Peta RBI Kota Padang Skala 1:10.000 Dari BAKOSURTANAL (format file: png)

Sebagai salah satu instutusi yang bergerak pada bidang pemetaan, BAKOSURTANAL telah mengupluad peta-peta rupabumi skala 1:10.000 untuk kepentingan penanganan gempa yang terjadi di Sumatera Barat… salut untuk bakosurtanal atas partisipasinya tersebut. peta-pata ini sangat bermanfaat sekali bagi para sukarelawan pasca gempa maupun keluarga korban gempa yang ingin tau peta Kota Padang dan sekitarnya. apalagi peta ini cukup detail dengan skala 1:10.000.

File2 tersebut bisa didownload di www.bakosurtanal.go.id yang tautannya juga saya simpan di sini. klik gambar untuk mendapatkan file pngnya. semoga bermanfaat untuk semua… Baca entri selengkapnya »

Kenapa banyak Indeks Vegetasi menggunakan panjang gelombang merah dan infra merah dekat? (1)

Yang paling penting dari data penginderaan jauh (PJ) adalah adanya resolusi atau tingkat kepekaan sensor (alat perekam objek) terhadap tingkat pemisahan objek dipermukaan bumi. Ada 4 jenis resolusi yaitu resolusi spasial yang berhubungan dengan besar pixel/pemisahan objek terkecil, resolusi spektral berhubungan dengan pemisahan objek berdasarkan panjang gelombang, resolusi temporal berhubungan dengan pemisahan objek berdasarkan waktu dan resolusi radiometrik yang berhubungan dengan pemisahan objek berdasarkan kekuatan sinyal. Karena kita berbicara tentang indeks vegetasi, maka yang difokuskan adalah tentang resolusi spektralnya.

Indeks vegetasi merupakan suatu persamaan matematik sederhana (sebagian besar :D ) yang menggabungkan beberapa band atau saluran panjang gelombang yang menghasikan satu data baru yang diasumsikan sebagai suatu nilai indeks yaitu indeks vegetasi. Kenapa dibilang “asumsi”? karena nilai indeks ini akan berbeda2 bila mengunakan persamaan indeks vegetasi yang berbeda2 pula. Baca entri selengkapnya »

Studi Tentang Proses pertukaran CO2 dan Interaksinya antara Atmosfer dan Lautan Menggunakan Citra ALOS/PALSAR

STUDY OF AIR-SEA INTERACTION AND CO2 EXCHANGE PROCESS BETWEEN THE ATMOSPHERE AND OCEAN USING ALOS/PALSAR
(Study Cases of Wind Wave Bubbling Process in Badung and Lombok Straits)

Ni Wayan Ekayanti, Takahiro Osawa, I Wayan Kasa, and A. Rahman As-syakur

ABSTRAK

CO2 ExchangePeningkatan CO2 di atmosfer yang berpotensi menghasilkan pemanasan global telah menjadi perhatian bagi kehidupan manusia. Lautan mengandung lima puluh kali lebih besar CO2 daripada atmosfer dan menjadi penyangga yang membatasi konsentrasi CO2 dalam atmosfer. CO2 mengalami perubahan secara terus menerus antara udara-lautan dan konsentrasi CO2 di dalam laut dikendalikan oleh parameter fisika, kimia, dan biologi. Perubahan konsentrasi CO2 antara udara-lautan dapat ditentukan dari interaksi gas dan perbedaan konsentrasi CO2 antara udara-lautan. Perubahan CO2 antara udara-lautan dapat dikaji dari studi kecepatan angin, koefisien gesekan kecepatan angin yang diperoleh dari satelit ALOS/PALSAR di daerah Selat Badung dan Selat Lombok, salinitas, dan juga dengan SST yang diperoleh dari satelit MODIS. Hasil analisis menunjukkan bahwa koefisien perubahan CO2, perbedaan tekanan CO2 antara udara-lautan, dan CO2 flux antara udara-lautan secara berturut-turut adalah 0.303±0.006 (rata-rata ± standar deviasi) (mol m-2 month-1µatm-1), 17.94±10.79 μatm, and 5.35±3.26 (mol m-2 month-1), dengan nilai maksimum dan minimum dari koefisien perubahan CO2 secara berturut-turut terjadi pada bulan Agustus dan Februari.

Kata kunci: CO2 flux, koefisien pertukaran CO2, perbedaan tekanan CO2, suhu permukaan laut (SST). Baca entri selengkapnya »

Cara Instal ILWIS 3.6

1. bikin folder baru bernama “ilwisfree” di C:\program files\ atau bila mau disimpan di Drive selain C, maka bikin folder “ilwisfree” di drive yang dinginkan, seperti  C:\program files\ilwisfree atau D:\ilwisfree

2. ektrak file zip hasil download di dalam folder yang baru dibikin

3. instal setup.exe

4. di start menu akan muncul ILWIS 3.6

5. ILWIS 3.6 sekarang dah bisa dijalankan

Klo mau Download ILWIS 3.6nya Baca entri selengkapnya »

ANALISIS INDEKS VEGETASI MENGGUNAKAN CITRA ALOS/AVNIR-2 DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG)

ANALISIS INDEKS VEGETASI MENGGUNAKAN CITRA ALOS/AVNIR-2 DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) UNTUK EVALUASI TATA RUANG KOTA DENPASAR

A. Rahman As-syakur dan I.W. Sandi Adnyana

Abstract

High population density is the main factor in environmental problems, where the high speed of human growth caused the vegetation area became deminishing. The aims of this research was to functionized the ALOS/AVNIR-2 image satellites and GIS to calculate the percentage of vegetation in Denpasar city with three index vegetation formulas: NDVI, SAVI dan MSAVI in order to get one formula to build the distribution map based on the percentage of vegetation. This map was used to evaluate the urban planning map 2003 in Denpasar city. Result showed that there was relationships between vegetation index of ALOS/AVNIR-2 images and percentage of vegetations, where the vegetation index of NDVI and SAVI had the highest coefficient determination. The formula of “Percentage Vegetation = 132.71 (NDVI)2 + 3.461 (NDVI) + 5.6775” was used to generate the percentage distribution vegetation map. Based on that map, the dominant vegetation distribution found in settlement area (with percentage vegetation area) lower than 25%. The urban planning for green open area “KDB” 0% was dominated by the area which had a percentage of vegetation between 25-50% and 50-75%. In the other hand, the urban planning for “Tahura”, was dominated by the area which had a percentage of vegetation of more than 75%.

Key word: vegetation index, percentage vegetation, urban planning, ALOS/AVNIR-2 Baca entri selengkapnya »

PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Eksplorasi Data Penginderaan Jauh – Kecepatan transfer gas CO2

imagesCerita ini merupakan sekelumit pandangan ttng eksplorasi data PJ untuk informasi perubahan iklim dan pemanasan global, khususnya ttng daur karbon dan kecepatan pertukaran gas CO2 antara laut-atmosfer…. yang merupakan sambungan dari cerita awal yang berjudul PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Pendahuluan

Penginderaan jauh atau PJ atau juga remote sensing atau RS…. dah bnyak kyaknya yg mnulis ttng penginderaan jauh, seperti yg dah ditulis disini, tp sekedar mngingatkan aja… PJ merupakan ilmu untuk memperoleh, mengolah dan menginterpretasi citra yang telah direkam yang berasal dari interaksi antara gelombang elektromagnetik dengan sutau objek (Sabins, 1996 dalam Kerle, et al., 2004). Keuntungannya bila PJ ini diaplikasikan dilaut, kita ga perlu harus mengarungi lautan tiap kilometer persegi untuk mengetahui kondisi-kondisi fisik lautan, tp cukup dengan melihat data-data PJ, akan tetapi data-data PJ ini mempunyai batas atau tingkat keakuratan sehinga perlu juga ke laut untuk mngecek tingkat akurasinya… tp kelautanya cuman ngambil beberapa sampel aja :D . Baca entri selengkapnya »

EVALUASI ZONA AGROKLIMAT KLASIFIKASI SCHIMIDT-FERGUSON DI PULAU LOMBOK

EVALUASI ZONA AGROKLIMAT DARI KLASIFIKASI SCHIMIDT-FERGUSON MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG)

Abd. Rahman As-syakur
Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Udayana
Jln. PB Sudirman Denpasar. Telp (0361) 236221, Fax (0361) 236180

Abstrak

Tulisan ini menguraikan tentang evaluasi data agroklimat klasifikasi Schmid-Ferguson di Pulau Lombok berdasarkan data-data curah hujan terbaru. Metode yang digunakan adalah interpolasi atau ektrapolasi dengan aplikasi SIG. Hasil penelitian menunjukan bahwa telah terjadi peningkatan luas untuk zona-zona dengan tipe C sebesar 109.432% dan tipe D sebesar 51.571% sedangkan penurunan luas terjadi pada zona-zona dengan tipe E sebesar 0.908% dan tipe F sebesar 36.194%. Tipe iklim E merupakan tipe iklim dominan di Pulau lombok dengan presentase masing 47.97 dari luas Pulau Lombok. Tipe D, E dan C masing-masing mempunyai persentase 29.11, 22.12 dan 5.81. Aplikasi SIG dapat mepermudah dalam penginterpolasian titik, Akan tetapi kelemahan peta isohyet yang dihasilkan oleh SIG tidak memperhitungkan faktor-faktor lain penyebab hujan selain faktor yang dimasukkan sebagai input data.

Kata Kunci: hujan, klasifikasii iklim Oldeman, Sistem Informasi Geografi Baca entri selengkapnya »

Buka Data SRTM Lewat ArcView

4SRTM atau Shuttle Radar Topography Mission merupakan suatu bentuk data yang menyediakan informasi tentang ketinggian tempat atau biasa disebut DEM (Digital elevation Model). Data DEM biasanya digunakan untuk analasis-analisis GIS seperti untuk mengetahui ketinggian tempat, membuat peta lereng, melihat tampilan 3D dan juga bnyak dimanfaatkan untuk kepentingan2 GIS hidrologi seperti menghitung erosi, limpasan permukaan, prediksi banjir dan bnyak lagi. Baca entri selengkapnya »

Aplikasi SIG dalam Proses Perencanaan

g13Saat ini SIG sudah diapliksikan dalam berbgai bidang seperti pertanian, lingkungan, manajemen sumbur daya alam, pariwisata, geologi, perencanaan dan lain sebagainya. Keunggulan SIG kenapa dipakai oleh bidang-bidang tersebut adalah kemampuannya mengintegrasikan antara data spasial dan data atribut sehingga dalam analisisnya mampu menghsilkan informasi yang kompleks. Selain kemampuan tersebut adalah penghematan waktu akibat dari Apliksi SIG.

Apliakasi SIG dalam proses perencanaan sangat beragam bentuknya tergantung dari keperluan pemakai. Anon (2003) mengatakan bahwa yang penting dari aplikasi SIG adalah menduga dari berbagai aktivitas yang dilakukan seperti pemantauan pencemaran, perubahan penggunaan lahan atau suatu perencanaan pembangunan. Diambil sebagai contoh adalah suatu rencana pembangunan jaringan irigasi dan bendungan. Jika suatu bendungan dibangun diloksi tertentu, maka dapat dikembangkan beberapa pertanyaan lanjutan yaitu bagaimana membuat variasi struktur atau bentuk serta dianalisis bagaiman efeknya atau skenario lain yang dapat dikembangkan misalnya yang berkaitan dengan umur bendungan itu sendiri. Baca entri selengkapnya »

PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Pendahuluan

Lautan menyerap CO2 dari atmosfer sekitar 2.2 giga ton per tahun atau 30% dari total CO2 yang dihasilkan oleh aktivitas manusia (JGOFS, 2000). CO2 yang masuk kedalam laut berbentuk asam karbonat (carbonic acid) yang akan membuat laut semakin asam. Hal ini akan membuat pH air laut turun dan juga menurunkan konsentrasi ion karbonat. Berkurangnya ion karbonat akan menurunkan kemampuan karang untuk membangun kerangka dan struktur kerang – tulang punggung gugusan koral.

Pertukaran CO2 dilautan dalam skala global sebenarnya seimbang, akan tetapi pengaruh keadaan setempat seperti fluktuasi suhu permukaan laut, tingkat kegaraman (salinitas), kecepatan angin, kandungan CO2 di atmosfer dan lautan, reaksi kimia dengan spesies dipermukaan laut serta aktivitas biologi lautan mempengaruhi besarnya fluktuasi CO2 antara lautan dan atmosfer. Secara umum terdapat selisih negatif antara jumlah CO2 yang dilepaskan ke atmosfer oleh lautan dengan jumlah CO2 yang masuk ke lautan dari atmosfer. Baca entri selengkapnya »

  • counter
  • Add to My Yahoo!
  • Powered by WordPress - WordPress Blogs Directory
  • Top Academics blogs
  • Bookmark and Share
  • IP
  • free counters
  • RSS IlmuKomputer.Com

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Berita hari ini

  • RSS Berita Iptek Online

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Read this FREE online!