cara menggurangi dampaknya)
Cuaca dan Iklim
Klimatologi untuk Pertanian
Perubahan Iklim di Bali
Susahnya Memprediksi Hujan
El Nino dan La Nina
Klasifikasi Iklim
Perlukan Informasi Peringatan Dini Kebencanaan???
Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson
HUJAN
La Nina kah Penyebab Banjir Dimusim Kemarau?
Bencana Cuaca
Info El Nino dan La Nina terkini
Identifikasi Hubungan Fluktuasi Nilai SOI Terhadap Curah Hujan Bulanan Di Kawasan Batukaru-Bedugul, Bali
Perubahan Iklim; Tinjauan Pustaka
PENYEBAB VARIABILITAS HUJAN DI INDONESIA
EROSI DAN PERUBAHAN IKLIM
PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Pendahuluan
EVALUASI ZONA AGROKLIMAT KLASIFIKASI SCHIMIDT-FERGUSON DI PULAU LOMBOK
Apa sih Banjir…?
Faktor Penyebab Banjir (1)
Faktor Penyebab Banjir (2): Perubahan Lingkungan

Ditulis dalam Klimatologi. 20 Komentar »

20 Tanggapan ke “Hubungan Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim”

  1. Deblenks Says:

    Da kemugkinan ga klo manusia bakal hidup d atas air?

    • Rionya Says:

      Mencairnya es di kutub memang akan menghilangkan pulau2 yang dekat dengan laut. Cuman sepertinya bukan itu saja yang perlu kita takuti.

      Copy:
      “Efek domino apa yang membayang bila es di Arktika mencair semua? Mencairnya es di Arktika tidak akan menaikkan level permukaan air laut, melainkan akan mempercepat siklus pemanasan global itu sendiri. Bila es di Arktika mencair semua, 80% sinar matahari yang sebelumnya dipantulkan akan diserap 95% oleh air laut. Konsekuensi lanjut adalah potensi terlepasnya 400 miliar ton gas metana atau 3000 kali dari jumlah gas metana di atmosfer. Gas metana dapat terlepas akibat mencairnya bekuan gas metana yang stabil pada suhu di bawah dua derajat celcius. Seperti diketahui, gas metana memiliki efek rumah kaca 25 kali lebih besar dari gas CO2. Salah satu skenario yang mungkin terjadi adalah terulangnya bencana kepunahan massal yang pernah terjadi pada 55 juta tahun yang lalu dikenal dengan masa PETM (Paleocene-Eocene Thermal Maximum). Saat itu, gas metana yang terlepas ke atmosfer mengakibatkan percepatan pemanasan global hingga mengakibatkan kepunahan massal. Bukti geologi lain menunjukkan kepunahan massal juga pernah terjadi 251 juta tahun lalu, pada akhir periode Permian. Akibat terlepasnya gas metana, lebih dari 94% spesies mengalami kepunahan massal. Kematian massal terjadi mendadak karena turunnya level oksigen secara ekstrem.”

      Senakutkan sekali. So, mulai dari sekarang, dari diri kita, cobalah untuk lebih menyayangi bumi kita ini. Bisa dengan menanam pohon, tidak buang sampah sembarangan, menggunakan barang2 yang bisa didaur ulang, dll.

  2. I Putu Says:

    memang penelitian yang telah dilakukan memberikan hasil bahwa penyebab dari perubahan iklim adalah akibat peningkatan GRK. namun demikian perlu juga diingat bahwa sumber energi yang menggerakkan proses cuaca di bumi adalah energi matahari.
    seperti diketahui energi matahari yang sampai ke bumi mengalami perubahan yang disebabkan oleh faktor jarak matahari-bumi maupun akibat adanya bintik matahari. jadi yang sekarang menjadi isu penyebab GRK dan perubahan iklim hanya yang bersifat antropogenik padahal masih perlu dilakukan …… salam

  3. La An Says:

    @Deblenks
    selama kita masih punya mimpi dan keinginan utk beusaha mendapatkan sesuatu yg baru. saya rasa itu mungkin2 aja… :)

    @I Putu
    memang ada banyak sekali faktor yang menyebabkan pemanasan global itu. dan masih banyak juga pertentangan2 yg ada. tp dengan diketahuinya salah satu penyebab pemanasan global, minimal kita punya cara utk mengantisipasinya dan juga punya sesuatu yg bisa kita cegah… dengan mencegahnya, mudah2an pergerakan pemanasan bumi tidak lebih cepat dr skrg…

  4. rinto julius simangunsong Says:

    ya…. pemanasan gloabal adalah salah satu masalah besar dunia dengan itu mari kita bersama meningkatkan pencegahan yang sudah kita jalan kan…

    • rendra afriyon Says:

      ya kita harus melakukan pencegahan karna kalau lama kelamaan kita hidup dgn lingkungan seprti ini akn membhyakn bg khdpn kta,tetapi kbykn dr kta hnya bs ngmg tetapi kytaanya………………………………………………………………..?

  5. rhakateza Says:

    yang paling saya takutkan adalah terjadinya hujan asam, awal mula kehancuran mahluk organik dimuka bumi.

    Upaya prefentif walau terlambat tapi harusnya sudah mulai digalakkan. Walau kontribusinya tidak signifikan, namun pengurangan emisi gas dari kendaraan bermotor dan industri harusnya harus ditekan, dan Indonesia walaupun bukan negara Industri namun pemusnahan hutan dengan pembakaran yang belakangan ini terjadi juga harus bertanggung jawab atas meningkatnya iklim global ini.

    Mudah mudahan yang kita takutkan tak pernah terjadi…

  6. One_dha Says:

    cucu kita masih punya harapan bwt hidup sehat g’??

  7. parako Says:

    oke kita rame2 selamatkan bumi,byk menanam pohon.buat anak anak cucu kita

  8. DESI Says:

    waduh…. bumi ini smakin panas.bgmn nich????ayo kita jaga bumi.

  9. aries Says:

    keren abizz dah n bener banget

  10. wiky_pedia Says:

    kebetulan gw lg disuruh guru nyari artikel yg berhubungan dgn atmosfer. .
    tq ya atas artikelnya

  11. syarifah Says:

    ya iya lah ada hubungan nya kan salah satu dari pemanasan global dari efek rumah kaca atuh,

  12. randriani Says:

    Jgn cuma berdebat… Yg perlu dilakukan sekarang adalah sikap nyata. Mulailah dari diri sendiri. Lakukan apa pun yg bisa menjaga agar bumi ini tetap bisa tersenyum alias gak kepanasan meski sekecil apa pun.

  13. yahya Says:

    pemanasan global……………………. itu bisa berbahaya boz
    mulai dari dkarang kita kurangilah yg namanya pemanasan global dgn cara menanam pohon…….atau penghijauan.okey

  14. khen Says:

    Jangan cuma omdo alias omong doang, lalukan donk,,,

  15. loghika Says:

    duniaku dunia mu juga….duniaku rusak kita pun sama2 merasa khan nya…benar gag?

  16. rera Says:

    wah kok samakin seram begini ya????
    semoga pemanasan global bisa segera di kurangi biar bumi ini terselamatkan dari pemanasan global!
    amien..


Tinggalkan Balasan

  • counter
  • Add to My Yahoo!
  • Powered by WordPress - WordPress Blogs Directory
  • Top Academics blogs
  • Bookmark and Share
  • IP
  • free counters
  • RSS IlmuKomputer.Com

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Berita hari ini

  • RSS Berita Iptek Online

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Read this FREE online!