Hubungan Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim

Secara umum iklim sebagai hasil interaksi proses-proses fisik dan kimiafisik parameternya, seperti suhu, kelembaban, angin, dan pola curah hujan yang terjadi   pada suatu tempat di muka bumi. Untuk mengetahui kondisi iklim suatu tempat, menurut ukuran internasional diperlukan nilai rata-rata parameternya selama kurang lebih 30 tahun. Iklim muncul akibat dari pemerataan energi bumi yang tidak tetap dengan adanya perputaran/revolusi bumi mengelilingi matahari selama kurang lebih 365 hari serta rotasi bumi selama 24 jam. Hal tersebut menyebabkan radiasi matahari yang diterima berubah tergantung lokasi dan posisi geografi suatu daerah.  Daerah yang berada di posisi sekitar 23,5 Lintang Utara – 23,5 Lintang Selatan, merupakan daerah tropis yang konsentrasi energi suryanya surplus dari radiasi matahari yang diterima setiap tahunnya Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Klimatologi. 1 Komentar »

PENYEBAB VARIABILITAS HUJAN DI INDONESIA

Proses terjadinya cuaca dan iklim merupakan kombinasi dari variabel-variabel atmosfer yang sama yang disebut unsur-unsur iklim. Unsur-unsur iklim ini terdiri dari radiasi surya, suhu udara, kelembaban udara, awan, presipitasi, evaporasi, tekanan udara dan angin. Unsur-unsur ini berbeda dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat yang disebabkan oleh adanya pengendali-pengendali iklim (Anonim, ? ). Pengendali iklim atau faktor yang dominan menentukan perbedaan iklim antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain menurut Lakitan (2002) adalah (1) posisi relatif terhadap garis edar matahari (posisi lintang), (2) keberadaan lautan atau permukaan airnya, (3) pola arah angin, (4) rupa permukaan daratan bumi, dan (5) kerapatan dan jenis vegetasi. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Klimatologi. 6 Komentar »

Perubahan Iklim; Tinjauan Pustaka

Perubahan iklim merupakan issue lama, tetapi baru memperoleh perhatian dunia secara serius pada akhir abad ke XIX, dimulai pada saat diselenggarakannya Konverensi Tingkat Tinggi Bumi di Rio de Janeiro, Brasil tahun1992, dengan dibentuknya badan dunia yang dikenal dengan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Pada periode inilah perubahan iklim, penyebab, dampak yang akan ditimbulkan dan penanggulangan dampak, serta upaya menekan laju perubahan iklim banyak dipelajari dan diupayakan pemecahannya dalam skala Internasional. Baca entri selengkapnya »

Identifikasi Hubungan Fluktuasi Nilai SOI Terhadap Curah Hujan Bulanan Di Kawasan Batukaru-Bedugul, Bali

isu tentang perubahan iklim semakin menghangat seiring dengan semakin sering terjadinya cuaca ekstrim akibat anomali iklim. Salah satu anomali iklim yang sering berhubungan dengan cuaca ekstrim di Indonesia adalah El Nino dan La Nina, dan salah satu cara untuk melihat kondisi El Nino dan La Nina ini adalah dengan melihat Nilai SOI. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data curah hujan dan nilai SOI disertai analisis secara regresi untuk melihat nilai koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan variabilitas hujan pada daerah penelitian tidak berpengaruh pada fluktuasi Nilai SOI saat musim hujan kecuali Munduk, sedangkan saat musim kemarau sangat terlihat jelas kecuali Gitgit. Saat masa transisi, pengaruh Nilai SOI terhadap variabilitas hujan terlihat berbeda-beda pada setiap pos hujan. Masa transisi pertama (April) fluktuasi Nilai SOI terlihat jelas pengaruhnya pada pos hujan Baturiti dan tidak berpengaruh pada pos hujan Gitgit. Masa transisi ke dua (Oktober) fluktuasi Nilai SOI berpengaruh sangat jelas pada pos hujan Munduk dan tidak berpengaruh pada pos hujan Candikuning. Keberadaan lokasi penelitian yang berada pada daerah berpola hujan monsun, adanya siklus walker, keberadaan ITCZ, serta posisi pos hujan terhadap topografi berpengaruh terhadap variabilitas hujan sehingga menyebabkan perbedaan pengaruh Nilai SOI pada masing-masing musim. Baca entri selengkapnya »

Info El Nino dan La Nina terkini

selama ini kita sering mendapatkan info ENSO dari koran atau berita2 di TV, padahal info ENSO ini dah bisa kita lihat dan dan terjemahkan dari infomarsi suhu permukaan laut yang di bandingkan dengan suhu permukaan laut saat ini. selain itu informasi ENSO (El Nino dan La Nina) juga bisa kita lihat dari dat SOI yang selalu terup to date yang dibandingkan dengan tabel di bawah

Menurut Effendy (2001) untuk memprediksi kecenderungan yang akan terjadi pada periode mendatang adalah melihat tiga kemungkinan kejadian yaitu kondisi normal, ada El Nino ataukan muncul La Nina. Ada tiga cara yang dapat dilakukan, pertama melihat prediksi curah hujan beberapa bulan mendatang, kedua melihat prediksi anomali suhu muka laut (Sea Surface Temperatur Anomaly (SSTA)) (Gambar dibawah) cara ketiga melihat Indeks Osilasi Selatan (Southern Ocilation Indeks (SOI)) lewat Tabel di bawah yakni melihat nilai beda tekanan atmosfer antara Tahiti dan Darwin.

gambar di bawah merupakan gambar suhu permukaan laut saat EL Nino, Normal dan La Nina yang di bandingkan dengan suhu permukaan laut pada saat ini (gambar di bawahnya). dari data tersebut dapat diketahui apakah saat ini terjadi El Nino, La Nina atau Normal Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Klimatologi. 3 Komentar »

Bencana Cuaca

 

Dalam beberapa bulan belakangan ini sudah banyak sekali korban jiwa akibat bencana “cuaca”.

Diperkirakan 150 orang tewas dan hampir 20 juta orang mengungsi akibat banjir besar yang melanda kawasan India, Bangladesh, Nepal dan negara-negara tetangganya (riaupos.com, 04-08-2007).

 

 

Inggris mendapatkan curah hujan yang tertinggi sepanjang sejarah, bahkan sebelum bulan Juli ini berakhir. Demikian pernyataan Badan Meteorologi Inggris, Kamis (26/7). Seperti terlihat dari prakiraan cuaca yang dirilis badan meteorologi, curah hujan yang turun di seluruh negeri Inggris dan Wales tercatat 387,6 milimeter (15,3 inchi), ini adalah angka tertinggi sejak tahun 1766 (sinarharapan.co.id, 27-07-07)

Baca entri selengkapnya »

La Nina kah Penyebab Banjir Dimusim Kemarau?

 

Berdasarkan liputan LAPAN, sampai hari ini dibulan Juli sudah ada 9 daerah yang terkena banjir yaitu di Kab.Sidrap – Sulsel, di Kab.Bone – Sulsel, di Palu & Kab.Donggala – Sulteng, di Kab.Gorontalo – Gorontalo, di Kab.Morowali – Sulteng, di Kab.Parigi Moutong-Sulteng, di Kab. Serdang Bedagai-Sumut dan di Kab. Agam-Sumbar. Sedangkan BMG mengatakan bahwa musim kemarau tahun ini akan basah sampai pada bulan Oktober.

Kejadian banjir yang terjadi saat ini di wilayah indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh keadaan La Nina. Benarkan seperti itu? Pada gambar di bawah bisa dilihat gambar suhu permukaan laut pada saat kejadian La Nina pada bulan Desember 1998 dan suhu permukaan laut pada bulan April sampai Mei 2007. Baca entri selengkapnya »

HUJAN

Hujan merupakan unsur iklim yang paling penting di Indonesia karena keragamannya sangat tinggi baik menurut waktu maupun tempat, sehingga kajian tentang iklim lebih banyak diarahkan pada hujan. Hujan adalah salah satu bentuk dari presipitasi, menurut Lakitan (2002) presipitasi adalah proses jatuhnya butiran air atau kristal es ke permukaan bumi. Tjasyono (2004) mendefinisikan presipitasi sebagai bentuk air cair dan padat (es) yang jatuh ke permukaan bumi dimana kabut, embun dan embun beku bukan merupakan bagian dari presipitasi (frost) walaupun berperan dalam alih kebasahan (moisture).

Jumlah curah hujan dicatat dalam inci atau milimeter (1 inci = 25,4 mm). Jumlah curah hujan 1 mm, menunjukkan tinggi air hujan yang menutupi permukaan bumi 1 mm, jika air tersebut tidak meresap ke dalam tanah atau menguap ke atmosfer (Tjasyono, 2004). Menurut Arsyad (1989) Tinggi curah hujan diasumsikan sama disekitar tempat penakaran, luasan yang tercakup oleh sebuah penakar curah hujan tergantung pada homogenitas daerahnya maupun kondisi cuaca lainnya. Baca entri selengkapnya »

Susahnya Memprediksi Hujan

Hari ini cuaca di denpasar dingin bangat. Hujan mulai tadi subuh dan berhenti siangnya. Sekarang bulan Juni, berdasarkan teori pada bulan Juni adalah masa2 musim kemarau. JJA atau Juni, Juli dan Agustus adalah musim kemarau dengan curah hujan yg rendah pada daerah2 berpola hujan munsoon apalagi untuk daerah bali dan nusa tenggara. Bali dan nusa tenggara merupakan daerah yang curah hujannya sangat di pengaruhi oleh keberadaan benua australia (Oledman, 1981) dimana pada saat periode JJA pola angin yg terjadi adalah pola angin munsoon tenggara. Angin munsoon tenggara sangat sedikit membawa uap air, sehingga wilayah yg dilewatinya mengalami musim kemarau.

Saat ini banyak sekali terjadi petani salah memulai awal musim tanam karena salah memprediksi awal musim hujan dam akhir musim kemarau. Kompas menceritakan bahwa produksi tanaman tembakau menurun akibat dari berubahnya polah hujan pada saat musim petik daun pertama. Baca entri selengkapnya »

Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson

Kemarin baca artikel di inet yg menerangkan pemanfaatan GIS untuk berbagai bidang. Asyik juga, ada referensi.

Seperti yang ditulis disini, GIS adalah suatu sistem Informasi yang dapat memadukan antara data grafis (spasial) dengan data teks (atribut) objek yang dihubungkan secara geogrfis di bumi (georeference). Apapun data yang berhubungan dengan georeference dapat di analisis dengan GIS. Begitu juga dengan pembuatan peta Klimatologi dengan klasifikasi Schmidt-Ferguson.

Pemanfaatan SIG didasarkan pada analisis keputusan yang membutuhkan sistem refrensi geografi dunia nyata dalam bentuk format digital, dimana hal ini disebabkan oleh sistem geografi dunia nyata terlalu kompleks untuk dikembangkan sehingga harus disederhanakan. Penyederhanaan ini dalam bentuk pemetaan suatu wilayah dimana data spasial dan informasi atribut diintegrasikan dengan berbagai tipe data dalam suatu analisis dan bentuk. Baca entri selengkapnya »