Data Hujan dari TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission); Basic Information

Pengalaman pribadi nieh… mulai mencari data-data hujan itu sejak tahun 2000. dan kondisinya ga ada yang berubah sampai sekarang, masih sama sulitnya untuk medapatkan data itu hehehe…. klo di Jepang kita bisa mendapatkan data hujan secara on line. Coba deh kunjungin website ini, bahkan datanya itu bisa sampai data harian, kapan ya pemerintah Indonesia bisa seperti itu? Mungkin 1 atau 2…. (tahun, dasarwasra, atau ABAD) yang akan datang kali ya…. hehehehe… seorang peneliti yang merasa kesal dengan kondisi tersebut (susahnya mendapatkan data hujan, padahal untuk kepentingan penelitian) mengupload data hujan untuk sebagian wilayah indonesia yang diperolehnya dari GPCP (Global Precipitation Climatology Project), yang sebelumnya di oleh dulu, di website pribadinya. Data-data tersebut dapat di download pada website ini.

Tapi kita ga usah bingung… data hujan bukan hanya bisa diperoleh dari hasil stasiun pengamatan di bumi saja, tapi juga dapat diperoleh dari hasil analisis citra satelit juga kok, jadi sekerang kita bisa mengakalinnya hehehe… Saat ini data-data hujan sudah bisa dipeoleh dengan mudah dari satelit-satelit meteorologi seperti TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) dengan sensornya PR (Precipitation Radar), TMI (TRMM Microwave Imager), dan VIRS (Visible and Infrared Scanner). trus Satelit DMSP (Defense Meteorological Satellite Program) dengan sensor SSM/I (Special Sensor Microwave Imager). Satelit Aqua dengan sensor AMSR-E (Advanced Microwave Scanning Radiometer-Earth Observing System). dan satelit NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) dengan sensor AMSU-B (Advanced Microwave Sounding Unit-B). wedeww… banyak ternyata… akan tetapi pada tulisan ini, fokusnya hanya pada data hujan yang diperoleh dari TRMM. Kenapa??? karena pada hasil akhirnya nanti, beberapa data dari hasil analisis beberapa satelit tersebut digabungkan/dikombinasikan untuk memproduski data hujan yang disebut dengan produk TRMM Multisatellite Precipitation Analysis (TMPA) yang memiliki tingkat keakurasian data lebih baik dari data-data aslinya.

Yuuukkk kita cari tau apa itu TRMM…

Satelit TRMM diluncurkan pada tanggal 27 November 1997 pada jam 6:27 pagi waktu Jepang dan dibawa oleh roket H-II di pusat stasiun peluncuran roket milik JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency) di Tanegashima-Jepang. TRMM membawa 5 buah sensor yaitu PR, TMI, VIRS, CERES (Clouds and the Earth’s Radiant Energy System), dan LIS (Lightning Imaging Sensor). Akan tetapi yang sering digunakan untuk mengambil data hujan hanya dua jenis sensor yaitu PR dan TMI. TRMM disponsori oleh NASA (National Aeronautics and Space Administration) dari USA dan JAXA yang dulu disebut NASDA (National Space Development Agency) dari Jepang dan merupakan satelit pertama yang mengkhususkan diri untuk penelitian tentang hujan. Program TRMM adalah untuk penelitian jangka panjang yang didesain untuk studi tentang tanah, laut, udara, es, dan sistem total kehidupan di bumi (Xie et al., 2007). TRMM mampu mengobservasi struktur hujan, jumlah dan distriibusinya di daerah tropis dan sub tropis serta berperan penting untuk mengetahui mekanisme perubahan iklim global dan memonitoring variasi lingkungan.

Gambar di bawah adalah gambar jangkuan dari orbit TRMM. Data yang dihasilkan meliputi 50 LU sampai 50 LS dan 180 BT sampai 180 BB.

Orbit TRMM (NASDA, 2001)

Cover data yang dihasilkan oleh TRMM

Data hujan yang dihasilkan oleh TRMM memiliki tipe dan bentuk yang cukup beragam yang dumulai dari level 1 sampai level 3. Level 1 merupakan data yang masih dalam bentuk raw dan telah dikalibrasi dan dikoreksi geometrik, Level 2 merupakan data yang telah memiliki gambaran paramater geofisik hujan pada resolusi spasial yang sama akan tetapi masih dalam kondisi asli keadaan hujan saat satelit tersebut melewati daerah yang direkam, sedangkan level 3 merupakan data yang telah memiliki nilai-nilai hujan, khususnya kondisi hujan bulanan yang merupakan penggabungan dari kondisi hujan dari level 2 (Feidas 2010). Adapun data-data hujan yang dihasilkan adalah seperti tipe hujan, jumlah hujan, rata-rata jumlah hujan pada ketinggian tertentu, dan lain-lainnya. Setiap level dan tipe memiliki kekurangan dan kelebihan, khususnya bila ingin mengetahui lebih dalam keadaan hujan. Untuk mendapatkan data hujan dalam bentuk mili meter (mm) sebaiknya menggunakan level 3. Gambar di bawah merupakan diagram alir algoritma TRMM untuk mendapatkan level dan tipe data tertentu, termasuk input data dan autputnya.

Diagram alir algoritma TRMM (NASDA, 2001)

Data-data hujan yang diperoleh dari TRMM telah aplikasikan untuk berbagai kepentingan seperti pengamatan iklim/cuaca, analisis iklim, analisis anomali hujan, verifikasi model iklim, dan studi hidrologi. Untuk lebih jelas tentang pengaplikasian data TRMM ini akan dibahas pada tulisan berikutnya. Saran terpenting dari penulis tentang pemanfaatan data TRMM adalah jangan menggunakan data ini untuk mencari/mengetahui jumlah hujan (kuantitasnya) dalam bentuk mm/bulan atau mm/hari karena masih memiliki tingkat kesalahan atau bias eror yang cukup besar. Oleh karena itu sebelum digunakan untuk mencari/mengetahui jumlah hujan (kuantitasnya) dalam bentuk mm/bulan atau mm/hari, maka nilai bias eror tersebut harus dihilangkan terlebih dahulu dengan koefisien nilai bias eror rata-rata data TRMM. Akan tetapi bila hanya sekedar untuk mengetahui kualitas hujan (dalam bentuk kata-kata seperti deras, besar, atau kecilnya hujan), pola hujan, sebaran spasial hujan, persentase anomali hujan, ataupun hubungan curah hujan dengan pengendali-pengendali hujan (ENSO, IOD, dll), maka data TRMM sudah bisa digunakan karena nilai bias eror hujan yang dihasilkan cukup seragam dan konstan untuk setiap waktu, musim dan lokasi. Untuk lebih jelas tentang keakurasian data TRMM ini, maka pada tulisan berikut yang berjudul “Data Hujan dari TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission); Validitas data” akan lebih diperjelas lagi.

Pustaka

NASDA. 2001. TRMM Data Users Handbook. Earth Observation Center, National Space Development Agency of Japan.

Feidas, H. 2010. Validation of satellite rainfall products over Greece. Theoretical and Applied Climatology, 99. 193–216.

Xie, P., A. Yatagai, M. Chen, T. Hayasaka, Y. Fukushima, C. Liu, and S. Yang. 2007. A Gauge-Based Analysis of Daily Precipitation over East Asia. Journal of Hydrometeorology, 8. 607–626.

17 Tanggapan to “Data Hujan dari TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission); Basic Information”

  1. fikri Says:

    ini aan yang di IMKI itu ya …???

  2. La An Says:

    @fikri
    Yup… benar sekali pak hehehe… posisi sekarang dimana nieh…?

  3. nina Says:

    artikel ini bagus banget deh.. thx infonya.. kl boleh, pengen ngobrol lbi banyak😀

  4. La An Says:

    @nina
    Terimakasih…
    boleh sekali bu, silahkan…

  5. Budi sentosa Says:

    Betuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuulllllll banget,, jangankan kalian orang luar,, orang pejabat BMG butuh data aja kaga bisa dapet,,, soalnya emang ga ada,,, Tar deh kalo gw dah jadi pejabat di BMG ,, bakal gw rombak abis tuh manjemen datanya,(yang pasti s/d 10thn kedepan kondisi data di INDonesia masih bakal tetep sama gw jamin),,,, penyebabnya banyak data bisa kaga ada,, tapi yang pasti paling utama kepentingan, karena data BMG itu terkait erat dengan kesejahteraan pegawe,,, tapi tenang aja betul kata yg punya blog diatas, data hasil reanalisis juga bagus, journal2 internasional juga menerima kalo kita pake data tersebut,,, DAN GW PENGEN SIH MULAI MERINTIS MENYUSUN DATA METEOROLOGI DENGAN BAIK TAPI BUTUH TIM BANYAK ORANG KARENA AKAN DIMULAI DARI AWAL, DAN TAU SENDIRI DATA METEO ITU JAM2AN, DAN YANG PASTI GA PERLU BANTUAN BMKG MESKIPUN SEBENARNYA DIA YANG MUSTINYA BERTANGGUNG JAWAB AKAN KEBERADAAN DATA TERSEBUT, SOALNYA KITA AKAN PAKE DATA VIA OGIMET, ITU BEBAS DOWNLOAD, DATA OBSERVASI LAPANGAN, JADI KALO YANG MAU GABUNG BOLEH, BUAT SIAPA SAJA YANG MERASA PRIHATIN DENGAN KEBERADAAN DATA METEOROLOGI INDONESIA…………..

  6. Fatur Says:

    makasaih sekali atas penerahannya. Bang Aan, dimana kita bisa download data TRMM?? atau data curah hujan yang lain dengan satelit yang mungkin lebih baru??
    Sukses dan damai

  7. La An Says:

    @Budi sentosa
    Terimkasih atas opininya

    @Fatur
    sama-sama. untuk mendownload data2 TRMM bisa di lihat pada tautan2 di samping kanan pada sub tautan WEB

  8. chaidirwibowo Says:

    bang kalau di tautan di sebelah kanan yang abang maksud itu di bagian mana situs/linknya

  9. Adi Says:

    “untuk mencari/mengetahui jumlah hujan (kuantitasnya) dalam bentuk mm/bulan atau mm/hari, maka nilai bias eror tersebut harus dihilangkan terlebih dahulu dengan koefisien nilai bias error rata-rata data TRMM”. Bisa diperjelas cara mendapatkan nilai bias error tsb? thx.

  10. La An Says:

    @chaidirwibowo
    ada 5 tautan disitu… dicek aja yg ada tulisannya TRMM…

    @Adi
    secara khusus mencari bias eror dengan persamaan statistik “Mean Bias Error (MBE)”, akan tetapi setelah saya coba untuk koefisien yang di dapat dari persamaan statistik MBE tsb ternyata tidak bisa juga menjangkau untuk daerah yg luas selain di daerah disekitar lokasi tempat kita validasi data. saat ini masih mencari2 lagi metode statisktik yg lebih baik untuk mencari koefisien2 bias eror tersebut…

  11. sadeli ilyas Says:

    untuk mengatasi susahnya cari data curah hujan tahunan atau bulanan, marilah kita coba bikin blog yang isinya tentang curah hujani berbagai daerah. Siapa saja boleh mengisinya misalkan saya punya data curah hujan di samarinda dan balikpapan, kemudian mas aan punya data dari daerah lain, atau mas budi sentosa punya data dari kota yang lainnya, sehingga dengan demikian kita bisa mempunyai data ttg curah hujan tersebut dari berbagai daerah. . nggak usah nunggu BMKG, oke saya bergabung. mungkin juga di blognya mas La – An ini. atau bikin blog baru yang khusus ttg curah hujan di Indonesia juga di negeri lain kalau ada.

    Wassalam
    sadeli ilyas – samarinda – kaltim.

  12. Rose Hartley Says:

    Hiya, I’m really glad I have found this info. Nowadays bloggers publish just about gossip and internet stuff and this is really irritating. A good web site with exciting content, this is what I need. Thank you for making this website, and I’ll be visiting again. Do you do newsletters? I Cant find it.

  13. zelda Says:

    kalo data NCEP ada gak??

  14. mira Says:

    download data TRMM kalimantan barat bagaimana ya? mohon bgt butuh bantuannya untuk tugas multivariat analisa jurnal “Pengelompokkan wilayah curah hujan kalimantan barat berbasis metode ward dan fuzzy clustering”

  15. La An Says:

    @mira
    data TRMM tidak bisa di download per wilayah, datanya tersedia secara global (rentangnya 50 S – 50 N). setelah dibuka baru dipotong per wilayah yang dinginkan…
    download datanya bisa melalui webnya NASA atau JAXA.
    kalo dari NASA level 3 bisa di download di
    ftp://gdata1.sci.gsfc.nasa.gov//ftp/incoming/G3/OPS/cache/
    klo dari JAXA level 3 bisa di download di
    ftp://helios.eorc.jaxa.jp/pub/TRMM/L3_data/

  16. tukiyat Says:

    sel;ama ini saya melakukan pencatatan curah hujan di DAS citarum dengan penakar manual yang ditempatkan pada wilayah-wilayah di derah target DAS Citarum. untuk kebutuhan pemantauan curah hujan, apakah saya bisa migrasi menggunakan data TRMM pak? apabila data TRMM dirasa cukup kan tidak perlu lagi memasang penakar manual. kelemahan penakar manual ini laporannya sering terlambat dan akurasi data juga masih ragu. apakah pencatat di derah itu konsisten. takut/kawatir dua hari sekali diambil sehingga curah hujan bertumpuk. hasilnya jadi bias?
    monitoring curah hujan apa wilayah apa bisa kita gunakan saja TRMM karena TRMM mudah cepat. nah ini akuratnya????
    terima kasih

  17. boni Says:

    pak sadeli ilyas: sekalian mungkin anda atau temen2 anda di kampus Samarinda yg memang membutuhkan data curah hujan untuk penelitian , bisa juga membantu pihak berwenang untuk melakukan pengamatan curah hujan ., mungkin di rumah atau kampus anda., ingat, semakin banyak titik pengamatan, semakin baik analisa hujannya baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang., dan sekalian merasakan sedikit bagaimana observer lapangan mengukur curah hujan di tengah guyuran hujan plus petir..

    ambil contoh sperti peneliti eropa/USA yg memang menggunakan data hujan dalam penelitiannya, itu bisa dan mau menakar curah hujan (bisa teknik observasi hujan) juga sambil juga mengambil data hujan dri titik lain yg sudah ada datanya,.. dan ingat., penelitian/pengkajian pasti ada 2 tujuan, komersil dan non komersil.,., yg non komersil sperti tugas akhir mahasiswa, free charge.,., dan yg komersil, sperti ada kontraktor/peneliti butuh data hujan untuk analisa hidrologi tuk kepentingan proyek(pokoknya ujung2nya komersil atau bakal dapet rupiah dari penelitian/kajian) ya aturan resminya kena charge..

    for all:
    himbauan saja: pasti banyak jurusan/ fakultas di indonesia yg butuh data hujan untuk proses studinya, nah coba tiap fakultas atau paling gak ya tiap universitas mau memulai pengamatan hujan di kampus masing2, jadi bisa meningkatkan kerapatan titik pengamatan hujan, ujung2 nya pihak civitas untung bisa memnfaatkan data hujan, pihak bmg juga untung karena akan meningkatkan analisa dan prakiraan hujan baik harian, bulanan, maupun musim.

    dan ingat. data TRMM itu adalah penginderaan jarak jauh., yg pasti ada bedanya dengan ground observation, selama saya nganalisa TRMM, value hasil trmm tiap wilayah itu punya bias bervariasi dengan value ground observation., jdi TRMM itu sementara ini paling bagus di gunakan untuk memantau konsentrasi sebaran curah hujan secara umum/skala luas saja., jdi klo untuk spesifik ngambil 1 titik/skala yg lebih rapat dri hsil trmm, dan di bandingkan dgn hsil ground observation,. pasti beda,.

    klo masalah jurnal2 luar negeri yg memakai data TRMM, ya kmungkinan ditujukan untuk analisa skala luas(synoptik/regional/global). misal “ada jurnal yg membahas bahwa curah hujan di skitar equator itu memiliki curah hujan tertinggi sepnjang tahun dibanding daerah lintang2 lainnya.,., nah klo yg begini, ya bisa saja menggunakan data pengindaraan jarak jauh TRMM..

    intinya ya balik ke Skala analisanya baik ruang maupun waktu.,TRMM cocok untuk skala ruang dan waktu yg lbih “besar”., 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • counter
  • Add to My Yahoo!
  • Powered by WordPress - WordPress Blogs Directory
  • Top Academics blogs
  • Bookmark and Share
  • Monitored by Pingdom
  • Review www.mbojo.wordpress.com on alexa.com
  • free counters
  • Read this FREE online!