Konservasi Tanah di Pulau Nusa Penida

Selamat datang di Pulau Nusa Penida. Pulau Nusa Penida merupakan satu dari tiga Pulau di Kecamatan Nusapenida, Kab. Klungkung Prop. Bali. 2 pulau lain adalah Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Nusa Lembongan. Ketiga pulau ini identik dengan kekeringan di Provinsi bali selain bagian timur dari Pulau Bali. Dari ketiga Pulau tersebut hanya Pulau Nusa Lembongan yang cukup bekembang dengan pariwisatanya dan saat ini nusa ceninganpun dah mulai berkembang. Sedangkan Pulau Nusa Penida cukup tertinggal. Transportasi dan listrik merupakan masalah utama perkembangan pariwisata di pulau ini selain masalah air bersih tentunya.

Masyarakat Nusa Penida mengandalkan hidupnya dari bertani. Komoditas pertanian andalan Nusa Penida adalah jagung, ubi kayu, kacang tanah, kacang ijo, kelapa dan jambu mete. Bahkan penduduk setempat menjadikan ubi kayu sebagai makanan pokok yang diolah menjadi gaplek. Produksi jagung, kacang tanah, dan jambu mete pada tahun 2002 terbesar se-Klungkung (kompas.com, 04-12-2003).

Berkembang pertanian di Nusa Penida ini tidak lepas dari bagusnya teknik konservasi tanah yang diterapkan di Pulau ini. Pulau Nusa Penida merupakan daerah lahan kering dengan topografi berombak sampai bergelombang dan didominasi oleh batu gamping. Tanah2 di Nusa Penida sebenarnya sangat subur dimana dari hasil sampel tanah di ketahui bahwa Kejenuhan Basa (KB) sangat tinggi akan tetapi perlu dilakukan penambahan N, P, K dan bahan organik. Akibat solum tanah yang dangkal (< 30 cm) serta bentuk lereng yang curam (didominasi oleh lereng > 45%) serta dengan keadaan curah hujan yang rendah ( rata-rata 1.152 mm/thn, data tahun 2003) menyebabkan potensi Erosi di daerah ini sangat tinggi.

Untuk menghindari tingginya tingkat erosi tersubut masyarakat nusa penida melakukan pembuatan terasering pada lahan-lahan pertanian yang mempunyai lereng yang terjal (> 15 %), hal ini dilakukan karena masyarakat tau bahwa apabila hal ini tidak dilakukan maka tanah2 yang mempuyai solum dangkal tersebut akan cepat habis diterjang erosi. Dan yang paling mencengangkan bahwa terasering tersebut sangat unik.

Seperti yang terlihat pada gambar disamping (klik untuk memperbesar) batas terasering di susun oleh batu kapur dan hampir seluruh lahan di nusa penida di buat seperti ini. Tidak bisa dibayangkan berapa lama waktu yang diperlukan untuk membuat terasering ini di seluruh lahan di nusa penida. Akan tetapi usaha ini masih terkendala dengan ketersediaan air akibat rendahnya curah hujan dan tidak bisanya memanfaatkan air dari sungai bawah tanah yang cukup tinggi tersedia di nusa penida. Potensi air sebenarnya sangat besar di Nusa Penida. Selain berasal dari hujan, potensi air dari mata air juga sangat. Adapun mata air yang terdapat di Nusa Penida adalah Mata air Penida dengan debit 125 liter per detik, Seganing (175 lt/dtk), Temaling (175 lt/dtk), Guyangan (175 lt/dtk), dan mata air Pelilit (125 lt/dtk). Total potensi air bersih mencapai 800 lt/dtk atau 69 juta lt/hari. (Balipost.co.id, 29-04-2007). Dengan potensi air sebanyak itu bila mampu dimanfaatkan akan sangat membantu dalam meningkatkan taraf hidup petani di Nusa Penida. Selain pembuatan embung, penyedotan mata air juga di perlukan. Akan tetapi permasalahan yg ada saat ini adalah lokasi mata air-mata air yang ada sangat susah di jangkau oleh petani karena berada di bawah jurang di tepi laut. Untuk penyedotan mata air mungkin perlu dilakukan pemetaan aliran sungai bawah tanah di pulau nusa penida sehingga bisa dilakukan pengeboran untuk penyedotan air tanah tersebut. Untuk penyedotan bisa memanfaatkan kincir angin seperti pemanfaatan angin untuk pembangkit listrik di nusa penida.

Metode dalam konservasi tanah ada beberapa macam, salah satunya adalah metode mekanik dengan pembuatan terasering. Menurut Arsyad (1989) metode mekanik merupakan perlakuan fisik mekanis terhadap terhadap tanah sehingga mampu mengurangi laju aliran permukaan dan erosi dengan cara pembangunan bagunan yang akhirnya mampu meningkatkan kemampuan penggunaan lahan. Adapun fungsi dari metode mekanik adalah (1) untuk mengurangi laju aliran permukaan, (2) menampung dan menyalurkan aliran permukaan sehingga kekuatan aliran permukaan tidak merusak, (3) meningkatkan kapisitas infiltrasi tanah dan memperbaiki aerasinya dan (4) mampu menyediakan air bagi tanaman. terasering merupakan metode konservasi tanah mekanik yang berfungsi untuk mengurangi panjang lereng sehingga dapat mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan yang akhirnya mampu menekan laju erosi, fungsi lainnya adalah untuk menangkap air sehingga mampu menyediakan air bagi tanaman.

Sumber:

Arsyad, Sitanala. 1989. Konservasi Tanah dan Air. IPB Press. Bogor
www.balipost.co.id/balipostcetak/2007/4/29/b9.html
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0312/04/otonomi/717286.htm

Pranala di Blog ini:


Ilmu Tanah
Tanah dan Lahan
Tanah
Susunan Utama Tanah
Segitiga Tekstur
Evaluasi Lahan
SUMBERDAYA
Pertanian Berkelanjutan
Pertanian Organik, Latar Belakangnya
Resep Pembuatan Kascing Dari Segi Ilmu Tanah
LAHAN KERING
Konservasi Tanah dan Air di Lahan Kering
Konservasi Tanah di Pulau Nusa Penida
EROSI DAN PERUBAHAN IKLIM
Pengaruh Tutupan Kanopi terhadap Besarnya Erosi Tanah
Prediksi Erosi dengan USLE dan Sistem Informasi Geografi
Klimatologi untuk Pertanian
Klasifikasi Iklim
MIKORIZA
Mikoriza, Tanah dan Tanaman di Lahan Kering
PERTANIAN PADA MASA BALI KUNO
Sejarah FOKUSHIMITI (Forum Komunikasi Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia)
Struktur Organisasi FOKUSHIMITI
Potensi Sampah Kota Sebagai Sumber Bahan Organik
Sampah dan Permasalahannya
Sistem Informasi Geografi (SIG)/Geographic Information System (GIS)
Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson
Implementasi SIG dalam Menunjang Pertanian Berkelanjutan
Peta Jenis Tanah Bali
Evaluasi Kesesuaian Curah Hujan, Temperatur dan Ketinggian untuk Tanaman Pisang dengan GIS
Aplikasi SIG dalam Proses Perencanaan

11 Tanggapan to “Konservasi Tanah di Pulau Nusa Penida”

  1. rhe.. Says:

    woiii….

    kq banyak banget ce britax..

  2. dita Says:

    thankZ yaw……your article was very help me to found my tags!!

  3. Kadek Suparta Says:

    Rahajeng,
    terima kasih atas informasinya Pak. Sangat menambah wawasan dan pengetahuan saya. Semoga sukses selalu. Suksma

  4. nimas ayu Says:

    pak mau nanya klo tentang jenis tanah di sulawesi utara terutama di minahasa utara umumnya seperti apa? ciri2nya seperti apa? kandungannya apa aja? pH&RH nya berapa? cocok untuk ditanami tanaman apa aja? apakah sudah pernah ada penelitian tentang jenis tanah di sulawesi utara? terima kasih Pak atas jawabannya. matur suksma.

  5. Anes Says:

    Terima kasi, informasi anda sangat membantu..
    trims

  6. mika Says:

    makasi dan tulisan anda membuat saya bisa menjawab tugas pengelolaan tanaah saya

  7. erni Says:

    saya minta artikel ini y kak buat tugas sekolah….
    makasi kak…
    salam kenal y kak,, saya adik nya nadia yg kuliah di ilmu tanah jg….

  8. La An Says:

    @All
    sama2 dan semoga berguna dan bermanfaat…

  9. ma.onk Says:

    oei.. makasi bwt artikelnya…
    sukses truz..

  10. putri Says:

    trima kasih buat artikelnya yang sudah membantu…
    good luck…^^

  11. suwastana Says:

    nusa penida memang indah dari wujudnya, tapi bila diselusuri lebih dalam lagi maka semua umat hindu akan tercengang terutama dalam perjalanan sepritualnya saya ambil contoh pura puncak temu dimana sebenarnya disana tidak pernah ada pura sama sekali “diliat dengan kasat mata”namun di dalam alam suci disana terdapat balai pertemuan antar dewa, hingga ada suatu kejadian yang dilihat ratusan orang dalam tiga desa, disana terlihat sinar api yang sangat besar dari sore hari hingga menjelang malam, api yang terlihat itu terus berdatangan. dan akhirnya para mangku yang spiritualnya tinggi menganggap tempat itu adalah tempat pertemuan para dewa ada juga pura yang sangat bertaksu di nusa penida yaitu pura dalem ped, ratu gede adalah pemeran utama di pura itu, yang membuat Ida ratu gede menjadi junjungan bagi masiarakat nusa penida adalah karena beliau selalu ada disetiap kenamasalah secara nyata, mimpi bahkan yang bersangkutan kebal mendadak dan yang membuat masiarakat datang dari luar kota adalah karena jarang tidak manjur permohonan yang mereka ajukan kepada beliau dan yang pastinya tiada ruginya anda dan kalian semua mencoba untuk tirta yatra ke nusa penida. perlu diketahui saya bukan tapakan atau sejenisnya, tapi saya hanya memberi tau kalian yang seumat karena bagi saya semua itu adalah darma terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • counter
  • Add to My Yahoo!
  • Powered by WordPress - WordPress Blogs Directory
  • Top Academics blogs
  • Bookmark and Share
  • Monitored by Pingdom
  • Review www.mbojo.wordpress.com on alexa.com
  • free counters
  • Read this FREE online!