Perubahan Penggunaan Lahan Di DAS Badung-Bali

Penggunaan lahan merupakan hasil akhir dari setiap bentuk campur tangan kegiatan (intervensi) manusia terhadap lahan di permukaan bumi yang bersifat dinamis dan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup baik material maupun spiritual (Arsyad, 1989). Secara umum penggunaan lahan di Indonesia merupakan akibat nyata dari suatu proses yang lama dari adanya interaksi yang tetap, adanya keseimbangan, serta keadaan dinamis antara aktifitas-aktifitas penduduk diatas lahan dan keterbatasan-keterbatasan di dalam lingkungan tempat hidup mereka.

Perubahan penggunaan lahan adalah bertambahnya suatu penggunaan lahan dari satu sisi penggunaan ke penggunaan yang lainnya diikuti dengan berkurangnya tipe penggunaan lahan yang lain dari suatu waktu ke waktu berikutnya, atau berubahnya fungsi suatu lahan pada kurun waktu yang berbeda (Martin, 1993 dalam Wahyunto dkk., 2001). Perubahan penggunaan lahan dapat mempengaruhi sistem ekologi setempat diantaranya pencemaran air, polusi udara (Hu, et al., 2008), perubahan iklim lokal (Mahmood, et al., 2009; Hu, et al., 2008), berkurangnya keanekaragaman hayati (Sandin, 2009), dinamika aliran nitrat (Poor and McDonnell, 2007), serta fluktuasi pelepasan dan penyerapan CO2 (Canadell, 2002).

Daerah aliran sungai (DAS) merupakan suatu kesatuan ekosistem dimana organisme dan lingkungannya berinteraksi secara dinamik dan memiliki ketergantungan satu sama lain dalam setiap komponennya (Asdak, 2002). Kondisi hidrologi DAS dapat terpengaruh akibat terjadinya perubahan penggunaan lahan (de la Cretaz and Barten, 2007), selain itu kualitas air DAS yang melewati daerah perkotaan juga dipengaruhi oleh perkembangan kota/perubahan penggunaan lahan seperti perkembangan industri dan perkembangan pemukiman di wilayah DAS (Coskun, et al., 2008)

Identifikasi perubahan penggunaan lahan pada suatu DAS merupakan suatu proses mengindentifikasi perbedaan keberadaan suatu objek atau fenomena yang diamati pada waktu yang berbeda di DAS tersebut. Indentifikasi perubahan penggunaan lahan memerlukan suatu data spasial temporal. Data-data spasial tersebut bersumber dari hasil analisis citra maupun dari instansi-instansi pemerintah seperti Bakosurtanal.

Kondisi DAS Badung saat ini telah melampai daya dukungnya. Daya dukung lahan dan air DAS badung telah berada dalam kondisi defisit (Pusreg Bali-Nusra dan PPLH UNUD, 2009). Keadaan ini disebabkan tingginya jumlah penduduk serta kurangnya lahan-lahan yang bersifat sebagai penyerap air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung perubahan penggunaan lahan di DAS  Badung dari tahun 1992 sampai tahun 2008 dan prediksi luas penggunaan lahan pada tahun 2015 dan 2020.

Berdasarkan hasil analisis memperlihatkan bahwa perubahan luas tipe-tipe penggunaan lahan di wilayah DAS Badung dari tahun 1992 sampai 2008 yang terbesar adalah tipe penggunaan lahan pemukiman yaitu bertambah seluas 743,26 ha atau 19,71% dari total wilayah DAS sedangkan tipe penggunaan lahan sawah irigasi berkurang seluas 622,55 ha atau 16,51% dari total wilayah DAS. Sedangkan tingginya perubahan luas tubuh air terjadi karena adanya pembuatan Estari DAM di hulu Tukad Badung.

Berdasarkan wilayah administrasi, Kecamatan Denpasar Utara merupakan daerah yang perubahan tipe penggunaan lahan pemukiman paling luas mengalami perubahan dari tahun 1992 sampai 2008 yaitu bertambah sebesar 410,36 ha sedangkan sawah irigasi juga mengalami pengurangan luas sebesar 312,85 ha, akan tetapi perubahan luas pemukiman yang mengalami perubahan tersebut hanya 26,35% dari luas wilayah yang dilewati oleh DAS dan 20,08% untuk tipe penggunaan lahan sawah irigasi dari luas wilayah yang dilewati oleh DAS Badung di wilayah Kecamatan Denpasar Utara. Persentase perubahan dari luas wilayah administrasi yang terluas yang dilewati oleh DAS  Badung terjadi di Kecamatan Kuta yaitu pada tipe penggunaan lahan sawah irigasi yaitu pengurangan luas sebesar 65,34% dan perubahan tipe penggunaan lahan menjadi pemukiman adalah sebesar 45,38%.

Artikel lengkap dapat dibaca pada (klik judul artikel untuk mendapatkan file pdf):

As-syakur, A.R., I.W. Suarna, I.W.S. Adnyana, I.W. Rusna, I.A.A. Laksmiwati, dan I.W. Diara. 2010. Studi Perubahan Penggunaan Lahan Di DAS Badung. Jurnal Bumi Lestari, Vol 10, No 2. pp. 200-207.

2 Tanggapan to “Perubahan Penggunaan Lahan Di DAS Badung-Bali”

  1. Galih Says:

    mkasih Gan.
    postingannya sngt membantu..

  2. Ryann Roscioli Says:

    Simply wanna say that this is invaluable , Thanks for taking your time to write this.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • counter
  • Add to My Yahoo!
  • Powered by WordPress - WordPress Blogs Directory
  • Top Academics blogs
  • Bookmark and Share
  • Monitored by Pingdom
  • Review www.mbojo.wordpress.com on alexa.com
  • free counters
  • Read this FREE online!