Ebook USLE (Walter H. Wischmeier and Dwight D. Smith)

CoverBagi para pencinta Tanah atau mungkin lebih senang di sebut Soilers, ada kabar gembira buat para Soilers ini. setelah lama mencari-cari dan mengubek-ubek dunia maya yang sangat luas ini akhir didapatkan juga mbahnya buku untuk prediksi erosi. ya bukunya si mbah eyang Walter H. Wischmeier dan Dwight D. Smith, buku yang selalu menjadi patokan para peneliti yang memprediksi erosi menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation). Buku yang melegenda tersebut berjudul “Predicting rainfall erosion losses – A guide to conservation planning”.

seperti yang sudah disebutkan disini, Metode USLE (Universal Soil Loss Equation) merupakan metode yang umum digunakan untuk memperediksi laju erosi. Selain sederhana, metode ini juga sangat baik diterapkan di daerah-daerah yang faktor utama penyebab erosinya adalah hujan dan aliran permukaan. Wischmeier mengatakan bahwa metode USLE didesain untuk digunakan memprediksi kehilangan tanah yang dihasilkan oleh erosi dan diendapkan pada segmen lereng bukan pada hulu DAS, selain itu juga didesain untuk memprediksi rata-rata jumlah erosi dalam waktu yang panjang. Baca entri selengkapnya »

Peta RBI Kota Padang Skala 1:10.000 Dari BAKOSURTANAL (format file: png)

Sebagai salah satu instutusi yang bergerak pada bidang pemetaan, BAKOSURTANAL telah mengupluad peta-peta rupabumi skala 1:10.000 untuk kepentingan penanganan gempa yang terjadi di Sumatera Barat… salut untuk bakosurtanal atas partisipasinya tersebut. peta-pata ini sangat bermanfaat sekali bagi para sukarelawan pasca gempa maupun keluarga korban gempa yang ingin tau peta Kota Padang dan sekitarnya. apalagi peta ini cukup detail dengan skala 1:10.000.

File2 tersebut bisa didownload di www.bakosurtanal.go.id yang tautannya juga saya simpan di sini. klik gambar untuk mendapatkan file pngnya. semoga bermanfaat untuk semua… Baca entri selengkapnya »

Kenapa banyak Indeks Vegetasi menggunakan panjang gelombang merah dan infra merah dekat? (1)

Yang paling penting dari data penginderaan jauh (PJ) adalah adanya resolusi atau tingkat kepekaan sensor (alat perekam objek) terhadap tingkat pemisahan objek dipermukaan bumi. Ada 4 jenis resolusi yaitu resolusi spasial yang berhubungan dengan besar pixel/pemisahan objek terkecil, resolusi spektral berhubungan dengan pemisahan objek berdasarkan panjang gelombang, resolusi temporal berhubungan dengan pemisahan objek berdasarkan waktu dan resolusi radiometrik yang berhubungan dengan pemisahan objek berdasarkan kekuatan sinyal. Karena kita berbicara tentang indeks vegetasi, maka yang difokuskan adalah tentang resolusi spektralnya.

Indeks vegetasi merupakan suatu persamaan matematik sederhana (sebagian besar :D ) yang menggabungkan beberapa band atau saluran panjang gelombang yang menghasikan satu data baru yang diasumsikan sebagai suatu nilai indeks yaitu indeks vegetasi. Kenapa dibilang “asumsi”? karena nilai indeks ini akan berbeda2 bila mengunakan persamaan indeks vegetasi yang berbeda2 pula. Baca entri selengkapnya »

Hati-hati kemungkinan adanya El Nino dan kemarau panjang tahun ini

Berdasarkan prediksi pada anomaly iklim El Nino dan La Nina bulan Februari 2009 oleh The International Research Institute for Climate and Society pada bulan juni ini diperkirakan anomali suhu permukaan laut samudera pasifik (Nino 3.4) akan berada di atas 0 (nol) derajat, dan keadaan itu benar2 terjadi pada bulan juni ini. Dan diperkirakan akan terus meningkat sampai pada bulan Oktober 2009. meningkatnya suhu permukaan laut di kawasan Nino 3.4 menggambarkan terjadinya kondisi El Nino untuk daerah sekitarnya. Dan untuk Indonesia, kejadian El Nino akan mengakibatkan kemarau yang berkepanjangan, kegagalan panen, hutan yang terbakar dan juga kekurangan pangan.

Hasil-hasil model prediksi tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah. Dan semoga kita bisa merencanakan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut sehingga kerugiannya tidak terlalu besar. Misalnya dengan menyetok kebutuhan pokok seperti beras, merencanakan penanaman tanaman yg tahan kekeringan seperti jagung dan kedelai, serta berusaha menghemat air Baca entri selengkapnya »

ANALISIS INDEKS VEGETASI MENGGUNAKAN CITRA ALOS/AVNIR-2 DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG)

ANALISIS INDEKS VEGETASI MENGGUNAKAN CITRA ALOS/AVNIR-2 DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) UNTUK EVALUASI TATA RUANG KOTA DENPASAR

A. Rahman As-syakur dan I.W. Sandi Adnyana

Abstract

High population density is the main factor in environmental problems, where the high speed of human growth caused the vegetation area became deminishing. The aims of this research was to functionized the ALOS/AVNIR-2 image satellites and GIS to calculate the percentage of vegetation in Denpasar city with three index vegetation formulas: NDVI, SAVI dan MSAVI in order to get one formula to build the distribution map based on the percentage of vegetation. This map was used to evaluate the urban planning map 2003 in Denpasar city. Result showed that there was relationships between vegetation index of ALOS/AVNIR-2 images and percentage of vegetations, where the vegetation index of NDVI and SAVI had the highest coefficient determination. The formula of “Percentage Vegetation = 132.71 (NDVI)2 + 3.461 (NDVI) + 5.6775” was used to generate the percentage distribution vegetation map. Based on that map, the dominant vegetation distribution found in settlement area (with percentage vegetation area) lower than 25%. The urban planning for green open area “KDB” 0% was dominated by the area which had a percentage of vegetation between 25-50% and 50-75%. In the other hand, the urban planning for “Tahura”, was dominated by the area which had a percentage of vegetation of more than 75%.

Key word: vegetation index, percentage vegetation, urban planning, ALOS/AVNIR-2 Baca entri selengkapnya »

Buka Data SRTM Lewat ArcView

4SRTM atau Shuttle Radar Topography Mission merupakan suatu bentuk data yang menyediakan informasi tentang ketinggian tempat atau biasa disebut DEM (Digital elevation Model). Data DEM biasanya digunakan untuk analasis-analisis GIS seperti untuk mengetahui ketinggian tempat, membuat peta lereng, melihat tampilan 3D dan juga bnyak dimanfaatkan untuk kepentingan2 GIS hidrologi seperti menghitung erosi, limpasan permukaan, prediksi banjir dan bnyak lagi. Baca entri selengkapnya »

Pengaruh Tutupan Kanopi terhadap Besarnya Erosi Tanah

Tidak bisa kita pungkiri, bahwa tanaman sangatlah penting dalam dalam mengendalikan erosi. Sehinggalah munculah metode vegetatif dalam pengendalian erosi. Yang paling penting pada tanaman dalam mengendalikan erosi adalah luas tutupan daun, tapi ada sebagian pendapat yang mengatakan bahwa yang paling penting dalam mengendalikan eorosi bukan hanya luas tutupan daunnya, tapi tanaman yang ada di permukaan tanah atau lebih sering disebut tanaman perdu/semak-semaknya. Akan tetapi walaupun tanaman-tanaman kecil ini yang paling penting, tetap saja luas tutupan daunnya yang diperhitungkan. Pentingnya tutupan kanopi ini bisa kita lihat pada persamaan USLE, dimana pada persamaan USLE tutupan daun (faktor C) merupakan salah satu faktor yang digunakan dalam memprediksi besarnya erosi. Baca entri selengkapnya »

PERUBAHAN LUASAN TANAMAN MANGROVE DI TAHURA NGURAH RAI – BALI

Pada tulisan saya sebelumnya tentang Hutan Mangrove dan Luasannya Di indonesia mengulas tentang semakin berkurangnya  luasan hutan Mangrove, khususnya di Indonesia. pada tulisan ini akan coba di ulas tentang peningkatan luasan tanaman Mangrove di salah satu objek wisata di Bali.

Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ngurah Rai merupakan suatu kawasan hutan bertipe hutan payau yang selalu terenang air payau dan dipengaruhi oleh pasang surut. Vegetasi utama di Tahura ini adalah tanaman mangrove. Tahura ini ditetapkan berdasarkan SK Menteri Kehutanan pada tahun 1993 yang mempunyai luas sekitar 1.373.50 ha. Jenis tanaman yang mendominasi di tahura Ngurah Rai adalah Rhizophora apiculata dan Rhizophora Mucronata, Soneratia alba, Bruguiera gymnorrhyiza, Avecinia marina dan Ceriops tagal.

Tahura Ngurah Rai berada di dua Kabupan/Kota yaitu di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Tahura Ngurah Rai Merupakan muara dari sungai Tukad badung dan Tukad mati yang merupakan sungai utama di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Sungai-sungai ini melewati banyak pemukiman pada sehingga kualitas air di dua sungai berada dalam kondisi tercemar. Baca entri selengkapnya »

Evaluasi Kesesuaian Curah Hujan, Temperatur dan Ketinggian untuk Tanaman Pisang dengan GIS

Sekarang akan dicoba mengaplikasikan GIS untuk membuat pola sebaran spasial dari kesesuaian lahan untuk tanaman pisang di pulau Bali. Akan tetapi disini hanya melihat dari kesesuaian karakteristik lahan terhadap curah hujan, ketinggian tempat dan juga suhu. Ketiga karakterisik lahan tersebut merupakan karakteristik lahan yang tidak bisa dirubah kelas kesesuaiannya. Sehingga apapun keadaan dan kondisinya di alam, maka kita harus bisa menerima kondisi tersebut. Jika tidak sesuai, jangan dipaksakan untuk menanam pisang di daerah tersebut, walaupun keadaan yang lain mendukung. Seperti yang ditulis sebelumnya disini, Evaluasi Lahan merupakan suatu proses penilaian suatu lahan sehingga sesuai dengan kondisinya pada penggunaan-penggunan tertetentu (Hardjowigeno dan Widiatmaka, 2001).

Kenapa dipilih pisang… dalam ajaran tata susila dan filsafat agama Hindu, banten merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam melakukan upacara keagamaan. Banten dalam fungsinya sebagai sarana upacara hampir selalu menggunakan buah. Bersama-sama unsur pelengkap lainnya seperti jajan, umbi-umbian, bunga, dan daging, kehadiran buah dalam banten adalah sebagai simbol sari bumi yang dipersembahkan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Parisada Hindu Dharma, 1968 dalam Parining dan Bhaskara, 2002). Baca entri selengkapnya »

Prediksi Erosi dengan USLE dan Sistem Informasi Geografi

Erosi tanah merupakan kejadian alam yang pasti terjadi dipermukaan daratan bumi. Besarnya erosi sangat tergantung dari faktor-faktor alam ditempat terjadinya erosi tersebut, akan tetapi saat ini manusia juga berperan penting atas terjadinya erosi. Adapun faktor-faktor alam yang mempengaruhi erosi adalah erodibilitas tanah, karakteristik landskap dan iklim.

Akibat dari adanya pengaruh manusia dalam proses peningkatan laju erosi seperti pemanfaatan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukannya dan/atau pengelolaan lahan yang tidak didasari tindakan konservasi tanah dan air menyebakan perlunya dilakukan suatu prediksi laju erosi tanah sehingga bisa dilakukan suatu manajemen lahan. Manajeman lahan berfungsi untuk memaksimalkan produktivitas lahan dengan tidak mengabaikan keberlanjutan dari sumberdaya lahan.

Metode USLE (Universal Soil Loss Equation) merupakan metode yang umum digunakan untuk memperediksi laju erosi. Selain sederhana, metode ini juga sangat baik diterapkan di daerah-daerah yang faktor utama penyebab erosinya adalah hujan dan aliran permukaan. Wischmeier (1976) dalam Risse et al. (1993) mengatakan bahwa metode USLE didesain untuk digunakan memprediksi kehilangan tanah yang dihasilkan oleh erosi dan diendapkan pada segmen lereng bukan pada hulu DAS, selain itu juga didesain untuk memprediksi rata-rata jumlah erosi dalam waktu yang panjang. Akan tetapi kelemahan model ini adalah tidak dipertimbangkannya keragaman spasial dalam suatu DAS dimana nilai input parameter yang diperlukan merupakan nilai rata-rata yang dianggap homogen dalam suatu unit lahan (Hidayat, 2003), khususnya untuk faktor erosivitas (R) dan kelerengan (LS). Baca entri selengkapnya »

  • counter
  • Add to My Yahoo!
  • Powered by WordPress - WordPress Blogs Directory
  • Top Academics blogs
  • Bookmark and Share
  • IP
  • free counters
  • RSS IlmuKomputer.Com

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Berita hari ini

  • RSS Berita Iptek Online

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Read this FREE online!