Hubungan Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim

Global warmingSecara umum iklim merupakan hasil interaksi proses-proses fisik dan kimiafisik dimana parameter-parameternya adalah seperti suhu, kelembaban, angin, dan pola curah hujan yang terjadi  pada suatu tempat di muka bumi. Iklim merupakan suatu kondisi rata-rata dari cuaca, dan untuk mengetahui kondisi iklim suatu tempat, diperlukan nilai rata-rata parameterparameternya selama kurang lebih 10 sampai 30 tahun. Iklim muncul setelah berlangsung suatu proses fisik dan dinamis yang kompleks yang terjadi di atmosfer bumi. Kompleksitas proses fisik dan dinamis di atmosfer bumi ini berawal dari perputaran planet bumi mengelilingi matahari dan perputaran bumi pada porosnya. Pergerakan planet bumi ini menyebabkan besarnya energi matahari yang diterima oleh bumi tidak merata, sehingga secara alamiah ada usaha pemerataan energi yang berbentuk suatu sistem peredaran udara, selain itu matahari dalam memancarkan energi juga bervariasi atau berfluktuasi dari waktu ke waktu. Perpaduan antara proses-proses tersebut dengan unsur-unsur iklim dan faktor pengendali iklim menghantarkan kita pada kenyataan bahwa kondisi cuaca dan iklim bervariasi dalam hal jumlah, intensitas dan distribusinya. 

Secara alamiah sinar matahari yang masuk ke bumi, sebagian akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa. Sebagian sinar matahari yang dipantulkan itu akan diserap oleh gas-gas di atmosfer yang menyelimuti bumi –disebut gas rumah kaca, sehingga sinar tersebut terperangkap dalam bumi. Peristiwa ini dikenal dengan efek rumah kaca (ERK) karena peristiwanya sama dengan rumah kaca, dimana panas yang masuk akan terperangkap di dalamnya, tidak dapat menembus ke luar kaca, sehingga dapat menghangatkan seisi rumah kaca tersebut.

Efek Rumah Kaca

Efek Rumah Kaca

Peristiwa alam ini menyebabkan bumi menjadi hangat dan layak ditempati manusia, karena jika tidak ada ERK maka suhu permukaan bumi akan 33 derajat Celcius lebih dingin. Gas Rumah Kaca (GRK) seperti CO2 (Karbon dioksida),CH4(Metan) dan N2O (Nitrous Oksida), HFCs (Hydrofluorocarbons), PFCs (Perfluorocarbons) and SF6 (Sulphur hexafluoride) yang berada di atmosfer dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia terutama yang berhubungan dengan pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, dan batubara) seperti pada pembangkitan tenaga listrik, kendaraan bermotor, AC, komputer, memasak. Selain itu GRK juga dihasilkan dari pembakaran dan penggundulan hutan serta aktivitas pertanian dan peternakan. GRK yang dihasilkan dari kegiatan tersebut, seperti karbondioksida, metana, dan nitroksida, menyebabkan meningkatnya konsentrasi GRK di atmosfer.

Berubahnya komposisi GRK di atmosfer, yaitu meningkatnya konsentrasi GRK secara global akibat kegiatan manusia menyebabkan sinar matahari yang dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa, sebagian besar terperangkap di dalam bumi akibat terhambat oleh GRK tadi. Meningkatnya jumlah emisi GRK di atmosfer pada akhirnya menyebabkan meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi, yang kemudian dikenal dengan Pemanasan Global.

Sinar matahari yang tidak terserap permukaan bumi akan dipantulkan kembali dari permukaan bumi ke angkasa. Setelah dipantulkan kembali berubah menjadi gelombang panjang yang berupa energi panas. Namun sebagian dari energi panas tersebut tidak dapat menembus kembali atau lolos keluar ke angkasa, karena lapisan gas-gas atmosfer sudah terganggu komposisinya. Akibatnya energi panas yang seharusnya lepas keangkasa (stratosfer) menjadi terpancar kembali ke permukaan bumi (troposfer) atau adanya energi panas tambahan kembali lagi ke bumi dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga lebih dari dari kondisi normal, inilah efek rumah kaca berlebihan karena komposisi lapisan gas rumah kaca di atmosfer terganggu, akibatnya memicu naiknya suhu rata-rata dipermukaan bumi maka terjadilah pemanasan global. Karena suhu adalah salah satu parameter dari iklim dengan begitu berpengaruh pada iklim bumi, terjadilah perubahan iklim secara global.

erk2

Pemanasan global dan perubahan iklim menyebabkan terjadinya kenaikan suhu, mencairnya es di kutub, meningkatnya permukaan laut, bergesernya garis pantai, musim kemarau yang berkepanjangan, periode musim hujan yang semakin singkat, namun semakin tinggi intensitasnya, dan anomaly-anomali iklim seperti El Nino – La Nina dan Indian Ocean Dipole (IOD). Hal-hal ini kemudian akan menyebabkan tenggelamnya beberapa pulau dan berkurangnya luas daratan, pengungsian besar-besaran, gagal panen, krisis pangan, banjir, wabah penyakit, dan lain-lainnya

Pranala di Blog ini:

Pemanasan Global (catatan mengenai sebabnya)
Pemanasan Global (catatan mengenai akibatnya)
Pemanasan Global (Catatan mengenai cara menggurangi dampaknya)
Cuaca dan Iklim
Klimatologi untuk Pertanian
Perubahan Iklim di Bali
Susahnya Memprediksi Hujan
El Nino dan La Nina
Klasifikasi Iklim
Perlukan Informasi Peringatan Dini Kebencanaan???
Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson
HUJAN
La Nina kah Penyebab Banjir Dimusim Kemarau?
Bencana Cuaca
Info El Nino dan La Nina terkini
Identifikasi Hubungan Fluktuasi Nilai SOI Terhadap Curah Hujan Bulanan Di Kawasan Batukaru-Bedugul, Bali
Perubahan Iklim; Tinjauan Pustaka
PENYEBAB VARIABILITAS HUJAN DI INDONESIA
EROSI DAN PERUBAHAN IKLIM
PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Pendahuluan
EVALUASI ZONA AGROKLIMAT KLASIFIKASI SCHIMIDT-FERGUSON DI PULAU LOMBOK
Apa sih Banjir…?
Faktor Penyebab Banjir (1)
Faktor Penyebab Banjir (2): Perubahan Lingkungan

About these ads

86 Tanggapan to “Hubungan Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim”

  1. Deblenks Says:

    Da kemugkinan ga klo manusia bakal hidup d atas air?

  2. I Putu Says:

    memang penelitian yang telah dilakukan memberikan hasil bahwa penyebab dari perubahan iklim adalah akibat peningkatan GRK. namun demikian perlu juga diingat bahwa sumber energi yang menggerakkan proses cuaca di bumi adalah energi matahari.
    seperti diketahui energi matahari yang sampai ke bumi mengalami perubahan yang disebabkan oleh faktor jarak matahari-bumi maupun akibat adanya bintik matahari. jadi yang sekarang menjadi isu penyebab GRK dan perubahan iklim hanya yang bersifat antropogenik padahal masih perlu dilakukan …… salam

  3. La An Says:

    @Deblenks
    selama kita masih punya mimpi dan keinginan utk beusaha mendapatkan sesuatu yg baru. saya rasa itu mungkin2 aja… :)

    @I Putu
    memang ada banyak sekali faktor yang menyebabkan pemanasan global itu. dan masih banyak juga pertentangan2 yg ada. tp dengan diketahuinya salah satu penyebab pemanasan global, minimal kita punya cara utk mengantisipasinya dan juga punya sesuatu yg bisa kita cegah… dengan mencegahnya, mudah2an pergerakan pemanasan bumi tidak lebih cepat dr skrg…

  4. rinto julius simangunsong Says:

    ya…. pemanasan gloabal adalah salah satu masalah besar dunia dengan itu mari kita bersama meningkatkan pencegahan yang sudah kita jalan kan…

  5. rhakateza Says:

    yang paling saya takutkan adalah terjadinya hujan asam, awal mula kehancuran mahluk organik dimuka bumi.

    Upaya prefentif walau terlambat tapi harusnya sudah mulai digalakkan. Walau kontribusinya tidak signifikan, namun pengurangan emisi gas dari kendaraan bermotor dan industri harusnya harus ditekan, dan Indonesia walaupun bukan negara Industri namun pemusnahan hutan dengan pembakaran yang belakangan ini terjadi juga harus bertanggung jawab atas meningkatnya iklim global ini.

    Mudah mudahan yang kita takutkan tak pernah terjadi…

  6. One_dha Says:

    cucu kita masih punya harapan bwt hidup sehat g’??

  7. parako Says:

    oke kita rame2 selamatkan bumi,byk menanam pohon.buat anak anak cucu kita

  8. DESI Says:

    waduh…. bumi ini smakin panas.bgmn nich????ayo kita jaga bumi.

  9. aries Says:

    keren abizz dah n bener banget

  10. wiky_pedia Says:

    kebetulan gw lg disuruh guru nyari artikel yg berhubungan dgn atmosfer. .
    tq ya atas artikelnya

  11. Rionya Says:

    Mencairnya es di kutub memang akan menghilangkan pulau2 yang dekat dengan laut. Cuman sepertinya bukan itu saja yang perlu kita takuti.

    Copy:
    “Efek domino apa yang membayang bila es di Arktika mencair semua? Mencairnya es di Arktika tidak akan menaikkan level permukaan air laut, melainkan akan mempercepat siklus pemanasan global itu sendiri. Bila es di Arktika mencair semua, 80% sinar matahari yang sebelumnya dipantulkan akan diserap 95% oleh air laut. Konsekuensi lanjut adalah potensi terlepasnya 400 miliar ton gas metana atau 3000 kali dari jumlah gas metana di atmosfer. Gas metana dapat terlepas akibat mencairnya bekuan gas metana yang stabil pada suhu di bawah dua derajat celcius. Seperti diketahui, gas metana memiliki efek rumah kaca 25 kali lebih besar dari gas CO2. Salah satu skenario yang mungkin terjadi adalah terulangnya bencana kepunahan massal yang pernah terjadi pada 55 juta tahun yang lalu dikenal dengan masa PETM (Paleocene-Eocene Thermal Maximum). Saat itu, gas metana yang terlepas ke atmosfer mengakibatkan percepatan pemanasan global hingga mengakibatkan kepunahan massal. Bukti geologi lain menunjukkan kepunahan massal juga pernah terjadi 251 juta tahun lalu, pada akhir periode Permian. Akibat terlepasnya gas metana, lebih dari 94% spesies mengalami kepunahan massal. Kematian massal terjadi mendadak karena turunnya level oksigen secara ekstrem.”

    Senakutkan sekali. So, mulai dari sekarang, dari diri kita, cobalah untuk lebih menyayangi bumi kita ini. Bisa dengan menanam pohon, tidak buang sampah sembarangan, menggunakan barang2 yang bisa didaur ulang, dll.

  12. syarifah Says:

    ya iya lah ada hubungan nya kan salah satu dari pemanasan global dari efek rumah kaca atuh,

  13. randriani Says:

    Jgn cuma berdebat… Yg perlu dilakukan sekarang adalah sikap nyata. Mulailah dari diri sendiri. Lakukan apa pun yg bisa menjaga agar bumi ini tetap bisa tersenyum alias gak kepanasan meski sekecil apa pun.

  14. Za Says:

    yang pntng kta mau hidup Shat,psti ank cucu kita bakalan hidup sehat jga…

  15. yahya Says:

    pemanasan global……………………. itu bisa berbahaya boz
    mulai dari dkarang kita kurangilah yg namanya pemanasan global dgn cara menanam pohon…….atau penghijauan.okey

  16. khen Says:

    Jangan cuma omdo alias omong doang, lalukan donk,,,

  17. loghika Says:

    duniaku dunia mu juga….duniaku rusak kita pun sama2 merasa khan nya…benar gag?

  18. rendra afriyon Says:

    ya kita harus melakukan pencegahan karna kalau lama kelamaan kita hidup dgn lingkungan seprti ini akn membhyakn bg khdpn kta,tetapi kbykn dr kta hnya bs ngmg tetapi kytaanya………………………………………………………………..?

  19. rera Says:

    wah kok samakin seram begini ya????
    semoga pemanasan global bisa segera di kurangi biar bumi ini terselamatkan dari pemanasan global!
    amien..

  20. Hilwa Salma Syahdan Says:

    sayang nya hanya sedikit manusia yang menyadari ini..

  21. putry rahma Says:

    koq pmanasn global mkn lma mkin mningkat y ?????????

  22. Natalia Says:

    Kalau mau bumi tetap menjadi tempat manusia mulai sekarang tiap kita sadar betapa pentingnya menjaga bumi dari bencana. Mari kita sama2 bekerja dan berbuat dengan mengajak semua orang untuk menanam pohon 1 orang 1 pohon dan menjaganya bersama-sama.

  23. ardi Says:

    indonesia merupakan pemasok oksigen d dunia klo hutannya ga d tebangin…bnyak faktor yg menyebabkan pemanasan global…termasuk qta sndiri ikt berperan menambah runyam pemanasan global

  24. ririn semarang Says:

    ingat anak cucu…..yok kita mulai dari diri sendiri ntk menyelamatkan bumi. sip!

  25. sriwahyuni Says:

    apa shi itu efek rumah kaca

  26. JUstin Says:

    sipppp lah!

  27. Karen Says:

    Bagus! ^_^
    Makasih ya

    Artikelnya1

  28. Hina Says:

    Harusnya sampah di daur ulang, di bagi 2 organik sama nonorganik. Trus setiap keluarga menanam pohon! Janagn nebang hutan sembarangan. Mengikuti program peremajaan tanaman!

    Kalau bisa setiap kampung ngadain kerja bakti seminggu sekali! Pokoknya bumi harus dijaga agar generasi muda yang berikutnya dapat merasakan kenyamanan.

    Jangan buang sampah sembarangan!

  29. no name Says:

    pada ngomongin apa to?

  30. no name 2 Says:

    efek rumah kaca adalah hal yang perlu diperhatikan oleh semua warga di bumi

  31. no name 3 Says:

    Global warming adalah suatu peristiwa yang disebabkan meningkatnya efek rumah kaca (green house effect). Sebenarnya efek rumah kaca bukanlah suatu hal yang buruk, justru dengan adanya efek rumah kaca bumi kita bisa tetap hangat, bahkan memungkinkan kita bisa survive hingga sekarang.

    Kamu bisa mengibaratkan bumi kita seperti mobil yang sedang diparkir dalam cuaca yang cerah. Kamu pasti akan berpikir bahwa temperature di dalam mobil pasti akan lebih panas dibandingkan temperature di luar mobil. Sinar matahari memasuki mobil tersebut melalui celah-celah pada kaca jendela dan secara otomatis panas dari sinar matahari akan diserap oleh jok, karpet, dashboard serta benda-benda lain yang berada di dalam mobil. Ketika semua objek tersebut melepaskan kembali panas yang diserapnya, tidak semua panas tersebut akan bisa keluar melalui celah jendela, sebagian justru akan dipantulkan kembali- panas tersebut akan diradiasikan kembali oleh benda-benda yang ada di dalam mobil dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Sehingga sejumlah energy panas akan tetap tinggal di dalam mobil, dan hanya sebagian kecil dari energy tersebut yang bisa melepaskan diri. Pada akhirnya, mobil tersebut akan mengalami peningkatan temperature secara berkala, semakin lama akan semakin panas.

    Ketika cahaya matahari mengenai atmosfer serta permukaan bumi, sekitar 70% dari energi tersebut tetap tinggal di bumi, diserap oleh tanah, lautan, tumbuhan serta benda-benda lainnya. 30 % sisanya dipantulkan kembali melalui awan, hujan serta permukaan reflektif lainnya. Tetapi panas yang 70 % tersebut tidak selamanya ada di bumu, karena bila demikian maka suatu saat bumi kita akan menjadi “bola api”). Benda-benda di sekitar planet yang menyerap cahaya matahari seringkali meradiasikan kembali panas yang diserapnya. Sebagian panas tersebut masuk ke ruang angkasa, tinggal di sana dan akan dipantulkan kembali ke bawah permukaan bumi ketika mengenai zat yang berada di atmosfer, seperti karbon dioksida, gas metana dan uap air. Panas tersebut yang membuat permukaan bumi tetap hangat dari pada di luar angkasa, karena energy lebih banyak yang terserap dibandingkan dengan yang dipantulkan kembali. Itulah peristiwa yang disebut dengan efek rumah kaca (green house effect).

  32. nova sugiar Says:

    weyyy…sadar diri dong para perokok….mau nunggu ancur dulu????????????

  33. vyneiya teenz Says:

    mank para perokok g’ sadar pa ya bhwa mrk sedang diserang ma berbagai penyakit???? lagian bentar lagi katana rokok tue haram……. pendukung bngtz tuh………….

  34. f(x) and SNSD LOVERS Says:

    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
    uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
    eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
    oooooooooooooooooooooooo

    MAAf YA AQu 13aRU 133LJAR ngoMONG

  35. Rike Apriantif(x) and SNSD LOVERS Says:

    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
    uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
    eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee
    oooooooooooooooooooooooo

    MAAf YA AQu 13aRU 133LJAR ngoMONG!!!!!!!:D

  36. tinakireina Says:

    ya nih,bumi makin panas orang-orangnya juga makin panas.maksud aku orang itu pada ga mikirin situasi bumi so, kita sebagai generasi penerus harus bisa menjaga and merawat bumi.

  37. K.Saeful Akbar Says:

    kebetulan saya lagi mengajarkan ERK kepada siswa kls 7, ini sangat membantu sekali, luar biasa, trim’s buat penulis.

  38. amat Says:

    untuk gambar tolong la kapasitas nya di perkecil

  39. Mas Tom Says:

    Info-nya selalu diupdate dan disebarluaskan

  40. Mas Tom Says:

    siip dan trim infonya

  41. cepi kurniawan Says:

    tulisan ini sangat membantu saya
    kebetulan sekali kakak saya mengajar PLH,
    Banyak sekali Bahan yang bisa digunakan untuk Dibagikan kepada para muridnya,

  42. ayu Says:

    infonya lengkap .. :)

  43. La An Says:

    @amat
    akan saya usahakan… makasih atas kritikannya…

  44. Aris bayya Says:

    Setuju mari kta pedulikan bumi untuk anak cucu kita.

  45. Seminyak Bali villa Says:

    saya sangat setuju sekali mari gerakkan kepedulian kita terhadap lingkungan,agar tetap terjaga kelestarianya dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang mengakibatkan pemanasan global oleh efek rumah kaca.

  46. mahmud Says:

    kenapa orang2 harus memasak dengan tungku kenapa kan sekarang kan indonesia sudah tersedia kompor gas

  47. repairmanual Says:

    Mohon izin untuk copy ke blog anak kesayangan. Thankz

  48. fatkhurohman Says:

    pemanasan global dan perubahan iklim sebenarnya merupakan hasil budaya manusia yang merusak lingkungan. hal ini mungkin dapat dikurangi.iap manusia apa bila secara sadar menjaga kelestarian lingkungan.

  49. Hafif Says:

    aku tau,,, tryt efek rumah kaca dan global warming beda yah…..

  50. indz Says:

    makasii. .
    dah buat artikel ini. .
    sa buat tugas. .
    hehe. .
    makasii makasii. .

  51. La An Says:

    @Hafif
    coba deh dibaca lg artikelnya… kelihatan kok bagaimana rentetan akibat perilaku manusia, pemanasan global dan perubahan iklim….

  52. klantenshi Says:

    bumi kita uda rusak bradd.. uda k.rasa oleh kita semua,panas tak henti.2.. bgaimana ini.. sebaiknya kita jaga bumi kita,bukan merusaknya.. ay0 kita mulai dari sekarang jaga bumi kita..

  53. eka putra pramono Says:

    yang perlu bagi kita melakukan yang terbaik disetiap posisi, bagi guru menyebarkan propaganda save the earth ke anak didik, bagi pedagang/pengusaha meminimkan kegiatan yang merusak lingkungan, bagi pakar/ahli berusaha menyelaraskan ilmu dengan perubahan yang ada, khusus bagi pemimpin berusaha mengganti peraturan yang tidak relevan dengan perubahan iklim. selamat berjuang disemua sisi pekerjaan.

  54. nophie Says:

    ayo donk kita rame – rame menanam pohon agar anak cucu kita merasa kan indahnya dunia

  55. apryl ardhiyantii Says:

    woww ..
    Akuu kan d.suru nyari artikel ttg efek rumah kaca , pemanasan global dan perubahan iklim .. Naah pas z nyari ini yg z dpt .. Jd thx yaa artikel.y

  56. choi_elisa Says:

    makasih ya artikel nya… sangat membantu buat mengerjakan tugas saya. Gomawo ^^

  57. fitria ningsih Says:

    T-O-P Bnggetttt……..wt Solusi blajjar. ~_~
    hatur nuhun..article.a snggt membantu (-_-)

  58. cute99 Says:

    wooww… bagus bgt ! :)
    ngebantu gue bikin artikel . makasih makasih
    very good

  59. anggie taria Says:

    makasih infonya :D

  60. santi cup cup Says:

    wah kalau bumi n smakin panas bner2 gk kebayang dech jdinya gmn…pokoknya ayo kita harus jga bumi kita jgn seenaknya aja okeyyy

  61. Alif Permana Says:

    Btul kta malaikt,, manusia hanya akan membuat keruskan di muka bumi. Sudh merusk, sebgian yg lain malah narsis dgn menyebut diri mreka rahmtan lil alamin, rhmat bg semesta alam.. Dr sdut pndang mana brni mnyebut rhmatan lil alamin?? Tp tuhan yg sok kuasa trlalu otoriter, tdk mndengarkn saran malaikat ktanya dia lebih tau dr siapapun. Soal perokok sy perolol aktif,, jd salahkn pabrikan rokok,, kalo tdk mnjual tdk mngkin bisa d konsumsi

  62. ludruk Says:

    Kok gegeran dewe,..Indonesia banget…

  63. ridwan Says:

    lebih efisien kalo menanam banyak pohon.
    dan mengurangi pemakaian kendaraan / alat elektronik yang berlebihan.

  64. Anak Rantau Says:

    Pembakaran hutan untuk kepentingan perusahaan perkebunan juga membarikan kontribusi besar trhdap global warming. Info yg sangat menarik sobat.

  65. rama Says:

    waspadalah kita para umat manusia pada pemasan global

  66. brotherindo Says:

    wah kalo gini terus bisa2 kiamat…T_T

  67. gua nax x-friend's Says:

    urip.e pan gadi apa ?
    yen mbuang emisi gas sing berluiwih.an ?

  68. LENDA . OCKTAVIA Says:

    EFEK RUMAH KACA

  69. karmapaladu Says:

    like this….
    thx wat infonya….

  70. umi choirun nisa Says:

    heheeeee
    gambarnya keren buat efek rumah kaca :D

  71. umi choirun nisa Says:

    bagus nih bwt pelajaran tambahan
    hemz…..
    pokoknya jangan lupa jaga lingkungan yaaaaaaaaaaaaa…… :P

  72. Private Seminyak villas Says:

    menurut saya harus ada kesadaran dari masing masing pribadi orang untuk peduli terhadap lingkungan sebagai penanggulangi bencana alam bahkan kerusakan lingkungan dampak dari global warming dan efek rumah kaca

  73. dea rizkiani spaga Says:

    hmmmzzzzz …
    coment apa yaa …
    ooooooo … aku tau mau coment apa ..
    sebenernya indonesia ini sudah banyak trjadi efek rumah kaca … apa lagi didaerah asiatis

  74. Daniel Says:

    Gue sih sebenarnya punya inovasi sih…
    kok klo ada printer yang bisa berwarna,
    kagak buat printer pemutih ,misal pake kertas korankan kotor tinta di masukin printer dan di print blank dokumen menjadi putih kertas :) jadi koran yang banyak tulisannya itu di daur sederhana.
    seperti klo nghapus tulisan salah bisa pake tipxex biar putih dan bisa dibuat nulis lagi.

  75. i kadek agus Says:

    katakan…..untuk tidak ilegal loging.

  76. fhe briant Says:

    thanks kakk

  77. nicko Says:

    tidakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk that imposibleing

  78. nicko Says:

    enak nya kalo main lost saga aja

  79. Bali Tour Says:

    Thanks infonya :)

  80. Bima Nugroho Says:

    Lalu bagaimana dengan Panel Solar? Apakah mempercepat Pemanasan Global? Karena Panel Solar kini di”gadang-gadang”kan dalam penghematan Energy dan dari sisi lain jg mampu memperlambat Pemanasan Global. Betulkah?


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • counter
  • Add to My Yahoo!
  • Powered by WordPress - WordPress Blogs Directory
  • Top Academics blogs
  • Bookmark and Share
  • Monitored by Pingdom
  • Review www.mbojo.wordpress.com on alexa.com
  • free counters
  • Read this FREE online!
  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 66 pengikut lainnya.