Perangkat lunak sistem informasi geografi saat ini telah banyak dijumpai dipasaran. Masing-masing perangkat lunak ini mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam menunjang analisis informasi geografi. Salah satu yang sering digunakan saat ini adalah ArcView. ArcView yang merupakan salah satu perangkat lunak Sistem Infrmasi geografi yang di keluarkan oleh ESRI (Environmental Systems Research Intitute). ArcView dapat melakukan pertukaran data, operasi-operasi matematik, menampilkan informasi spasial maupun atribut secara bersamaan, membuat peta tematik, menyediakan bahasa pemograman (script) serta melakukan fungsi-fungsi khusus lainnya dengan bantuan extensions seperti spasial analyst dan image analyst (ESRI).
ArcView dalam operasinya menggunakan, membaca dan mengolah data dalam format Shapefile, selain itu ArcView jaga dapat memanggil data-data dengan format BSQ, BIL, BIP, JPEG, TIFF, BMP, GeoTIFF atau data grid yang berasal dari ARC/INFO serta banyak lagi data-data lainnya. Setiap data spasial yang dipanggil akan tampak sebagai sebuah Theme dan gabungan dari theme-theme ini akan tampil dalam sebuah view. ArcView mengorganisasikan komponen-komponen programnya (view, theme, table, chart, layout dan script) dalam sebuah project. Project merupakan suatu unit organisasi tertinggi di dalam ArcView.
Salah satu kelebihan dari ArcView adalah kemampaunnya berhubungan dan berkerja dengan bantuan extensions. Extensions (dalam konteks perangkat lunak SIG ArcView) merupakan suatu perangkat lunak yang bersifat “plug-in” dan dapat diaktifkan ketika penggunanya memerlukan kemampuan fungsionalitas tambahan (Prahasta). Extensions bekerja atau berperan sebagai perangkat lunak yang dapat dibuat sendiri, telah ada atau dimasukkan (di-instal) ke dalam perangkat lunak ArcView untuk memperluas kemampuan-kemampuan kerja dari ArcView itu sendiri. Contoh-contoh extensions ini seperti Spasial Analyst, Edit Tools v3.1, Geoprocessing, JPGE (JFIF) Image Support, Legend Tool, Projection Utility Wizard, Register and Transform Tool dan XTools Extensions.

Pranala di Blog ini:
PETA Modul ArcView GPS (Global Positioning System) Proyeksi Peta Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson Implementasi SIG dalam Menunjang Pertanian Berkelanjutan Sistem Informasi Geografi (SIG)/Geographic Information System (GIS) Pemasukan Data Dalam Sistem Informasi Geografi (SIG)Digitasi Peta Secara Otomatis Lewat ArcGIS Sistem Informasi Geografi Perikanan; Sebuah Wacana GIS untuk Penginderaan Jauh dan Indeks Vegetasi Cara memotong data bentuk raster di ArcView Peta Jenis Tanah Bali Data Indonesia Dalam Bentuk *.shp (Gratisssss….!!!) GIS untuk Penginderaan Jauh dan Indeks Vegetasi Sistem Informasi Geografi Perikanan; Sebuah Wacana Interpretasi Citra Penginderaan Jauh
Penginderaan Jauh Joint Tabel di ArcView Vegetation Index Registrasi Peta di ArcView Menggunakan Extension Register and Transform tool Prediksi Erosi dengan USLE dan Sistem Informasi Geografi PERENCANAAN PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DENGAN MEMANFAATKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DAN DATA PENGINDERAAN JAUH Evaluasi Kesesuaian Curah Hujan, Temperatur dan Ketinggian untuk Tanaman Pisang dengan GIS Cara memotong file image di ArcView PERUBAHAN LUASAN TANAMAN MANGROVE DI TAHURA NGURAH RAI – BALI PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Pendahuluan Aplikasi SIG dalam Proses Perencanaan Buka Data SRTM Lewat ArcView EVALUASI ZONA AGROKLIMAT KLASIFIKASI SCHIMIDT-FERGUSON DI PULAU LOMBOK PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Eksplorasi Data Penginderaan Jauh – Kecepatan transfer gas CO2





10 Juli 2007 pukul 5:16 pm
Saya kemaren sudah nyoba download tutorial nya arc view , tapi kemudian filenya ternyata di pasword ,bisa minta paswordnya apa ga?
tolong dong butuh bgt nich…..
regard’s
10 Juli 2007 pukul 7:14 pm
paswordnya liat aja di http://mbojo.wordpress.com/2007/04/11/modul-arcview/
dikomentar paling pertama
17 September 2007 pukul 2:21 pm
Saya sudah menginstall arcView GIS 3.3 namun ketika coba buka extension image analysis ternyata tidak tercantum dalam list. saya googling ternyata tidak tersedia sesuai versi tsb malah ada versi 9.1 dan 9.2 itu juga demo. mas bisa bantu mendapatkannya untuk versi 3.3
19 September 2007 pukul 10:50 am
mas saya lagi cari tutorial ArcGIS, mas punya tidak??
19 September 2007 pukul 12:33 pm
@Ceceps
Untuk extensions Image Analyst memang harus dibeli di ESRInya sendiri. mohon maaf. tapi ada extensions lain yg bisa di gunakan utk koreksi koordinat seperti “register and transform tool”. kalo ga salah bisa di dapat free di webnya ESRI.
@Dias
Untuk tutorial ArcGIS ga punya yg berbahasa Indonesia, tp yg berbahasa inggris ada dan banyak berseliweran di dunia maya. klo punya CD 3 ArcGIS 9.0 disitu dah ada tutorial lengkap dalam bentuk pdf. yg di dunia maya coba ke link yg ini dan yg ini. untuk yg berbahasa Indonesia, saya dengar lagi disusun. tunggu aja
7 Oktober 2007 pukul 8:22 pm
buat mas
saya telah lama meninggalkan gis
karena ga booming-booming di daerah saya (jambi)
tapi bila diperkenankan terus berkawan di situs ini
saya memilih untuk berhenti berkerja di tempat sekarang untuk
mendalami gis.
arcview udah bisa, argis masih software aja belum diinstal karena
pc saya ga memadai untuk render gambar 3 d masih lelet.
mas mau tanya spesifikasi pc yang bagaimana paling minimal untuk arcgis agar mengoperasikannya tidak membosankan karena lambat.
salam
habibi.sp
17 Oktober 2007 pukul 11:57 am
aku pengen banget belajar arcgis,gimana ada nggak tutorial untuk pemula n klo buku disini jarak yang ngejual,ats trima kasih bantuannya
5 November 2007 pukul 9:21 pm
Arcview itu ada yang free ga ya?
11 November 2007 pukul 4:27 pm
aku punya tutorial arcview yang berbahasa indonesia. kalo mau email aja ke azeenar@yahoo.com
13 November 2007 pukul 12:24 pm
bukannya sekarang dah pada beralih yach…..dari arcviw ke arcgis
15 November 2007 pukul 9:39 am
saya minta modul dan software ArcView
15 November 2007 pukul 12:46 pm
@Wahyoe
Tutorial ArcGIS berbahasa Indonesia belum ada. teman2 di aceh katanya sedang bikin, tunggu aja penerbitannya
@Dedi
ga ada
@Azee
makasih info & tutorialnnya azee. mudah2an tutorial dari kamu bisa menjadi acuan yang lebih baek dari yang ada disini
@Wayan
memang saat ini ArcGIS yang sering di pakai oleh bnyak orang dan lebih lengkap lagi. tapi semua program ada kekurangan dan kelebihannya. ArcGIS sangat bagus buat analisis data. ArcView juga bisa tapi masih terbatas. ArcGIS sangat susah utk digitsi, ArcVIew gampang bngat. untuk analisis sederhana ArcView dah cukup, apalagi ArcView bisa bekerja pada spek komp yang rendah.
@Rachman
modul silahkan di download
22 November 2007 pukul 5:25 pm
bos mau tanya menggunakan spasial analyst tentang fungsi interpolasi antara metode spline dan IDW, bedanya dimana? makasih atas bantuannya
25 November 2007 pukul 10:25 pm
mohon bantuannya saya mau belajar arc view?ada ga yang bisa kirimin saya modul arc view tp yamg paling mudah di bacanya!buku-buku edi prahasta saya ga ngerti…trims
26 November 2007 pukul 1:23 am
….makasih artikelnya…amat diperlukan buat bahan saya…mohon ijinnya…..^^
26 November 2007 pukul 5:08 pm
Bos.. bagaimana cara input data dari Auto Cad ke Arc view supaya koordinatnya nyambung dengan data yang telah ada.. Tq
30 November 2007 pukul 1:43 pm
@Novinto
coba cek sistem proyeksi data yg dari autoCAD dan yg di ArcView. apakah sama? klo beda konversikan proyeksinya sesuai dengan yg diinginkan
3 Desember 2007 pukul 4:19 pm
[...] Salah satu kelebihan dari ArcView adalah kemampaunnya berhubungan dan berkerja dengan bantuan extensions. Extensions (dalam konteks perangkat lunak SIG ArcView) merupakan suatu perangkat lunak yang bersifat “plug-in” dan dapat diaktifkan ketika penggunanya memerlukan kemampuan fungsionalitas tambahan (Prahasta). Extensions bekerja atau berperan sebagai perangkat lunak yang dapat dibuat sendiri, telah ada atau dimasukkan (di-instal) ke dalam perangkat lunak ArcView untuk memperluas kemampuan-kemampuan kerja dari ArcView itu sendiri. Contoh-contoh extensions ini seperti Spasial Analyst, Edit Tools v3.1, Geoprocessing, JPGE (JFIF) Image Support, Legend Tool, Projection Utility Wizard, Register and Transform Tool dan XTools Extensions. diambil dari mbojo [...]
5 Desember 2007 pukul 11:06 am
aku copy modul arcview berbahasa indonesia dong. Aku baru belajar arcvies ni.
Thanks sebelumnya
8 Desember 2007 pukul 7:13 pm
mohon bantuan…
apakah ada yang punya toolbar control dari ArcGis Developer Kit (yang jalan sama mapkontrolnya dan TOCcontrol) ? Dalam versi crack arkdesktop 9, mapcontrolnya terbuka, tapi Toolbar dan TOC control keluar “unlicenced”… Pusing…
Aku sudah ngeprogram banyak (VB, gak bisa Java) untuk gunakan mapkontrol tsb dan sudah di jalanin bagus dari Access, tapi lama-lama gw mau pakai toolbar ini juga buat Zoom dan Pan yg integrated.
TOC-nya kurang diperlukan, buat hiasan aja…
Apa ada yang bisa bantu??? Gw lagi pusing juga sedang garap script-2 baru buat bikin polygon layers berangkat dari XY events, yang kemudian akan perlu dicrop sesuai batas pulau-2 tentunya dan diberi buffers…
Thanks kalo ada yg bisa bantu…
Oh ya, gw juga kehilangan crack pertama (versi 4 CD) dan terpaksa gw install yang baru dari VCD… Ternyata developer kit-nya tidak lengkap… aku nyari copy-an 4CD dari tahun lalu… Mungkin disitu masih ada toolbar terbuka yang bisa langsung dipakai???
trim’s dari Sanur
9 Desember 2007 pukul 1:04 pm
Bagaimana cara merubah koordinat UTM ke koordinat Geografis pada Arc View?
Bagaimana menampilkan koordinat geografis pada arc View?
…..thank u (kirim ke emailku juga ya…)
20 Desember 2007 pukul 7:10 pm
Sy lg blajar export dr autodesk map ke arcview. Mhn tutor arcview dlm bahasa Indonesia. Ke anosmalls@yahoo.com Trims.
21 Desember 2007 pukul 2:10 pm
@Devi
Silahkan di manfaatkan modulnya, semoga berguna
@Aimme
pake extensions Projection Utility Wizard. utk koordinat geografis derajat, menit detik hanya bisa di tampilkan di layout
@Ano
download aja modulnya
30 Desember 2007 pukul 4:12 am
“cannot find .dat file “ndcorex.dat” MSW call%s failed” eror gt knp ya,kira2 apa yg salah??
8 Januari 2008 pukul 9:35 pm
bos, punya diagram wizard for arcview ga? makasih atas bantuannya
8 Januari 2008 pukul 9:38 pm
o iya bos, bisa ga dari data tin dicropping dengan batas administrasinya. tambahan lagi bos, klo ada yang punya diagram wizard full version boleh barter dengan ext punya saya, salam ipinx
11 Januari 2008 pukul 8:01 pm
waduh ga punya tuh diagram wizard. selama ini saya coba konversikan TIN ke raster dulu bru dipotong sesuai dengan batas administrasi. klo potong TIN langsung blum pernah. tp pasti bisa kok motongnya. coba aja ngeliat dipropertisnya
28 Januari 2008 pukul 4:19 pm
Yasir di Bandar Lampung:
mohon informasinya bagaimana penggunaan Arcview 3x untuk membuka data yang berasal dari autocad 2004?
saya mempunyai data peta pengairan yang telah saya edit menggunakan autocad 2004, apa yang harus saya lakukan agar peta yang telah saya edit tsb dapat di buka di arcview. Terimakasih atas penjelesannya
28 Januari 2008 pukul 9:17 pm
lihat jawabannya di
http://mbojo.wordpress.com/2007/04/11/modul-arcview/
pada komentar no 51
23 Februari 2008 pukul 10:26 am
tuk bro smua, q msh newbiee dlm hal GIS atau pun arcview. bs tlg share tutorial arcview bhs indo ato english. trims guy.
6 Maret 2008 pukul 11:48 am
di blog saya tersedia link untuk men download modul arcgis berbahasa indonesia. modul arcview tingkat lanjut dengan tambahan materi avenue juga tersedia di situ. Tutorial ArcGIS tersebut dibuat oleh GIS Konsorsium aceh nias, sedangkan tutorial arcview, saya sendiri yang membuatnya.. mudah-mudahan bermanfaat
6 Maret 2008 pukul 11:55 pm
tuk semuanya, saya sedang mencari software GIS ArcView. Mohon bantuan dari kalian… Ini pertama kali saya menggunakannya. Saya sedang skripsi ni.
thx b4
10 Maret 2008 pukul 7:20 pm
@mang ilham
untuk tutorial ArcView dalam bahasa Indonesia bisa di donwload di Artikel saya yang berjudul Modul ArcView atau di Web iniGIS.info. atau coba buka halaman Link & Download di atas.
semoga berguna
@inGIS.info
terimakasih banyak infonya pak. informasi tentang modul ArcGISnya berguna bangat.
web ini salah satu guru saya untuk blajar GIS. bnyak bngat informasi yang saya dapat di webnya bapak. terimakasih atas kunjungannya pak dan terimakasih juga atas info-infonya.
@veny
coba lihat di penyewaan2 CD program. biasanya ada ko program ArcView. program ArcVIew ini harus dibeli. maaf ya
12 Maret 2008 pukul 3:58 pm
tau cara pemakaian plugins mapobject 2.0 untuk arcview..??
mohon bantuannya….???
13 Maret 2008 pukul 9:24 am
ada yg jual programnya? atau ada yg free trial? alamatnya donk..
24 Maret 2008 pukul 5:01 pm
Salam kenal mas…
Mas masih bingung mengenai arcView ato arcGis…
arcView itu berupa exe ato cuman script doank,
slny uda sy googling tp yg ketemu cuman script doank,
kalo boleh tau link buat donlot arcView dmn y??
thanks before…
24 Maret 2008 pukul 6:48 pm
@achi
saya belum pernah pakai mapobject, jadi saya tidak tau cara pemakaiannya
@PAUNER dan toe
program ArcView itu di jual sperti windows atao office gitu. ArcView atau ArcGIS itu program bukan script. tp bisa di dukung oleh script untuk menambah kemampaun analisa atau mempercepat suatu pekerjaan
26 Maret 2008 pukul 2:44 pm
arc fiew sangat mebantu kami dalam pekerjaan mapping khususnya membuat trase jalan..( konsultan/kontraktor) tapi…masih trial…untuk mendapatkan yg paten/free saya harus download kemana ya?mohon bantuan alamatnya..thx
26 Maret 2008 pukul 10:31 pm
lam kenal mas…
quw lagi dpt kul tentang Analisis Data Spasial Lingkungan..
baru dapet teori duangzz dari dosen…
tar kl da problem, quw leh tanya2 tak…????
thx b4 ^^
31 Maret 2008 pukul 11:43 am
saya mau tanya, bagaimana cara memasukan koordinat peta di arcview 3.3. sebagai contoh saya ingin memasukan koordinat kota bandung ……
31 Maret 2008 pukul 6:06 pm
@adi irto
harus di beli pak. program iArcView sama seperti AutoCAD, Windows dll. blum ada yg open source.
@cory
Ok… nanti kita diskusi untuk sama2 blajar. saya juga masih harus blajar. masih bnyak yang belum saya tau
@muhamad
koordinat dalam bentuk apa nieh. point atau image? di download aja modulnya disini atau disini. didalam modul ada kok…
31 Maret 2008 pukul 10:11 pm
salam kenal bwt semuanya…wah boleh juga nih ikutan?soalnya saya sedang memperdalam SIG…
31 Maret 2008 pukul 10:26 pm
mas punya tutor ErdasImagine nggk?
1 April 2008 pukul 9:52 am
To. Toe dan adi
Coba email ke saya bennywijaya73@yahoo.com.
1 April 2008 pukul 3:35 pm
bisa kasih info harga software arc view 3.3 asli terbaru.trims bantuannya
1 April 2008 pukul 4:05 pm
URGENT !!!
Salam Kenal Mas,
Boleh minta tolong ga?
Tau link ato Avenue script caranya membuat titik secara otomatis, misalnya kita membuat jaringan posko dengan data table saja. (nb bukan dari New Event Theme),
makasih
yang pasti saya belum bisa membuat penyimpanan bentuk shpna dalam harddisk!
1 April 2008 pukul 9:49 pm
@krieg
waduh ga punya tuh saya
@Ali
saya ga punya link atau scriptnya. tp kenapa harus ga lewat New Event Theme? padahal data dari tabel yg di panggil lewat new event theme bisa di konversikan ke file bentuk *.shp. yg malas dikerjain bagian mananya nieh sehingga butuh script. cara konversi cukup dengan masuk ke menu theme –> convert to shapefile
3 April 2008 pukul 4:35 am
apa perbedaanya dar format di atas..trus apa kurangan dan kelebihan masing-masing. thank’s (dxf, .dwg MIF, shp, SDE.)
3 April 2008 pukul 10:45 am
permisi mas,salam kenal…
saya baru belajar arc view (pake yg 3.3). Mo minta tolong nih mas.
Saya punya peta skala 1:20.000 yg mau di digit ke arc view (kerjaan kantor). Tapi krn petany ukuran A0 jd scan petanya 2x (di sini ga da t4 scan utk ukr gede). Setelah dibuat format *.jpgw-nya (pake register & transform tool) ternyata 2 peta itu agak geser,ga pas nyambungnya.
Ada cara ga mas supaya peta itu bisa digeser biar bisa lurus nyambungnya???
Makasih banyak mas…………..
4 April 2008 pukul 12:48 am
Trimakasìh balasannya.
Gini,saya sedang membuat aplikasi gis ya otomatis menampikan peta dr table external yg brisi x dan y,sehingga user gak perlu melakukan pencarian table seperti yg ada di ‘new event theme’, jd tinggal klik lngsg muncul peta tersebut.
Ada solusi lain?
4 April 2008 pukul 1:00 am
Maaf tambahan,
saya sudah pernah buat script unt yg diatas tp terbentur pada pembentukan srcname yg tidak bisa dibuat hanya unt meload fisik shp yg sudah ada,bukan menbuat.Ada gak solusi lain yg bs saya pake unt aplikasi saya.
Ok makasih itu aja
4 April 2008 pukul 8:05 am
maaf blh gabung????
saya menanggapi pertanyaan mas nyun, tuk menggabungkannya bisa menggunakan image analysis atau menggunakan image warp.
4 April 2008 pukul 11:11 am
@mey
dxf, dwg, MIF, shp, SDE. trus terang SDE saya belum paham. klo dxf dan dwg itu merupakan file yang berasal dari AutoCAD, sedangkan MIF adalah file yang berasal dari MapInfo sedangkan shp adalaah file yang berasal dr ArcView atu ArcGIS. semua file2 di atas file2 yang berbentuk vektor. bedanya adalah file tersebt adalah kepunyaan dari program masing2. file shp tidak berdiri sendiri, ada file2 pndukung lain yang berintegrasi yg menciptakan suatu sistem, dan bila salah satu file dr kelompok tersebut tidak ada, akan merusak kesatuan dari file shp tersebt.
@Nyun
bisa menggunakan cara bung artdra. trimakasih dah mau bergabung.
masalahnya ada pada koreksi koordinatnya yg masih belum bagus, di coba lagi. koreksi koordinat itu biasanya ga bisa sekali, tp perlu berkali2. coba koreksi koordinat ulang petanya dan cari nilei RMS eror terkecil dari setiap point. cara kedua, coba di gabungain petanya di photoshop, trus di koreksi dah koordinatnya. tp keadaan ini tidak berlaku klo datanya berasal dr sebuah citra satelit
@Ali
, tp secara teori hal itu bisa di lakukan. setelah dibikin suatu printah pemnaggilan data tabel tersebut selanjutnya bikin printah yg mengarahkan ke sub menu convert to shapefile pada file yg sama.
waduh… saya ga tau masalah script dan maen script2an
mngkin bisa di copy paste kedua script itu, trus diubah yg di convert itu bukan file yg aktif tp file hasil pemanggilan.
maaf saya tidak tau bnyak. mngkin ada teman2 yg lian yg bisa ngenatu bung Ali ini?
@artdra
silahkan gabung. makasih bnyak dah membantu.
masih bnyak bangat yg saya tidak tau, jdi bantuan dr siapa aja yg lebih tmengerti dan paham akan sngat membantu proses diskusi disini.
trimakasih teman2….
7 April 2008 pukul 11:27 am
makasih banget utk bantuannya mas artdra dan mas la an (btw,saya mbak bukan mas
). Ternyata emang RMS error-nya yg masih gede kmrn.
Oya bisa bantu ga? Saya mau coba buat file .kml (pake shp2kml) utk ke google earth,tapi proyeksi geographicnya hrs Datum WGS 1984 (kl ga salah). Nah di arcview saya ga ada tuh,trus gmn ya? Pake proyeksi yg lain ga mau muncul di google earth.
thnx……
11 April 2008 pukul 12:58 pm
saya boleh minta software ArcView 3.3 nya gak,..
tolong ya…
bisa di kirim ke email saya : sandy.saryono@gmail.com
terim kasih
12 April 2008 pukul 12:09 am
Tuolooooooong…..
tapi sebelumnya salam kenal.
saya lg nyari tutorial2 bhs.indonesia tentang ArcGIS 9.0 sma ArcView jga..dan klo bleh tau bagaimana menggabungkan VB di ArcGIS..
Plizzzzzzzzzzz…
12 April 2008 pukul 12:16 am
Tuolooooooong…..
tapi sebelumnya salam kenal.
saya lg nyari tutorial2 bhs.indonesia tentang ArcGIS sma ArcView jga..dan klo bleh tau bagaimana menggabungkan VB di ArcGIS..
Plizzzzzzzzzzz…terima kasih sebelumnya…
14 April 2008 pukul 8:11 am
mau nanya soal GIS yang berbasis web itu gimana buatnya, dan apa aja yang dibutuhkan.
terikasih
16 April 2008 pukul 1:21 pm
@arif
salam kenal..
Anda bisa make mapserver sbg webservernya..
web programing bisa make php/mapscript n datanya biasanya make format shapefile.
Contohnya anda bisa donlot GMAP ato kamap kalo make ajax.
smuanya opensurce ko..
shapefile bisa anda create dari arcview.
smoga bermanfaat…
17 April 2008 pukul 9:26 pm
mas, gmn cara registrasi peta yang mudah dan cepat di arcview?
21 April 2008 pukul 9:20 am
registrasi peta ada banyak caranya kok di arcview.
Saya sih paling sering pakai Shapewarp. Kalau registrasi citra lebih cepet pakai image analyst.
21 April 2008 pukul 7:10 pm
Numpang nanya nih..
Saya punya sketsa peta jalan dalam coreldraw trus saya export ke dwg/dxf biar bisa dibaca arcview tp anehnya di arcview gambarnya ga muncul2 padahal saya udah cobain smua map units nya…
Mohon pencerahannya donk…
Makasi…
22 April 2008 pukul 1:08 pm
@Nyun
ada kok dantum WGS 1984nya. konversikan aja dantum yg qm pake dengan dantum WGS 1984 lewat extensions projection utility wizard
@ipoenk
silahkan di download modulnya di link & download. utk menggabungkan VB dengan ArcGIS saya blum tau
@toevas dan anang, yb
trimakasih dah saling melengkapi. jawabannya sangat membantu teman2. saya sendiri belum banyak tau tentang hal2 tersebut. sekali lagi terimakasih
@toe
coba disimpan file CADnya dalam bentuk dxf 2000 bru di panggil dlm ArcView
4 Mei 2008 pukul 2:13 am
saya kesulitan dalam menginstal ArcGis 9.1 karna saya mencari
arView tidak ada jualnya di jambi………ada yang bisa bantu buat instal ArcGis 9.1 dan kalo ada arView softwarenya yang bisa di download……….
5 Mei 2008 pukul 5:48 pm
MAs numpang nanya lg…
Gmn caranya label yg dibuatin ngikutin arah garis??
Contohnya waktu ngasi nama jalan…
thanks.
8 Mei 2008 pukul 9:36 am
mas, saya baru belajar arcview tp ter bentur dgn masalah pemindahan data petanya setelah data petanya saya copy ke cp, peta tersebut tidak mau lagi di buka, saya mohon petunjuknya, krm juga ke mail saya, mks byk
9 Mei 2008 pukul 4:10 pm
Dear LA’an
punya link buat tutorial pengaktifan dan aplikasi gps geodetic
Trims
11 Mei 2008 pukul 2:13 am
@novri
memang agak susah menginstal ArcGIS. tp di CD instalan ArcGIS biasanya ada kok petunjuknya. coba di baca2 dulu file2 berbentuk notepadnya
@toe
langsung aja klik auto-label (Ctrl+L) di menu theme. langsun ngikutin kok
@didi
coba diperiksa apakan file2nya sudah dicopy semua. atau bisa juga file2nya dah kena virus, khususnya file dbf-nya
@RUKI
waduh saya ga punya tuh…
15 Mei 2008 pukul 6:09 pm
mas saya sedang da tugas nih yg berhub dg arcview. tpi saya masih bingung gmn caranya mengintegrasikan arcview dengan vb. jadi program utmanya vb dan ketika ingin verifikasi tempat saya pengen bisa dilihat data kependudukannya langsung dengan arcview. tu gimana ya mas???? mohon penjelasannya…
20 Mei 2008 pukul 8:12 am
Mas saya sdng penelitian pake model AGNPS tp mesti di link pake GIS (arcview).
Saya mau tanya gmana caranya ngubah data bentuk grid jadi bentuk point.pa pakai script, caranya gmn?trimaksh
21 Mei 2008 pukul 12:10 pm
mas, gimana cara mendapatkan software arcview versi 3.3.
tolong infonya.
thx
23 Mei 2008 pukul 12:50 am
To mas raffles…
Kalo yang asli sy tidak tau beli dimana….
Kalo yang versi Aspal di Mal Mangga Dua Jakarta di toko yang jual software.
Good luck
23 Mei 2008 pukul 1:05 am
To ipoenk
Untuk tutorial ArcGis dan Arcview bisa kunjungi http://www.gistutorial.net
disitu banyak tutorial yang bisa membantu kita…
30 Mei 2008 pukul 5:26 pm
permisi
well, boleh ikut nanya
database arcview bisa di konvert ke database lainnya nggak??
semisal mysql gitu…
thq
2 Juni 2008 pukul 8:46 pm
@handry
saya blum pernah make ArcView trus dicampur ama VB, jadi ga tau saya. tp coba masuk RSGISForum.com, bru aja ada yg nanya tentang cata mncampur VB ama AV.
@Panggih
ada caranya merubah file raster mnjadi file point, saya lupa pakenya extensions apa. tapi hati2, semakin kecil sel grid qm, smakin besar kemungkinan erornya saat qm mrubah dr grid ke point
@raffles
hubungi PT Prevalent Technologies, ESRI South Asia Group Plaza 89 lt 12, Jl. HR Rasuna Said Kav X-7, Jakarta. Tlp : 021-5271023. atau coba pesan lewat http://www.waindo.co.id/
@bw
makasih dah sharing disini. butuh teman nieh untuk bisa membantu mnjawab. krn saya juga masih blajar
@math
saya ga tau bisa atau tdak, tp kyaknya bisa deh. coba aja convert file dbfnya manjdi file yg bisa dipanggil oleh mysql
10 Juni 2008 pukul 9:25 pm
ass. mas mau tanya tentang menghilangkan buffer yang melebihi poligon daerah yang dipetakan…
bisa nda ya??
aq bingung nih mas…. kalo di image kn di crop, tp klo di arc view 3.3 diapain ??? apa ada extensinya untuk motong poligon dengan poligon sesuai data yang dipetakan…
tolong bantuannya ya mas.. coz nie ta ku…
dari geografi semarang..
13 Juni 2008 pukul 6:08 pm
mungkin bisa membantu mas bastian. Kalo memotong data vector bisa menggunakan fasilitas clip yang terdapat di extension Geoprocessing. btw Rame sekali blog ini.. banyak komentatornya!
14 Juni 2008 pukul 5:27 pm
@bastian
sudah dijawab di tulisan “Modul ArcView”
@Google Earth Offline
terimakasih penjelasannya pak. memang blog ini digunakan untuk saling berdiskusi pak. saya hanya memfasilitasi, krn saya juga masih belajar
22 Juni 2008 pukul 10:14 pm
Assalamu’alaikum.
Bang, gimana c caranya nampilin n make geoprocessing di arcgis 9.2.
tengkyu ya…
wassalamu’alaikum
Slanker Papua
10 Juli 2008 pukul 6:53 pm
@ slaker Papua
coba pake Analysis Tools
di ArcToolbox
16 Juli 2008 pukul 1:54 pm
mas berapa sih harga software originalnya? kita cari koq gak ada. yang banyak yang versi 9.x
thanx infonya
27 Juli 2008 pukul 4:21 pm
mas,,saya mo tanya..ne
klo titik koordinat di peta itu kan berdsrkn lantitude and longitude satuannya derajat,trus klo arcview tu ti2k koordinatnya x and y gitu.satuannya apa y meter y mas?saya kan mo nambahin ti2k ke dlm peta saya langsung di plot dipeta gt, n yang saya ketahui tu kan ti2k koordinat pake lantitude ama longitude gt, tu gmn cara ngitungnya?ada rumus perhitungannya g..?ksh tau dunk mass…atau hrs pake tools apa…??
1 Agustus 2008 pukul 9:25 am
mas boleh nimbrung g???
saya mo menanggapi pertanyaan mbak ana fitri
sebelumnya saya mo tanya yang mbak punya titknya dalam format apa?? UTM atau Latlong??
klo latlong untuk d masukan ke dalam arcview harus di rubah dalam bentuk derajat desimal dan rumusnya
derajat+menit/60+detik/3600
tp klo UTM langsung d masukan saja
4 Agustus 2008 pukul 12:17 pm
Latlong,mas…,tapi masalahnya itu kan klo di keadaan sebenarnya peta daerah saya tu posisinya 101 derjat 20 menit sampai 101 derjat 35 menit utk bujur.tapi klo diarcview 91….,435 sampai 120….,23(saya g tau satuannya di arcview), nah gmn cara perhitungannya biar data yang udah kt ubah pake rumus itu utk dimasukkan ke arcview.stlh saya itung2 posisinya semuanya 101,…tlg bantu saya dunk mas artha…klo blh mnt almt email nya kirim ke email saya aja (ana_fitrig5@yahoo.com)
7 Agustus 2008 pukul 3:43 pm
@ARTHA
boleh bngat…
ini memang disediakan untuk berdiskusi
terimakasih atas pencerahannya
@ana fitri
mbak ana, koordinat yang di ArcView itu bentuknya UTM, sedangkan data koordinat yg diperoleh dari peta mbak ana itu bentuknya LatLong. klo bntuknya LatLong harus diubah dulu di kebntuk Degree (Derajat desimal) dengan rumus mas Artha tadi. selanjutnya bila titik2 tersebut telah muncul di ArcView dan dirubah dalam bntuk *.shp maka data shp tersebut harus di rubah lagi bntuk koordinatnya ke bentuk UTM agar bisa ketemu dengan peta yang ada di ArcViwnya mbak ana. cara ngerubahnya aktifin extensions projection utility, trus klik menu file dan sub menu projection utility. nanti akan muncul kotak dialog. ikutin aja itu. selamat mencoba mbak…
8 Agustus 2008 pukul 12:09 am
hallo…
mau nanya nih mas,
saya ada file landsat formatnya .TIFF kok saya buka di arcview 3.3 gak muncul warnanya alias 1 band aja padahal file udah 3 band gimana cara munculkan 3 band ya?
19 Agustus 2008 pukul 9:20 pm
dapetin image analysis gmana?ato register and transform tool di ESRInya?.tks
12 September 2008 pukul 6:37 pm
@Jony
klo bukanya dengan “data source type”nya pake “image data source” dengan mengaktifkan extensions “TIFF Image Suport” memang yg kelihatan cuman 1 band. coba pake extension image analyst, disitu bisa terlihat semua bandnya. atau mungkin data landsatnya qm memang masih band per band jadi datanya masih 1 band
@sige
coba search di internet. sudah lupa saya dapat dari mana
6 Oktober 2008 pukul 1:01 pm
mas mau nanya nih? waktu saya regestrasi peta menggunakan alig tool hasil gambar petanya menjadi miring atau terbalik. kenapa bisa begitu ya..
11 Oktober 2008 pukul 11:29 am
mas, mau tanya GIS bisa gak dihubungkan dgn konservasi tanah dan air…kasihkan contohnya donk..makasih mas
20 Oktober 2008 pukul 11:10 am
mau tanya nich..
gmn perbaiki file .dbf yg kena virus????
thx b4
29 Oktober 2008 pukul 9:18 pm
Salam knl ya,coba2 aja’*
29 Oktober 2008 pukul 9:25 pm
Mas mau nanyak nih? Klo ingin punya situs web sendiri bgmn ya….?
13 November 2008 pukul 11:56 am
Yth. Pak La An
Saya mempunyai data dari Minescape ( aplikasi Design Tambang dan geologi modelling ) di save dalam format .dxf dan akan ditransformasikan ke GIS ( memakai Arc View 3.3). Total datanya lumayan banyak sekitar 600MB.
Permasalahannya adalah data minescape dalam format .dxf itu tidak bersih ( ex: terjadi penumpukan node yang banyak , doble line dan polyline) sehingga harus didigit ulang , sebelum di transformasikan ke format GIS.
Padahal saya tidak menguasai AutoCad , atau AutoCad Map, sehingga saya mencoba untuk mengakalinya dengan Arc View 3.3. data dxf tersebut di convert ke shp ( sebelumnya di aktifkan ext. cad reader-nya)
Saya menggunakan aplikasi ext Xtools ( ET ) untuk editing data dxf yang masih kotor ( ada penumpukan node dan polyline)
Pertanyaannya adalah :
1. Apakah ada software lain lagi yang bisa saya gunakan agar editing data dxf bisa saya pakai menjadi data GIS ??
2. Apakah Arc Info lebih baik mengedit data dxf sebelum di convert mejadi coverage ??
3. Saya mempunyai Arc info 3.5 tetapi tidak dapat jalan di windows xp sp 2 , apakah ada cara untuk mengoperasikan Arc info 3.5 di Wind Xp ???
Mohon pencerahannya
Tks
gbu
22 November 2008 pukul 6:38 pm
@yeye
kemungkinan besar salah masukin angka koordinat. coba cek sekali lagi atau mngkin koordinat yg diptanya yg salah
@pita
coba lihat di link&download. disitu ada jurnal dan artikel tentang GIS dan erosi
@Yudi
salam kenal juga
@anak medan
diCAD ga perlu diedit, cuman dihilangkan aja data2 yg ga dipakai biar ga terlalu besar dengan cara mnghidennya. ga begitu paham ArcInfo saya…
23 November 2008 pukul 12:03 pm
network analyst di ArcView belum pernah dibahas ya?
18 Januari 2009 pukul 1:20 pm
[...] (digitizer, scanner, Central Procesing Unit (CPU), hard-disk, dan lain-lain), perangkat lunak (ArcView, Idrisi, ARC/INFO, ILWIS, MapInfo, dan lain-lain), organisasi (manajemen) dan pemakai (user). [...]
23 Januari 2009 pukul 8:48 am
[...] (digitizer, scanner, Central Procesing Unit (CPU), hard-disk, dan lain-lain), perangkat lunak (ArcView, Idrisi, ARC/INFO, ILWIS, MapInfo, dan lain-lain), organisasi (manajemen) dan pemakai (user). [...]
6 Februari 2009 pukul 6:05 pm
[...] (digitizer, scanner, Central Procesing Unit (CPU), hard-disk, dan lain-lain), perangkat lunak (ArcView, Idrisi, ARC/INFO, ILWIS, MapInfo, dan lain-lain), organisasi (manajemen) dan pemakai (user). [...]
8 Februari 2009 pukul 3:07 am
pagi mas…
maaf mas, saya bisa gabung sm blognya…
saya lg bikin skripsi ni mas, tapi dah bosan pake program ArcVIEW soalnya dah banyak yang make.
saya pingin untuk SIG-nya make ArcGIS 9.1/9.2/9.3, tapi blm ngerti bagaimana makenya mas.
saya bisa minta bantuannya untuk manual ArcGIS nya gk mas???
makasih sebelumnya
2 Maret 2009 pukul 5:54 pm
Bagi siapa saja yang membutuhkan scanner warna A0
silahkan hubungi kami :
PT Arthainti
agus wibowo
0815 777 2828
3 Maret 2009 pukul 4:05 pm
Assalamu Alaiku.
Salam Kenal nih…
Aku juga senang ikuti perkembangan SIG.
sedikit komentar buat yeye dan pita:
per1; buat yeye: registrasi petanya mungkin salah imput or terbalik koordinat, kalo di map info bisa dibuat tiga titik ploat, or 4 ttk ploat atau lebih, bisa juga cuman dua asal latitude, longitudenya pas. atau kesalahan mungkin juga terjadi kalo kita salah pilih proyeksi, kalo wilayah kita di sekitar equator pastiin pake proyeksi Lat/Long wgs 84.
ke2; buat pita: SIG bisa untuk apasaja yang penting berbasis keruangan. masudnya semua data-data spatial dapat di input, diolah, dan di analisis ke sofware SIG. but ingat SIG tuh cuman alat doang. analisisnya ya tergantung dari beground keilmuan masing-masing. contoh; kalau untuk tanah bisa untuk evaluasi kesesuaian lahan, bisa untuk penentuan lokasi aquifer, bisa untuk analasis lokasi rawan banjir, dll. so yang penting data pokoknya ada an mesti dalam bentuk-peta gitu…
Wallahu a’lam.
6 Maret 2009 pukul 1:17 am
[...] (digitizer, scanner, Central Procesing Unit (CPU), hard-disk, dan lain-lain), perangkat lunak (ArcView, Idrisi, ARC/INFO, ILWIS, MapInfo, dan lain-lain), organisasi (manajemen) dan pemakai (user). [...]
14 Maret 2009 pukul 9:25 pm
pgn tnya mas,,
Arcview bs searching g y?
7 Mei 2009 pukul 1:32 pm
Mas, mau nimbrung boleh yah..h
Saya minta tolong gimana caranya merubah file KML dari google earth ke shp, supaya bisa dibaca di Ercview..
KAlo bisa yang detail ya mas
Thanks much lho jawabanya
8 Mei 2009 pukul 3:12 pm
@rifqi
ga pernah bahas network analyst. belum pernah ngegunainnya
@solihin
ArcView atao ArcGIS secara umum sama aja… mnurut saya klo mau belajar aplikasi GIS, pakelah ArcView. tp klo emang susah mahir, ga ada salahnya kok make ArcGIS. klo mau belajar ArcGIS. silahkan lihat modulnya di Link & Download
@Taufi
makasih bagi2 ilmunya…
tapi menurut saya SIG bukanlah alat, tapi klo ArcView, ArcGIS dll (sofware2nya) memang itu adalah alat yang membantu proses analisis SIG. sedangkan SIG sendiri merupakan gabungan atau integrasi dari manusia sebagai user, alat yg membantu pekerjaan (sofware dan hardware) dan ilmu pengetahuan ttng apa yg akan kita kerjakan (hidrologikah, geologikan, ilmu tanahkah dll)
@Edi
coba baca artikel ini
belum pernah melakukan itu saya
29 Mei 2009 pukul 8:53 am
maap bisa minta tolong ga..??
kebetulan saya lagi bikin TA tentang GIS..
sebenernya saya jurusan teknik informatika..
jadi agak bingung masalah convert dari autocad ke arcview..
awalnya saya convert format autocad ke mapinfo,, kmudian dari mapinfo di convert lagi ke arcview..
itu ngaruh ga sama koordinatnya,,
klo caranya langsung convert ke arcview gimana yah??
udah coba pake extension itu,,katanya di forum2 bilang format .dwg nya di save dulu ke .dfx.. udah di coba..
trus pas di buka di arcview,,ko ga tampil yah..
saya jadi bingung,,
selain itu,,gimana caranya masukin koordinat dari gps garmin ke arcview,,klo dari autocad saya udah bisa..
maklum saya ini anak teknik informatika,,
jadi bidang geodesi nya ga begitu bisa..
20 Juni 2009 pukul 5:52 pm
@dian
klo cuman sekali atau dua kali ga berpengaruh sama koordinatnya, tp klo sering2 (pada data yang sama) kemungkinan pergeseran itu ada… klo mau convert ke arcview, coba sinpan file dwgnya menjadi dxf2000, setelah itu baru panggil di arcview. hasil konversinya tidak bisa di edit di arcview. agar bisa di edit, file shp hasil conversi dari dxf2000 dikonversi lagi di mapinfo yg berformat tab. selanjutnya file tab ini dikonversi kembali menjadi shp. file tersebut sudah bisa di edit. beberap tipe garmin bisa lansung konek ke arcview, tp beberapa lainnya tidak bisa. menurut saya, file koordinat dari garmin ttap aja dimasukin ke autocad. nanti baru dikonversi lagi ke arcview… semoga membantu…
25 Juni 2009 pukul 2:27 pm
mas,,aku mo tanya ni buat tugas akhir ku…
aku pake arcview 3.3 untuk ngerjain masalah penentuan lokasi strategis suatu uasaha..sekarang gi bingung buat penentuannya..digitasi dan variabel2nya udah siap..langkah berikutnya gmn ya..apa perlu pake avenue?,..thx jawabannya
1 Juli 2009 pukul 10:36 pm
sory sblmnya..coz bkn mo komen tp mo tny jg,anda dijitaSInya pake apa?thx b4
2 Juli 2009 pukul 4:02 pm
pake arcview semuanya mas..cuz baru itu bisane
3 Juli 2009 pukul 9:29 pm
ee..sory mbak/mas..?saya mau tanya, klo g pake koordinat bisa g y?klo boleh tw bhs ttg apa?pake arcview brp?thanks
6 Juli 2009 pukul 4:03 pm
sore semua.bisa minta tolong ga?ada yang tau cara membuat link ke program arcview pake script php ga?cos aq lagi TA ni.aq buat Program web gis pake ms4w.database postgre.dan udah demo tapi disuruh ngelink ke progamnya arcview lansung dari web yang aku buat?please ya?.thanks
31 Juli 2009 pukul 5:14 pm
metode on screen pake program ArcView
15 September 2009 pukul 10:37 pm
Assalamu’alaikum…
Gan ane mau tanya, gimana cara membuat peta rawan banjir dan longsor di arcview. Kira2 data apa aja yang kita butuhkan. Ada tutorialnya gak Gan..
Makasaih Juragan…
16 September 2009 pukul 5:02 am
Assalamualaikum
Saya mau nanya kalau mau beli CD ArcView GIS dimana ya???
29 September 2009 pukul 4:33 pm
@kaskuser
Waalaikumusalam Wr. Wb.
Sorry gan bru di balas… lgi ga bisa ngenet… secara umum sih biasanya pemetaan rawan banjir dan lonsor itu menggunakan metode overlay dari data2 faktor penyebab banjir dan longsor, data2 tersebut di beri nilai dan skoring yang tergantung dari besar pengaruhnya. akan tetapi biasanya metode ini akan berbeda2 untuk setiap tempat yg bila diterapkan pada lokasi yg berbeda akan berbeda juga skor dan nilainya (sorry, ga punya data yg bisa saya tunjukkan). trus ada yg menggunakan pendekatan nilai indeks kebasahan untuk memetakan banjir dan coba menuju ke sini atau ke situs ini
12 Oktober 2009 pukul 7:48 pm
Thanks infonya Gan :beer:
15 Oktober 2009 pukul 2:37 pm
Assalamu’alaikum…
Gan, tanya lagi donk.
gimana cara bikin peta kemiringan tanah (slope) di arcView ato global mapper. bahan yg ane punya DEM sama peta kontur (.shp)
Makasi Juragan :beer:
16 Oktober 2009 pukul 9:56 am
Wss…
klo di global mapper saya tidak tau gan. klo di arcview itu aktifkan extensions spatial analyst, panggil file DEMnya, trus di menu Surface pilih sub menu Derive Slope. tapi nanti hasilnya adalah data lereng yang mempunyai satuan derajat. untuk merubahnya menjadi persen maka ketik didalam perintah map calculator persamaan: tangent([lereng_derajat]/57.29578) dimana lereng_derajat adalah nama file lereng yang berbentuk derajat. atau bisa juga langsung menggunakan extensions Grid Tools yang bisa di download disini
16 Oktober 2009 pukul 10:30 am
[...] (digitizer, scanner, Central Procesing Unit (CPU), hard-disk, dan lain-lain), perangkat lunak (ArcView, Idrisi, ARC/INFO, ILWIS, MapInfo, dan lain-lain), organisasi (manajemen) dan pemakai (user). [...]
17 Oktober 2009 pukul 10:24 pm
assalamu’alaikum
Thanks Gan infonya..
ane mau nanya lagi ni Gan, gimana cara install arcview 3.3 di vista 64 bit. ane udah dapet tutorialnya dari mas hari setiawan, tapi gak bisa Gan. tolong ya Gan. :beer:
5 November 2009 pukul 7:24 pm
@Kaskuser
Waalaikumussalam Wr. Wb.
sama2. waduh klo yg itu belum tau sebabnya gan. soalnya kadang bisa kadang ga bisa… maaf ya… saya aja ampe sekarang masih setia ama Windows XP
30 November 2009 pukul 4:14 pm
aslm……sob,thnks atas info arcviewnya.
saya lagi belajar menggunakan arcview ni,sudah sampai digitez nya,cuma terkendala untuk mengisi data agar peta yang kita digites,nti menampilkan datanya(atributnya)…….
mohon bimbingannya sob……
b4 thnks
3 Desember 2009 pukul 11:26 pm
@arief
silahkan dilihat dimodul arcview yang saya tulis dalam ertikel yang berbeda
6 Desember 2009 pukul 12:35 pm
Mas bagaimana cara mengambil peta suatu daerah sampai kelihatan jalannya,saya perbesar map tetapi terkendala layar monitor sehingga tidak bisa mencakup daerah yg luas,apakah saya harus menyimpan file bagian per bagian dan bagaimana cara menggabungkannya menjadi suatu peta utuh lagi..
7 Desember 2009 pukul 12:45 pm
@onix
format petanya apa?
mksudnya kendala waktu ngezoom, trus sangat lama prosesnya? kalau jenis filenya jpg, diperkecil aja besar filenya pak photoshop atau ACD System. tp mngkin harus dikoreksi ulang koordinatnya. kalau dah punya extensions image analyst, di save as aja ke format *.img. ga berat lagi dia. maaf kalau seandainya ga sesuai dengan pertanyaan. bingung soalnya
11 Desember 2009 pukul 6:29 pm
modul arcviewnya bagus banget….buat gw yg baru belajar,
ini bener2 tutorial
2 Januari 2010 pukul 11:21 pm
Saya mempunyai sebuah project yg saya bikin pakai ArcView3.3, tetapi oleh Bos, saya disuruh mentransfer project tersebut ke ArcGis9.2. Gimana bisa gak yah,,,,,,,tolooonnnngggg
4 Januari 2010 pukul 3:25 pm
@Eka
terimakasih… alhamdulillah bisa membatu dalam pembelajaran ArcViewnya…
@Erwin
bisa… setelah buka ArcMap. pilih menu file dan sub menu Import from ArcView Project. selanjutnya pilih project arcview yang ingin di import. selamat mencoba…
10 Januari 2010 pukul 9:16 pm
halo mau nanya neh
saya kan bikin tugas akhir SIG penentuan lokasi strategis apotek pake arcview…
nah salah satu dasar penentuan lokasi yg saya ambil adalah jarak antar apotek minimal 1km…
disini kebingungan saya yaitu gmn ya bisa membuat penghitungan seperti itu yang otomatis di layer jalan yg sudah menjadi lokasi strategis?? apakah ada scriptnya ato memang harus manual??
23 Januari 2010 pukul 10:44 pm
@Zagyu
saya kurang tau kalau masalah script, tp mungkin bisa di buffer faktor2 yang menentukan lokasi ATM dan di overlay untuk mendapatkan kelas yang cocok. intinya merubah data yang ada menjadi data polygon agar bisa di overlay
24 Januari 2010 pukul 12:44 pm
mas,,mau tanya..
saya sedang skripsi SIG untuk penentuan tingkat bahaya ersoi/tanah longsor..nah berhubung saya bukn org geografi,,tp jur sy informatika..saya sedikit kurang paham ttg ini..rencananya saya akan menggunakan metode skoring dan overlay..tp msh bingung,,yg mau sy tnyakan, dengan metode tersbut,,apakah kita sudah bisa melakukan penentuan erosi??,,lalu data/peta apa saja yg dibutuhkan dalam penentuan tingkat bahaya erosi??kira2 mas punya contoh tutorialnya ga terkait dg tema TA saya??soalnya saya msih bingung harus mulai dari mana utk mengerjakkannya..trims.
24 Januari 2010 pukul 3:39 pm
@tiyo
skripsi yang sangat menarik… penentuang tingkat bahaya erosi bisa dilakukan denga berbagai metode salah satunya metode adalah USLE (bisa melihat postingan saya pada pranala yang saya berikan di atas). sudah ada batasan ttng tingkat bahaya erosi dari sangat ringan sampai sangat berat. yang bisa dilakukan dari metode ini adalah prediksi besarnya erosi, bukan menghitung erosi yang terjadi. peta2 yang dibutuhkan dan penentuang tingkat bahaya erosi bisa di lihat di paper saya pada link ini.
26 Januari 2010 pukul 2:47 pm
@La an:
matur nuwun atas masukannya…tapi itu kamsudnya gimana ya?? ane nub bgd neh soale masalah arcview dan GiS….
ane seh bikinnya manual semua trus ane geoprocessing membentuk layer baru….
7 Februari 2010 pukul 5:48 pm
@Zagyu
data2 yang bukan dlam bentuk polygon sperti lokasi ATM dan jalan, dirubah dulu dalam bentuk polygon dengan memasukkan faktor jarak (di buffer). selanjutnya faktor lingkungan tadi yang sudah di dalam bentuk polygon dioverlay untuk menentukkan kesesuaiannya berdasarkan kriteria yang dipunyai… semoga membantu…