Seperti yang telah disebutkan pada artikel sebelumnya disini, data SRTM atau Shuttle Radar Topography Mission merupakan suatu bentuk data yang menyediakan informasi tentang ketinggian tempat atau biasa disebut DEM (Digital elevation Model) dan menurut Ozah and Kufoniyi (2008) data SRTM 90 ini memiliki akurasi vertikal lebih kurang 7.748 sampai 3.926 meter. Dari data ketinggian ini kita bisa mebuat sebuah garis kontur. Garis Kontur adalah sebuah garis khayal yang menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketinggian yang sama dipermukaan Bumi. Data kontur yang dihasikan dari analisis data SRTM maksimumnya adalah untuk peta berskala 1 : 50.000 atau maksimum interval kontur yang dihasilkannya adalah berinterval 25 m (Ozah and Kufoniyi, 2008).
Bahan-bahan yang perlu diracik untuk membuat peta kontur ini tentu saja sebuah data SRTM yang bisa di download disini. Sedangkan alat-alatnya ya pastinya program ArcView (krn kita menggunakan ArcView) dan extensions spatial analyst.
Acara masak memasaknya kita lanjutkan… Baca entri selengkapnya »


Sebagai salah satu instutusi yang bergerak pada bidang pemetaan, BAKOSURTANAL telah mengupluad peta-peta rupabumi skala 1:10.000 untuk kepentingan penanganan gempa yang terjadi di Sumatera Barat… salut untuk bakosurtanal atas partisipasinya tersebut. peta-pata ini sangat bermanfaat sekali bagi para sukarelawan pasca gempa maupun keluarga korban gempa yang ingin tau peta Kota Padang dan sekitarnya. apalagi peta ini cukup detail dengan skala 1:10.000.
Yang paling penting dari data penginderaan jauh (PJ) adalah adanya resolusi atau tingkat kepekaan sensor (alat perekam objek) terhadap tingkat pemisahan objek dipermukaan bumi. Ada 4 jenis resolusi yaitu resolusi spasial yang berhubungan dengan besar pixel/pemisahan objek terkecil, resolusi spektral berhubungan dengan pemisahan objek berdasarkan panjang gelombang, resolusi temporal berhubungan dengan pemisahan objek berdasarkan waktu dan resolusi radiometrik yang berhubungan dengan pemisahan objek berdasarkan kekuatan sinyal. Karena kita berbicara tentang indeks vegetasi, maka yang difokuskan adalah tentang resolusi spektralnya.
Tidak bisa kita pungkiri, bahwa tanaman sangatlah penting dalam dalam mengendalikan erosi. Sehinggalah munculah metode vegetatif dalam pengendalian erosi. Yang paling penting pada tanaman dalam mengendalikan erosi adalah luas tutupan daun, tapi ada sebagian pendapat yang mengatakan bahwa yang paling penting dalam mengendalikan eorosi bukan hanya luas tutupan daunnya, tapi tanaman yang ada di permukaan tanah atau lebih sering disebut tanaman perdu/semak-semaknya. Akan tetapi walaupun tanaman-tanaman kecil ini yang paling penting, tetap saja luas tutupan daunnya yang diperhitungkan. Pentingnya tutupan kanopi ini bisa kita lihat pada persamaan USLE, dimana pada persamaan USLE tutupan daun (faktor C) merupakan salah satu faktor yang digunakan dalam memprediksi besarnya erosi.



