Evaluasi Kesesuaian Curah Hujan, Temperatur dan Ketinggian untuk Tanaman Pisang dengan GIS

Sekarang akan dicoba mengaplikasikan GIS untuk membuat pola sebaran spasial dari kesesuaian lahan untuk tanaman pisang di pulau Bali. Akan tetapi disini hanya melihat dari kesesuaian karakteristik lahan terhadap curah hujan, ketinggian tempat dan juga suhu. Ketiga karakterisik lahan tersebut merupakan karakteristik lahan yang tidak bisa dirubah kelas kesesuaiannya. Sehingga apapun keadaan dan kondisinya di alam, maka kita harus bisa menerima kondisi tersebut. Jika tidak sesuai, jangan dipaksakan untuk menanam pisang di daerah tersebut, walaupun keadaan yang lain mendukung. Seperti yang ditulis sebelumnya disini, Evaluasi Lahan merupakan suatu proses penilaian suatu lahan sehingga sesuai dengan kondisinya pada penggunaan-penggunan tertetentu (Hardjowigeno dan Widiatmaka, 2001).

Kenapa dipilih pisang… dalam ajaran tata susila dan filsafat agama Hindu, banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam melakukan upacara keagamaan. Banten dalam fungsinya sebagai sarana upacara hampir selalu menggunakan buah. Bersama-sama unsur pelengkap lainnya seperti jajan, umbi-umbian, bunga, dan daging, kehadiran buah dalam banten adalah sebagai simbol sari bumi yang dipersembahkan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Parisada Hindu Dharma, 1968 dalam Parining dan Bhaskara, 2002). Dengan kenyataan seperti ini, mnjelaskan bahwa kebutuhan pisang di Bali akan selalu tetap, karena kebutuhannya yang selalu kontinyu. Akan tetapi buah pisang masih harus didatangkan dari luar Bali sekitar 100.000 ton per tahun dengan nilai sekitar Rp 300-400 milyar (Bali Post, 25-11-2002). Keadaan ini apakah menandakan bahwa produksi pisang di bali sedikit sehingga tidak mencukupi kebutuhan pasar? Bali memiliki tanaman pisang sebanyak 9,1 juta pohon selama tahun 2007 menghasilkan 145.394 ton, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 137.361 ton terdiri berbagai jenis buah pisang (FormatNews, 22-09-2008). Melihat data diatas, berarti kebutuhan pisang di Bali bisa sekitar 200.000an ton per tahun. Kebutuhan pisang sebanyak itu sebenarnya merupakan peluang bagi petani dalam mengembangkan budidaya pertanian tersebut. Namun peluang tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal, karena hampir sebagian besar kebutuhan pisang didatangkan dari Jawa dan daerah-daerah lainnya di Indonesia (Kompas, 20-07-2008)

Selain kebutuhan untuk upacara keagamaan, pisang juga sangat bermanfaat untuk kesehatan. Buah pisang, terutama yang matang, memiliki beberapa kandungan seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, serat, beberapa vitamin (A,B1, B2 dan C), zat besi, dan niacin. Kandungan mineralnya yang menonjol adalah kalium (Wirakusumah, Emma S, 1977 dalam Tokoh, 12-09-2005). Memakan dua buah pisang sehari dapat mempertahankan daya ingat dan mengatasi masalah kepikunan (Nurchasanah, 2009). Wuih… asyik bngat tuh… untung aja suka makan pisang:mrgreen:

Sekarang kita masuk ke GISnya… bahan-bahan yang diperlukan (seperti acara masak memasak nieh :D) adalah peta sebaran pos hujan beserta data rata2 curah hujan tahunannya atau peta isohyet hujan Pulau Bali, peta ketinggian tempat Pulau Bali, data suhu di salah satu stasiun klimatologi BMG Provinsi Bali, dan kriteria persyaratan penggunaan/karakteristik lahan untuk tanaman pisang dari Djaenudin dkk. (2003). Berdasarkan kriteria dari Djaenudin dkk. tersebut, persyaratan penggunaan/karakteristik lahan untuk temperatur adalah sangat sesuai (S1) bila temperatur rata-rata 25 – 27 oC, sesuai (S2) bila temperatur rata-rata 27 – 30 oC dan atau temperatur rata-rata 22 – 25 oC, cukup sesuai (S3) bila temperatur rata-rata 30 – 35 oC dan atau temperatur rata-rata 18 – 22 oC, dan tidak sesuai (N) bila temperatur rata-rata > 35 oC dan atau temperatur rata-rata < 18 oC. Persyaratan penggunaan/karakteristik lahan untuk curah hujan adalah sangat sesuai (S1) bila curah hujan tahunan rata-rata 1500 – 2500 mm, sesuai (S2) bila curah hujan tahunan rata-rata 1250 – 1500 mm dan atau curah hujan tahunan rata-rata 2500 – 3000 mm, cukup sesuai (S3) bila curah hujan tahunan rata-rata 1000 – 1250 mm dan atau curah hujan tahunan rata-rata 3000 – 4000 mm, dan tidak sesuai (N) bila curah hujan tahunan rata-rata > 400 mm dan atau curah hujan tahunan rata-rata < 1000 mm. Persyaratan penggunaan/karakteristik lahan untuk ketinggian tempat (dpl) adalah sangat sesuai (S1) bila ketinggian tempat < 1200 m, sesuai (S2) bila ketinggian tempat 1200 – 1500 m, cukup sesuai (S3) bila ketinggian tempat 1500 – 2000 m, dan tidak sesuai (N) bila ketinggian tempat > 2000 m.

Setelah kita mempunyai peta isohyet dan ketinggian temapt maka proses selanjutnya adalah mereklasifikasi peta ishohyet dan ketinggian tempat sesuai dengan kriteria di atas. Dan untuk suhu, maka dilakukan pendekatan dengan persamaan yang dimodifikasi dari Meléndez-Colom (2009) yaitu:

(([DEM] * 0.00558 ) * -1) + (suhu rata-rata tahunan dipos pengamatan + (0.00558 * ketinggian pos tersebut dari permukaan laut))

persamaan ini bisa langsung digunakan di Map Calculator di ArcView, yang dibutuhkan adalah adalah data ketinggian tempat (DEM), suhu di pos pengamatan (oC) dan ketinggian pos pengamatan tersebut dari muka laut (m). Dasar dari persamaan tersebut adalah bahwa setiap kenaikan ketinggian 100 m maka suhu akan menurun sekitar 0.6 oC atau tepatnya 0.558 oC. Dari memasukkan persamaan diatas diperolehlah peta sebaran temperatur dan dilakukan proses reklasifikasi sesuai dengan kriteria diatas.

Setelah dilakukan proses reklasifikasi maka diperoleh peta kesesuain lahan untuk tanaman pisang berdasarkan suhu diperoleh 4 kelas, ketinggian 4 kelas dan curah hujan 3 kelas seperti pada gambar di bawah.

Selanjutnya ketiga peta tersebut di tumpang tindihkan dan diperolehlah peta kesesuain lahan untuk tanaman pisang berdasarkan kondisi curah hujan, temperatur dan ketinggian tempatnya seperti pada gambar dibawah.

Berapa luasannya? Luasan perkabupaten diperlihatkan pada tabel dibawah

Untuk lebih memaksimalkan lagi penelitian-penelitian seperti ini, sebaiknya dimasukkan juga data-data seperti peta jenis tanah, geologi, tata ruang dan penggunaan lahan. Hal ini akan memberikan hasil yang lebih baik seperti dapat diketahuinya kesuburan tanahnya, penggunaan lahannya dan juga perencaan akan lahan tempat penelitinnya…

DAFTAR PUSTAKA

Djaenudin D., Marwan H., Subagjo H., dan A. Hidayat. 2003. Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian. Edisi ke-1. Balai Penelitian Tanah, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Bogor.

Pranala di Blog ini:

PETA
ArcView GIS
Modul ArcView
GPS (Global Positioning System)
Proyeksi Peta
Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson
Implementasi SIG dalam Menunjang Pertanian Berkelanjutan
Sistem Informasi Geografi (SIG)/Geographic Information System (GIS)
Pemasukan Data Dalam Sistem Informasi Geografi (SIG)
Digitasi Peta Secara Otomatis Lewat ArcGIS
Sistem Informasi Geografi Perikanan; Sebuah Wacana
GIS untuk Penginderaan Jauh dan Indeks Vegetasi
Cara memotong data bentuk raster di ArcView
Peta Jenis Tanah Bali
Data Indonesia Dalam Bentuk *.shp (Gratisssss….!!!)
GIS untuk Penginderaan Jauh dan Indeks Vegetasi
Sistem Informasi Geografi Perikanan; Sebuah Wacana
Interpretasi Citra Penginderaan Jauh
Penginderaan Jauh
Joint Tabel di ArcView
Vegetation Index
Registrasi Peta di ArcView Menggunakan Extension Register and Transform tool
Prediksi Erosi dengan USLE dan Sistem Informasi Geografi
PERENCANAAN PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DENGAN MEMANFAATKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DAN DATA PENGINDERAAN JAUH
Evaluasi Kesesuaian Curah Hujan, Temperatur dan Ketinggian untuk Tanaman Pisang dengan GIS
Cara memotong file image di ArcView
PERUBAHAN LUASAN TANAMAN MANGROVE DI TAHURA NGURAH RAI – BALI
PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Pendahuluan
Aplikasi SIG dalam Proses Perencanaan
Buka Data SRTM Lewat ArcView
EVALUASI ZONA AGROKLIMAT KLASIFIKASI SCHIMIDT-FERGUSON DI PULAU LOMBOK
PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Eksplorasi Data Penginderaan Jauh – Kecepatan transfer gas CO2

9 Tanggapan to “Evaluasi Kesesuaian Curah Hujan, Temperatur dan Ketinggian untuk Tanaman Pisang dengan GIS”

  1. Hendra Aceh Says:

    pak saya sangat tertarik membaca tulisan2 anda, saya sekarang kuliah pascasarjana prodi KONSERVASI SUMBERDAYA LAHAN, basic saya di S1 jurusan peternakan. saya ingin melakukan penelitian mengenai Sistem Informasi Geografi yang berkaitan dengan peternakan. Kira-kira bapak bisa bantu saya untuk menentukan topik apa yg harus saya teliti. trims

  2. La An Says:

    @Hendra Aceh
    Alhamdulillah klo ternyata tulisan ini menarik untuk anda. saya kurang begitu paham tentang ternak, tapi pendekatan SIG untuk menentukan lokasi peternakan yang baik mungkin bisa dilakukan baik dari segi pakan, pemanfaatan limbah, sosial ekonomi masyarakat peternak maupun penjualannya. pendekatan pakan bisa melihat lokasi2 yg cocok untuk budidaya pakan ternak berdasarkan syarat tumbuh dari tanaman2 pakan ternak tersebut. selanjutnya apakah kondisi sosial ekonomi masyarakatnya mau beternak, seandainya mau, apa jenis peternakannya. selanjutnya bagaimana pangsa pasar dari peternakan itu. secara transportasi spt apa, secara penjualannya spt apa. dan lain sebagainya…

  3. Jani Says:

    Mas, dari daftar pustakanya djaenuddin dkk, saya mau tanya apakah mas tahu kesesuaian lahan untuk tanaman tembakau? parameter2 yang digunakan untuk kesesuaian tanaman tembakau apa saja ya mas?
    Terimakasih untuk bantuannya.

  4. deden Says:

    benar2 blog yg hebat, dengan ada nya blog ini sangat membantu saya dalam membuat tugas makalah tentang GIS yang nanti nya akan saya prsentasikan, saya jd banyak mengetahui tentang GIS d sini….trims

  5. dayant Says:

    Trims sharenya pak…
    bole tanya dimana kita bisa mendapatkan data DEM ?
    apakah sama dengan data SRTM pada arcgis ?

  6. La An Says:

    @Jani
    ada banyak parameternya, jadi susah saya tulis disini

    @deden
    terimakasih pak..

    @dayant
    sama2… DEM adalah kepanjang dari Digital Elevation Model. dem adalah bentuk data sedangkan untuk mendapatkan data DEM bisa dari SRTM atau interpolasi data kontur atau juga diekstrak dari citra satelit seperti Aster ataupun ALOS PRISM dan PALSAR…

  7. Ilmu Pengetahuan Says:

    informmasi menarik dan sangat pemberi Pengertian globe kepada pembaca….

  8. kamikaze Says:

    It’s going to be end of mine day, except before ending I am reading this enormous piece of writing to increase my know-how.

  9. doni Says:

    artikel nya menarik. saya mau tanya. apa perbedaan data ketinggian tempat (DEM) dengan ketinggian suatu tempat dari muka laut (m)? terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • counter
  • Add to My Yahoo!
  • Powered by WordPress - WordPress Blogs Directory
  • Top Academics blogs
  • Bookmark and Share
  • Monitored by Pingdom
  • Review www.mbojo.wordpress.com on alexa.com
  • free counters
  • Read this FREE online!