<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>La An</title>
	<atom:link href="http://mbojo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbojo.wordpress.com</link>
	<description>Untukku dan Untukmu</description>
	<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 09:22:13 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Hubungan Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2008/07/17/hubungan-efek-rumah-kaca-pemanasan-global-dan-perubahan-iklim/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2008/07/17/hubungan-efek-rumah-kaca-pemanasan-global-dan-perubahan-iklim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 09:22:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Klimatologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Secara umum iklim sebagai hasil interaksi proses-proses fisik dan kimiafisik parameternya, seperti suhu, kelembaban, angin, dan pola curah hujan yang terjadi   pada suatu tempat di muka bumi. Untuk mengetahui kondisi iklim suatu tempat, menurut ukuran internasional diperlukan nilai rata-rata parameternya selama kurang lebih 30 tahun. Iklim muncul akibat dari pemerataan energi bumi yang tidak tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Secara umum iklim sebagai hasil interaksi proses-proses fisik dan kimiafisik parameternya, seperti suhu, kelembaban, angin, dan pola curah hujan yang terjadi   pada suatu tempat di muka bumi. Untuk mengetahui kondisi iklim suatu tempat, menurut ukuran internasional diperlukan nilai rata-rata parameternya selama kurang lebih 30 tahun. Iklim muncul akibat dari pemerataan energi bumi yang tidak tetap dengan adanya perputaran/revolusi bumi mengelilingi matahari selama kurang lebih 365 hari serta rotasi bumi selama 24 jam. Hal tersebut menyebabkan radiasi matahari yang diterima berubah tergantung lokasi dan posisi geografi suatu daerah.  Daerah yang berada di posisi sekitar 23,5 Lintang Utara – 23,5 Lintang Selatan, merupakan daerah tropis yang konsentrasi energi suryanya surplus dari radiasi matahari yang diterima setiap tahunnya</span><span id="more-103"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Secara alamiah sinar matahari yang masuk ke bumi, sebagian akan dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa. Sebagian sinar matahari yang dipantulkan itu akan diserap oleh gas-gas di atmosfer yang menyelimuti bumi –disebut gas rumah kaca, sehingga sinar tersebut terperangkap dalam bumi. Peristiwa ini dikenal dengan efek rumah kaca (ERK) karena peristiwanya sama dengan rumah kaca, dimana panas yang masuk akan terperangkap di dalamnya, tidak dapat menembus ke luar kaca, sehingga dapat menghangatkan seisi rumah kaca tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Peristiwa alam ini menyebabkan bumi menjadi hangat dan layak ditempati manusia, karena jika tidak ada ERK maka suhu permukaan bumi akan 33 derajat Celcius lebih dingin. Gas Rumah Kaca (GRK) seperti <span>CO<sub>2 </sub></span>(Karbon dioksida),<span>CH<sub>4</sub></span>(Metan) dan <span>N<sub>2</sub>O </span>(Nitrous Oksida), <span>HFCs</span> (Hydrofluorocarbons), <span>PFCs</span> (Perfluorocarbons) and <span>SF<sub>6</sub> </span>(Sulphur hexafluoride) yang berada di atmosfer dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia terutama yang berhubungan dengan pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, dan batubara) seperti pada pembangkitan tenaga listrik, kendaraan bermotor, AC, komputer, memasak. Selain itu GRK juga dihasilkan dari pembakaran dan penggundulan hutan serta aktivitas pertanian dan peternakan. GRK yang dihasilkan dari kegiatan tersebut, seperti karbondioksida, metana, dan nitroksida, menyebabkan meningkatnya konsentrasi GRK di atmosfer. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Berubahnya komposisi GRK di atmosfer, yaitu meningkatnya konsentrasi GRK secara global akibat kegiatan manusia menyebabkan sinar matahari yang dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa, sebagian besar terperangkap di dalam bumi akibat terhambat oleh GRK tadi. Meningkatnya jumlah emisi GRK di atmosfer pada akhirnya menyebabkan meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi, yang kemudian dikenal dengan Pemanasan Global. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Sinar matahari yang tidak terserap permukaan bumi akan dipantulkan kembali dari permukaan bumi ke angkasa. Setelah dipantulkan kembali berubah menjadi gelombang panjang yang berupa energi panas. Namun sebagian dari energi panas tersebut tidak dapat menembus kembali atau lolos keluar ke angkasa, karena lapisan gas-gas atmosfer sudah terganggu komposisinya. Akibatnya energi panas yang seharusnya lepas keangkasa (stratosfer) menjadi terpancar kembali ke permukaan bumi (troposfer) atau <span>adanya energi panas tambahan kembali lagi ke bumi </span>dalam kurun waktu yang cukup lama<span>, </span>sehingga lebih dari dari kondisi normal, inilah efek rumah kaca berlebihan karena komposisi lapisan gas rumah kaca di atmosfer terganggu, akibatnya <span>memicu naiknya suhu rata-rata dipermukaan bumi</span> maka terjadilah <span>pemanasan global</span>. Karena <span>suhu</span> adalah salah satu parameter dari iklim dengan begitu berpengaruh pada iklim bumi, terjadilah <span>perubahan iklim </span>secara global.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Pemanasan global dan perubahan iklim menyebabkan</span><span lang="SV"> terjadinya kenaikan suhu, mencairnya es di kutub, meningkatnya permukaan laut, bergesernya garis pantai, musim kemarau yang berkepanjangan, periode musim hujan yang semakin singkat, namun semakin tinggi intensitasnya, dan anomaly-anomali iklim seperti El Nino - La Nina dan Indian Ocean Dipole (IOD). </span>Hal-hal ini kemudian akan menyebabkan tenggelamnya beberapa pulau dan berkurangnya luas daratan, pengungsian besar-besaran, gagal panen, krisis pangan, banjir, wabah penyakit, dan lain-lainnya</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mbojo.wordpress.com/103/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mbojo.wordpress.com/103/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=103&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2008/07/17/hubungan-efek-rumah-kaca-pemanasan-global-dan-perubahan-iklim/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mbojo-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Registrasi Peta di ArcView Menggunakan Extension Register and Transform tool</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2008/06/19/registrasi-peta-di-arcview-menggunakan-extension-register-and-transform-tool/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2008/06/19/registrasi-peta-di-arcview-menggunakan-extension-register-and-transform-tool/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 09:29:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sistem Informasi Geografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Registrasi peta merupakan langkah awal dalam pemasukan data di ArcView. Sebelum proses digitasi, peta harus diregistrasi dulu utk menyamakan koordinat peta hasil scan dengan koordinat bumi sebenarnya. Proses ini biasa disebut koreksi geometric. Di ArcView ada beberapa cara utk meregistrasi peta, seperti memanfaatkan Extensions Register and Transform tool dan Extensions Spasial Anayst. Disini saya akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">Registrasi peta merupakan langkah awal dalam pemasukan data di ArcView. Sebelum proses digitasi, peta harus diregistrasi dulu utk menyamakan koordinat peta hasil scan dengan koordinat bumi sebenarnya. <span lang="IT">Proses ini biasa disebut koreksi geometric. Di ArcView ada beberapa cara utk meregistrasi peta, seperti memanfaatkan Extensions Register and Transform tool dan Extensions Spasial Anayst. Disini saya akan coba membagi pengalaman saya dalam meregistrasi peta menggunkana extensions Register and Transform tool.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT">Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengaktivkan extension ini dan extensions JPGE (JFIF) Image Support dengan memilih menu file </span><span style="font-family:Wingdings;" lang="IT"><span>à</span></span><span lang="IT"> extensions. Setelah itu di menu view akan muncul sub menu register and tranform sprt gambar di bawah. Selanjutnya panggil peta yg akan di register dalam bntuk *.JPG, atau *.TIFF</span><span id="more-101"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT"> </span><img src="http://img263.imageshack.us/img263/6118/76467965vo2.png" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff9900;">Gambar menu view dan sub menu Register and Tranform</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Selanjutnya pada menu view pilih sub menu register and tranform dan akan kluar kotak dialog register and transform (Gambar dibawah). Klik tool source point, selanjutnya klik daerah atau titik yg telah diketahui </span><span lang="SV">koornitanya. </span><span lang="IT">Koordinat tersebut biasanya telah ada pada peta2 rupa bumi. Seperti pada gambar di bawah. </span><span lang="SV">Ulangin hal tersebut minimal pada 4 tempat berbeda sampai menemukan RMS eror terkecil. Klo belum menemukan RMS eror terkecil mending di ulangin deh, itu tandanya titik yg dimasukkin tadi belum benar atau tempat penempatan titik belum benar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span><img src="http://img179.imageshack.us/img179/992/40547987fg4.jpg" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff9900;">Gambar kotak dialog Transform and Register</span></p>
<p class="MsoNormal"><img src="http://img364.imageshack.us/img364/1640/59538045qn8.jpg" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff9900;">Gambar pemasukkan titik ikat</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Setelah mendapatkan nilai RMS eror terkecil klik Write World File. Hal ini merupakan pembuatan sebuah file baru yang merupakan file yg mngikat file JPGE tadi sehingga pisisinya sesuai dengan permukaan yg sebenarnya. Setalah file ini tersimpan maka file/theme JPGE tadi akan kluar dan dipanggil lagi seperti biasa. Setalah dilakukan proses pemanggilan ulang ini, peta tersebut sudah dalam posisi teregistrasi/terkoreksi koordinatnya. Sekarang tinggal tutup kotak dialog </span>Register and Transform.</p>
<p class="MsoNormal"><img src="http://img522.imageshack.us/img522/8215/64871338cv1.jpg" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#ff9900;">gambar hasil akhir</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Selamat mencoba</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mbojo.wordpress.com/101/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mbojo.wordpress.com/101/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=101&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2008/06/19/registrasi-peta-di-arcview-menggunakan-extension-register-and-transform-tool/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mbojo-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img263.imageshack.us/img263/6118/76467965vo2.png" medium="image" />

		<media:content url="http://img179.imageshack.us/img179/992/40547987fg4.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img364.imageshack.us/img364/1640/59538045qn8.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img522.imageshack.us/img522/8215/64871338cv1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Vegetation Index</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2008/06/04/vegetation-index/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2008/06/04/vegetation-index/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 13:52:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sistem Informasi Geografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Indeks vegetasi merupakan nilai yang diperoleh dari gabungan beberapa spektral band spesifik dari citra penginderaan jauh. Gelombang indeks vegetasi diperoleh dari energi yang dipancarkan oleh vegetasi pada citra penginderaan jauh untuk menunjukkan ukuran kehidupan dan jumlah dari suatu tanaman. Tanaman memancarkan dan menyerap gelombang yang unik sehingga keadan ini dapat di hubungakan dengan pancaran gelombang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://img207.imageshack.us/img207/8228/ndviuj9.jpg" alt="" width="299" height="292" /><span lang="SV">Indeks vegetasi merupakan nilai yang diperoleh dari gabungan beberapa spektral band spesifik dari citra penginderaan jauh. Gelombang indeks vegetasi diperoleh dari energi yang dipancarkan oleh vegetasi pada citra penginderaan jauh untuk menunjukkan ukuran kehidupan dan jumlah dari suatu tanaman. Tanaman memancarkan dan menyerap gelombang yang unik sehingga keadan ini dapat di hubungakan dengan pancaran gelombang dari objek-objek yang lain sehingga dapat di bedakan antara vegetasi dan objek selain vegetasi (Horning, 2004).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Tanaman hidup menyerap gelombang tampak (<em>visible</em>) biru dan merah serta memantulkan gelombang hijau, oleh karena itulah kenapa mata manusia melihat daun-daun tanaman yang hidup adalah berwarna hijau. Akan tetapi ada satu jenis gelombang lain yang juga di pantulkan oleh tanaman selain gelombang hijau, akan tetapi gelombang ini tidak dapat di lihat oleh mata (<em>invisible</em>), gelombang ini adalah gelombang infra merah dekat (CCRS, 2007).</span><span id="more-99"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Ada banyak metode yang digunakan untuk menghitung indeks vegetasi, yang bisa digunakan adalah NDVI. NDVI merupakan suatu pembagian dari gelombang yang dipantulkan oleh vegetasi dengan gelombang yang diserap oleh tanaman yaitu gelombang infrared dekat dengan gelombang merah, dan penjumlahan dan pengurangannya dari tiap-tiap gelombang merupakan suatu normalisasi dari irradians (Shorts, 2006).</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mbojo.wordpress.com/99/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mbojo.wordpress.com/99/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=99&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2008/06/04/vegetation-index/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mbojo-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img207.imageshack.us/img207/8228/ndviuj9.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>PENYEBAB VARIABILITAS HUJAN DI INDONESIA</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2008/05/10/penyebab-variabilitas-hujan-di-indonesia/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2008/05/10/penyebab-variabilitas-hujan-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 14:41:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Klimatologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Proses terjadinya cuaca dan iklim merupakan kombinasi dari variabel-variabel atmosfer yang sama yang disebut unsur-unsur iklim. Unsur-unsur iklim ini terdiri dari radiasi surya, suhu udara, kelembaban udara, awan, presipitasi, evaporasi, tekanan udara dan angin. Unsur-unsur ini berbeda dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat yang disebabkan oleh adanya pengendali-pengendali iklim (Anonim, ? ). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://www.inkcinct.com.au/Web/CARTOONS/2006/2006-307-above-average-rainfall.jpg" alt="" width="417" height="319" /><span>Proses terjadinya cuaca dan iklim merupakan kombinasi dari variabel-variabel atmosfer yang sama yang disebut unsur-unsur iklim. Unsur-unsur iklim ini terdiri dari radiasi surya, suhu udara, kelembaban udara, awan, presipitasi, evaporasi, tekanan udara dan angin. Unsur-unsur ini berbeda dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat yang disebabkan oleh adanya pengendali-pengendali iklim (Anonim, ? ). Pengendali iklim atau faktor yang dominan menentukan perbedaan iklim antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain menurut Lakitan (2002) adalah (1) posisi relatif terhadap garis edar matahari (posisi lintang), (2) keberadaan lautan atau permukaan airnya, (3) pola arah angin, (4) rupa permukaan daratan bumi, dan (5) kerapatan dan jenis vegetasi.</span><span id="more-98"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Indonesia merupakan negara yang dilewati oleh garis katulistiwa serta dikelilingi oleh dua samudra dan dua benua. Posisi ini menjadikan Indonesia sebagai daerah pertemuan <span>sirkulasi meridional</span> (Utara-Selatan) dikenal sebagai <span>Sirkulasi Hadley </span>dan sirkulasi zonal (Timur-Barat) dikenal sebagai <span>Sirkulasi Walker</span>, dua sirkulasi yang sangat mempengaruhi keragaman iklim di Indonesia. Pergerakan matahari yang berpindah dari 23.5<sup>o</sup> Lintang Utara ke 23.5<sup>o</sup> Lintang Selatan sepanjang tahun mengakibatkan timbulnya aktivitas <span>moonson </span>yang juga ikut berperan dalam mempengaruhi keragaman iklim. Pengaruh lokal terhadap keragaman iklim juga tidak dapat diabaikan, karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan bentuk topografi sangat beragam menyebabkan sistem golakan lokal cukup dominan.<span> </span>Faktor lain yang diperkirakan ikut berpengaruh terhadap keragaman iklim di Indonesia ialah gangguan siklon tropis. </span><span>Semua aktivitas dan sistem ini berlangsung secara bersamaan sepanjang tahun akan tetapi besar pengaruh dari masing-masing aktivitas atau sistem tersebut tidak sama dan dapat berubah dari tahun ke tahun (Boer, 2003).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Fenomena El-Nino dan La-Nina merupakan salah satu akibat dari penyimpangan iklim. Fenomena ini akan menyebabkan penurunan dan peningkatan jumlah curah hujan untuk beberapa daerah di Indonesia. Menurut Boer (2003) sejak tahun 1844 Indonesia telah mengalami kejadian kekeringan atau jumlah curah hujan di bawah rata-rata normal tidak kurang dari 43 kali. Dari 43 kali kejadian tersebut hanya 6 kali kejadiannya tidak bersamaan dengan kejadian fenomena El-Nino, hal ini menunjukkan bahwa keragaman hujan di Indonesia sangat dipengaruhi oleh fenomena ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Menurut penelitia Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi seperti yang diungkapkan oleh Irianto (2003) bahwa dampak dari fenomena El-Nino menyebabkan penurunan jumlah curah hujan musim hujan, musim kemarau, awal musim kemarau lebih cepat dan awal musim hujan lebih lambat. Irianto, dkk (2000) juga mengungkapkan bahwa pada saat fenomena El-Nino terjadi, curah hujan untuk wilayah Pulau Jawa dan Nusa Tenggara mengalami penurunan jumlah hujan yang mencapai 60% dari rata-rata curah hujan normal. Berbeda dengan El-Nino, pada saat fenomena La-Nina berlangsung menurut Effendy (2001) akan meningkatkan jumlah curah hujan tahunan sekitar 50 mm dari curah hujan rata-rata normal, dimana saat bulan Desember, Januari dan Februari curah hujan meningkat sangat nyata. Irianto, dkk (2000) mengatakan bahwa pada saat fenomena La-Nina terjadi di Pulau Jawa curah hujan meningkat sampai 140%, sedangkan di Pulau Sumatra dan Kalimantan peningkatannya mencapai 120%. Boer (2003) juga mengatakan bahwa La-Nina berpengaruh nyata terhadap peningkatan jumlah curah hujan pada musim kemarau dari pada jumlah hujan pada saat musim hujan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;">Liong, dkk (2003) mengatakan bahwa pengaruh ENSO cukup kuat untuk berbagai tempat di Indonesia. Dengan melihat anomali SST pada Niño 3.4, perioda 1961 sd 2001 wilayah Maritime Continent bagian timur mempunyai koefisien korelasi sekitar –0,6 pada waktu terjadi El Niño sedangkan wilayah NAIM (North Australia-Indonesian Monsoon) hanya sekitar –0,3. Untuk wilayah Maritime Continent bagian barat dan SEAM (South East Asia Monsoon) masih belum ada kesimpulan yang jelas karena ada yang berkorelasi –0.7 untuk Padang pada tahun El Niño 97/98 tetapi berkorelasi –0.2 pada tahun El Niño 82/83 demikian juga untuk Medan berkorelasi –0.45 pada tahun 97/98 tetapi berkorelasi 0.11 pada tahun 82/83, sehingga dapat dikatakan korelasinya dengan El Niño sangat lemah. </span><span style="color:black;">Untuk Maritime Continent barat khususnya Jawa Barat dan Sumatra Selatan pengaruh IOD diperhitungkan. Pada umumnya ketika terjadi El Niño, DMI (Dipole Mode Index) positif sehinga efeknya saling memperkuat tetapi ada kasus ketika bukan tahun El Niño Indonesia kering, ternyata ketika itu DMI positif, jadi tahun Indonesia kering ketika bukan tahun El Niño dapat dijelaskan dari pengaruh IOD. Menurut Hendon (2003) dalam </span><span>Aldrian dan Susanto (2003) <span style="color:black;">variabilitas SST di Niño 3.4 diperkirakan mempengaruhi 50% variasi curah hujan seluruh Indonesia, sedangkan variabilitas SST di Samudera Hindia hanya mempengaruhi 10-15% curah hujan di seluruh Indonesia.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Pengaruh fenomena El-Nino terhadap hujan di Indonesia sangat beragam. Pengaruh El-Nino kuat pada daerah yang berpola hujan moonson, lemah pada daerah berpola hujan equatorial dan tidak jelas pada daerah dengan pola hujan lokal (Tjasyono, 1997 dalam Irianto, dkk., 2000), sedangkan IOD hanya berpengaruh jelas pada daerah berpola hujan monson (Nugroho <em>and</em> Yatini, 2007).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span>Selain akibat pengaruh fluktuasi suhu permukaan laut di samudera pasifik dan Samudera Hindia (ENSO dan IOD), fenomena fase aktif osilasi intra-musiman yg dikenal sebagai MJO (Madden-Julian Oscillation) juga mempengaruhi variabilitas hujan di Indonesia. </span><span>MJO adalah osilasi/gelombang tekanan (pola tekanan tinggi-tekanan rendah) dengan periode lebih kurang 48 hari yang menjalar dari barat ke timur. Biasanya berawal di pantai timur Afrika kemudian menjalar ke timur dan menghilang di bagian tengah Pasifik<span> </span>. Menurut Geerts and Wheeler (199 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> MJO akan menyebabkan terjadinya variasi pada pola angin, suhu permukaan laut (SPL), awan dan hujan. fase aktif MJO bila bersamaan waktunya dengan dengan musim hujan (Desember, Januari dan Februari) atau angin munsoon barat dapat menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan sekitar 200%. <span>gambar di bawah menunjukkan pergerakan pola hujan serta anomalinya pada daerah-daerah yang dilewati oleh  MJO.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><img src="http://envam1.env.uea.ac.uk/images/mjo_pptcmap_djf_anim.gif" alt="" width="808" height="599" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mbojo.wordpress.com/98/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mbojo.wordpress.com/98/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=98&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2008/05/10/penyebab-variabilitas-hujan-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mbojo-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.inkcinct.com.au/Web/CARTOONS/2006/2006-307-above-average-rainfall.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://envam1.env.uea.ac.uk/images/mjo_pptcmap_djf_anim.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Faktor Penyebab Banjir (2): Perubahan Lingkungan</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2008/04/07/faktor-penyebab-banjir-2-perubahan-lingkungan/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2008/04/07/faktor-penyebab-banjir-2-perubahan-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 02:58:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Science]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[
Perubahan lingkungan? Tidak bisa kita pungkiri, dengan semakin meningkatnya populasi manusia telah menyebabkan semakin terdesaknya kondisi lingkungan. Saat ini yang paling hangat dibicarakan akibat dari perubahan lingkungan adalah terjadinya pemanasan global, selain itu kita juga telah merubah penggunaan lahan ~yang juga perubahan lingkungan~ yang berakibat pada berkurangnya tutupan lahan. Semakin lama jumlah vegetasi semakin berkurang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://img255.imageshack.us/img255/9649/30665016ja0.png" alt="" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Perubahan lingkungan? Tidak bisa kita pungkiri, dengan semakin meningkatnya populasi manusia telah menyebabkan semakin terdesaknya kondisi lingkungan. Saat ini yang paling hangat dibicarakan akibat dari perubahan lingkungan adalah terjadinya pemanasan global, selain itu kita juga telah merubah penggunaan lahan ~<em>yang juga perubahan lingkungan</em>~ yang berakibat pada berkurangnya tutupan lahan. Semakin lama jumlah vegetasi semakin berkurang, khususnya di daerah perkotaan. Berdasarkan penelitian Diarniti (2007) jumlah vegetasi di denpasar pada tahun 1994 adalah 45.31% dan pada tahun 2003 itu 17.86%, klo gitu dah berkurang 27,45% dari tahun 1994 sampai 2003, ini Denpasar lho… gimana Jakarta ya… <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  <span id="more-97"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Akibat pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan pada pola iklim yg akhirnya merubah pola curah hujan, makanya jngan heran kalau sewaktu-waktu hujan bisa sangat tinggi intensitasnya dan kadang sangat rendah. Berdasarkan analisis statistik data curah hujan dari tahun 1900 sampai tahun 1989 terhadap variansi hujan dengan menggunakan uji F dihasilkan bahwa telah terjadi perubahan intensitas hujan untuk lokasi Ambon, Branti, Kotaraja, Padang, Maros, Kupang, Palembang, dan Pontianak (Slamet dan Berliana, 2006). Berdasarkan kajian LAPAN (2006) ~LAPAN lho ini <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ~ banjir yang terjadi di Jakarta Januari tahun 2002, Juni 2004 dan Februari 2007 bertepatan dengan fenomena La Nina dan MJO (Madden-Julian oscillation), kedua fenomena ini menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan diatas normal. Memang, berdasarkan kesimpulan penelitian tersebut bukan hanya faktor iklim yang menyebabkan terjadinya banjir, tp juga di sebabkan oleh perubahan penggunaan lahan dan penyempitan saluran drainase (sungai).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Perubahan penggunaan lahan dan otomatis juga terjadi perubahan tutupan lahan ~<em>penggunaan lahan itu ada pemukiman, sawah, tegalan, ladang dll sedangkan tutupan lahan itu vegetasi yang tumbuh di atas permukaan bumi</em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ~ menyebabkan semakin tingginya aliran permukaan. Aliran permukaan terjadi apabila curah hujan telah melampaui laju infiltrasi tanah. Menurut Castro (1959) tingkat aliran permukaan pada hutan adalah 2.5%, tanaman kopi 3%, rumput 18% sedangkan tanah kosong sekitar 60%. Sedangkan berdasarkan penelitian Onrizal (2005) di DAS Ciwulan, penebangan hutan menyebabkan terjadinya kenaikan aliran permukaan sebesar 624 mm/th. Itu baru perhitungan yg di lakukan pada daerah hutan yg ditebang dimana masih ada tanah yang bisa meresapkan air, trus seandainya klo tanah2 dah tertutup beton pasti lebih tinggi lagi dunk aliran permukaannya hehehehe….. <span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kembali lagi kita ke hutan yang digunakan sebagai sampel apabila ga ada vegetasi dan pengaruhnya terhadap aliran permukaan dan debit sungai. Onrizal (2005) juga mengungkapkan bahwa penebangan hutan menyebabkan berkurangnya air tanah rata-rata sebesar 53.2 mm/bln. Sedangkan kemampuan peresapan air pada DAS berhutan lebih besar 34.9 mm/bln di bandingkan dengan DAS tidak berhutan. Selain itu hasil penelitiannya juga menunjukkan bahwa apabila tanaman di bawah pohon hutan ~tanaman2 yg kecil2 tuh~ itu hilang akan menyebabkan peningkatan aliran permukaan yang mencapai 6.7 m3/ha/blan. Hasil penelitian Bruijnzeel (1982) dalam Onrizal (2005) yang di lakukan pada areal DAS Kali Mondoh pada tanaman hutan memperlihatkan bahwa debit sungai pada bulan mei, juli, agustus dan september lebih tinggi dari curah hujan yang terjadi pada saat bulan2 tersebut, ini membuktikan bahwa vegetasi sebagai pengatur tata air dimana pada saat hujan tanaman membatu proses infiltrasi sehinggaa air disimpan sebagai air bawah tanah dan dikeluarkan saat musim kemarau. Menurut Suroso dan Santoso (2006) dalam WWF-Indonesia (2007) perubahan penggunaan lahan sangat berpengaruh terhadap peningkatan debit sungai. Busyed dah… I luv U vegetasi… <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> . hasil penelitian Fakhrudin (2003) dalam Yuwono (2005) menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan di DAS Ciliwung tahun 1990-1996 akan meningkatkan debit puncak dari 280 m<sup>3</sup>/det menjadi 383 m<sup>3</sup>/det, dan juga meningkatkan persentase hujan menjadi <em>direct run-off</em> dari 53 % menjadi 63 %. Dalam makalah yang sama Yuwono (2005) juga mengungkapkan pengurangan luas hutan dari 36% menjadi 25%, 15% dan 0% akan menaikkan puncak banjir berturut-turut 12,7%, 58,7% dan 90,4%.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Panjang dah rentetannya klo dah kayak gini. Td kita ngomongin aliran permukaan dan debit sungai, sekarng kita coba hubungkan dengan erosi dan sedimentasi. saat terjadi perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi tegalan, maka kemungkinan erosi akan semakin tinggi. menurut Yuwono (2005) pengurangan luas hutan dari 36% menjadi 25%, 15% dan 0% akan meningkatkan laju erosi sebesar 10%, 60% dan 90%. Akibat dari erosi ini tanah menjadi padat, proses infiltrasi terganggu, banyak lapisan atas tanah yang hilang dan terangkut ke tempat-tempat yang lebih rendah, tanah yang hilang dan terangkut inilah yang menjadi sedimentasi yang dapat mendangkalkan waduk2, bendungan2 dan sungai2. setelah terjadi seperti itu, kapasitas daya tampung dari saluran irigasi tersebut menjadi lebih kecil yang akhirnya dapat menyebabkan banjir walaupun dalam kondisi curah hujan normal. Menurut Priatna (2001) kerusakan tanah akibat terjadinya erosi dapat menyebabkan bahaya banjir pada musim hujan, pendangkalan sungai atau waduk2 serta makin meluasnya lahan-lahan kritis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#ff9900;">Pranala di blog ini:</span></p>
<address><a href="http://mbojo.wordpress.com/2007/03/16/faktor-penyebab-banjir-1/">Faktor Penyebab Banjir (1)</a><br />
<a href="http://mbojo.wordpress.com/2007/02/20/hello-world/">Apa sih Banjir…?</a></address>
<p class="MsoNormal">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mbojo.wordpress.com/97/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mbojo.wordpress.com/97/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=97&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2008/04/07/faktor-penyebab-banjir-2-perubahan-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mbojo-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img255.imageshack.us/img255/9649/30665016ja0.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Joint Tabel di ArcView</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2008/03/31/joint-tabel-di-arcview/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2008/03/31/joint-tabel-di-arcview/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 09:49:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Science]]></category>

		<category><![CDATA[Sistem Informasi Geografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Hal pertama yang di lakukan adalah yakinkanlah bahwa tabel yang akan di joint mempunyai judul kolom (field) yang sama dan tabel yang akan di join telah berbentuk *.dbf atau *.txt. seperti pada gambar di bawah judul kolom dari Kbbali.shp dengan judul dr file excel adalah sama yaitu &#8220;NM_DATI2&#8243;. file dr Excel tersebut harus di save [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span></span><span>Hal pertama yang di lakukan adalah yakinkanlah bahwa tabel yang akan di joint mempunyai judul kolom (field) yang sama dan tabel yang akan di join telah berbentuk *.dbf atau *.txt. seperti pada gambar di bawah judul kolom dari Kbbali.shp dengan judul dr file excel adalah sama yaitu &#8220;NM_DATI2&#8243;. file dr Excel tersebut harus di save as ke bentuk *.dbf.</span><span id="more-93"></span></p>
<address><img src="http://img529.imageshack.us/img529/3772/tabel1tf6.jpg" /></address>
<address><font color="#993366">Gambar Tabel dari Kbbali.shp</font></address>
<address> </address>
<address><img src="http://img241.imageshack.us/img241/1017/tabel2og3.jpg" /> </address>
<address><font color="#993366">Gambar Tabel dari file Microsoft Excel yang akan di simpan dalam bentuk *.dbf (jumlah_pendudul.xls) </font></address>
<p><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Selanjutnya buka file tabel external melalui window table. Klik add dan cari file berbentuk *.dbf yang akan dijoint dengan tabel dari sebuah shapefile. Lalu klik judul kolom (filed) yang judul kolomnya sama dengan judul kolom tabel dr sebuah shapefile seperti gambar di bawah.<br />
</span></p>
<address><img src="http://img398.imageshack.us/img398/4830/tabel3we2.jpg" /></address>
<address><font color="#993366">Gambar file jumlah penduduk.dbf yang dibuka pada program ArcView dan telah diklik judul kolomnya</font></address>
<address> </address>
<address> <img src="http://img139.imageshack.us/img139/4164/tabel4hf0.jpg" /></address>
<address><font color="#993366">Gambar tebel dari Kbbali.shp yang belum diklik judul kolomnya dan ikon join belum aktif</font>  </address>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<address><img src="http://img238.imageshack.us/img238/5343/tabel5on6.jpg" /></address>
<address><font color="#993366"> Gambar tebel dari Kbbali.shp yang telah diklik judul kolomnya dan ikon join telah aktif</font></address>
<p class="MsoNormal"> <span>Buka tabel dari sebuah shapefile dan klik judul kolom (filed) yang sama dengan sebuah tabel external yg berbentuk *.dbf sebelumnya. Ikon <i>join</i> akan aktif. Klik ikon join tersebut, tabel secara otomatis akan tergabung. seperti gambar di bawah<br />
</span></p>
<address> <img src="http://img210.imageshack.us/img210/994/tabel6dt6.jpg" /></address>
<address><font color="#993366">Gambat tabel hasil joint di ArcView</font> </address>
<p class="MsoNormal"> <span>Hasil joint ini hanya merupakan proses penggabungan sementara yang suatu saat bisa di lepas kembali. Dan keadaan ini tidak permanent apabila suatu pekerjaan ini tidak disimpan dalam bentuk suatu project di ArcView.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mbojo.wordpress.com/93/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mbojo.wordpress.com/93/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=93&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2008/03/31/joint-tabel-di-arcview/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mbojo-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img529.imageshack.us/img529/3772/tabel1tf6.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img241.imageshack.us/img241/1017/tabel2og3.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img398.imageshack.us/img398/4830/tabel3we2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img139.imageshack.us/img139/4164/tabel4hf0.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img238.imageshack.us/img238/5343/tabel5on6.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img210.imageshack.us/img210/994/tabel6dt6.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Penginderaan Jauh</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2008/03/30/penginderaan-jauh/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2008/03/30/penginderaan-jauh/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Mar 2008 14:39:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ilmu Tanah]]></category>

		<category><![CDATA[Sistem Informasi Geografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Sabins (1996) dalam Kerle, et al. (2004) menjelaskan bahwa penginderaan jauh adalah ilmu untuk memperoleh, mengolah dan menginterpretasi citra yang telah direkam yang berasal dari interaksi antara gelombang elektromagnetik dengan sutau objek. Sedangkan menurut Lillesand and Kiefer (1993), Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah atau fenomena melalui analisis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Sabins (1996) dalam Kerle, et al. (2004) menjelaskan bahwa penginderaan jauh adalah ilmu untuk memperoleh, mengolah dan menginterpretasi citra yang telah direkam yang berasal dari interaksi antara gelombang elektromagnetik dengan sutau objek. Sedangkan menurut Lillesand and Kiefer (1993), Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau fenomena yang dikaji.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Data penginderaan jauh diperoleh dari suatu satelit, pesawat udara balon udara atau wahana lainnya. Data-data tersebut berasal rekaman sensor yang memiliki karakteristik berbeda-beda pada masing-masing tingkat ketinggian yang akhirnya menentukan perbedaan dari data penginderaan jauh yang di hasilkan (Richards <i>and</i> Jia, 2006).</span><span id="more-92"></span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Pengumpulan data penginderaan jauh dapat dilakukan dalam berbagai bentuk sesuai dengan tenaga yang digunakan. Tenaga yang digunakan dapat berupa variasi distribusi daya, distribusi gelombang bunyi atau distribusi energi elektromagnetik (Purwadhi, 2001).</span></p>
<address><img src="http://img136.imageshack.us/img136/1018/83860775un6.jpg" /></address>
<address><font color="#3366ff">Skema Umum Penginderaan Jauh </font></address>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Penginderaan jauh sangat tergantung dari energi gelombang elektromagnetik. Gelomabng elektromagnetik dapat berasal dari banyak hal, akan tetapi gelombang elektromagnetik yang terpenting pada penginderaan jauh adalah sinar matahari. Banyak sensor menggunakan energi pantulan sinar matahari sebagai sumber gelombang elektromagnetik, akan tetapi ada beberapa sensor penginderaan jauh yang menggunakan energi yang dipancarkan oleh bumi dan yang dipancarkan oleh sensor itu sendiri. Sensor yang memanfaatkan energi dari pantulan cahaya matahari atau energi bumi dinamakan sensor pasif, sedangkan yang memanfaatkan energi dari sensor itu sendiri dinamakan sensor aktif (Kerle, <i>et al</i>., 2004)</span></p>
<address><img src="http://img136.imageshack.us/img136/16/22768360sd5.jpg" /></address>
<address><font color="#3366ff">Ukuran energi yang dipantulkan dan dipancarkan oleh sensor penginderaan jauh (Karle, el al., 2004) </font></address>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span>Analisa data penginderaan jauh memerlukan data rujukan seperti peta tematik, data statistik dan data lapangan. Hasil nalisa yang diperoleh berupa informasi mengenai bentang lahan, jenis penutup lahan, kondisi lokasi dan kondisi sumberdaya lokasi. Informasi tersebut bagi para pengguna dapat dimanfaatkan untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan dalam mengembangkan daerah tersebut. Keseluruhan proses pmulai dari pengambilan data, analisis data hingga penggunaan data tersebut disebut Sistem Penginderaan Jauh<span>  </span>(Purwadhi, 2001)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mbojo.wordpress.com/92/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mbojo.wordpress.com/92/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=92&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2008/03/30/penginderaan-jauh/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mbojo-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img136.imageshack.us/img136/1018/83860775un6.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img136.imageshack.us/img136/16/22768360sd5.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pertanian Berkelanjutan</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2008/03/20/pertanian-berkelanjutan/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2008/03/20/pertanian-berkelanjutan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2008 08:57:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ilmu Tanah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/2008/03/20/pertanian-berkelanjutan/</guid>
		<description><![CDATA[Menurut FAO (1989) dalam Sutanto (2001) pertanian berkelanjutan merupakan pengelolaan dan konservasi sumber daya alam, dan orientasi perubahan teknologi dan kelembagaan yang dilakukan sedemikan rupa sehingga menjamin pemenuhan dan pemuasan kebutuhan manusia secara berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang dimana diharapkan dari pembangunan sektor pertanian, perikanan dan peternakan mampu mengkonservasi tanah, air, tanaman, sumber genetik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:'Bell MT';">Menurut FAO (1989) dalam Sutanto (2001) pertanian berkelanjutan merupakan pengelolaan dan konservasi sumber daya alam, dan orientasi perubahan teknologi dan kelembagaan yang dilakukan sedemikan rupa sehingga menjamin pemenuhan dan pemuasan kebutuhan manusia secara berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang dimana diharapkan dari pembangunan sektor pertanian, perikanan dan peternakan mampu mengkonservasi tanah, air, tanaman, sumber genetik hewan, tidak merusak lingkungan dan secara sosial dapat diterima. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:'Bell MT';">Konsep sistem pertanian berkelanjutan diturunkan dari konsep dasar pembangunan berkelanjutan yaitu bagaimana cara memenuhi kebutuhan hidup manusia saat ini tanpa mengorbankan kemampuan memenuhi kebutuhan hidup generasi yang akan datang. Artinya, sebagai subsistem, pertanian berkelanjutan harus mampu memanfatkan sumber daya secara efisien dan berinteraksi secara sinergis dengan subsistem pembangunan berkelanjutan lainnya (Deplu, 2002 dalam Suwardji, 2004).</span><span id="more-91"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.7pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:'Bell MT';">Pertanian berkelanjutan mencakup hal-hal sebagai berikut (Reijntjes, <i>et al</i>., 1992 dalam Pujianto, 2001):</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.8pt;text-align:justify;text-indent:-14.9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:'Bell MT';"><span>1.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">   </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:'Bell MT';">mantap secara ekologi, yang berarti kualitas sumber daya alam dipertahankan dan kemampuan agroekosistem secara keseluruhan, dari manusia, tanaman dan hewan sampai organisme tanah ditingkatkan. Kedua hal ini akan dipenuhi jika tanah dikelola dan kesehatan tanaman maupun masyarakat dipertahankan melalui proses biologis (regulasi sendiri). Sumber daya lokal dipergunakan sedemikian rupa sehingga kehilangan unsur hara, biomassa, dan energi bisa ditekan serendah mungkin dan mampu mencegah pencemaran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.8pt;text-align:justify;text-indent:-14.9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:'Bell MT';"><span>2.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">   </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:'Bell MT';">bisa berlanjut secara ekonomi, yang berarti petani dapat menghasilkan segala sesuatu untuk pemenuhan kebutuhan dan/atau pendapatan sendiri, serta mendapatkan penghasilan yang mencukupi untuk mengembalikan tenaga dan biaya yang dikeluarkan. Keberlanjutan secara ekonomi bukan hanya diukur dalam hal produk usaha tani yang langsung namun juga dalam hal fungsi melestarikan sumber daya alam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.8pt;text-align:justify;text-indent:-14.9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:'Bell MT';"><span>3.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">   </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:'Bell MT';">Adil, yang berarti sumber daya dan kekuasan didistribusikan sedemikian rupa sehingga kebutuhan dasar semua anggota masyarakat<b> </b>terpenuhi dan hak-hak mereka dalam penggunaan lahan maupun modal yang memadai, bantuan teknis dan peluang pemasaran terjamin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.8pt;text-align:justify;text-indent:-14.9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:'Bell MT';"><span>4.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">   </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:'Bell MT';">Manusiawi, yang berarti bahwa semua bentuk kehidupan (tanaman, hewan dan manusia) dihargai. Martabat dasar semua mahaluk hidup dihormati dan hubungan serta institusi menggabungkan nilai kemanusian yang bersifat mendasar seperti kepercayaan, kejujuran, harga diri, kerja sama dan rasa sayang dipelihara dan dijaga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:16.8pt;text-align:justify;text-indent:-14.9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:'Bell MT';"><span>5.<span style="font-family:'Times New Roman';font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;">   </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:'Bell MT';">Luwes, yang berarti masyarakat pedesaan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi usaha tani yang berlangsung terus, misalnya pertambahan penduduk, kebijakan pemerintah, permintaan pasar dan lain-lain. Hal ini meliputi bukan hanya pengembangan teknologi yang baru dan sesuai, namun inovasi dalam arti sosial budaya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.9pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:13pt;line-height:150%;font-family:'Bell MT';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:13pt;font-family:'Bell MT';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.9pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;font-family:'Bell MT';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:14pt;font-family:'Bell MT';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1.9pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:'Bell MT';"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:'Bell MT';"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mbojo.wordpress.com/91/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mbojo.wordpress.com/91/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=91&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2008/03/20/pertanian-berkelanjutan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mbojo-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Informasi Geografi Perikanan; Sebuah Wacana</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2008/03/14/sistem-informasi-geografi-perikanan-sebuah-wacana/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2008/03/14/sistem-informasi-geografi-perikanan-sebuah-wacana/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 16:04:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Cerita Science]]></category>

		<category><![CDATA[Sistem Informasi Geografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Dunia kelautan merupakan dunia yang sangat dinamis, disini hampir semunya bergerak kecuali dasar lautan  . Di wilayah yang merupakan bagian bumi terbesar ini, terdapat banyak sumber daya alam yang bisa menghasilkan pendapatan yang tinggi untuk suatu daerah atau pemerintahan, contohnya adalah sumber daya ikan. Indonesia merupakan suatu negara yang sangat luas dan memiliki sumber [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2008/04/animation.gif" alt="" /><span style="font-family:Constantia;">Dunia kelautan merupakan dunia yang sangat dinamis, disini hampir semunya bergerak kecuali dasar lautan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Di wilayah yang merupakan bagian bumi terbesar ini, terdapat banyak sumber daya alam yang bisa menghasilkan pendapatan yang tinggi untuk suatu daerah atau pemerintahan, contohnya adalah sumber daya ikan. Indonesia merupakan suatu negara yang sangat luas dan memiliki sumber daya perikanan yang sangat besar juga. Dengan luas lautan sekitar 5,8 juta km2 dan panjang pantai kurang lebih 81.000 km, maka potensi pendapatan ekonomi dari bidang perikanan akan sangat besar sekali. Menurut Kusyanto (2001) potensi sumber daya perikanan di Indonesia adalah 6.1 juta ton per tahun dan baru termanfaatkan sekitar 57%. Kurangnya pemanfaatan teknologi dalam eksploitasi sumber daya ikan2 tersebut menyebabkan tidak optimumnya pemanfaatan sumber daya ikan yang ada. Pemanfaatan suatu teknologi seperti Sistem Informasi Geografis untuk perikanan di harapkan dapat mampu memberikan suatu gambaran dan suatu tampilan spasial tentang sumber-sumber atau spot-spot perikanan di wilayah indonesia yaitu dengan menggabungkan faktor-faktor lingkungan yang mendukung tempat hidup dan berkumpulnya berbagai jenis ikan tersebut sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil penangkapan ikan.</span><span id="more-89"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Constantia;">Setiap jenis ikan mempunyai suatu kriteria-kriteria lingkungan tersendiri untuk kenyaman hidupnya *ya mirip kayak manusia juga sih, namanya juga mahluk hidup <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> *. Kriteria-kriteria lingkungan tersebut adalah seperti suhu, makanan (chlorophyl-a), salinitas, pertemuan masa air (eddy), upwelling, dll. Contohnya untuk ikan albacore tuna di laut utara pasifik, ikan ini suka hidup pada kisaran suhu 18.5 – 21.5 <sup>o</sup>C, dan tingkat klorofil-a 0.3 mg/m<sup>3</sup> (Polovia <em>et al.</em>, 2001; Zainuddin <em>et al.</em>, 2004 <em>dalam</em> Zainuddin, 2006), sedangkan ikan cakalang dan tuna kecil (litle tuna) lebih bahagia hidup pada daerah dengan kisaran suhu 23 – 28 <sup>o</sup>C (Leavestu dan Hela, 1970 <em>dalam</em> Kusuma, 2004).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Constantia;">Keadaan2 lingkungan yang merupakan syarat kebahagian hidup bagi ikan2 tersebut merupakan suatu sebaran spasial yang dapat di olah dengan Sistem Informasi Geografi. Data-data lingkungan tersebut dapat di peroleh dari data penginderaan jauh seperti Sea Surface Temperature (SST)/suhu laut dan klorofil-a yang bisa diperoleh dari citra MODIS yang bias di download pada situ <a href="http://oceancolor.gsfc.nasa.gov/cgi/browse.pl">http://oceancolor.gsfc.nasa.gov/cgi/browse.pl</a>. sedangkan data-data lokasi pendaratan kapal penagkapan, batas pantai bisa diperoleh dari survei lapangan dan peta dasar wilayah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Constantia;">Sistem informasi geografi merupakan suatu interaksi antara data-data atribut dan data spasial yang bereferensi geografi. Keunggulan SIG ini dapat dijadikan masukan berharga bagi para nelayan atau pengusaha perikanan untuk mengetahuai lokasi-lokasi penangkapan ikan. Pertanyaan yang sering di lontarkan nelayan adalah dimana lokasi penangkapan ikan yang baik? dan kapan waktunya? Dengan SIG perikanan pertanyaan2 ini bisa di jawab, dengan bantuan data SST, klorofil, PAR (Photosintesis Actibe Radiation) dll bulanan dalam beberapa tahun yang diperoleh dari PJ dan dianalisis dengan SIG akan memberikan tampilan secara geografis kencendrungan seberan dari faktor2 lingkungan yang disukai oleh ikan yang akhirnya memberikan gambaran daerah perkiraan penangkapan ikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Constantia;">SIG perikanan lebih sering bermain dengan bentuk data raster. Data2 SST, klorofil dll tersebut merupakan suatu data dari citra satelit yang berbentuk raster. Data raster mempunyai kelemahan dalam proses penyimpaan dan kemampuannya berinteraksi dengan data atribut. Data bentuk raster membutuhkan tempat penyimpanan yang sangat besar sehingga boros hardisk, data raster juga merupakan data angka per pixel sehingga tidak bisa di gabung dengan data tabel, keadaan ini terjadi apabila data raster tersebut bersifat degradasi. Untuk bisa menggabungkannya dengan data tabel harus di reklasifikasi terlebih dahulu, sehingga membentuk ID2. Interkasi data atribut dengan data spasial sangat berguna pada lokasi pendaratan ikan, dimana pelaporan secara berkala tentang hasil penagkapan ikan akan memberikan informasi wilayah penghasil ikan terbesar dan informasi tentang pemanfaatan potensi perikanan yang ada disekitar lokasi pendaratan kapal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Constantia;">Pengembangan SIG untuk kelautan mempunyai dua kendala umum, pertama bahwa dasar-dasar perkembangan SIG adalah untuk keperluan analisis keruangan pada suatu lahan (land-based sciences), kedua analisis SIG untuk laut lebih banyak menggunakan 3D, sedangkan SIG sendiri masih kurang mampu mengaplikasikan 3D secara baik pada daerah2 yg luas (Davis dan Davis 1988; Wright dan Goodchild 1997 dalam Kusuma, 2004).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Pranala di Blog ini: </span></p>
<address><a href="http://mbojo.wordpress.com/2007/04/08/peta/" target="_blank">PETA</a></address>
<address><a href="http://mbojo.wordpress.com/2007/04/11/arcview-gis/" target="_blank">ArcView GIS</a></address>
<address><a href="http://mbojo.wordpress.com/2007/04/11/modul-arcview/" target="_blank">Modul ArcView</a></address>
<address><a href="http://mbojo.wordpress.com/2007/04/12/gps-global-positioning-system/" target="_blank">GPS (Global Positioning System)</a></address>
<address><a href="http://mbojo.wordpress.com/2007/06/11/proyeksi-peta/" target="_blank">Proyeksi Peta </a></address>
<address><a href="http://mbojo.wordpress.com/2007/06/15/aplikasi-gis-untuk-klasifikasi-iklim-schmidt-ferguson/" target="_blank">Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson</a></address>
<address><a href="http://mbojo.wordpress.com/2007/06/06/implementasi-sig-dalam-menunjang-pertanian-berkelanjutan/" target="_blank">Implementasi SIG dalam Menunjang Pertanian Berkelanjutan</a></address>
<address><a href="http://mbojo.wordpress.com/2007/08/04/pemasukkan-data-dalam-sisitem-informasi-geografi-sig/" target="_blank">Pemasukan Data Dalam Sistem Informasi Geografi (SIG)</a></address>
<address><a href="http://mbojo.wordpress.com/2007/09/19/digitasi-peta-secara-otomatis-di-arcgis/" target="_blank">Digitasi Peta Secara Otomatis Lewat ArcGIS</a></address>
<address><a href="http://mbojo.wordpress.com/2008/02/27/gis-untuk-penginderaan-jauh-dan-indeks-vegetasi/" target="_blank">GIS untuk Penginderaan Jauh dan Indeks Vegetasi </a></address>
<address><a href="http://mbojo.wordpress.com/2008/02/09/cara-memotong-data-bentuk-raster-di-arcview/" target="_blank">Cara memotong data bentuk raster di ArcView </a></address>
<address><a href="http://mbojo.wordpress.com/2007/04/08/sistem-informasi-geografi-sig/" target="_blank">Sistem Informasi Geografi (SIG)/Geographic Information System (GIS) </a></address>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Constantia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13pt;font-family:Constantia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;font-family:Constantia;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Constantia;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mbojo.wordpress.com/89/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mbojo.wordpress.com/89/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=89&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2008/03/14/sistem-informasi-geografi-perikanan-sebuah-wacana/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mbojo-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2008/04/animation.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Program Magister (S2) Ilmu Lingkungan UNUD</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2008/03/11/program-magister-s2-ilmu-lingkungan-unud/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2008/03/11/program-magister-s2-ilmu-lingkungan-unud/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Mar 2008 04:46:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FOKUSHIMITI]]></category>

		<category><![CDATA[Ilmu Tanah]]></category>

		<category><![CDATA[Rupa-rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Latar Belakang
Berkembangnya pembangunan disegala bidang, membuat terjadinya tekanan yang semakin besar terhadap lingkungan, diantaranya berupa eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan, berkurangnya lahan produktif serta terjadinya konflik antar sektor. semakin banyak tenaga ahli lingkungan yang berasal dari berbagai disiplin ilmu akan semakin baik agar dalam penanganan permasalahan lingkungan dapat ditangani secara komperhensif. dengan memperbesar manfaat dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b>Latar Belakang</b></p>
<p>Berkembangnya pembangunan disegala bidang, membuat terjadinya tekanan yang semakin besar terhadap lingkungan, diantaranya berupa eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan, berkurangnya lahan produktif serta terjadinya konflik antar sektor. semakin banyak tenaga ahli lingkungan yang berasal dari berbagai disiplin ilmu akan semakin baik agar dalam penanganan permasalahan lingkungan dapat ditangani secara komperhensif. dengan memperbesar manfaat dan memperkecil resiko, maka peningkatan kegiatan dan kelangsungan proses pembangunan akan dapat berlanjut (<i>sustain</i>)</p>
<p>Berdasarkan hal tersebut maka program magister (S2) ilmu lingkungan diselenggarakan untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademik dan mampu mengembangkan ilmu lingkungan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, pembangunan dan keharmonisan lingkungan hidup.</p>
<p><b>Konsentrasi</b></p>
<p>a.  Lingkungan Pesisir</p>
<p>b.  Biologi Kelautan dan Perikanan *</p>
<p>c.  Oceanography dan Remote Sensing *</p>
<p>*<i>Bekerjasama dengan Center of Remote Sensing and Oceanography Science (CReSOS)</i></p>
<p>Untuk Beasiswa, di PS Ilmu Lingkungan Tersedia:<span id="more-88"></span><br />
1. BPPS, dengan persyaratan<br />
- Untuk Dosen PTS &amp; PTN Dengan Berpangkat Serendah-rendahnya lektor dan telah mempunyai jabatan Fungsional (angka kredit minimal 100)<br />
- Umur ; Maksimal 50 tahun<br />
- (mengisi formulir BPPS dan pendaftaran) tersedia di Sekretariat</p>
<p>2. Beasiswa Unggulan Biro PKLN,<br />
Untuk beasiswa unggulan kami belum mendapat kepastian untuk tahun 2008, namun besar kemungkinannya beasiswa ini tetap berlanjut untuk tahun 2008.<br />
jika berminat dan memenuhi syarat, kami sarankan  untuk mencoba melamar beasiswa tersebut.<br />
syarat-syaratnya :<br />
1. IPK minimal 3, 00<br />
2. Prioritas untuk guru<br />
3. khusus untuk konsentrasi Oceanography dan Remote Sensing (S1 Eksak)</p>
<p>Untuk Informasi Beasiswa Unggulan, bisa kunjungi website biro perencanaan dan Kerjasama luar negeri (PKLN) depdiknas di www.beasiswaunggulan.org<br />
untuk keterangan lebih lanjut bisa di download <a href="http://www.esnips.com/doc/12e8d054-2d38-4d62-8d4c-296b6ae4002a/Form">disini</a>. di file tersebut terdapat leaflet, formulir pendaftaran dan informasi beasiswa</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mbojo.wordpress.com/88/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mbojo.wordpress.com/88/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=88&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2008/03/11/program-magister-s2-ilmu-lingkungan-unud/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mbojo-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>