Update Status: Asyiknya Berjalan-jalan LAGI ke Hutan Mangrove

Setelah hampir 3 tahun terlewati penulis menulis tentang “Asyiknya Berjalan-jalan di dalam Hutan Mangrove”, trus di tambah lagi tentang bagaimana suksesnya proses perbaikan hutan mangrove di kawasan tersebut pada tulisan ”Perubahan Luasan Tanaman Mangrove Di Tahura Ngurah Rai – Bali”, sepertinya sudah saatnya penulis mengupdate status tentang bagaimana MASIH asyiknya berjalan-jalan ke hutan mangrove tersebut. Statusnya saat ini, EKOWISATA HUTAN MANGROVE MAKIN RAMEEEE DAN DIGEMARI:mrgreen:, kayaknya sukses deh iklan tulisanku kemarin hehehe… (ke-GR-an deh penulis ini… :mrgreen:). Yup makin rame, coba deh lihat parkiran pada gambar di bawah, Rame kan kendaraannya…? walaupun sebagian besar yang mengunjunginya adalah para remaja yang berpasangan hehehe… tp ya tetap yang menggembirakan penulis adalah bahwa ekowisata makin digemari… remaja-remaja sudah mengakui bahwa mereka butuh hutan mangrove sebagai lokasi refreshing. Bahkan penuilis mendengar dari percakapan mereka, klo mereka juga berharap bahwa ada hutan mangrove yang dikelola seperti Mangrove Information Center (MIC) di daerah mereka.

Parkiran yang rame di depan parkiran MIC

Ekowisata di daerah perkotaan seperti di Denpasar memang sangat perlu sekali. Ditengah kesumpekan perkotaan, kesemerawutan transportasi, kejenuhan rutinitas pekerjaan, polusi knalpot kemacetan (hanya itu sumber polusi udara di Denpasar), dan masih banyak lagi hal-hal yang membuat masyarakat stress, maka keberadaannya suatu lokasi ekowisata di tengah perkotaan seperti hutan Mangrove memang sangat diperlukan. Mengapa harus ekowisata? Ekowisata merupakan kegiatan pariwisata yang menyangkut perjalanan ke kawasan alam yang secara relatif belum terganggu dengan tujuan untuk mengagumi, meneliti, dan menikmati pemandangan indah seperti : tumbuh-tumbuhan, binatang liar, termasuk unsur kebudayaan yang ditemukan di daerah tujuan. Nah kondisi ini bisa kita dapatin di ekowisata MIC.

Pemandangan-pemandangan yang bisa di lihat dari beberapa lokasi di MIC

Mau lihat binatang liar seperti burung? Ada… Burung besi pun ada kok…😀 kan dekat bandara hehehe…  tumbuhan-tumbuhan, ya pasti bisa dunk, kan itu emang tawarannya… budaya? Disekitar situ juga ada pura2 besar… nah apa lagi yang kurang???

Burung terbang yang dilihat dari tower pengamatan burung

Burung besi (pesawat) yang dilihat dari pos peristrahatan yang terakhir.

Apa si pentingnya ekowisata hutan mangrove seperti pertanyaan pada tulisan sebelumnya oleh Pak bery pandu. Pak bery pandu menanyakan pada siapa segmen pasar wisata mangrove. anak kecil, peneliti, dewasa atau siapa? Jawabannya bisa di lihat secara utuh pada gambar2 kegiatan di hutan mangrove di bawah. Secara umum yang paling banyak menikmati saat ini adalah remaja-remaja baik secara kelompok maupun secara berpasangan. Mereka benar-benar menikmati keheningan hutan alam tersebut. Remaja yang berpasangan merasa seperti hutan magrove ini adalah milik berdua hehehe… selain remaja, usaha-usaha foto preweding juga mendapat untung dari keberadaan MIC ini. Hampir setiap hari selalu saja ada yang memanfaatkan keindahan alam hutan mangrove untuk diabadikan sebagai latar belakang kebahagiaan pasangan yang ingin menikah.

Beragam kegiatan di sekitar tower pengamatan burung. preweding, bercanda gurau dengan teman2, dan ngajak jalan2 binatang peliharaan

Melewati trail bersama

Menikmati pemandangan dari pondok peristrahatan yang terakhir yang berlokasi paling dekat dengan laut

asyiknya foto2 dari puncak tower pengamatan burung. romantiskan di fotoin oleh pasangan🙂

untitle:mrgreen:

Kegiatan pengambilan gambar untuk prewedding

Keluarga? Penulis melihat sebuah kluarga besar menikmati angin sepoi-sepoi dan pemandangan di pondok peristrahatan terakhir yang memperlihatkan pemandangan yang sangat indah. Tidak sempat mengambil gambarnya sih. Tp penulis sempat mengabadikan sekluarga juga berjalan bersama anaknya. Gambar di bawah hanya terlihat seorang bapak menggandeng anaknya, di depannya bapak tersebut sebelumnya istrinya juga menggandeng anaknya yang lain. Selain itu ada juga kluarga lain yang datang setelahnya… trus yang bikin penulis salut juga adalah hutan mangrove di jadikan sebagai lokasi belajar. Bukan belajar tentang mangrove lho, tp belajar pelajaran sekolah. Berdiskusi tentang pelajaran sekolah dan berlokasi di hutan mangrove, betapa asyiknya itu… apa lagi aktivitas yang lain. Mngkin yang suka fotografi bisa jalan2 kesana jg.

Seorang naka dan ayahnya berjalan menysuri trail hutan mangrove

Sebuah keluarga berkunjung ke MIC

seorang pengunjung sedang belajar di atas tower pengamatan burung MIC

Bagaimana kondisi MIC itu sendiri saat ini? Sudah banyak perkembangan yang penulis rasakan. Di depannya telah ada tulisan peraturan tentang kegiatan2 apa saja yang tidak boleh di lakukan disana. Ada pendahuluan tentang MIC. Sudah ada toilet, Perbaikan jalan juga sebagian sedang di lakukan. Tapi sayang beberapa trail2 telah rusak yang bahkan bisa membahayakan bagi pengunjung2, trail2 juga di tulisi oleh oknum2 yang ga jelas. Papan2 informasi juga di corat-coret, tong sampah sudah jarang (padahal dulu di pondok peristrahatan yang terakhir ada tong sampah, skrg ga ada lagi). Padahal informasi, kondisi trail, dan tong sampah itu di butuhkan olehkan pengunjung2 lain. Makanya harus kita jaga dan jangan buang sampah sembarangan walaupun airnya sudah banyak sampah, tpkan sampah2 tersebut di harapkan bukan berasal dari pengunjung MIC. Klo bukan kita lagi yang menjaga lingkungan MIC, trus sapa lagi dunk. Oh iya, trail2nya juga ga semuanya rusak kok, ada juga yang masih bagus. Mungkin dengan retribusi Rp. 5000 per orang di harapkan ada perbaikan yang kontinyu terhadap sarana2 itu sehingga klo ngunjungin dan nulis lagi 3 tahun kedepan kondisinya masih tetap baik.

Peraturan selama di dalam MIC

Beberapa titian yang kondisinya cukup memprihatinkan

Beberapa titian yang kondisiya masih baik

Contoh coretan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab pada titian

4 Tanggapan to “Update Status: Asyiknya Berjalan-jalan LAGI ke Hutan Mangrove”

  1. faiq Says:

    Wah mangrovenya tambah subur aja ya Mas…, ikutan senang ngelihatnya… sejuk dipandang mata.
    Tapi…., ikut prihatin juga kalau sampai ada jembatan kayu (trail) yang rusak dan “belum sempat” diperbaiki, karena ini adalah fasilitas infrastruktur yang utama dari wisata ini. Sekaligus juga untuk kenyamanan & keamanan pengunjung.
    Bagaimanapun…, salut untuk kinerja pengelola MIC.

  2. La An Says:

    @faiq
    terimakasih dah berkunjung lagi pak… iya nieh pak tambah subur mangrovenya.. untuk trail sepertinya secara bertahap terus diperbaiki. mudah2an cepat proses perbaikannya pak…

  3. eka putra pramono Says:

    Saya pernah dua kali berkunjung ke lokasi MIC. Semua berjalan baik selama ada bantuan dari JICA. Entah sekarang setelah selesai proyek apakah BPHM wilayah II mampu untuk mempertahan kondisi yang sudah baik. Semoga ada keberlanjutan dan dapat menjadi contoh bagi kota/kab di Indonesia.

  4. pak yus Says:

    hehehe…🙂
    kalo kucing ninggalin jejaknya pake cakar2 phon, lah ini manusia ninggalin jejaknya pake Coretan…
    keren pak,
    btw saya ijin repost tulisan2 bapak di Blog saya (http://geografiuntukmu.blogspot.com/) ya?!
    soalnya belum bisa nulis sendiri cuma bisa nata ulang aja..hehehe….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • counter
  • Add to My Yahoo!
  • Powered by WordPress - WordPress Blogs Directory
  • Top Academics blogs
  • Bookmark and Share
  • Monitored by Pingdom
  • Review www.mbojo.wordpress.com on alexa.com
  • free counters
  • Read this FREE online!