Data Hujan dari TRMM [Pemanfaatan]: Anomali hujan saat La Nina dilihat dari data penginderaan jauh TRMM

Aplikasi data penginderaan jauh emang tidak ada habisnya. Klo sebelumnya blog ini bercerita tentang Data Hujan dari TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission); Basic Information, maka pada tulisan ini akan bercerita tentang bagaimana pemanfaatan data TRMM untuk memantau anomali curah hujan di indonesia saat fenomena iklim La Nina. Sudah banyak tulisan di blog ini yang menyatakan bahwa saat fenomena La Nina curah hujan di indonesia akan meningkat secara signifikan, tetapi dimana saja terjadinya masih dalam perdebatan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tentang sebaran anomali hujan sat kejadian La Nina.

Seharusnya saya bercerita dulu tentang bagaimana tingkat keakurasian data TRMM ini, saya sudah menulisnya dan akan segera diterbitkan dalam prosiding international, sambil menunggu terbitnya paper itu, saya akan bercerita duluan tentang pengaplikasiannya untuk mengetahui persentase anomali hujannya. Studi kasusnya di Indonesia dan saya mengambil saat kejadian La Nina. Kenapa kejadian La Nina, karena selama berorbitnya satelit ini, belum pernah terjadi ke jadian El Nino yang kuat (rentang waktu 1998-2011), ya mau ga mau untuk kejadian La Nina saja. Tetapi secara umum lokasi anomali iklim yang diakbatkan oleh kejadian La Nina ataupun El Nino di Indonesia adalah sama.

Ada dua penelitian yang akan dishare dalam halaman ini, pertama studi kasus saat La Nina tahun 1998/1999 dan yang kedua saat awal La Nina tahun 2010. dua penelitian yang berbeda. Yang petama tanpa ada validasi data, dan yang kedua hasil analisisnya dikuatkan oleh data anomali curah hujan dari stasiun-stasiun hujan BMKG di seluruh indonesia.

Sebagai gambaran, gambar diatas adalah kondisi anomali hujan saat tahun 1998/1999. semakin merah warnanya menunjukkan bahwa anomali peningkatan hujannya semakin tinggi. Bila semakin biru anomali penurunan curah hujannya samakin tinggi. Sedangkan gambar kedua adalah anomlai hujan saat bulan maret-juni 2010. kenapa cuman segitu aja? Presentasi paper kedua tersebut dilakukan pada tgl 29 Juli 2010, maka hal ini menunjukan bahwa data TRMM bisa digunakan untuk mengupdate data anomali iklim sebulan setelah bulan kejadian.

Gambar dibawah adalah scaterplot anomali iklim yang diperoleh dari data TRMM dan data hujan BMKG. Hasil korelasinya cukup bagus, dibawahnya juga grafik perbedaannya. Untuk lebih bagusnya sebaiknya langsung aja baca papernya. Klo ga mau baca papernya, silahkan lihat abstraknya saja hehehe…

OK semoga berkenan dan bermanfaat…

POLA SPASIAL PENGARUH KEJADIAN LA NINA TERHADAP CURAH HUJAN DI INDONESIA TAHUN 1998/1999; OBSERVASI MENGGUNAKAN DATA TRMM MULTISATELLITE PRECIPITATION ANALYSIS (TMPA) 3B43

Abd. Rahman As-syakur1)2)

1)Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Udayana

2)Center for Remote Sensing and Ocean Science (CReSOS) Universitas Udayana

Email; ar.assyakur@yahoo.com

ABSTRAK

Tulisan ini menguraikan tentang pola spasial pengaruh kejadian La Nina terhadap curah hujan di Indonesia saat kejadian La Nina tahun 1998/1999 yang diobservasi menggunakan data TRMM Multisatellite Precipitation Analysis (TMPA) 3B43. Data TMPA 3B43 yang digunakan adalah selama 12 tahun dari tahun 1998 sampai 2009 dengan fokus analisis berupa analisis bulanan dan musiman monsoon. Hasil analisis semakin menguatkan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang menunjukan bahwa kejadian La Nina tahun 1998/1999 terjadi mulai bulan April sampai November dan atau dampak kuat terjadi selama masa Juni-Juli-Agustus (JJA) dan September-Oktober-November (SON) dengan puncak kejadian bulan Agustus dan Sepetember. Penelitian ini berhasil menemukan fenomena baru terhadap efek kejadian La Nina khususnya terhadap pola spasial sebaran efeknya yaitu bahwa efek La Nina terhadap curah hujan di Indonesia ternyata bergerak dinamis selama masa kejadian dimana efek kejadian dimulai di bagian selatan Indonesia dan berakhir di bagian timur Indonesia. Pemanfaatan data penginderaan jauh seperti TMPA 3B43 ternyata mampu menggambarkan pola spasial efek La Nina terhadap curah hujan di Indonesia.

KATA KUNCI: La Nina; TMPA 3B43; curah hujan; pola spasial; Indonesia

POLA SPASIAL ANOMALI CURAH HUJAN SELAMA MARET SAMPAI JUNI 2010 DI INDONESIA; KOMPARASI DATA TRMM MULTISATELLITE PRECIPITATION ANALYSIS (TMPA) 3B43 DENGAN STASIUN PENGAMAT HUJAN

 

SPATIAL PATTERNS OF RAINFALL ANOMALIES IN INDONESIA DURING MARCH TO JUNE 2010; COMPARATION BETWEEN MULTISATELLITE TRMM PRECIPITATION ANALYSIS (TMPA) 3B43 WITH RAIN GAUGES DATA

A.R. As-syakur1)2) dan R. Prasetia2)3)

1)Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Udayana, Bali, 80232

2)Center for Remote Sensing and Ocean Science (CReSOS) Universitas Udayana, Bali, 80232

3)Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Negara, Bali, 82213

Email; 1)ar.assyakur@pplh.unud.ac.id, 2)rahmatbmg@yahoo.com

Abstrak: Tulisan ini menguraikan tentang pola spasial anomali hujan selama Maret sampai Juni 2010 di Indonesia. Hasil analisis dari data TMPA di komparasikan dengan data yang diperoleh dari 42 stasiun pengamatan hujan di Indonesia. Data TMPA 3B43 yang digunakan adalah selama 13 tahun yaitu dari tahun 1998 sampai tahun 2010 dengan fokus analisis berupa analisis bulanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa selama bulan Maret curah hujan di Indonesia masih cukup normal, akan tetapi selama April sampai Juni telah terjadi anomali curah hujan di Indonesia dengan peningkatan lebih dari 100%. Peningkatan ini hanya terjadi di bagian selatan wilayah Indonesia. Hasil komparasi menunjukkan adanya tingkat korelasi yang sedang sampai kuat antara data TMPA dengan data BMKG. Sedangkan kondisi bias eror memperlihatkan kondisi yang sedang. Keadaan ini menggambarkan bahwa data TMPA bisa digunakan sebagai salah satu data alternatif untuk mengetahui sebaran spasial anomali hujan secara terkini. Akan tetapi untuk mengetahui jumlah anomali secara tepat, maka perlu dihilangkan nilai-nilai eror pada deta dengan  melakukan korelasi data secara menyeluruh di Indonesia untuk mendapatkan nilai-nilai faktor koreksi.

Kata kunci: anomali hujan, TMPA 3B43, curah hujan, dan pola spasial

 

Abstract: This writing describe about spatial patterns of rainfall anomalies in Indonesia during March to June 2010. The results of analysis from TMPA data is compare with 42 data from rain gauge in Indonesia. TMPA data used in this research is 13 years 1998 to 2010 which focuses on monthly analysis. The results show that during March rainfall in Indonesia is still normal, but during April to June the rainfall anomalies in Indonesia has occurred with an increases more than 100%. Increased rainfall is only seen in the southern part of Indonesian. Comparison results indicate the correlations level between TMPA data and BMKG data is moderate to high correlations. Meanwhile, mean bias error value shows are in medium condition. This indicated that the TMPA data can be used as an alternative to determine the spatial pattern of rainfall in recent anomalies. However, to obtain more accurately rainfal anomalies values, it needs to be eliminated on the error values by performing the correlation reverend Indonesia’s overall data to obtain the correction factor values.

Keywords: rainfall anomaly; TMPA 3B43; precipitation; spatial pattern

As-syakur, A.R. 2010. Pola Spasial Pengaruh Kejadian La Nina Terhadap Curah Hujan di Indonesia Tahun 1998/1999; Observasi Menggunakan Data TRMM Multisatellite Precipitation Analysis (TMPA) 3B43. Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XVII dan Kongres V Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN). 9 Agustus 2010, Institut Pertanian Bogor (IPB). Bogor-Indonesia. pp. 230-234.  Download Full PDF

As-syakur, A.R., dan R. Prasetia. 2010. Pola Spasial Anomali Curah Hujan Selama Maret Sampai Juni 2010 Di Indonesia; Komparasi Data TRMM Multisatellite Precipitation Analysis (TMPA) 3B43 dengan Stasiun Pengamat Hujan. Prosiding Penelitian Masalah Lingkungan di Indonesia 2010; Buku 2. 9 Juli 2010, Universitas Udayana, Denpasar-Indonesia: pp. 505-516. Download Full PDF

6 Tanggapan to “Data Hujan dari TRMM [Pemanfaatan]: Anomali hujan saat La Nina dilihat dari data penginderaan jauh TRMM”

  1. Ade Fr Says:

    Sepertinya bisa jadi rujukan saya ini tulisannya. Kebetulan saya sedang mencari referensi. Terimakasih postingannya.

  2. hemp Says:

    …………Selamat Datang di Website resmi UPT Hujan Buatan BPPT………………………………………………………………………….. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB bencana tersebut telah merenggut 144 korban tewas 179 orang luka berat 641 orang luka ringan dan 103 orang hilang Antara 11 Oktober 2010 …Warga menceritakan air yang datang bagaikan gelombang tsunami.

  3. Toddy Says:

    Data TRMM juga saya pakai sebagai acuan untuk pelengkap dalam laporan kerja mingguan. karena gak pakai umbro, tp memang sudah cukup akurat.

  4. persamaankuadrat Says:

    wah ngeri juga dampak la nina ini ….. mudah-mudahan tidak terjadi lagi

  5. Jelly Gamat Says:

    info yang sangat menarik,
    terimakasih atas infonya.

  6. Akhmad Fadholi Says:

    Assalamualaykum Pak,
    saya Akhmad, saya ingin tanya, untuk seorang pemula seperti saya, bagaimana menurut Bapak, cara mengolah data TRMM yang mudah? baik dari segi pengambilan data maupun aplikasi yang digunakan. Terimakasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • counter
  • Add to My Yahoo!
  • Powered by WordPress - WordPress Blogs Directory
  • Top Academics blogs
  • Bookmark and Share
  • Monitored by Pingdom
  • Review www.mbojo.wordpress.com on alexa.com
  • free counters
  • Read this FREE online!