Tanah

Tanah dalam Bahasa Inggris disebut soil, menurut Dokuchaev: tanah adalah suatu benda fisis yang berdimensi tiga terdiri dari panjang, lebar, dan dalam yang merupakan bagian paling atas dari kulit bumi.

Kata ”tanah” seperti banyak kata umum lainnya, mempunyai beberapa pengertian. Dalam pengertian tradisional tanah adalah medium alami untuk pertumbuhan tanaman daratan, tanpa memperhitungkan tanah tersebut mempunyai horizon yang keliatan atau tidak. Pengertian ini masih merupakan arti yang paling umum dari kata tersebut, dan perhatian yang terbesar pada tanah terpusat pada pengertian ini. Orang menganggaptanah adalah penting, oleh karena tanah mendukung kehidupan tanam-tanaman yang memaso pangan, serat, obat-obatan, dan berbagai keperluan lain manusia, juga karena mampu menyaring air serta mendaur ulang limbah. Tanah menutupi permukaan bumi sebagai lapisan yang sambung menyambung, terkecuali pada batuan tandus, pada wilayah yang terus menerus membeku, atau tertutup air dalam, atau pada lapisan es terbuka suatu glester. Dalam pengertian ini, tanah memiliki suatu ketebalan yang ditentukan oleh kedalaman akar tanaman.

Tanah merupakan suatu benda alam yang tersusun dari padatan (bahan mineral dan bahan organik), cairan dan gas, yang menempati permukaan daratan, menempati ruang, dan dicirikan oleh salah satu atau kedua berikut: horison-horison, atau lapisan-lapisan, yang dapat dibedakan dari bahan asalnya sebagai hasil dari suatu proses penambahan, kehilangan, pemindahan dan transformasi energi dan materi, atau berkemampuan mendukung tanaman berakar di dalam suatu lingkungan alami (Soil Survey Staff, 1999).

Schoeder (1972) mendefinisikan tanah sebagai suatu sistem tiga fase yang mengandung air, udara dan bahan-bahan mineral dan organik serta jasad-jasad hidup, yang karena pengaruh berbagai faktor lingkungan pada permukaan bumi dan kurun waktu, membentuk berbagai hasil perubahan yang memiliki ciri-ciri morfologi yang khas, sehingga berperan sebagai tempat tumbuh bermacam-macam tanaman. gambar di bawah adalah gambar faktor pembentuk tanah.

Menurut Jooffe dan Marbut (1949), dua orang ahli Ilmu Tanah dari Amerika Serikat, Tanah adalah tubuh alam yang terbentuk dan berkembang sebagai akibat bekerjanya gaya-gaya alam terhadap bahan-bahan alam dipermukaan bumi. Tubuh alam ini dapat berdiferensiasi membentuk horizon-horizon mieneral maupun organik yang kedalamannya beragam dan berbeda-beda sifat-sifatnya dengan bahan induk yang terletak dibawahnya dalam hal morfologi, komposisi kimia, sifat-sifat fisik maupun kehidupan biologinya. Ada tiga hal penting yang dari definisi ini:

Tanah itu terbentuk dan berkembang dari proses-proses alami

Adanya diferensiasi profil tanah membentuk horizon-horizon

Terdapat perbedaan yang menyolok antara sifat-sifat bahan induk dengan horizon-horizon tanah yang terbentuk terutama dalam hal morfologi, kimiafi, fisik dam biologinya. Gambar di bawah adalah gambar tingkat-tingkat perkembangan tanah.

Darmawijaya (1990) mendefinisikan tanah sebagai akumulasi tubuh alam bebas, menduduki sebagain besar permukaan palnet bumi, yang mampu menumbuhkan tanaman, dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk dalam keadaan relief tertentu selama jangka waktu tertentu pula.

Batas atas dari tanah adalah batas antara tanah dan udara, air dangkal, tumbuhan hidup, taua bahan tumbuhan yang belum mulai terlapuk. Wilayah yang diannggap tidak mempunyai tanah, apabila permukaan secara permanen tertutup oleh air yang terlalui dalam (secara tipikal lebih dari 2.5 m) untuk pertumbuhan tanam-tanaman berakar. Batas horizontal tanah adalah wilayah dimana tanah berangsur beralih kedalam, area-area tandus, batuan atau es.

Batas bawah yang memisahkan dari bahan bukan tanah yang terletak dibawahnya, adalah yang paling sulit ditetapkan. Tanah tersusun dari horizon-horizon dekat permukaan bumi yang berbeda kontras tehadap bahan induk di bawahnya, telah mengalamiperubahan interaksi antara iklim, relief dan jasad hidup selama waktu pembentukannya. Bisanya, pada batas bawah tanah

Pranala di Blog ini:


Ilmu Tanah
Tanah dan Lahan
Tanah
Susunan Utama Tanah
Segitiga Tekstur
Evaluasi Lahan
SUMBERDAYA
Pertanian Berkelanjutan
Pertanian Organik, Latar Belakangnya
Resep Pembuatan Kascing Dari Segi Ilmu Tanah
LAHAN KERING
Konservasi Tanah dan Air di Lahan Kering
Konservasi Tanah di Pulau Nusa Penida
EROSI DAN PERUBAHAN IKLIM
Pengaruh Tutupan Kanopi terhadap Besarnya Erosi Tanah
Prediksi Erosi dengan USLE dan Sistem Informasi Geografi
Klimatologi untuk Pertanian
Klasifikasi Iklim
MIKORIZA
Mikoriza, Tanah dan Tanaman di Lahan Kering
PERTANIAN PADA MASA BALI KUNO
Sejarah FOKUSHIMITI (Forum Komunikasi Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia)
Struktur Organisasi FOKUSHIMITI
Potensi Sampah Kota Sebagai Sumber Bahan Organik
Sampah dan Permasalahannya
Sistem Informasi Geografi (SIG)/Geographic Information System (GIS)
Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson
Implementasi SIG dalam Menunjang Pertanian Berkelanjutan
Peta Jenis Tanah Bali
Evaluasi Kesesuaian Curah Hujan, Temperatur dan Ketinggian untuk Tanaman Pisang dengan GIS
Aplikasi SIG dalam Proses Perencanaan

19 Tanggapan to “Tanah”

  1. phiy Says:

    thx 4 da info,
    mayan nih buat refrensi geografi ade ^^

  2. Elis Says:

    Satu lagi artikelnya yang bermanfaat!! thanks

  3. galih Says:

    brow….mbokyo dikasih gambarto ……biar juelas….oke

  4. ASy Says:

    mmmmmmmmmm
    boleh juga………..
    q seneng nih artikel …………
    hehehe
    q bisa ngerjain tugas dehhh

  5. Chya Says:

    wah… thanks…

    jawaban tugasku…

    tapi pengertian dari ahli di tambah dunk…

    menambar pengetahuan gitu…

  6. La An Says:

    @Phiy, Elis, galih, Asy dan Chya
    sama-sama. semoga bermanfaat buat semua….

  7. tweE Says:

    Hmm…..
    Q bSa ng’JaiNd t9aS dE…
    hOhOhO…. ^^

  8. rudi Says:

    TERIMA KASIH ………….100 X

  9. umen,, Says:

    wah,, membantu banget nih,, buat ngerjain tugas..

    thanks a lot, dude!

  10. Wakhidatus Says:

    tolong jelasin yang faktor waktu dunk……

  11. amsar Says:

    Mas, tolong beritahu saya, tekstur ini :
    1. Pasir
    2. Pasir Berlempung
    3. Lempung,

    jadi masuk ke jenis tanah yang mana:
    Dystrandepts
    Dystropepts
    Eutropepts
    Fluvaquents
    Humitropepts
    Hydraquents
    Tropaquepts
    Tropofluvents
    Tropopsamments
    Troporthents
    Troposaprists

    kirim ke emai : moch_amsar@yahoo.co.id

  12. La An Says:

    @tweE, rudi & umen
    sama2…

    @Wakhidatus
    klo masalah faktor waktu, kita bisa ngebayngin sesuatu yang tumbuh dan semakin tua. misalnya klo pohon atau tanaman. bila semakin tua maka tingkat produktivitasnya akan semakin rendah. sama halnya dengan tanah. bila semakin tua maka tanah tersebut relatif tidak subur (secara pertanian). tingkat muda, dewasa dan tua suatu tanah ditentukan oleh kondisi geologi dan mineral tanah tersebut yang digambarkan oleh kondisi horison2 tanah. dari kondisi horison2 tanah, bisa digambarkan tingkat pelapukan, proses melanisasi, proses leaching dan proses2 pedogenesis lainnya. secara umum, semakin tinggi kandunga liatnya, maka proses pelapukan tanah tersebut semakin lanjut. liat yang ada merupakan liat2 yang mempunyai kapasitas tukar kation (KTK) rendah. klo tanah2 yang muda (entisol) merupakan tanah2 yg baru terbentuk, proses pelapukan baru aja terjadi, kedalaman lapisan batuan induk juga masaih dangkal. tp semua yg dijelaskan diatas adalah kondisi umum…

    @amsar
    ga pernah bisa kita memilah jenis tanah hanya berdasarkan tekstur tanah. ada dua jenis tanah umum yg saya lihat diatas, yaitu entisol dan inceptisol. secara umum, bisa seperti itu, klo dilihat dari tekstur. tp pernah mempertimbangkan proses2 pedogenesis yg lain? misalnya kedlaman lapisan bahan induk, ada tidaknya horison B atau O, perbandingan komposisi tekstur sebarapa besar dan lain sebagainya. coba dipahami seperti ini. setiap nama tanah itu ada maksudnya. contohnya *saya juga ngeraba2 nieh* tropaquepts. trop adalah tropic, dimana tanah ini adalah tanah2 yg ada di daerah tropis, aqu klo ga salah itu artinya terendam terus. klo epts itu klo ga salah jenis tanah inceptisol. nah coba dipahamin apa yg bisa di baca dari situ… terus terang saja, sudah lama bngat saya tidak bermain2 dengan kunci taksonomi tanah. saya rasa semua sudah ada di kunci taksonomi tanah. coba aja di ubek2. bosan sih memang, soalnya tebal bngat😀

  13. imamduriyat Says:

    mas yang tentang tanah tapi dalam bahasa inggris

  14. La An Says:

    @imamduriya
    silahkan langsung menuju ke halaman Link & Download

  15. rica Says:

    bang,,
    thanks ya akhirnya aQ dpt apa pengertian dari tanah…
    vy,, tgazz Q blom s’lesai neachhh..krjaen donk….!!!!!!

  16. bonek!!! Says:

    @ amsar : Sekedar nambahin dari tulisan cak aan, kl dari tekstur kyk yg sampeyan sbt bisa juga dia msk ke ordo psamments tinggal cari faktor – lain aja pas identifikasinya. Kebnykn pasir di ordo itu, tp ga mutlak juga seh… Cuma itu paling gampang. Wallahu’alam

  17. Azizah Says:

    Untuk tambahan n bahan bacaan, Sangat membantu ini artikel.
    Terimakasih.

  18. ivana namang Says:

    ya bgus juga blognya ttp msih krang lngkap sihhhhhh tapi dapat membantu kopsssssssss.thanks ya gbu

  19. nano Says:

    waah,,,thanks banget tulisan ni sangat membantu saya mengenai pentingnya menjaga/merawat air dan tanah di sekeliling kita.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • counter
  • Add to My Yahoo!
  • Powered by WordPress - WordPress Blogs Directory
  • Top Academics blogs
  • Bookmark and Share
  • Monitored by Pingdom
  • Review www.mbojo.wordpress.com on alexa.com
  • free counters
  • Read this FREE online!