Bencana Cuaca

Dalam beberapa bulan belakangan ini sudah banyak sekali korban jiwa akibat bencana “cuaca”.

Diperkirakan 150 orang tewas dan hampir 20 juta orang mengungsi akibat banjir besar yang melanda kawasan India, Bangladesh, Nepal dan negara-negara tetangganya (riaupos.com, 04-08-2007).

Inggris mendapatkan curah hujan yang tertinggi sepanjang sejarah, bahkan sebelum bulan Juli ini berakhir. Demikian pernyataan Badan Meteorologi Inggris, Kamis (26/7). Seperti terlihat dari prakiraan cuaca yang dirilis badan meteorologi, curah hujan yang turun di seluruh negeri Inggris dan Wales tercatat 387,6 milimeter (15,3 inchi), ini adalah angka tertinggi sejak tahun 1766 (sinarharapan.co.id, 27-07-07)

Sementrara itu, belahan lain benua Eropa dilanda cuaca panas. Departemen Kesehatan Hongaria menyatakan, gelombang panas yang melanda negara itu menyebabkan 500 orang meninggal. Temperatur di Hongaria terus merangkak hingga mencapai di atas 40 derajat Celcius pekan lalu (suaramerdeka.com, 26-07-07).

Badai tropis menerjang Vietnam. Sebanyak 29 orang tewas dan 12 lainnya dinyatakan hilang akibat bencana ini. Pemerintah setempat mengatakan badai tahun ini menjadi yang terburuk selama ini dan mengakibatkan banjir terbesar selama 30 tahun terakhir. Menurut Badan Meteorolgi setempat, badai tropis sudah mulai mereda sejak Senin. Namun, hujan lebat yang disebabkan badai tersebut masih terus berlanjut hingga hari ini (perempuan.com, 09-08-07)

Hujan lebat yang yang turun di New York, Rabu (8/8) pagi, menyebabkan satu orang tewas, membanjiri jalur kereta bawah tanah, dan menunda penerbangan di tiga bandara. Ribuan komuter terjebak selama dua jam lebih. Badai hujan yang terjadi sebelum fajar membuat atap rumah beterbangan, menenggelamkan mobil dan merendam stasiun kereta bawah tanah. Angin kencang dan hujan lebat menumbangkan pohon-pohon. Beberapa di antaranya menimpa mobil dan menghalangi jalan-jalan. Arus listrik di beberapa tempat putus. Banyak toko ditutup dan karyawan tidak masuk kerja (sinarharapan.co.id, 09-08-07).

Mozambique, sebuah negara di Afrika, juga menderita banjir paling hebat dalam enam tahun terakhir pada Februari. Di negara tetangganya, Sudan, badai siklon tropis mengamuk hebat dan membuat air Sungai Nil meluap sehingga terjadi banjir bandang dahsyat. Di belahan benua sebelah Afrika, Amerika, rakyat Uruguay pun merasakan banjir terburuk sejak 1959 pada Mei. Pada Mei juga, gelombang pasang menenggelamkan sekitar 68 pulau di Kepulauan Malvinas. Di perairan Arab untuk yang pertama ditemukan badai siklon pada Juni. Akibatnya, permukiman di Oman dan Iran rusak. Rekor temperatur tercapai di Eropa Tenggara pada Juni dan Juli. Di bagian barat dan tengah Rusia, suhu paling tinggi terjadi pada Mei. Di sebagian besar negara-negara di Benua Eropa, April adalah bulan terpanas yang pernah terjadi. Pada bulan yang sama di Argentina dan Cile suhu dingin menusuk tulang. Suhu ekstrem ini tidak pernah terjadi pada Juli. (pelangi.or.id, 09-08-07)

Sementara itu, di bagian selatan bumi, muncul hujan salju yang tidak biasa terjadi. Di Argentina, terjadi hujan salju untuk kali pertama sejak 89 tahun terakhir. Demikian juga di Afrika Selatan. Di kawasan Timur Tengah, muncul topan yang belum pernah terjadi dalam catatan sejarah. Topan yang melanda Oman dan Iran tersebut menelan 50 korban jiwa. (indopos.co.id, 11-08-07)

Kebakaran di Jambi yang terjadi sejak pekan lalu kian meluas. Hasil pantauan satelit NOAA, terdapat 170 titik panas yang tersebar di tujuh kabupaten yaitu Tebo, Bungo, Merangin, Batanghari, Sarolangun, Muarojambi, Tanjungjabung Barat dan Tanjungjabung Timur. Titik api terbanyak, terdapat di sejumlah kecamatan di wilayah Tebo yaitu sekitar 65 titik. Areal yang terbakar antara lain perkebunan kelapa sawit dan sebagian besar di daerah pemegang HPH (hak pengusahaan hutan) (tempointeraktif.com, 11-08-07)

Banjir bandang di salah satu kota kecil di China tengah menewaskan 78 orang dan membuat sedikitnya 18 orang hilang, kata media resmi Sabtu (4/8), sementara itu ribuan petugas pemadam kebakaran berjuang keras untuk mengatasi kebakaran hutan di bagian utara negara itu. Kota Lushi, di barat provinsi Henan, dilanda hujan lebat terus-menerus selama sepekan terakhir (Kapanlagi.com, 04-08-07)

Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), terus meningkat dan saat ini sudah mencapai 67 orang serta dan 18 lainnya masih dinyatakan hilang. (antara.co.id, 04-08-07)

Dan masih banyak lagi bencana cuaca yang lainnya. Hal lain lagi yang menarik untuk diketahui ternyata badai topan ganas Katrina, Rita dan Wilma terbentuk dalam satu musim pada tahun 2005. Mencengangkan, ini tidak pernah terjadi sebelumnya…..

Tapi ada yg lucu.

“Masyarakat harus diberitahu soal perubahan iklim supaya mereka siap-siap. Dan penyampaian informasi tidak bisa cuma lewat pidato, tapi harus lewat iklan di media massa. Intinya adalah mempersiapkan masyarakat terhadap perubahan iklim,” kata dia. Lebih lanjut, Rachmat Witoelar, di Jakarta pada Senin menyatakan bahwa dukungan media massa dalam sosialisasi fenomena perubahan iklim dunia masih sangat minim. Menurut dia, penayangan iklan layanan masyarakat Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) tentang perubahan iklim di media televisi misalnya, dikenakan tarif iklan normal. “Kami harus mencari sponsor untuk bisa menampilkan iklan layanan masyarakat di televisi,” katanya.Rachmat menjelaskan, saat ini pengusaha-pengusaha televisi belum melihat sosialisasi perubahan iklim sebagai kepentingan bersama.”Mereka seharusnya memandang penyebaran informasi soal perubahan iklim sebagai sesuatu yang urgen, sesuatu yang sangat penting,” kata dia. Media massa, lanjut Rachmat, masih memperlakukan iklan layanan masyarakat tentang perubahan iklim sebagai “bisnis biasanya” (“bussiness as usual”). (antara.co.id, 13-08-07)

Menurut kajian beberapa ahli cuaca keadaan seperti ini belum merupakan perubahan iklim tapi masih merupakan anomali atau variadibilitas cuaca.

Menurut Winarso (2003) berdasarkan kajian dan pantauan dibidang iklim siklus cuaca dan iklim terpanjang adalah 30 tahun dan terpendek adalah10 tahun dimana kondisi ini dapat menunjukkan kondisi baku yang umumnya akan berguna untuk menentukan kondisi iklim per dekade.

Seandainya mengikuti suatu siklus iklim atau dikatakan kejadian2 di atas merupakan suatu perubahan iklim, maka kejadian diatas harus terjadi selama 10 sampai 30 tahun berturut2 atau rata2 kejadian ekstrim tersebut harus lebih banyak dari rata2 kejadian normal selama 10 sampai 30 tahun. tapi kta tidak berharapkan anomali ini terjadi terus menerus. anomali cuaca ini merupakan tanda akan terjadinya perubahan iklim, mudah2an kita sebagai manusia yang berakal bisa beradaptasi lebih cepat dari proses perubahan iklim ini sehingga bisa menyelamatkan lebih banyak mahluk hidup dibumi ini.

fenomena perubahan iklim tidak bisa dihindari lagi, kita hanya bisa mengurangi dampak negatifnya (mitigasi) atau menghambat laju prosesnya (Rachmat Witoelar).

Pranala di Blog ini:

Pemanasan Global (catatan mengenai sebabnya)
Pemanasan Global (catatan mengenai akibatnya)
Cuaca dan Iklim
Klimatologi untuk Pertanian
Perubahan Iklim di Bali
Susahnya Memprediksi Hujan
El Nino dan La Nina
Klasifikasi Iklim
Perlukan Informasi Peringatan Dini Kebencanaan???
Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson
HUJAN
La Nina kah Penyebab Banjir Dimusim Kemarau?
Info El Nino dan La Nina terkini
Identifikasi Hubungan Fluktuasi Nilai SOI Terhadap Curah Hujan Bulanan Di Kawasan Batukaru-Bedugul, Bali
Perubahan Iklim; Tinjauan Pustaka
PENYEBAB VARIABILITAS HUJAN DI INDONESIA
Hubungan Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim
EROSI DAN PERUBAHAN IKLIM
PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Pendahuluan
EVALUASI ZONA AGROKLIMAT KLASIFIKASI SCHIMIDT-FERGUSON DI PULAU LOMBOK
Apa sih Banjir…?
Faktor Penyebab Banjir (1)
Faktor Penyebab Banjir (2): Perubahan Lingkungan

a

2 Tanggapan to “Bencana Cuaca”

  1. Ahmad luthfi Says:

    Terima kasih atas segala infonya. Moga2 dapat memberikan manfaat buat siapa saja… bravo indonesia

  2. Rabindra Says:

    mendidik, bagus untuk anak sekolah!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • counter
  • Add to My Yahoo!
  • Powered by WordPress - WordPress Blogs Directory
  • Top Academics blogs
  • Bookmark and Share
  • Monitored by Pingdom
  • Review www.mbojo.wordpress.com on alexa.com
  • free counters
  • Read this FREE online!