<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>A.R. As-syakur &#187; Cerita Science</title>
	<atom:link href="http://mbojo.wordpress.com/category/cerita-science/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbojo.wordpress.com</link>
	<description>Untukku dan Untukmu</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Nov 2009 13:26:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='mbojo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a92121b4694e1986f646e76d12b0c816?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>A.R. As-syakur &#187; Cerita Science</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Gas Metan (Methane Gas): Masa Hidup dan Sumbernya</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2009/11/02/gas-metan-methane-gas-masa-hidup-dan-sumbernya/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2009/11/02/gas-metan-methane-gas-masa-hidup-dan-sumbernya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 10:32:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Science]]></category>
		<category><![CDATA[Klimatologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/2009/11/02/gas-metan-methane-gas-masa-hidup-dan-sumbernya/</guid>
		<description><![CDATA[Selain gas CO2, gas metan merupakan gas yang sangat penting dalam hubungannya sebagai gas rumah kaca (GRK). Gas ini mampu memerangkap panas 21 kali lebih kuat dibandingkan dengan gas CO2 (nilai GWP – The Greenhouse Warming Potential – gas metan adalah 21, CO2 nilai GWPnya 1 sedangkan NO2 nilai GWPnya adalah 310) (Hardy, 2003), akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=589&subd=mbojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="wp-caption alignleft" style="width: 237px"><img src="http://www.nasa.gov/centers/goddard/images/content/122450main_methane_chart_lg.jpg" alt="" width="227" height="265" /><p class="wp-caption-text">Peta Sebaran Gas Metan Secara Global</p></div>
<p>Selain gas CO2, gas metan merupakan gas yang sangat penting dalam hubungannya sebagai gas rumah kaca (GRK). Gas ini mampu memerangkap panas 21 kali lebih kuat dibandingkan dengan gas CO2 (nilai GWP – <em>The Greenhouse Warming Potential</em> – gas metan adalah 21, CO2 nilai GWPnya 1 sedangkan NO2 nilai GWPnya adalah 310) (Hardy, 2003), akan tetapi masa hidup gas ini di atmosfer cukup pendek yaitu 7,9 tahun dan bila kita bandingkan dengan gas CO2 yang mencapai 50-200 tahun, NO2 adalah 120 tahun, CFC-11 adalah 50 tahun, dan CFC-12 adalah 102 tahun (Lelieveld et al., 1998; Hardy, 2003).</p>
<p>Gas metan diproduksi oleh mikrobia dalam keadaan anaerob. Secara alamiah lahan gambut, rawa dan sediment di daerah pantai merupakan sumber utama dari gas metan di atmosfer (Hardy, 2003), akan tetapi manusia juga berperan penting terhadap peningkatan gas metan di atmosfer, terutama sejak jaman pra industri yaitu melalui kegiatan-kegiatan peternakan, pertanian padi sawah, sampah, pembakaran batubara dan penggunaan minyak bumi.<span id="more-589"></span></p>
<p>Sebagian besar gas metan di atmosfer hilang bersama proses oksidasi oleh hydroxyl radikal (OH) di troposfer dan sekitar 7-11% hilang di stratosfer, selain itu CH4 yang dikonsumsi oleh bakteri ditanah menyumbang menghilangkan CH4 atmosfer sekitar 1-10% (Lelieveld et al., 1998)</p>
<p>Jumlah gas metan (CH4) di atmosfer adalah sekitar 4850 Tg CH4 (1 Tg = 10E12 g = 1 juta ton) dan rata-rata emisi gas metan secara global adalah sekitar 500-600 Tg per tahun (Yamaji et al., 2003; Butenhoff and Khalil, 2007). Dari 600 Tg CH4 yang diemisikan tersebut 24,17 persen (145 Tg) berasal dari lahan gambut, penggunaan energi sekitar 18,33 persen (110 Tg), emisi dari padi sawah sekitar 13,33 persen (80 Tg) dan Peternakan sekitar 13,33 persen (80 Tg) (Lelieveld et al., 1998).</p>
<p>Hasil hitung-hitungan oleh Yamaji et al. (2003) terhadap emisi gas metan dari seluruh kegiatan peternakan di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Asia Timur menunjukkan bahwa emisi gas metan untuk wilayah ini mencapai 29,9 Tg CH4 per tahun atau sekitar 32 persen dari total emisi peternakan yang dihasilkan secara global. Dimana Negara India merupakan penyumbang tersebesar gas ini yaitu sebesar 11,77 Tg pertahun dan Cina menempati urutan kedua yaitu 10,40 Tg per tahun. Urutan ketiga ditempati oleh Pakistan yaitu sebesar 1,85 Tg per tahun, dan urutan ke empat oleh Negara Banglades sebesar 0,94 Tg per tahun.</p>
<p>Indonesia berada di urutan ke lima yaitu sebesar 0,85 Tg CH4 per tahun dimana peternakan sapi menyumbang emisi CH4 paling besar untuk wilayah Indonesia yaitu sebesar 0,55 Tg per tahun. Yamaji et al. (2003) juga membuat peta sebaran emisi yang disumbangkan oleh kegiatan peternakan yang dapat dilihat pada gambar di bawah. Satuan emisinya adalah dalam Gg CH4 per tahun (1 Gg = 10E9 = 1000 Ton).</p>
<p><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/11/peta-metan.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-588" title="Peta Metan" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/11/peta-metan.jpg?w=300&#038;h=279" alt="Peta Metan" width="300" height="279" /></a></p>
<p>Keppler et al. (2006) menghitung emisi gas metan yang disebabkan oleh tanaman pada kondisi aerobik, dan hasil estimasinya menunjukkan bahwa vegetasi mengemisikan gas metan sebesar 149 Tg CH4 per tahun dimana hutan tropis sebagai penyumbang paling besar yaitu sekitar 78,2 Tg per tahun dan padang rumput tropis sebagai penyumbang terbesar kedua yaitu sebesar 29.2 Tg per tahun. Akan tetapi hasil perhitungan Parsons et al. (2006), vegetasi secara global menyumbang emisi CO2 hanya sebesar 52,7 Tg CH4 per tahun. Perhitungan ini lebih dekat dengan hasil perhitungan Butenhoff and Khalil (2007) untuk vegetasi yaitu sebesar 14-60 Tg CH4 pertahun.</p>
<p>Pertanian padi sawah, khususnya sawah teririgasi juga merupakan penyumbang terbesar gas metan ke atmosfer. Secara global diperkirakan sekitar 18 sampai 280 Tg gas metan per tahun dilepas ke atmosfer oleh pertanian padi sawah (Bachelet and Neue, 1993). Sedangkan IPCC (1992) memperkirakan sekitar 100 Tg gas metan per tahun yang dilepas oleh lahan padi sawah di seluruh dunia (Neue et al., 1996; Wassmann et al, 1993). Kondisi lahan sawah yang tergenang menyebabkan kondisi lingkungan yang sangat baik bagi terbentuknya gas metan. Dari 18 negara penghasil beras di Asia, Indonesia menempati urutan ke enam penghasil gas metan bersama Negara Myanmar, dimana setiap tahunnya Indonesia menghasilkan 3,7 Tg gas metan setiap tahunnya (Bachelet and Neue, 1993). Akan tetapi hasil estimasi Husin et al. (1995) total emisi gas metan oleh Indonesia adalah 4 Tg per tahun. Kondisi ini masih jauh dari emisi gas metan yang dihasikan oleh India dan Cina dimana setiap tahunnya negara-negara tersebut mengemisikan gas metan sebesar 27,6 Tg dan 21,6 Tg per tahun (Bachelet and Neue, 1993).</p>
<p>Pada tahun-tahun sebelumnya sumber gas metan dari geologi biasanya tidak dipertimbangkan, akan tetapi akhir2 ini sumber gas tersebut dipertimbangkan khususnya dari kegiatan geothermal dan letusan gunung api. Dari hasil letusan gunung api diperkirakan sekitar 5 – 13 Tg per tahun gas metan dilepaskan ke atmosfer (Etiope and Milkov, 2004 dalam Etiope, 2004), sedangkan dari proses geothermal emisi gas metan per tahunnya diperkirakan sekitar 2,5-6,3 Tg (Etiope and Klusman, 2002 dalam Etiope et al., 2007). Di Eropa, diperkiran gas metan yang dilepaskan dari proses letusan gunung api dan geothermal adalah sekitar 4000-16000 ton per tahun dimana hanya sekitar 720 ton yang berasal dari letusan gunung api (Etiope et al., 2007). Dan dari seluruh kegitan geologi secara global, gas metan yang diemisikan di udara adalah sekitar  40-60 Tg per tahun (Etiope, 2004).</p>
<p>Mudah-mudahan sekelumit informasi ini berguna bagi semua orang agar kita selalu waspada akan bencana pemanasan global dan perubahan iklim. Serta agar kita senantiasa bisa memperikirakan efek dari apa yang kita perbuat dan kita rencanakan.</p>
<p>Daftar Pustaka</p>
<p>Bachelet, D., and H.U. Neue .1993. Methane Emissions from Wetland Rice Areas of Asia. Chemosphere, Vol.26, Nos. 1-4, pp 219-237</p>
<p>Butenhoff, C.L., and M.A.K. Khalil. 2007. Global Methane Emissions from Terrestrial Plants. Environ. Sci. Technol, 41. 4032-4037.</p>
<p>Etiope, G. 2004. New Directions: GEM-Geologic Emissions of Methane, the missing source in the atmospheric methane budget. Atmospheric Environment, 38. 3099–3100</p>
<p>Etiope, G., T. Fridriksson, F. Italiano, W. Winiwarter, and J. Theloke. 2007. Natural emissions of methane from geothermal and volcanic sources in Europe. Journal of Volcanology and Geothermal Research, 165. 76–86</p>
<p>Hardy, J.T. 2003. Climate Change: Causes, Effects, and Solutions. John Wiley &amp; Sons Ltd, The Atrium, Southern Gate, Chichester, West Sussex PO19 8SQ, England</p>
<p>Husin, Y.A., D. Murdiyarso, M.A.K. Khalil, R.A. Rasmussen, M.J. Shearer, S. Sabiham, A. Sunar, and H. Adijuwana. 1995. Methane Flux from Indonesian Wetland Rice: The Effects of Water Management and Rice Variety. Chemosphere, Vol. 31, No. 4, pp. 3153-3180</p>
<p>Keppler, F., J.T.G. Hamilton, M. Braß, and T. Ro¨ckmann. 2006. Methane emissions from terrestrial plants under aerobic conditions. Nature, 439. 187–191.</p>
<p>Lelieveld, J., P.J. Crutzen, and F.J. Dentener. 1998. Changing concentration, lifetime and climate forcing of atmospheric methane. Tellus, 50B. 128–150.</p>
<p>Neue, H.U., R. Wassmann, R.S. Lantin, MaC.R. Alberto, J.B. Aduna, and A.M. Javellana. 1996. Factors Affecting Methane Emission from Rice Fields. Atmospheric Environment, Vol. 30, Nos 10/11, pp. 1751 – 1754.</p>
<p>Parsons, A.J., P.C.D. Newton, H. Clark, and F.M. Kelliher. 2006. Scaling methane emissions from vegetation. Trends in Ecology and Evolution, Vol.21 No.8. 423-424.</p>
<p>Wassmann, R., H. Papen, and H. Rennenberg. 1993. Methane Emission from Rice Paddies and Possible Mitigation Strategies. Chemosphere, Vol.26, Nos. 1-4, pp 201-217.</p>
<p>Yamajia, K., T. Oharaa, and H. Akimoto. 2003. A country-specific, high-resolution emission inventory for methane from livestock in Asia in 2000. Atmospheric Environment, 37. 4393–4406.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/589/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/589/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/589/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=589&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2009/11/02/gas-metan-methane-gas-masa-hidup-dan-sumbernya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30669ee732c9d0af9191bd6a09620a1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.nasa.gov/centers/goddard/images/content/122450main_methane_chart_lg.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/11/peta-metan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Peta Metan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peta RBI Kota Padang Skala 1:10.000 Dari BAKOSURTANAL (format file: png)</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2009/10/05/peta-rbi-kota-padang-skala-110-000-dari-bakosurtanal-format-file-png/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2009/10/05/peta-rbi-kota-padang-skala-110-000-dari-bakosurtanal-format-file-png/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 12:12:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Science]]></category>
		<category><![CDATA[FOKUSHIMITI]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Informasi Geografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/?p=579</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai salah satu instutusi yang bergerak pada bidang pemetaan, BAKOSURTANAL telah mengupluad peta-peta rupabumi skala 1:10.000 untuk kepentingan penanganan gempa yang terjadi di Sumatera Barat&#8230; salut untuk bakosurtanal atas partisipasinya tersebut. peta-pata ini sangat bermanfaat sekali bagi para sukarelawan pasca gempa maupun keluarga korban gempa yang ingin tau peta Kota Padang dan sekitarnya. apalagi peta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=579&subd=mbojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/47/2004_Indonesia_Tsunami_Complete.gif" alt="" width="229" height="211" />Sebagai salah satu instutusi yang bergerak pada bidang pemetaan, BAKOSURTANAL telah mengupluad peta-peta rupabumi skala 1:10.000 untuk kepentingan penanganan gempa yang terjadi di Sumatera Barat&#8230; salut untuk bakosurtanal atas partisipasinya tersebut. peta-pata ini sangat bermanfaat sekali bagi para sukarelawan pasca gempa maupun keluarga korban gempa yang ingin tau peta Kota Padang dan sekitarnya. apalagi peta ini cukup detail dengan skala 1:10.000.</p>
<p>File2 tersebut bisa didownload di www.bakosurtanal.go.id yang tautannya juga saya simpan di sini. klik gambar untuk mendapatkan file pngnya. semoga bermanfaat untuk semua&#8230;<span id="more-579"></span></p>
<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6247.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6247" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6247.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6247" width="200" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6248.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6248" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6248.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6248" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0714-6247 (1,52 MB)</td>
<td align="center">0714-6248 (2,42 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6249.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6249" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6249.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6249" width="200" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6413.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6413" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6413.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6413" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0714-6249 (4,06 MB)</td>
<td align="center">0714-6413 (0,8 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6415.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6415" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6415.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6415" width="200" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6416.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6416" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6416.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6416" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0714-6415 (0,98 MB)</td>
<td align="center">0714-6416 (1,21 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6418.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6418" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6418.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6418" width="200" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6419.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6419" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6419.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6419" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0714-6418 (0,93 MB)</td>
<td align="center">0714-6419 (2,28 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6421.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6421" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6421.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6421" width="200" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6422.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6422" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6422.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6422" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0714-6421 (2,53 MB)</td>
<td align="center">0714-6422 (4,39 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6423.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6423" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6423.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6423" width="200" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6424.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6424" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6424.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6424" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0714-6423 (4,37 MB)</td>
<td align="center">0714-6424 (4,15 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6425.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6425" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6425.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6425" width="200" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6427.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6427" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6427.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6427" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0714-6425 (5,62 MB)</td>
<td align="center">0714-6427 (5,42 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6433.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6433" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6433.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6433" width="200" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6436.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6436" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6436.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6436" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0714-6433 (1,34 MB)</td>
<td align="center">0714-6436 (0,99 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6439.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6439" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6439.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6439" width="200" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6441.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6441" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6441.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6441" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0714-6439 (0,88 MB)</td>
<td align="center">0714-6441 (5,48 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6442.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6442" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6442.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6442" width="200" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6444.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6444" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6444.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6444" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0714-6442 (5,68 MB)</td>
<td align="center">0714-6444 (3,23)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6445.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6445" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6445.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6445" width="200" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6447.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6447" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6447.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6447" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0714-6445 (5,41 MB)</td>
<td align="center">0714-6447 (4,34 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0714-6448.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0714-6448" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6448.png" border="0" alt="RBI 10K 0714-6448" width="200" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0715-3213.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0715-3213" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3213.png" border="0" alt="RBI 10K 0715-3213" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0714-6448 (5,48 MB)</td>
<td align="center">0715-3213 (3,15 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0715-3216.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0715-3216" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3216.png" border="0" alt="RBI 10K 0715-3216" width="200" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0715-3219.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0715-3219" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3219.png" border="0" alt="RBI 10K 0715-3219" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0715-3216 (2,67 MB)</td>
<td align="center">0715-3219 (3,52 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0715-3221.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0715-3221" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3221.png" border="0" alt="RBI 10K 0715-3221" width="200" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0715-3224.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0715-3224" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3224.png" border="0" alt="RBI 10K 0715-3224" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0715-3221 (5,25 MB)</td>
<td align="center">0715-3224 (4,52 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0715-3227.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0715-3227" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3227.png" border="0" alt="RBI 10K 0715-3227" width="200" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0715-3232.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0715-3232" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3232.png" border="0" alt="RBI 10K 0715-3232" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0715-3227 (4,28 MB)</td>
<td align="center">0715-3232 (1,73 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0715-3233.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0715-3233" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3233.png" border="0" alt="RBI 10K 0715-3233" width="200" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0715-3234.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0715-3234" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3234.png" border="0" alt="RBI 10K 0715-3234" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0715-3233 (4,27 MB)</td>
<td align="center">0715-3234 (1,04 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0715-3235.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0715-3235" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3235.png" border="0" alt="RBI 10K 0715-3235" width="200" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0715-3236.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0715-3236" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3236.png" border="0" alt="RBI 10K 0715-3236" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0715-3235 (3,4 MB)</td>
<td align="center">0715-3236 (4,8 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0715-3237.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0715-3237" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3237.png" border="0" alt="RBI 10K 0715-3237" width="200" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0715-3238.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0715-3238" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3238.png" border="0" alt="RBI 10K 0715-3238" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0715-3237 (2,3 MB)</td>
<td align="center">0715-3238 (3,4 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0814-4137.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0814-4137" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0814-4137.png" border="0" alt="RBI 10K 0814-4137" width="200" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/0814-4138.png" target="_blank"><img title="RBI 10K 0814-4138" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0814-4138.png" border="0" alt="RBI 10K 0814-4138" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0814-4137 (4,26 MB)</td>
<td align="center">0814-4138 (4,94 MB)</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Selain itu ada juga peta RBI Skala 250.000 untuk daerah Padang, Jambi, Bengkulu dan sekitarnya ( format file: jpeg)</p>
<table border="0" cellspacing="2" cellpadding="2">
<tbody>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/0614.jpg" target="_blank"><img title="0614 (53,1 MB)" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0614.jpg" border="0" alt="0614 (53,1 MB)" height="150" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/0712.jpg" target="_blank"><img title="0712 (23,6 MB)" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0712.jpg" border="0" alt="0712 (23,6 MB)" height="150" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0614 (53,1 MB)</td>
<td align="center">0712 (23,6 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/0713.jpg" target="_blank"><img title="0713 (54,8 MB)" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0713.jpg" border="0" alt="0713 (54,8 MB)" height="150" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/0714.jpg" target="_blank"><img title="0714 (25 MB)" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0714.jpg" border="0" alt="0714 (25 MB)" height="150" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0713 (54,8 MB)</td>
<td align="center">0714 (25 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/0715.jpg" target="_blank"><img title="0715 (26,7 MB)" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0715.jpg" border="0" alt="0715 (26,7 MB)" height="150" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/0716.jpg" target="_blank"><img title="0716 (27,2 MB)" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0716.jpg" border="0" alt="0716 (27,2 MB)" height="150" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0715 (26,7 MB)</td>
<td align="center">0716 (27,2 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/0812.jpg" target="_blank"><img title="0812 (25,4 MB)" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0812.jpg" border="0" alt="0812 (25,4 MB)" height="150" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/0813.jpg" target="_blank"><img title="0813 (58,1 MB)" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0813.jpg" border="0" alt="0813 (58,1 MB)" height="150" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0812 (25,4 MB)</td>
<td align="center">0813 (58,1 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/0814.jpg" target="_blank"><img title="0814 (29,9 MB)" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0814.jpg" border="0" alt="0814 (29,9 MB)" height="150" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/0815.jpg" target="_blank"><img title="0815 (25 MB)" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0815.jpg" border="0" alt="0815 (25 MB)" height="150" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0814 (29,9 MB)</td>
<td align="center">0815 (25 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/0816.jpg" target="_blank"><img title="0816 (31,2 MB)" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0816.jpg" border="0" alt="0816 (31,2 MB)" height="150" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/0913.jpg" target="_blank"><img title="0913 (58,3 MB)" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0913.jpg" border="0" alt="0913 (58,3 MB)" height="150" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0816 (31,2 MB)</td>
<td align="center">0913 (58,3 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/0914.jpg" target="_blank"><img title="0914 (62,3 MB)" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0914.jpg" border="0" alt="0914 (62,3 MB)" height="150" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/0915.jpg" target="_blank"><img title="0915 (29,1 MB)" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0915.jpg" border="0" alt="0915 (29,1 MB)" height="150" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">0914 (62,3 MB)</td>
<td align="center">0915 (29,1 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/1013.jpg" target="_blank"><img title="1013 (26,7 MB)" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/1013.jpg" border="0" alt="1013 (26,7 MB)" height="150" /></a></td>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/1014.jpg" target="_blank"><img title="1014 (9,06 MB)" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/1014.jpg" border="0" alt="1014 (9,06 MB)" height="150" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">1013 (26,7 MB)</td>
<td align="center">1014 (9,06 MB)</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/1015.jpg" target="_blank"><img title="1015 (26,2 MB)" src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/1015.jpg" border="0" alt="1015 (26,2 MB)" height="150" /></a></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td align="center">1015 (26,2 MB)</td>
<td align="center"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>dan tambahannya adalah Peta Lingkungan Laut Indonesia (LLN 03) dan Peta Antisipasi Penanggulangan Tsunami Kota Padang</p>
<h4>Peta Lingkungan Laut Indonesia (LLN 03)</h4>
<p><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/lln/lln03.png" target="_blank"><img src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/lln/t_lln03.png" border="0" alt=" " width="150" /></a></p>
<h4>Peta Antisipasi Penanggulangan Tsunami</h4>
<p><a href="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/tsunami.png" target="_blank"><img src="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/t_tsunami.jpg" border="0" alt=" " width="150" /></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/579/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=579&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2009/10/05/peta-rbi-kota-padang-skala-110-000-dari-bakosurtanal-format-file-png/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30669ee732c9d0af9191bd6a09620a1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/47/2004_Indonesia_Tsunami_Complete.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6247.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6247</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6248.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6248</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6249.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6249</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6413.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6413</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6415.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6415</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6416.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6416</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6418.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6418</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6419.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6419</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6421.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6421</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6422.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6422</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6423.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6423</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6424.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6424</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6425.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6425</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6427.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6427</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6433.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6433</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6436.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6436</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6439.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6439</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6441.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6441</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6442.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6442</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6444.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6444</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6445.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6445</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6447.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6447</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0714-6448.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0714-6448</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3213.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0715-3213</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3216.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0715-3216</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3219.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0715-3219</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3221.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0715-3221</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3224.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0715-3224</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3227.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0715-3227</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3232.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0715-3232</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3233.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0715-3233</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3234.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0715-3234</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3235.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0715-3235</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3236.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0715-3236</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3237.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0715-3237</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0715-3238.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0715-3238</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0814-4137.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0814-4137</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi10k/t/0814-4138.png" medium="image">
			<media:title type="html">RBI 10K 0814-4138</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0614.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0614 (53,1 MB)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0712.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0712 (23,6 MB)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0713.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0713 (54,8 MB)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0714.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0714 (25 MB)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0715.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0715 (26,7 MB)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0716.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0716 (27,2 MB)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0812.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0812 (25,4 MB)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0813.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0813 (58,1 MB)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0814.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0814 (29,9 MB)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0815.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0815 (25 MB)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0816.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0816 (31,2 MB)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0913.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0913 (58,3 MB)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0914.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0914 (62,3 MB)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/0915.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0915 (29,1 MB)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/1013.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1013 (26,7 MB)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/1014.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1014 (9,06 MB)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/rbi250k/t/1015.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1015 (26,2 MB)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/lln/t_lln03.png" medium="image">
			<media:title type="html"> </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.bakosurtanal.go.id/upl_images/gempasumbar2009/t_tsunami.jpg" medium="image">
			<media:title type="html"> </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa banyak Indeks Vegetasi menggunakan panjang gelombang merah dan infra merah dekat? (1)</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2009/10/02/kenapa-banyak-indeks-vegetasi-menggunakan-panjang-gelombang-merah-dan-infra-merah-dekat/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2009/10/02/kenapa-banyak-indeks-vegetasi-menggunakan-panjang-gelombang-merah-dan-infra-merah-dekat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 07:51:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Science]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Informasi Geografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[Yang paling penting dari data penginderaan jauh (PJ) adalah adanya resolusi atau tingkat kepekaan sensor (alat perekam objek) terhadap tingkat pemisahan objek dipermukaan bumi. Ada 4 jenis resolusi yaitu resolusi spasial yang berhubungan dengan besar pixel/pemisahan objek terkecil, resolusi spektral berhubungan dengan pemisahan objek berdasarkan panjang gelombang, resolusi temporal berhubungan dengan pemisahan objek berdasarkan waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=567&subd=mbojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="alignleft" src="http://www.uvm.edu/giee/PLM/MAPS/NDVI.93.M.gif" alt="" width="223" height="306" />Yang paling penting dari data penginderaan jauh (PJ) adalah adanya resolusi atau tingkat kepekaan sensor (alat perekam objek) terhadap tingkat pemisahan objek dipermukaan bumi. Ada 4 jenis resolusi yaitu resolusi spasial yang berhubungan dengan besar pixel/pemisahan objek terkecil, resolusi spektral berhubungan dengan pemisahan objek berdasarkan panjang gelombang, resolusi temporal berhubungan dengan pemisahan objek berdasarkan waktu dan resolusi radiometrik yang berhubungan dengan pemisahan objek berdasarkan kekuatan sinyal. Karena kita berbicara tentang indeks vegetasi, maka yang difokuskan adalah tentang resolusi spektralnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Indeks vegetasi merupakan suatu persamaan matematik sederhana (sebagian besar <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ) yang menggabungkan beberapa band atau saluran panjang gelombang yang menghasikan satu data baru yang diasumsikan sebagai suatu nilai indeks yaitu indeks vegetasi. Kenapa dibilang “asumsi”? karena nilai indeks ini akan berbeda2 bila mengunakan persamaan indeks vegetasi yang berbeda2 pula.<span id="more-567"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Indeks vegetasi yang paling tua adalah <em>Ratio Vegetation Index</em> (RVI) yang dipublikasikan oleh Jordan (1969) dan yang paling terkenal adalah <em>Normalized Difference Vegetation Index</em> (NDVI) yang dipublikasikan oleh Deering (1978). Kedua indeks ini menggunakan band/saluran pada panjang gelombang infra merah dekat (NIR) dan merah (red). Kenapa musti NIR dan merah?</p>
<p style="text-align:justify;">Tiga proses penting dalam PJ yaitu pemantulan cahaya oleh objek (reflectance), penyerapan cahaya oleh objek (Absorptance) dan pelolosan cahaya oleh objek (Transmittance). Tanaman, lebih spesifiknya daun juga mengalami tiga proses ini terhadap cahaya matahari yang diterimanya. Kita melihat daun bisanya berwrna hijau, kenapa? Karena dari seluruh cahaya matahari yang diterima, daun hanya memantulkan cahaya spesifik yang berwarna hijau yaitu pada panjang gelombang sekitar 0.55 µm, tapi ini yang terlihat. Sebenarnya yang terjadi, pemantulan maksimum pada daun terjadi pada panjang gelombang inframerah dekat (NIR), karena mata manusia hanya menangkap cahaya pada panjang gelombang mejikuhibiu, masih ingatkan apa itu menjikuhibiu&#8230;? atau pada panjang gelombang 0.4-0.7 µm atau juga panjang gelombang <em>visible</em> maka yang terlihat adalah pantulan yang berwarna hijau, sedangkan infra merah dekat, karena dah kluar dari mejikuhibiu&#8230; ga terlihat karena panjang gelombang inframerah dekat itu berada pada sekitar panjang gelombang 0.75-1.35 µm. Seandainya mata manusia bisa menangkap panjang gelombang ini, maka daun akan terlihat sangat merah karena daun memantulkan gelombang ini sekitar 60%, coba bandingkan dengan gelombang hijau yang hanya sekitar 20% (Jensen, 2000). Ga bisa dibayangkan dah bagaimana silaunya tuh daun. Contohnya pada gambar dibawah. Gambar atas adalah pengambilan gambar mengunkan panjang gelombang mejikuhibiu, gambar yang dibawah menggunakan NIR. Kelihatan merah semuakan vegetasi yang masih bagus waktu pake NIR (memantulkan cahaya NIR), sedangkan vegetasi yang dah kering kelihatan putih (menyerap cahaya NIR). <a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/10/2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-568" title="2" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/10/2.jpg?w=217&#038;h=300" alt="2" width="217" height="300" /></a>Inilah dasar kenapa band/saluran NIR lebih dipilih untuk dijadikan salah satu band dalam mencari indeks vegetasi selain juga alasan2 lain seperti tingkat penyerapan cahaya oleh vegeteasi yang rendah, tingkat pelolosan cahaya oleh vegetasi yang cukup tinggi, dan pemantulan cahayanya tidak dipengaruhi oleh kloroplas didalam daun. Tingkat pemantulan cahaya yang tinggi oleh daun ini dikontrol oleh struktur daun, khususnya oleh jaringan mesofil gabus karena adanya ruang antar sel dimana ketebalan daun, adanya epiticular lilin dan umur daun juga mempengaruhi tingkat penyerapan cahaya ini (Slaton et al., 2001). Epiticular lilin dapat meningkatkan pemantulan gelombang NIR oleh daun sekitar 5-20% (Mulroy, 1979). Pada gambar dibawah terlihat dengan jelas bagaimana pengaruh ketebalan daun terhadap pemantulan gelombang NIR</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/10/3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-570" title="3" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/10/3.jpg?w=300&#038;h=269" alt="3" width="300" height="269" /></a>Secara umum, daun tanaman memantulkan 2 jenis cahaya yaitu hijau dan NIR dan menyerap 2 jenis cahaya juga yaitu biru dan merah, seperti yang terlihat pada gambar dibawah.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/10/4.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-571" title="4" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/10/4.jpg?w=300&#038;h=212" alt="4" width="300" height="212" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi banyak persamaan indeks2 vegetasi yang menggunakan panjang gelombang merah dibandingkan panjang gelombang biru yang dikarenakan oleh sensitivitas panjang gelombang merah terhadap perubahan klorofil. Gelombang biru terserap oleh tanaman karena adanya pigmen klorofil-a, klorofil-b dan karotin, sedangkan gelombang merah terserap oleh tanaman karena adanya klorofil-a dan klorofil-b. Seperti terlihat pada gambar di bawah.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/10/5.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-572" title="5" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/10/5.jpg?w=300&#038;h=236" alt="5" width="300" height="236" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Ceritanya akan dilanjutkan nanti setelah dapat data2 yang bagus untuk di tampilkan&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=567&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2009/10/02/kenapa-banyak-indeks-vegetasi-menggunakan-panjang-gelombang-merah-dan-infra-merah-dekat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30669ee732c9d0af9191bd6a09620a1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.uvm.edu/giee/PLM/MAPS/NDVI.93.M.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/10/2.jpg?w=217" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/10/3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/10/4.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/10/5.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KONTRIBUSI MANUSIA TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DAN LINGKUNGAN</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2009/08/29/kontribusi-manusia-terhadap-perubahan-iklim-dan-lingkungan/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2009/08/29/kontribusi-manusia-terhadap-perubahan-iklim-dan-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 07:30:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Science]]></category>
		<category><![CDATA[Klimatologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/?p=548</guid>
		<description><![CDATA[Berdasarkan laporan IPCC tahun 2007 kemungkinan manusia yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim adalah sebesar 90%, keadaan ini lebih tinggi dari laporan terakhir dari IPCC pada tahun 2001 dimana kemungkinan manusia sebagai penyebab perubahan iklim adalah sebesar 60%. Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa penyebab utama terjadinya peningkatan Gas Rumah Kaca (GRK) seperti peningkatan gas Carbon Dioksida [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=548&subd=mbojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berdasarkan laporan IPCC tahun 2007 kemungkinan manusia yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim adalah sebesar 90%, keadaan ini lebih tinggi dari laporan terakhir dari IPCC pada tahun 2001 dimana kemungkinan manusia sebagai penyebab perubahan iklim adalah sebesar 60%. Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa penyebab utama terjadinya peningkatan Gas Rumah Kaca (GRK) seperti peningkatan gas Carbon Dioksida yang disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil dan perubahan penggunaan dari lahan hutan menjadi lahan yang bernilai ekonomi seperti pemukiman dan perkebunan, sedangkan peningkatan gas metan dan gas dinitrogen oksida disebabkan oleh aktivitas pertanian.</p>
<p>Akan tetapi selain merupakan penyebab perubahan iklim, manusia juga merupakan mahluk yang berusaha menghambat perubahan iklim tersebut.<span id="more-548"></span></p>
<p align="center">
<div id="attachment_544" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/08/aktivitas-manusia.png"><img class="size-medium wp-image-544" title="aktivitas manusia" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/08/aktivitas-manusia.png?w=300&#038;h=260" alt="Skema pengaruh, dampak dan tanggapan manusia terhadap perubahan iklim" width="300" height="260" /></a><p class="wp-caption-text">Skema pengaruh, dampak dan tanggapan manusia terhadap perubahan iklim</p></div>
<p>Meningkatnya jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer disebabkan oleh kegiatan manusia di berbagai sektor, antara lain:</p>
<p>1. Energi</p>
<p>Penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batubara dan gas alam dalam berbagai kegiatan, misalnya pada pembangkitan listrik, transportasi dan  industri, akan memicu bertambahnya jumlah emisi GRK di atmosfer. Walaupun sama-sama menghasilkan emisi GRK, namun emisi yang dihasilkan dari penggunaan ketiga jenis bahan bakar fosil tersebut berbeda-beda. Untuk menghasilkan energi sebesar 1 kWh, pembangkit listrik yang menggunakan batubara mengemisikan sekitar 940 gram CO2. Sementara pembangkit listrik yang menggunakan minyak bumi dan gas alam, menghasilkan emisi sekitar 798 dan 581 gram CO2 (Meiviana, dkk., 2004).</p>
<p>Tahun 2009 pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan kebutuhan batubara dalam negeri  sebanyak 68,3 juta ton, dimana sekitar 41,4 juta ton untuk pembangkit listrik. coba dihitung berapa banyak CO2 yg diemisikan&#8230;</p>
<p>Di Indonesia, di antara sektor lainnya, sektor energi menempati urutan kedua sebagai sumber GRK yaitu sekitar 25% dari total emisi. Sementara dari sisi pemanfaatan energi di Indonesia, sektor industri merupakan sektor pengemisi GRK terbesar, diikuti oleh sektor transportasi.</p>
<div id="attachment_545" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/08/tabel-emisi-grk.png"><img class="size-medium wp-image-545" title="Tabel Emisi GRK" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/08/tabel-emisi-grk.png?w=300&#038;h=212" alt="Emisi GRK Indonesia Tahun 1994" width="300" height="212" /></a><p class="wp-caption-text">Emisi GRK Indonesia Tahun 1994</p></div>
<p>2. Kehutanan</p>
<p>Salah satu fungsi hutan adalah sebagai penyerap emisi GRK, biasa disebut carbon sink. Hutan bekerja untuk menyerap dan mengubah karbondioksida (CO2), salah satu jenis GRK, menjadi oksigen (O2) untuk kebutuhan mahluk hidup. Oleh karena itu kegiatan pengrusakan hutan, penebangan hutan, perubahan kawasan hutan menjadi bukan hutan, menyebabkan lepasnya sejumlah emisi GRK yang sebelumnya disimpan di dalam pohon.</p>
<p>Seharusnya dengan luasnya kawasan hutan di Indonesia, sekitar 120 juta ha (Tahun 2008), maka emisi GRK yang dapat diserap jumlahnya cukup banyak. Namun dengan laju kerusakan hutan sekitar 1.09 juta hektar per tahun untuk kurun waktu tahun 2000-2006 (SLHI, 2008), tak heran jika sektor kehutanan merupakan penyumbang emisi GRK terbesar di Indonesia. Menurut The First National Communication yang berisi inventarisasi GRK di berbagai Negara, sekitar 64% dari total emisi GRK di Indonesia dihasilkan dari sektor kehutanan (Meiviana, dkk., 2004).</p>
<p>3. Pertanian dan Peternakan</p>
<p>Sektor pertanian dan peternakan juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan emisi GRK di atmosfer. Dari sektor pertanian, emisi GRK dihasilkan dari sawah yang tergenang, pemanfaatan pupuk, pembakaran padang savana, dan pembusukan sisa-sia pertanian. Sektor pertanian menurut The First National Communication secara umum menghasilkan emisi GRK hanya sekitar 8%. Namun sektor ini menghasilkan emisi gas metana tertinggi dibandingkan sektor lainnya.</p>
<p>Sementara dari sektor peternakan, emisi GRK berupa gas metana (CH4) dilepaskan dari kotoran ternak yang membusuk. Sesungguhnya untuk mengurangi emisi GRK dari sector ini, kotoran ternak dapat diolah untuk menjadi biogas, bahan bakar yg ramah lingkungan.</p>
<p>4. Sampah</p>
<p>Manusia dalam setiap kegiatannya hampir selalu menghasilkan sampah. Sampah sendiri turut menghasilkan emisi GRK berupa gas metana (CH4), walaupun dalam jumlah yang cukup kecil jika dibandingkan dengan emisi GRK yang dihasilkan dari sektor kehutanan dan energi.</p>
<p>Diperkirakan 1 ton sampah padat menghasilkan 50 kg gas metana. Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat, diperkirakan pada tahun 2020 sampah yang dihasilkan per hari sekitar 500 juta kg/hari atau 190 ribu ton/tahun. Ini berarti pada tahun tersebut Indonesia akan mengemisikan gas metana ke atmosfer sebesar 9500 ton. Sampah kota perlu dikelola secara benar, agar laju perubahan iklim bisa diperlambat.</p>
<div id="attachment_546" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/08/carbon-emision.png"><img class="size-medium wp-image-546" title="carbon emision" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/08/carbon-emision.png?w=300&#038;h=173" alt="Emisi Karbon per orang di beberapa negara" width="300" height="173" /></a><p class="wp-caption-text">Emisi Karbon per orang di beberapa negara</p></div>
<div id="attachment_547" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/08/emisi-co2.png"><img class="size-medium wp-image-547" title="emisi CO2" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/08/emisi-co2.png?w=300&#038;h=262" alt="Trend emisi GRK yang disebabkan oleh manusia dari tahun 1970 sampai 2004" width="300" height="262" /></a><p class="wp-caption-text">Trend emisi GRK yang disebabkan oleh manusia dari tahun 1970 sampai 2004</p></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/548/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/548/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/548/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=548&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2009/08/29/kontribusi-manusia-terhadap-perubahan-iklim-dan-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30669ee732c9d0af9191bd6a09620a1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/08/aktivitas-manusia.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">aktivitas manusia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/08/tabel-emisi-grk.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tabel Emisi GRK</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/08/carbon-emision.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">carbon emision</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/08/emisi-co2.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">emisi CO2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Laporan dan Kumpulan Data SLHD Kota Denpasar 2008</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2009/07/30/slhd-kota-denpasar-2008/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2009/07/30/slhd-kota-denpasar-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 07:16:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Science]]></category>
		<category><![CDATA[Rupa-rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/?p=524</guid>
		<description><![CDATA[Status Lingkungan Hidup merupakan suatu gambaran umum mengenai kondisi lingkungan yang menjabarkan segala aktifitas manusia/masyarakat dalam mengelola lingkungan yang akan berpengaruh terhadap lingkungan sosial, ekonomi, dan kesehatan. Status Lingkungan Hidup juga bermanfaat dalam meminimalkan dampak yang terjadi akibat bencana lingkungan karena Status Lingkungan Hidup memberikan informasi tentang trend-trend kondisi lingkungan daerah yang bersangkutan. secara umum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=524&subd=mbojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/07/cover.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-539" title="cover" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/07/cover.jpg?w=417&#038;h=272" alt="cover" width="417" height="272" /></a>Status Lingkungan Hidup merupakan suatu gambaran umum mengenai kondisi lingkungan yang menjabarkan segala aktifitas manusia/masyarakat dalam mengelola lingkungan yang akan berpengaruh terhadap lingkungan sosial, ekonomi, dan kesehatan. Status Lingkungan Hidup juga bermanfaat dalam meminimalkan dampak yang terjadi akibat bencana lingkungan karena Status Lingkungan Hidup memberikan informasi tentang trend-trend kondisi lingkungan daerah yang bersangkutan. secara umum tujuan penyusunan Laporan dan Basis Data status lingkungan hidup adalah : tersusunnya sebuah dokumen tentang status kondisi lingkungan hidup sebagai pedoman dan acuan bagi pemerintah daerah dan semua pihak yang berkepentingan dalam rangka merumuskan kebijakan dan program pengelolaan dan pengendalian lingkungan; tercapainya kondisi lingkungan yang baik di setiap wilayah di Kabupaten/kota dan dapat tetap terpelihara dan terjaga dengan baik, sehingga timbulnya bahaya pencemaran lingkungan baik di dalam maupun luar negeri dapat diminimalisasi sekecil mungkin; teridentifikasi dan terinventarisasinya karakteristik komponen lingkungan hidup, sebagai bahan monitoring; dan untuk menciptakan sistem pembangunan yang berwawasan lingkungan.</p>
<p>Laporan dan Kumpulan Data Status Lingkungan Hidup Kota Denpasar Tahun 2008 Bisa di Download pada Link di berikut<span id="more-524"></span></p>
<p>-  <a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/07/laporan-slhd-kota-denpasar-2008.pdf" target="_blank">Laporan Status Lingkungan Hidup Kota Denpasar 2008</a></p>
<p>-  Laporan Status Lingkungan Hidup Kota Denpasar 2008 per Bab<br />
<a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/07/cover.pdf" target="_blank">Cover</a><br />
<a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/07/bab-i-pendahuluan.pdf" target="_blank">Bab I Pendahuluan</a><br />
<a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/07/bab-ii-gambaran-umum.pdf" target="_blank">Bab II Gambaran Umum</a><br />
<a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/07/bab-iii-media-air.pdf" target="_blank">Bab III Media Air</a><br />
<a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/07/bab-iv-udara.pdf" target="_blank">Bab IV Udara</a><br />
<a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/07/bab-v-lahan-dan-hutan.pdf" target="_blank">Bab V Lahan dan Hutan</a><br />
<a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/07/bab-vi-keanekaragaman-hayati.pdf" target="_blank">Bab VI Keanekaragaman Hayati</a><br />
<a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/07/bab-vii-pesisir-dan-laut.pdf" target="_blank">Bab VII Pesisir dan Laut</a><br />
<a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/07/bab-viii-lingkungan-pemukiman.pdf" target="_blank">Bab VIII Lingkungan Pemukiman</a><br />
<a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/07/bab-ix-agenda-pengelolaan-lingkungan-hidup.pdf" target="_blank">Bab IX Agenda Pengelolaan Lingkungan Hidup</a><br />
<a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/07/daftar-pustaka.pdf" target="_blank">Daftar Pustaka</a></p>
<p>-  <a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/07/basis-data-slhd-kota-denpasar-2008.pdf">Kumpulan Data Status Lingkungan Hidup Kota Denpasar 2008</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/524/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/524/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/524/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=524&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2009/07/30/slhd-kota-denpasar-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30669ee732c9d0af9191bd6a09620a1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/07/cover.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">cover</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemanasan Global (Catatan mengenai cara menggurangi dampaknya)</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2009/04/25/pemanasan-global-catatan-mengenai-cara-menggurangi-dampaknya/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2009/04/25/pemanasan-global-catatan-mengenai-cara-menggurangi-dampaknya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 15:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Science]]></category>
		<category><![CDATA[Klimatologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[ 
 “Masalah terbesar bukan tentang teknologi atau biaya, tetapi mengatasi hambatan politik, sosial dan perilaku dalam upaya mengurangi emisi (Bert Metz dan Detlef van Vuuren)”


Pada tulisan Pemanasan Global (Catatan mengenai sebabnya), ditulis beberapa teori tentang penyebab pemanasan global atau khususnya peningkatan gas rumah kaca, lebih khususnya lagi gas CO2 itu adalah manusia, aktivitas gunung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=430&subd=mbojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"MS Mincho"; 	panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; 	mso-font-alt:"ＭＳ 明朝"; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:-1610612033 1757936891 16 0 131231 0;} @font-face 	{font-family:"\@MS Mincho"; 	panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:-1610612033 1757936891 16 0 131231 0;} @font-face 	{font-family:"Zurich Ex BT"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"Times New Roman"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"MS Mincho"; 	mso-ansi-language:IN;} a:link, span.MsoHyperlink 	{color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{color:purple; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} @page Section1 	{size:21.0cm 842.0pt; 	margin:72.0pt 3.0cm 72.0pt 3.0cm; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-family:&quot;"><span> </span><span lang="IN">“<span style="color:black;">Masalah terbesar bukan tentang teknologi atau biaya, tetapi mengatasi hambatan politik, sosial dan perilaku dalam upaya mengurangi emisi (Bert Metz dan Detlef van Vuuren)”</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><em><span style="font-family:&quot;"><span lang="IN"><span style="color:black;"><br />
</span></span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/bumi.jpg"><img class="size-medium wp-image-431 alignleft" title="bumi" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/bumi.jpg?w=207&#038;h=154" alt="bumi" width="207" height="154" /></a>Pada tulisan <a href="../2007/04/10/pemanasan-global-catatan-mengenai-sebabnya/">Pemanasan Global (Catatan mengenai sebabnya)</a>, ditulis beberapa teori tentang penyebab pemanasan global atau khususnya peningkatan gas rumah kaca, lebih khususnya lagi gas CO2 itu adalah manusia, aktivitas gunung api dan juga pemanasan permukaan laut. Dua sebab yang terakhir jelas kita ga bisa ngapa2in karena itu adalah proses alam. Kita cuman bisa pasrah dan berusaha cepat beradaptasi. Tapi klo yang disebabkan oleh manusia, kita masih masih bisa bertindak, karena itu adalah kita sendiri. Untuk pemanasan permukaan laut, sebagian ahli menganggap bahwa itu adalah efek domino dari pemanasan global. Tapi sampai sekarang belum diketahui mana yang duluan, pemanasan muka air laut atau peningkatan gas CO2. seperti pertanyaan mana yang lebih dulu telur atau ayam <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Kita fokus kemanusianya aja dah, kan</span><em><span lang="SV"> Intergovernmental Panel on Climate Change</span></em><span lang="SV"> (IPCC) tahun 2007 dah</span><span lang="IN"> mengeluarkan maklumat klo kemungkinan manusia yang menyebabkan perubahan iklim itu sekitar 90% dimana </span><span lang="IT">penyebab utama terjadinya peningkatan Gas Rumah Kaca (GRK) seperti peningkatan gas Carbon Dioksida yang disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil dan perubahan penggunaan dari lahan hutan menjadi lahan yang bernilai ekonomi seperti pemukiman dan perkebunan, sedangkan peningkatan gas metan dan gas dinitrogen oksida disebabkan oleh aktivitas pertanian dan peternakan. Gas metan juga dihasilkan oleh pembusukan sampah. Jadi bisa dah kita simpulin klo peningkatan gas rumah kaca itu akibat kesalahan manusia dalam pengelolaan energi, hutan, pertanian, peternakan dan juga sampah. <span id="more-430"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="IT">Semua butuh energi, dan selama ini kita memanfaatkan energi yang tidak terbaharukan. Kesalahan pengelolaan energi oleh manusia dituduh sebagai penyebab utama peningkatan pemanasan global. Jadi energi ini harus dikelola dengan baik. Sumber energi utama dibumi adalah energi matahari. Tapi jarang sekali manusia yang memanfaatkan energi ini. Tumbuhan secara alami sudah memanfaatkannya melalui proses fotosintesis. Kenapa kita manusia tidak memanfaatkan energi matahari untuk kehidupan kita sehari2? kembali ke kata pembuka aja deh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Kota Freiburg di Jerman merupakan kota pelopor yang memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listriknya. Sejak tahun 1986 kota ini membuat visi tentang pemanfaatan energi berorientasi ekologis dan dititik beratkan pada efisiensi energi dan pemanfaatan transportasi umum. Hasilnya adalah emisi CO2 berkurang sekitar 20% perkapita. 100% orang naik transportasi umum dan 35% warganya tidak memiliki mobil&#8230;. waooooowwww&#8230; pada tahun 1992 kota ini mengemisikan CO2 sekitar 2,073 juta ton dimana 1,660 juta ton dari sektor energi dan 0,413 juta ton dari transportasi. Pada tahun 2007 emisi CO2nya berkurang menjadi 1,787 juta ton atau turun 13,8% dimana dari sektor energi emisinya turun menjadi 1,394 juta ton (turun 16%) dan sektor transportasi turun menjadi 0,393 juta ton (turun 4,8%). Hebat bngat oieee&#8230;&#8230; gambar dibawh adalah bagaimana rumah2 di kota ini memanfaatkan panel fotovoltaik sebagai perangkap energi matahari dan grafik jumlah CO2 yang turun dari tahun 1992 (c40cities.org/bestpractices/energy/freiburg _ecocity.jsp).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;">
<div id="attachment_433" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/panel-fotovoltaik.jpg"><img class="size-medium wp-image-433" title="panel-fotovoltaik" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/panel-fotovoltaik.jpg?w=300&#038;h=199" alt="Panel-panel Fotovoltaik" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">Panel-panel Fotovoltaik</p></div>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;">
<div id="attachment_432" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/grafik.gif"><img class="size-medium wp-image-432" title="grafik" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/grafik.gif?w=300&#038;h=209" alt="Grafik penurunan emisi CO2" width="300" height="209" /></a><p class="wp-caption-text">Grafik penurunan emisi CO2</p></div>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Lain Freiburg di Jerman, lain juga Samso di Denmark. Pulau kecil di lepas pantai Denmark ini menggunakan energi listrik yang berasal dari turbin angin yang tersebar disepanjang horizon. 75% energi panasnya berasal dari energi surya dan bio-energi. Dan hasilnya emisi karbon berkurang 300 ribu ton dari tahun 1997 sampai 2003. mantap mennn&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;">
<div id="attachment_435" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/turbin-angin-samso.jpg"><img class="size-medium wp-image-435" title="turbin-angin-samso" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/turbin-angin-samso.jpg?w=300&#038;h=187" alt="Turbin angin di Samso Denmark" width="300" height="187" /></a><p class="wp-caption-text">Turbin angin di Samso Denmark</p></div>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Perusahaan StatoilHydro yang berada di Sleipner barat memproduksi minyak mentah sekitar 60 ribu barrel minyak mentah dan 20,7 juta meter kubik gas alam setiap harinya. Minyak mentah dan gas alam merupakan salah satu sumber CO2. dan perusahan ini memerangkap kembali CO2 dengan menginjeksikan CO2 yang tidak terpakai kedalam formasi lapisan tanah sedalam 1000 m. Dan bayangkan, sebanyak 2.800 metrik ton CO2 yang diinjeksikan setiap harinya. Dan sampai saat ini sudah sekitar 10 juta ton CO2 yg diperangkap&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;">
<div id="attachment_434" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/injeksi-co2.png"><img class="size-medium wp-image-434" title="injeksi-co2" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/injeksi-co2.png?w=300&#038;h=215" alt="Injeksi CO2 kedalam formasi lapisan tanah" width="300" height="215" /></a><p class="wp-caption-text">Injeksi CO2 kedalam formasi lapisan tanah</p></div>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Hutan menyerap sekitar 1,3 giga ton CO2 pertahun dari luas hutan didunia sekitar 4 giga hektar. Dan seluruh hutan didunia ini menyimpan karbon sekitar 610 giga ton. Akan tetapi sekitar 10-30% total CO2 yang ada diudara merupakan hasil dari pembabatan hutan. Sesuatu yang ironis, dimana sumber penyerap CO2 dihancurkan untuk menambah CO2 diudara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Di Kalimantan, hutan menyerap karbon sekitar 3 kgC/m2/thun. Dikurangin respirasi yang melepaskan karbon, maka penyerapan karbon bersihnya hanya sekitar 0,5 kgC/m2/thn. Sekarang dihitung sendiri dah&#8230; klo sekian hektar, berapa hutan akan mampu menyerap karbon&#8230; dan coba hubungkan dengan reboisasi&#8230; akan tetapi ada perbedaan kemampuan tanaman menyerap karbon di daerah tropis dan subtrpis. Di daerah tropis lebih besar kemampuannya karena cahaya matahari yang terus ada sepanjang tahun. Dibawah adalah sebaran secara global penyerapan karbon bersih oleh tanaman</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;">
<div id="attachment_436" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/global-npp.png"><img class="size-medium wp-image-436" title="global-npp" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/global-npp.png?w=300&#038;h=172" alt="Sebaran global penyerapan karbon bersih oleh tanaman" width="300" height="172" /></a><p class="wp-caption-text">Sebaran global penyerapan karbon bersih oleh tanaman</p></div>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Kemampuan tanaman hutan dan tanaman pertanian menyerap carbon sebenarnya hampir mirip, akan tetapi yang membedakan tanaman pertanian dan tanaman hutan adalah kemampuan mereka dalam menyimpan karbon. Tanaman pertanian seperti jagung akan menyimpan karbon selama hidupnya. Pembakaran tanaman jagung dalam proses pembersihan ladang akhirnya memunculkan masalah dalam penyumbangan karbon ke atmosfer oleh tanaman pertanian. Berbeda dengan tanaman hutan yang hidup cukup lama. Penyimpanan karbon akan berlangsung lebih lama karena umur yang panjang dan proses dekomposisi yang lambat yang bahkan bisa mencapai 300 tahun agar karbon yang diserap kembali lagi keudara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Kota mempunyai penduduk yang bnyak, oleh karena itulah kota sangat boros energi. Mengembangkan kota yang ramah lingkungan akan memberikan dampak bagi pengurangan emisi gas rumah kaca. Desain kota hijau (sebuah angan2 untuk indonesia), misalnya dengan memasang panel2 fotovoltaik di perkantoran, desain bagunan yang memanfaatkan cahaya alami sehingga tidak membutuhkan bnyak energi listrik, pemusatan kegiatan sehingga penduduk tidak menyebar yang akan mengurangi pemanfaatan listrik dan transportasi, dan lain sebagainya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;">
<div id="attachment_437" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/kiev-ukraine.jpg"><img class="size-medium wp-image-437" title="kiev-ukraine" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/kiev-ukraine.jpg?w=300&#038;h=253" alt="Kota Hijau - Kota Kiev Ukraina" width="300" height="253" /></a><p class="wp-caption-text">Kota Hijau - Kota Kiev Ukraina</p></div>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Pemanasan global sudah terjadi, CO2 di udara berdasarkan hasil pengamatan di Muana Loa, Hawaii pada bulan maret 2009 telah mencapai 387,24 ppm. masa ampun dah&#8230; tinggi bangat tuh kandungan CO2 atmosfer kita&#8230; Ga bisa dicegah dalam waktu yang sesaat untuk menurunkannya, semua butuh proses. Untuk kita perlu beradaptasi dalam menghadapi perubahan ini. Ada bnyak cara misalnya dengan mempersiapkan diri dalam menghadapi cuaca ekstrim, jaga kesehatan karena penyakit tropis dah semakin bnyak, membiasakan diri dalam penggunaan energi dan air dengan efisien, cari tau prakiraan cuaca dan lain2nya&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/matiin-lampu.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-438" title="matiin-lampu" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/matiin-lampu.jpg?w=300&#038;h=195" alt="matiin-lampu" width="300" height="195" /></a><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN">Kalo mau nyari dasar teori, Hardy (2003. Climate Change: Causes, effects and solutions) mengatakan bahwa untuk mengurangi dampak perubahan iklim dapat melakukan hal2 sebagai berikut: Memerangkap emisi karbon, mengurangi pemanasan global atau efeknya dengan menggunakan <em>geoengineering</em>, meningkatkan <em>carbon sink</em> alami, mengkonversi karbon bebas dengan menggunakan energi terbaharukan, menghemat energi dan menggunakannya lebih efisien, dan adaptasi terhadap perubahan iklim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Pranala di Blog ini: </span></p>
<address><a href="../2007/04/10/pemanasan-global-catatan-mengenai-sebabnya/" target="_blank">Pemanasan Global (catatan mengenai sebabnya)</a></address>
<address><a href="../2007/04/11/pemanasan-global-catatan-mengenai-akibatnya/" target="_blank">Pemanasan Global (catatan mengenai akibatnya)</a></address>
<address><a href="../2007/04/15/cuaca-dan-iklim/" target="_blank">Cuaca dan Iklim</a></address>
<address><a href="../2007/05/23/klimatologi-untuk-pertanian/">Klimatologi untuk Pertanian</a></address>
<address><a href="../2007/06/09/perubahan-iklim-di-bali/" target="_blank">Perubahan Iklim di Bali</a></address>
<address><a href="../2007/06/20/susahnya-memprediksi-hujan/" target="_blank">Susahnya Memprediksi Hujan</a></address>
<address><a href="../2007/06/20/susahnya-memprediksi-hujan/" target="_blank">El Nino dan La Nina</a></address>
<address><a href="../2007/05/02/klasifikasi-iklim/">Klasifikasi Iklim</a></address>
<address><a href="../2007/05/27/perlukan-informasi-peringatan-dini-kebencanaan/" target="_blank">Perlukan Informasi Peringatan Dini Kebencanaan???</a></address>
<address><a href="../2007/06/15/aplikasi-gis-untuk-klasifikasi-iklim-schmidt-ferguson/" target="_blank">Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson</a></address>
<address><a href="../2007/07/24/hujan/">HUJAN</a></address>
<address><a href="../2007/07/26/la-nina-kah-penyebab-banjir-dimusim-kemarau/" target="_blank">La Nina kah Penyebab Banjir Dimusim Kemarau?</a><br />
</address>
<address><a href="../2007/08/13/bencana-cuaca/">Bencana Cuaca</a></address>
<address><a href="../2007/09/15/info-enso-terkini/" target="_blank">Info El Nino dan La Nina terkini</a></address>
<address><a href="../2008/01/11/identifikasi-hubungan-fluktuasi-nilai-soi-terhadap-curah-hujan-bulanan-di-kawasan-batukaru-bedugul-bali/" target="_blank">Identifikasi Hubungan Fluktuasi Nilai SOI Terhadap Curah Hujan Bulanan Di Kawasan Batukaru-Bedugul, Bali</a></address>
<address><a href="../2008/02/20/perubahan-iklim-sebuah-batasan/">Perubahan Iklim; Tinjauan Pustaka</a></address>
<address><a href="../2008/05/10/penyebab-variabilitas-hujan-di-indonesia/" target="_blank">PENYEBAB VARIABILITAS HUJAN DI INDONESIA</a></address>
<address><a href="../2008/07/17/hubungan-efek-rumah-kaca-pemanasan-global-dan-perubahan-iklim/">Hubungan Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim</a></address>
<address><a href="../2008/09/07/erosi-dan-perubahan-iklim/">EROSI DAN PERUBAHAN IKLIM</a></address>
<address><a href="../2009/03/06/pertukaran-co2-antara-atmosfer-dan-laut-pendahuluan/" target="_blank">PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Pendahuluan</a></address>
<address><a href="../2009/04/09/pertukaran-co2-antara-atmosfer-dan-laut-eksplorasi-data-penginderaan-jauh-kecepatan-transfer-gas-co2/" target="_blank">PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Eksplorasi Data Penginderaan Jauh &#8211; Kecepatan transfer gas CO2</a></address>
<address><a href="../2009/04/03/evaluasi-zona-agroklimat-klasifikasi-schimidt-ferguson-di-pulau-lombok/" target="_blank">EVALUASI ZONA AGROKLIMAT KLASIFIKASI SCHIMIDT-FERGUSON DI PULAU LOMBOK</a></address>
<address><a href="../2007/02/20/hello-world/" target="_blank">Apa sih Banjir…?</a></address>
<address><a href="../2007/03/16/faktor-penyebab-banjir-1/">Faktor Penyebab Banjir (1)</a></address>
<address><a href="../2008/04/07/faktor-penyebab-banjir-2-perubahan-lingkungan/">Faktor Penyebab Banjir (2): Perubahan Lingkungan</a></address>
<address> </address>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/430/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=430&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2009/04/25/pemanasan-global-catatan-mengenai-cara-menggurangi-dampaknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30669ee732c9d0af9191bd6a09620a1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/bumi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bumi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/panel-fotovoltaik.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">panel-fotovoltaik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/grafik.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">grafik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/turbin-angin-samso.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">turbin-angin-samso</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/injeksi-co2.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">injeksi-co2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/global-npp.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">global-npp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/kiev-ukraine.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kiev-ukraine</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/matiin-lampu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">matiin-lampu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Eksplorasi Data Penginderaan Jauh &#8211; Kecepatan transfer gas CO2</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2009/04/09/pertukaran-co2-antara-atmosfer-dan-laut-eksplorasi-data-penginderaan-jauh-kecepatan-transfer-gas-co2/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2009/04/09/pertukaran-co2-antara-atmosfer-dan-laut-eksplorasi-data-penginderaan-jauh-kecepatan-transfer-gas-co2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 17:24:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Science]]></category>
		<category><![CDATA[Klimatologi]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Informasi Geografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[
Cerita ini merupakan sekelumit pandangan ttng eksplorasi data PJ untuk informasi perubahan iklim dan pemanasan global, khususnya ttng daur karbon dan kecepatan pertukaran gas CO2 antara laut-atmosfer&#8230;. yang merupakan sambungan dari cerita awal yang berjudul PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Pendahuluan&#8230;
Penginderaan jauh atau PJ atau juga remote sensing atau RS&#8230;. dah bnyak kyaknya yg [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=317&subd=mbojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/images.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-318" title="images" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/images.jpg?w=130&#038;h=91" alt="images" width="130" height="91" /></a>Cerita ini merupakan sekelumit pandangan ttng eksplorasi data PJ untuk informasi perubahan iklim dan pemanasan global, khususnya ttng daur karbon dan kecepatan pertukaran gas CO2 antara laut-atmosfer&#8230;. yang merupakan sambungan dari cerita awal yang berjudul </span><a href="http://mbojo.wordpress.com/2009/03/06/pertukaran-co2-antara-atmosfer-dan-laut-pendahuluan/" target="_blank">PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Pendahuluan</a>&#8230;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;"><span lang="IN">Penginderaan jauh atau PJ atau juga remote sensing atau RS&#8230;. dah bnyak kyaknya yg mnulis ttng penginderaan jauh, seperti yg dah ditulis <a href="../2008/03/30/penginderaan-jauh/">disini</a>, tp sekedar mngingatkan aja&#8230; PJ merupakan ilmu untuk memperoleh, mengolah dan menginterpretasi citra yang telah direkam yang berasal dari interaksi antara gelombang elektromagnetik dengan sutau objek (Sabins, 1996 dalam Kerle, et al., 2004). Keuntungannya bila PJ ini diaplikasikan dilaut, kita ga perlu harus mengarungi lautan tiap kilometer persegi untuk mengetahui kondisi-kondisi fisik lautan, tp cukup dengan melihat data-data PJ, akan tetapi data-data PJ ini mempunyai batas atau tingkat keakuratan sehinga perlu juga ke laut untuk mngecek tingkat akurasinya&#8230; tp kelautanya cuman ngambil beberapa sampel aja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . <span id="more-317"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;"><span lang="IN">Selain untuk mengatasi keterbatasan ruang tersebut, data PJ juga membantu tingkat kontinuitas data. Ga mungkinkan ngambil data tiap hari untuk waktu setahun, apalagi waktunya beberapa tahun, ditengah laut pula&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />   Citra-citra yang mengintari bumi tiap hari sangat membantu sekali, apalagi dengan adanya citra yang mempunyai resolusi spasial 1 km. Hal ini akan meningkatkan tingkat akurasi data dalam hal keruangannya. Pemantauan proses ini secara kontinyu dengan data penginderaan jauh diharapkan dapat memberikan informasi ttng fluktuasi dan pengaruh faktor lingkungan terhadap pertukaran CO2 ini yang akan memberikan informasi ttng besaran pengaruh lautan terhadap kandungan CO2 diatmosfer yang nantinya akan memberikan suatu cara baru untuk memitigasi efek dari perubahan iklim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;"><span lang="IN">Data PJ selain digunakan untuk melihat sebaran suhu permukaan laut, memetakan potensi ikan, sebaran jumlah klorofil-a, mengetahui arah dan kecepatan angin, mengetahui fluktuasi tinggi muka air laut, bisa juga digunakan untuk mengetahui besaran jumlah pertukaran CO2 antara atmosfer dan laut. Baik itu yang dari atmosfer masuk ke laut atau sebaliknya. Mengetahui pertukaran CO2 antara atmosfer dan lautan ini sngat penting, pertama karena isu pemanasan global dan yang kedua juga perdagangan karbon yag entah nanti jadi atao tidaknya perdangan karbon ini. Setidaknya isu tentang perubahan iklim yang berkaitan dengan penyerapan karbon bisa diketahui secara cepat dengan pemanfaatan data PJ dalam bidang kelautan ini. Menurut Wannikhof (2009) pengetahuan pertukaran gas antara laut dengan atmosfer sngat penting dalam proses siklus biogeokimia dari iklim, cuaca, aliran dimethylsulfide (DMS) dari laut ke atmosfer yang berhubungan dengan proses kondensasi awan (cloud condensation nuclei/CCN), kandungan gas oksigen laut, dan penguapan polutan (pada skala lokal/regional).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;"><span lang="IN"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/index1_large.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-320" title="index1_large" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/index1_large.jpg?w=300&#038;h=213" alt="index1_large" width="300" height="213" /></a><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;"><span lang="IN">Seperti yang dah ditulis <a href="../2009/03/06/pertukaran-co2-antara-atmosfer-dan-laut-pendahuluan/">disini</a>, proses pertukaran CO2 antara atmosfer dan laut dipengaruhi oleh beberapa faktor spt fluktuasi suhu permukaan laut, tingkat kegaraman (salinitas), kecepatan angin, kandungan CO2 di atmosfer dan lautan, reaksi kimia dengan spesies dipermukaan laut serta aktivitas biologi lautan. Nah beberapa faktor yang mempengaruhi interaksi tersebut dapat diperoleh dari data penginderaan jauh spt SST yang dipeoleh dari data MODIS atau SSMI, kecepatan angin dari QuickScat dan beberapa pendekatan juga menggunakan aktivitas biologi laut yang didekati dari data PJ modis atau SeaWIFS.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;"><span lang="IN">Yang masih menjadi perdebatan alot pemanfaatan data PJ dalam bidang mencari tau bagaimana intekasi laut dan atmosfer dalam proses pertukaran CO2 ini adalah tentang pengaruh angin. Angin merupakan hal yang paling penting dalam proses pertukaran ini, dimana angin akan sangat berpengaruh terhadap proses terciptanya gelembung-gelembung air dilaut (bubbles). Kecepatan angin merupakan pendekatan yang paling tepat dalam mencari tau seberapa bnyak bubble yang tercipta dan seberapa besar luasannya (whitecap). Akan tetapi data kecepatan angin yang diperoleh dari PJ selama ini merupakan data kecepatan angin yang berasal pada ketinggian 10m dari permukaan laut atau biasa disebut U10. contohnya adalah data kecepatan angin yang diperoleh dari QSCAT.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;"><span lang="SV">Rik Wanninkhof dan kawan-kawan telah bnyak memberikan persamaan untuk mecari hubungan antara kecepatan angin dengan kecepatan tranfer gas CO2 (laut-atmosfer) dan juga gas-gas yang lainnya, dimana dalam persamaannya tersebut mengunakan data kecepatan angin 10m dari permukaan laut (U10), persamaan2 tersebut bisa dilihat di <span> </span>Wanninkhof (1992), Wanninkhof dan McGillis (1999) dan Wanninkhof et al. (2009). Selain itu terdapat persamaan2 dari Liss dan Merlivat (1986), Ho et al. (2006) dan Nightingale et al. (2000) yang juga menggunakan pendekatan kecepatan angin diatas 10m untuk mendapatkan kecepatan tranfer dari gas CO2 antara laut dengan atmosfer. dibawah ini diperlihatkan beberapa hubungan antara U10 dan kecepatan transfer gas CO2</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;"><span lang="SV"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/k.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-321" title="k" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/k.png?w=300&#038;h=225" alt="k" width="300" height="225" /></a><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;"><span lang="SV">Selain pendekatan kecepatan angin diatas 10m (U10), juga digunakan pendekatan U* (U star) atau kecepatan gesekan angin. Untuk mendapatkan nilai ini sangat sulit (mnurut saya) dan juga bisa diperoleh dari data penginderaan jauh. Hubungan ini dipeoleh dari data-data penginderaan jauh SAR (Synthetic Aperture Radar). Hubungannya sangat panjang, dimana mendapatkan nilai U* dari SAR dilihat dari kekasarang gelombang, umur gelombang, frekwensi gelombang dll. Menurut Hwang et al. (1989) semakin tinggi nilai U* maka jumlah gelembung air akan semakin bnyak. Nilai U* digunakan untuk mencari area dari sebaran buih (whitecap) dengan menggunakan beberapa model seperti Monahan model atau Woolf model. Nilai whitecap (W) inilah yang digunakan untuk menghitung kecepatan transfer gas CO2 antara laut dengan atmosfer. Sangat rumit <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Yang mana yang paling baik? Belum ada teori yang jelas ttng mana yang terbaik. akan tetapi bukan hanya kecepatan angin yang berperan terhadap kecepatan tranfer gas antara laut dan atmosfer ini, Wanninkhof et al. (2009) merangkum beberapa hasil penelitian seperti dari Broecker et al. (1978), Asher (1997), Monahan &amp; Spillane (1984), Ho et al. (1997), Erickson (1993) dll yang mengatakan bahwa proes transfer gas antara laut dan atmosfer juga dipengaruhi oleh selaput permukaan laut, curah hujan, pencampuran gelembung/buih air laut dan stabilitas batas lapisan permukaan laut<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;"><span lang="SV">Dalam mencari kecepatan tranfer gas ini selain akibat pengaruh angin juga disebabkan oleh pengaruh suhu permukaan laut yang ditunagkan untuk mencari nilai schmidt number (Sc) baik itu Sc radon maupun Sc CO2. Wanninkhof (1992) memberikan suatu persamaan untuk untuk mencari nilai itu, dimana nilai ini merupakan korelasi dari suhu permukaan laut. Data PJ bisa digunakan untuk mencari nilai ini yaitu dengan memanfaatkan data SST dari MODIS atau SSMI.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:24pt;"><span lang="SV">inilah sekelumit cerita itu. selain pemanfaatan PJ untuk pemanasan global dengan memperhatikan  fenomena lingkungan laut, juga bisa digunakan untuk untuk mencari tau bnyaknya CO2 yg diserap oleh tanaman, tapi itu mungkin cerita lain kali. masih ada 1 bagian lagi lanjutan dari cerita ini. yaitu ttng pemanfaatan PJ untuk mencari Fluktuasi CO2 antara atmosfer dengan lautan.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> <a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/bubble.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-319" title="bubble" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/bubble.jpg?w=300&#038;h=209" alt="bubble" width="300" height="209" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">Bahan Bacaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42pt;text-align:justify;text-indent:-42pt;"><span lang="IN">Ho, D. T., C. S. Law, M. J. Smith, P. Schlosser, M. Harvey, and P. Hill. 2006. Measurements of air-sea gas exchange at high wind speeds in the Southern Ocean: Implications for global parameterizations. Geophy. Res. Lett., 33. 1-6.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42pt;text-align:justify;text-indent:-42pt;"><span lang="IN">Wanninkhof, R., and W.R. McGillis. 1999. A cubic relationship between air-sea CO2 exchange and wind speed, Geophys. Res. Lett., 26, 1889-1892</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42pt;text-align:justify;text-indent:-42pt;"><span lang="IN">Wanninkhof, R., Asher, W. E., Ho, D. T., Sweeny, C. S., &amp; McGillis, W. R. 2009. Advances in Quantifying Air-Sea Gas Exchange and Environmental Forcing. Annual Review of Marine Science , 1, 213-244</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42pt;text-align:justify;text-indent:-42pt;"><span lang="IN">Woolf, D. K. 2005. Parametrization of gas transfer velocities and sea-state-dependent wave breaking. Tellus B, 87-93.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42pt;text-align:justify;text-indent:-42pt;"><span lang="IN">Ekayanti, N.W. 2009. Study of Air-Sea Interaction and CO2 Exchange Process between the Atmosphere and Ocean Using ALOS/Palsar: Study Cases of Wind Wave Bubbling Process in Badung and Lombok Straits (Thesis). Udayana University. Bali – Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42pt;text-align:justify;text-indent:-42pt;"><span lang="IN">Nightingale, P. D., G. Malin, C. S. Law, A. J. Watson, P. S. Liss, M. I. Liddicoat, J. Boutin, and R. C. Upstill-Goddard. 2000. In situ evaluation of air-sea gas exchange parameterizations using novel conservative and volatile tracers, Glob. Biogeochem. Cycle, 14, 373-387.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42pt;text-align:justify;text-indent:-42pt;"><span lang="IN">Olsen. A., R. Wanninkhof, J.A. Trinanes, and Truls. 2005. The effect of wind speed products and wind speed–gas exchange relationships on interannual variability of the air–sea CO2 gas transfer velocity. Tellus, 57B, 95–106</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:42pt;text-align:justify;text-indent:-42pt;"><span lang="IN">Zhao, C.F. 1995. “The CO2 Flux Estimation in the North pacific Ocean Based on Satellite and Ship Data” (Doctor Dissertation). Doctor program in Center of Environment Remote Sensing. Chiba University. Japan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Pranala di Blog ini: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<address class="MsoNormal"><a href="../2009/03/06/pertukaran-co2-antara-atmosfer-dan-laut-pendahuluan/">PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Pendahuluan</a></address>
<address><a href="../2009/03/06/2007/04/10/pemanasan-global-catatan-mengenai-sebabnya/" target="_blank">Pemanasan Global (catatan mengenai sebabnya)</a></address>
<address><a href="../2009/03/06/2007/04/11/pemanasan-global-catatan-mengenai-akibatnya/" target="_blank">Pemanasan Global (catatan mengenai akibatnya)</a></address>
<address><a href="../2009/03/06/2007/06/20/susahnya-memprediksi-hujan/" target="_blank">El Nino dan La Nina</a></address>
<address> </address>
<address><a href="../2009/03/06/2008/02/20/perubahan-iklim-sebuah-batasan/">Perubahan Iklim; Tinjauan Pustaka</a></address>
<address><a href="../2009/03/06/2008/05/10/penyebab-variabilitas-hujan-di-indonesia/" target="_blank">PENYEBAB VARIABILITAS HUJAN DI INDONESIA</a></address>
<address><a href="../2009/03/06/2008/07/17/hubungan-efek-rumah-kaca-pemanasan-global-dan-perubahan-iklim/">Hubungan Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim</a></address>
<address><a href="../2009/03/06/2008/04/07/faktor-penyebab-banjir-2-perubahan-lingkungan/">Faktor Penyebab Banjir (2): Perubahan Lingkungan</a></address>
<address> </address>
<address><a href="../2009/03/06/2008/03/14/sistem-informasi-geografi-perikanan-sebuah-wacana/" target="_blank">Sistem Informasi Geografi Perikanan; Sebuah Wacana</a></address>
<address><a href="../2009/03/06/2008/03/30/penginderaan-jauh/" target="_blank">Penginderaan Jauh</a></address>
<address><a href="../2009/03/06/2007/04/08/sistem-informasi-geografi-sig/" target="_blank">Sistem Informasi Geografi (SIG)/Geographic Information System (GIS)</a></address>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-54pt;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/317/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=317&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2009/04/09/pertukaran-co2-antara-atmosfer-dan-laut-eksplorasi-data-penginderaan-jauh-kecepatan-transfer-gas-co2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30669ee732c9d0af9191bd6a09620a1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/index1_large.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">index1_large</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/k.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">k</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/04/bubble.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bubble</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Pendahuluan</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2009/03/06/pertukaran-co2-antara-atmosfer-dan-laut-pendahuluan/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2009/03/06/pertukaran-co2-antara-atmosfer-dan-laut-pendahuluan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 12:35:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Science]]></category>
		<category><![CDATA[Klimatologi]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Informasi Geografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[



Lautan menyerap CO2 dari atmosfer sekitar 2.2 giga ton per tahun atau 30% dari total CO2 yang dihasilkan oleh aktivitas manusia (JGOFS, 2000). CO2 yang masuk kedalam laut berbentuk asam karbonat (carbonic acid) yang akan membuat laut semakin asam. Hal ini akan membuat pH air laut turun dan juga menurunkan konsentrasi ion karbonat. Berkurangnya ion [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=215&subd=mbojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"MS Mincho"; 	panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; 	mso-font-alt:"ＭＳ 明朝"; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:-1610612033 1757936891 16 0 131231 0;} @font-face 	{font-family:"\@MS Mincho"; 	panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:-1610612033 1757936891 16 0 131231 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"MS Mincho";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --></p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="SV"><img class="alignleft" src="http://www.ldeo.columbia.edu/res/pi/CO2/carbondioxide/image/febaugdp00map.jpg" alt="" width="216" height="325" />Lautan menyerap CO2 dari atmosfer sekitar 2.2 giga ton per tahun atau 30% dari total CO2 yang dihasilkan oleh aktivitas manusia (JGOFS, 2000). CO2 yang masuk kedalam laut berbentuk asam karbonat (carbonic acid) yang akan membuat laut semakin asam. </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Hal ini akan membuat pH air laut turun dan juga menurunkan konsentrasi ion karbonat. Berkurangnya ion karbonat akan menurunkan kemampuan karang untuk membangun kerangka dan </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="EN-AU">struktur kerang – tulang punggung gugusan koral.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="EN-AU">Pertukaran CO2 dilautan dalam skala global sebenarnya seimbang, akan tetapi pengaruh keadaan setempat seperti fluktuasi suhu permukaan laut, tingkat kegaraman (salinitas), kecepatan angin, kandungan CO2 di atmosfer dan lautan, reaksi kimia dengan spesies dipermukaan laut serta aktivitas biologi lautan mempengaruhi besarnya fluktuasi CO2 antara lautan dan atmosfer. Secara umum terdapat selisih negatif antara jumlah CO2 yang dilepaskan ke atmosfer oleh lautan dengan jumlah CO2 yang masuk ke lautan dari atmosfer.<span id="more-215"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="EN-AU">Wuieeehhh… lumayan juga nieh nyari2 literatur yg bisa mnjelaskan keadan di atas. Kita mulai dari awal… berdasarkan data dari hasil observasi kandungan CO2 di udara yang dilakukan di Muana Loa-Hawaii. </span><span lang="SV">Bulan januari 2009 rata2 kandungan CO2nya 386.92 ppm sedangkan rata2 trendnya mencapai 386.66 ppm. Ga berbeda jauh untuk bulan januari. Bisanya kandungan CO2 tertinggi itu dalam setahun paling tinggi di bulan Mei sedangkan terendah itu di bulan September. Blum tau alasannya kenapa, tp spt itu yg terlihat dari data konsentrasi CO2 di Muana Loa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 468px"><img title="Trend CO2 di Muana Loa" src="http://www.esrl.noaa.gov/gmd/webdata/ccgg/trends/co2_trend_mlo.png" alt="Trend CO2 di Muana Loa" width="458" height="339" /><p class="wp-caption-text">Trend CO2 di Muana Loa</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Bagaimana CO2 bisa masuk dari atmosfer ke Laut atau sebaliknya? Ga mungkinkan langsung nyebur dan menguap gitu aja? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  . pernah dengan bubble? Bagi orang tanah spt saya, hanya mendengar istilah bubble itu sebagai merek permen karet <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  .ternyata inilah media  penghubung pertukaran gas2 antara laut dengan atmosfer. Kalo menurut gambar yg saya liat bubble itu gelembung2 air yang terdapat dalam buih-buih air laut. Buih-buih ini disebut whitecap. Secara logika gelembung2 air akan terbentuk jika buih2 terbentuk akibat dari deburan ombak. Banyak sedikitnya buih-buih dipengaruhi oleh kecepatan angin. Nah hal inilah mengapa kecepatan angin berpengaruh terhadap interkasi pertukaran CO2 antara laut dan atmosfer. Kelarutan CO2 di laut dipengaruhi oleh suhu permukaan air laut dan tingkat kegaramannya (salinitas). Kecepatan pertukaran gas antara lautan dengan atmosfer dipengaruhi oleh suhu permukaan laut dan kecepatan angin. Sedangkan arah pertukarannya dipengaruhi oleh kandungan CO2 di atmosfer dan lautan, aktifitas biologi dilautan serta suhu permukaan laut. Untuk menghitung kandungan CO2 di lautan, pada beberapa literatur memasukkan pengaruh dari aktifitas biologi lautan dan beberapa lainnya tidak memasukkannya, dimana hanya dipengaruhi oleh suhu permukaan laut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<div id="attachment_325" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/03/imagelmv.jpg"><img class="size-medium wp-image-325" title="imagelmv" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/03/imagelmv.jpg?w=300&#038;h=200" alt="Bubbles dan Whitecap" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Bubbles dan Whitecap</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 351px"><img title="Buih air laut" src="http://farm1.static.flickr.com/233/461119786_c2e273f5d3.jpg" alt="Gelembung buih (Bubble) air laut" width="341" height="341" /><p class="wp-caption-text">Gelembung buih (Bubble) air laut</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Dengan semakin meningkatnya suhu permukaan laut, maka daya larutnya (solubilitas) akan semakin berkurang. Dimana bila suhu permukaan laut tinggi (hangat) maka gambaran proses pertukaran CO2 antara atmosfer dan lautan adalah gas CO2 akan menuju ke atmosfer sedangkan bila suhu permukaan laut rendah (dingin) maka pergerakan pertukaran CO2 adalah dari amosfer menuju laut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Bagaimana cara menghitungnya? Nanti deh&#8230; dah penuh bintang2 yg berterbangan nieh dikepala <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  bubble, whitecap, kecepatan angin, dan suhu permukaan laut bisa diperoleh diturunkan dari data-data penginderaan jauh seperti data PALSAR, MODIS dan QSCAT. Dengan aplikasi GIS dan ditambah dengan hasil pemodelan untuk mendapatkan sebaran salinitas (dengan aplikasi GIS juga bisa, bila memiliki data kapal yang banyak) kita bisa menghitung dan mengetahui sebaran fluktuasi dari pertukaran CO2 antara atmosfer dan laut per hari, bulan atau bahkan bila kandngan CO2 di atmosfer telah mencapai angka yg diperkirakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Dibawah ini saya tampilkan fluktuasi dari pertukaran CO2 antara atmosfer dan laut di beberapa tempat di dunia (Sweeney, 2009)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<div id="attachment_216" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/03/aliran-rata-rata-co2-antara-atmosfer-dan-lautan.jpg"><img class="size-medium wp-image-216" title="aliran-rata-rata-co2-antara-atmosfer-dan-lautan" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/03/aliran-rata-rata-co2-antara-atmosfer-dan-lautan.jpg?w=300&#038;h=271" alt="Aliran rata-rata CO2 antara atmosfer dan lautan di beberapa tempat di dunia" width="300" height="271" /></a><p class="wp-caption-text">Aliran rata-rata CO2 antara atmosfer dan lautan di beberapa tempat di dunia</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;"><span lang="SV">Sebagai bahan bacaan saya tampilkan sebagian di bawah. Dan untuk lebih jelasnya tentang Bubble dan Whitecap bisa membaca karya2 Edward C. Monahan dan Jin Wu. Untuk interaksi pertukaran CO2 antara atmosfer dan laut bisa membaca karya2nya Rik Wanninkhof. Sedangkan untuk Aliran (flux) rata-rata CO2 (Delta PCO2) bisa membaca karya2nya Taro Takahashi.<strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span lang="SV">BAHAN BACAAN</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-54pt;">Ekayanti, N.W. 2009. Study of Air-Sea Interaction and CO2 Exchange Process between the Atmosphere and Ocean Using ALOS/Palsar: Study Cases of Wind Wave Bubbling Process in Badung and Lombok Straits (Thesis). Udayana  University. Bali – Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-54pt;">Zhao, C.F. 1995. “The CO<sub>2</sub><span> </span>Flux Estimation in the North pacific Ocean Based on Satellite and Ship Data” (Doctor Dissertation). Doctor program in Center of Environment Remote Sensing. Chiba University. Japan.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-54pt;">Susandi, A., A. Subki, dan I.M. Radjawane. 2006. Kajian Pertukaran Gas Karbon Dioksida (CO2) Antara Laut dan Udara di Perairan Indonesia dan Sekitarnya. PROCEEDINGS CONVENTION SEMARANG 2006 &#8211; HAGI. The 31st Annual Scientific Meeting (PIT) HAGI.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-54pt;">Brooks. I. Air-Sea Exchange:2. Lucture 5 Presentation.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-54pt;">Olsen. A., R. Wanninkhof, J.A. Trinanes, and Truls. 2005. The effect of wind speed products and wind speed–gas exchange relationships on interannual variability of the air–sea CO2 gas transfer velocity. Tellus, 57B, 95–106</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-54pt;">Sweeney, C. Spatial and Temporal variability of air-sea CO2 (fluxes): Issues for a global observing network. Presentation.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-54pt;">Monahan, E.C. and K.W. David. 1989. Comments on Variations of whitecap coverage with wind stress and water temperature, J. Phys. Oceanography. 19: 706-709.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-54pt;">NOAA. 2009. Trends in Atmospheric Carbon Dioxide &#8211; Mauna Loa. Earth System Research Laboratory. Global Monitoring Division</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-54pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">Pranala di Blog ini: </span></p>
<address> </address>
<address><a href="../2009/04/09/pertukaran-co2-antara-atmosfer-dan-laut-eksplorasi-data-penginderaan-jauh-kecepatan-transfer-gas-co2/" target="_blank">PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Eksplorasi Data Penginderaan Jauh &#8211; Kecepatan transfer gas CO2</a><br />
</address>
<address> </address>
<address> </address>
<address><a href="../2007/04/10/pemanasan-global-catatan-mengenai-sebabnya/" target="_blank">Pemanasan Global (catatan mengenai sebabnya)</a></address>
<address><a href="../2007/04/11/pemanasan-global-catatan-mengenai-akibatnya/" target="_blank">Pemanasan Global (catatan mengenai akibatnya)</a></address>
<address><a href="../2007/06/20/susahnya-memprediksi-hujan/" target="_blank">El Nino dan La Nina</a></address>
<address> </address>
<address><a href="../2008/02/20/perubahan-iklim-sebuah-batasan/">Perubahan Iklim; Tinjauan Pustaka</a></address>
<address><a href="../2008/05/10/penyebab-variabilitas-hujan-di-indonesia/" target="_blank">PENYEBAB VARIABILITAS HUJAN DI INDONESIA</a></address>
<address><a href="../2008/07/17/hubungan-efek-rumah-kaca-pemanasan-global-dan-perubahan-iklim/">Hubungan Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim</a></address>
<address><a href="../2008/04/07/faktor-penyebab-banjir-2-perubahan-lingkungan/">Faktor Penyebab Banjir (2): Perubahan Lingkungan</a></address>
<address> </address>
<address><a href="../2008/03/14/sistem-informasi-geografi-perikanan-sebuah-wacana/" target="_blank">Sistem Informasi Geografi Perikanan; Sebuah Wacana</a></address>
<address><a href="../2008/03/30/penginderaan-jauh/" target="_blank">Penginderaan Jauh</a></address>
<address><a href="../2007/04/08/sistem-informasi-geografi-sig/" target="_blank">Sistem Informasi Geografi (SIG)/Geographic Information System (GIS)</a></address>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-54pt;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=215&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2009/03/06/pertukaran-co2-antara-atmosfer-dan-laut-pendahuluan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30669ee732c9d0af9191bd6a09620a1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ldeo.columbia.edu/res/pi/CO2/carbondioxide/image/febaugdp00map.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.esrl.noaa.gov/gmd/webdata/ccgg/trends/co2_trend_mlo.png" medium="image">
			<media:title type="html">Trend CO2 di Muana Loa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/03/imagelmv.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">imagelmv</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm1.static.flickr.com/233/461119786_c2e273f5d3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Buih air laut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/03/aliran-rata-rata-co2-antara-atmosfer-dan-lautan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">aliran-rata-rata-co2-antara-atmosfer-dan-lautan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERUBAHAN LUASAN TANAMAN MANGROVE DI TAHURA NGURAH RAI &#8211; BALI</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2009/02/12/perubahan-luasan-tanaman-mangrove-di-tahura-ngurah-rai-bali/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2009/02/12/perubahan-luasan-tanaman-mangrove-di-tahura-ngurah-rai-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 10:40:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Science]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Rupa-rupa]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Informasi Geografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[  
Pada tulisan saya sebelumnya tentang Hutan Mangrove dan Luasannya Di indonesia mengulas tentang semakin berkurangnya  luasan hutan Mangrove, khususnya di Indonesia. pada tulisan ini akan coba di ulas tentang peningkatan luasan tanaman Mangrove di salah satu objek wisata di Bali.

Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ngurah Rai merupakan suatu kawasan hutan bertipe hutan payau yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=190&subd=mbojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"MS Mincho"; 	panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; 	mso-font-alt:"ＭＳ 明朝"; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:-1610612033 1757936891 16 0 131231 0;} @font-face 	{font-family:"\@MS Mincho"; 	panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:-1610612033 1757936891 16 0 131231 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"MS Mincho";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"MS Mincho"; 	panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; 	mso-font-alt:"ＭＳ 明朝"; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:-1610612033 1757936891 16 0 131231 0;} @font-face 	{font-family:"\@MS Mincho"; 	panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:-1610612033 1757936891 16 0 131231 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"MS Mincho";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Pada tulisan saya sebelumnya tentang <a href="http://mbojo.wordpress.com/2009/01/01/hutan-mangrove-dan-luasannya-di-indonesia/" target="_blank">Hutan Mangrove dan Luasannya Di indonesia</a> mengulas tentang semakin berkurangnya  luasan hutan Mangrove, khususnya di Indonesia. pada tulisan ini akan coba di ulas tentang peningkatan luasan tanaman Mangrove di salah satu objek wisata di Bali.<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ngurah Rai merupakan suatu kawasan hutan bertipe hutan payau yang selalu terenang air payau dan dipengaruhi oleh pasang surut. Vegetasi utama di Tahura ini adalah tanaman mangrove. Tahura ini ditetapkan berdasarkan SK Menteri Kehutanan pada tahun 1993 yang mempunyai luas sekitar 1.373.50 ha. Jenis tanaman yang mendominasi di tahura Ngurah Rai adalah <em>Rhizophora apiculata</em> dan <em>Rhizophora Mucronata</em>, <em>Soneratia alba</em>, <em>Bruguiera gymnorrhyiza</em>, <em>Avecinia marina</em> dan <em>Ceriops tagal</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Tahura Ngurah Rai berada di dua Kabupan/Kota yaitu di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Tahura Ngurah Rai Merupakan muara dari sungai Tukad badung dan Tukad mati yang merupakan sungai utama di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Sungai-sungai ini melewati banyak pemukiman pada sehingga kualitas air di dua sungai berada dalam kondisi tercemar. <span id="more-190"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Secara umum di Tahura Ngurah Rai terdapat 18 jenis mangrove yaitu <em>Sonneratia alba, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorrhyiza, Rhizophora stylosa, Avicennia marina, Xylocarpus granatum, Excoecaria agalocha, Avicennia lanata, Ceriops tagal, Aegiceras corniculatum, Avicennia officinalis, Bruguiera cylindrical, Sonneratia caseolaris, Lumnitzera racemosa, Ceriops decandra </em>dan<em> Phemphis acidula </em>(BPDAS Unda Anyar, 2008). </span><span lang="IT">Semua jenis mangrove ini adalah jenis mangrove sejati (<em>true mangrove</em>).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IT">Alih fungsi lahan, keberadaan sampah dan keadaan air yang terpolusi merupakan masalah utama yang menyebabkan tertekannya pertumbuhan dan perkembangan hutan mangrove di Tahura Ngurah Rai. </span><span lang="SV">Sebelum ditetapkan sebagai Tahura, areal tahura banyak digunakan sebagai tambak oleh masyarakat sekitar. Hal tersebut dapat dilihat dari foto udara tahun 1994 (Gambar 1). Tukad Badung telah tercemar oleh BOD5, PO4, Colliform dan E-coli yang dinilai berdasarkan kelebihan akan baku mutunya, sedangkan Tukad Mati juga telah tercemar DO, BOD5, PO4 dan Colliform (Pemkot Denpasar dan PPLH UNUD, 2007). Selain kualitas air yang telah menurun, sungai-sungai tersebut juga merupakan sumber sampah sehingga banyak sampah yang bermuara di sekitar Tahura ngurah Rai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">
<div id="attachment_191" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/kondisi-mangrove-1994.png"><img class="size-medium wp-image-191" title="kondisi-mangrove-1994" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/kondisi-mangrove-1994.png?w=300&#038;h=195" alt=" Keadaan Tahura Ngurah Rai Bulan Mei Tahun 1994" width="300" height="195" /></a><p class="wp-caption-text"> Keadaan Tahura Ngurah Rai Bulan Mei Tahun 1994</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Pemantauan perubahan luasan hutan mangrove di Tahura Ngurah Rai telah dilakukan oleh Nuarsa <em>et al</em>. (2005), hasil penelitiannya yang menggunakan citra Landsat TM tahun 1994 dan citra Landsat ETM tahun 2003 menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan luasan tanaman mangrove dari luas 486.81 ha pada tahun 1994 menjadi 853.56 ha pada tahun 2003 dan hasil penelitian Dilaga (2008) menggunakan citra Landsat ETM tahun 2006 menunjukkan bahwa luasan tanaman mangrove pada tahun 2006 telah meningkat menjadi sebesar 975.42 ha (Gambar 2). Keadaan ini menunjukkan bahwa dalam jangka 12 tahun luasan tanaman mangrove telah meningkat luasanya sebesar 488.61 ha atau dengan kecepatan pertumbuhannya mencapai 40.72 ha per tahun. Hasil pengamatan visual yang dilakukan sendiri oleh penulis berdasarkan interpretasi dari citra Ikonos tahun 2002 dan citra QuickBird tahun 2006 juga menunjukkan terjadi perubahan tutupan tanaman mangrove seperti yang terlihat pada kotak berwarna merah pada Gambar 3 dan Gambar 4.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">
<div id="attachment_192" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/gambar-2.png"><img class="size-medium wp-image-192" title="gambar-2" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/gambar-2.png?w=300&#038;h=130" alt="Perubahan luasan hutan mangrove tahun 1994 - 2003 (Nuarsa et al., 2005) dan 2006 (Dilaga, 2008)" width="300" height="130" /></a><p class="wp-caption-text">Perubahan luasan hutan mangrove tahun 1994 - 2003 (Nuarsa et al., 2005) dan 2006 (Dilaga, 2008)</p></div>
<div id="attachment_193" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/gambar-3.png"><img class="size-medium wp-image-193" title="gambar-3" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/gambar-3.png?w=300&#038;h=210" alt="Sebaran tanaman mangrove di Mangrove Information Center (Citra Ikonos tahun 2002)" width="300" height="210" /></a><p class="wp-caption-text">Sebaran tanaman mangrove di Mangrove Information Center (Citra Ikonos tahun 2002)</p></div>
<div id="attachment_194" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/gambar-4.png"><img class="size-medium wp-image-194" title="gambar-4" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/gambar-4.png?w=300&#038;h=212" alt="Sebaran tanaman mangrove di Mangrove Information Center (Citra QuickBird tahun 2006)" width="300" height="212" /></a><p class="wp-caption-text">Sebaran tanaman mangrove di Mangrove Information Center (Citra QuickBird tahun 2006)</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh penulis terhadap foto udara sebelum tahun 1994, tahun 1994 dan citra satelit ikonos tahun 2002 telihat perubahan yang sangat drastis terhadap luasan hutan mangrove di Tahura Ngurah Rai (Gambar 5). </span>Berdasarkan gambar tersebut terlihat bahwa sebelum tahaun 1994 dan tahun 1994 kerapatan tanaman mangrove masih jarang dan keberadaannya hanya terletak luar dekat ke arah laut. <span lang="IT">Keberadaan Estuari DAM banyak menghilangkan tanaman mangrove. Tahun 2002 terlihat bahwa kerapatan mangrove sangat tinggi yang ditunjukkan oleh tekstur area bervegatasi dari citra ikonos cukup halus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">
<div id="attachment_195" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/gambar-5.png"><img class="size-medium wp-image-195" title="gambar-5" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/gambar-5.png?w=300&#038;h=277" alt="Perkembangan hutan mangrove dari sebelum tahun 1994, tahun 1994 dan tahun 2002" width="300" height="277" /></a><p class="wp-caption-text">Perkembangan hutan mangrove dari sebelum tahun 1994, tahun 1994 dan tahun 2002</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IT">Keberadaan <em>Mangrove Information Center</em> (MIC) (Pusat Informasi Mangrove) sangat berpengaruh terhadap peningkatan luasan tanaman mangrove pada Tahura Ngurah Rai. </span>MIC mempunyai mempunyai fungsi sebagai pusat pengelolaan dan pelatihan mangrove yang berkelanjutan sehingga bisa merealisasikan keberadaan wisata alam hutan mangrove di kawasan Tahura Ngurah Rai. Gambaran umum kondisi wisata alam hutan mangrove yang berupa mangrove trail dapat dilihat pada Gambar 6 dan Gambar 7. Akan tetapi perubahan luas tanaman mangrove ini hanya terjadi di areal-areal yang memang dilakukan proses rehabilitasi tanaman mangrove, sedangkan di areal-areal hutan mangrve disekitar jalan raya khususnya jalan by pass ngrah rai, banyak areal tanaman mangrove yang telah beralih fungsi menjadi <em>tanaman gedung</em>. walaupun tidak terlalu besar, tapi hal cukup menghawatirkan. pilihan ini cukup sulit, karena perkembangan kota selalu membutuhkan lahan, dan lahan hutan mangrove  di Kota Denpasar merupakan salah satu lahan paling strategis di Kota Denpasar. Penyeimbangan oleh pengambil kebijakan diperlukan dalam menentukan pilihan ini,<em> Tanaman Mangrove atau Perkembangan Kota???</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">
<div id="attachment_196" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/gambar-6.png"><img class="size-medium wp-image-196" title="gambar-6" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/gambar-6.png?w=300&#038;h=223" alt="//f4iqun.wordpress.com/2007/12/29/hutan-mangrove-sebagai-tujuan-wisata/)" width="300" height="223" /></a><p class="wp-caption-text">Peta Mangrove Trail di Pusat Informasi Mangrove (http://f4iqun.wordpress.com/2007/12/29/hutan-mangrove-sebagai-tujuan-wisata/)</p></div>
<div id="attachment_197" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/gambar-7.png"><img class="size-medium wp-image-197" title="gambar-7" src="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/gambar-7.png?w=300&#038;h=236" alt="Keadaan umum wisata alam hutan mangrove di Pusat Informasi Mangrove" width="300" height="236" /></a><p class="wp-caption-text">Keadaan umum wisata alam hutan mangrove di Pusat Informasi Mangrove</p></div>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span lang="SV">DAFTAR PUSTAKA</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-54pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 54pt;"><span lang="SV">BPDAS Unda Anyar. 2008. <a href="http://sim-rlps.dephut.go.id/mangrove/pic/peta/dokumen/undaanyar.pdf" target="_blank">Kondisi Hutan Mangrove di Wilayah Kerja BPDAS Unda Anyar</a>.</span><a href="http://sim-rlps.dephut.go.id/mangrove/pic/peta/dokumen/undaanyar.%20pdf"></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-54pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 54pt;">Dilaga, R.S. 2008. Studi Analisis Spektral Citra Satelit untuk Menentukan Karakteristik Mangrove Di Kawasan Teluk Benoa Bali. Skripsi. Jurusan MIPA Universitas Udayana. Denpasar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-54pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 54pt;"><span style="color:black;">Nuarsa, I.W., I W.S. Adnyana, Y. Sugimori, S. Kanno, and F. Nishio 2005. Development of The New Algorithm for Mangrove Classification. International </span>Journal of Remote Sensing and Earth Sciences, 2.<span> </span>57-64.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-54pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 54pt;"><span lang="SV">Pemkot Denpasar dan PPLH UNUD. 2007. Pemantauan Kualitas Lingkungan Hidup Kota Denpasar. Pemerintah Kota Denpasar dan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Udayana. Denpasar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:-54pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 54pt;">
<p><span style="color:#0000ff;">Pranala di Blog ini: </span></p>
<address><a href="../2007/06/24/asyiknya-berjalan-jalan-di-dalam-hutan-mangrove/" target="_blank">Asyiknya Berjalan-jalan di dalam Hutan Mangrove</a></address>
<address><em><a href="../2009/01/01/hutan-mangrove-dan-luasannya-di-indonesia/" target="_blank"><em>Hutan Mangrove dan Luasannya di indonesia</em></a></em></address>
<address><a href="../2009/01/01/2007/06/24/2007/09/28/2007/06/09/perubahan-iklim-di-bali/" target="_blank">Perubahan Iklim di Bali</a></address>
<address><a href="../2007/04/08/peta/" target="_blank">PETA</a></address>
<address><a href="../2007/04/11/arcview-gis/" target="_blank">ArcView GIS</a></address>
<address><a href="../2007/04/11/modul-arcview/" target="_blank">Modul ArcView</a></address>
<address><a href="../2007/04/12/gps-global-positioning-system/" target="_blank">GPS (Global Positioning System)</a></address>
<address><a href="../2007/06/11/proyeksi-peta/" target="_blank">Proyeksi Peta </a></address>
<address><a href="../2007/06/15/aplikasi-gis-untuk-klasifikasi-iklim-schmidt-ferguson/" target="_blank">Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson</a></address>
<address><a href="../2007/06/06/implementasi-sig-dalam-menunjang-pertanian-berkelanjutan/" target="_blank">Implementasi SIG dalam Menunjang Pertanian Berkelanjutan</a></address>
<address><a href="../2007/04/08/sistem-informasi-geografi-sig/" target="_blank">Sistem Informasi Geografi (SIG)/Geographic Information System (GIS)</a></address>
<address><a href="../2007/08/04/pemasukkan-data-dalam-sisitem-informasi-geografi-sig/" target="_blank">Pemasukan Data Dalam Sistem Informasi Geografi (SIG)</a><br />
</address>
<address><a href="../2007/09/19/digitasi-peta-secara-otomatis-di-arcgis/" target="_blank">Digitasi Peta Secara Otomatis Lewat ArcGIS</a></address>
<address><a href="../2008/03/14/sistem-informasi-geografi-perikanan-sebuah-wacana/" target="_blank">Sistem Informasi Geografi Perikanan; Sebuah Wacana </a></address>
<address><a href="../2008/02/27/gis-untuk-penginderaan-jauh-dan-indeks-vegetasi/" target="_blank">GIS untuk Penginderaan Jauh dan Indeks Vegetasi </a></address>
<address><a href="../2008/02/09/cara-memotong-data-bentuk-raster-di-arcview/" target="_blank">Cara memotong data bentuk raster di ArcView </a></address>
<address><a href="../2007/09/28/peta-jenis-tanah-bali/" target="_blank">Peta Jenis Tanah Bali</a></address>
<address><a href="../2007/10/03/data-indonesia-dalam-bentuk-shp-gratisssss/" target="_blank">Data Indonesia Dalam Bentuk *.shp (Gratisssss….!!!)</a></address>
<address><a href="../2008/02/27/gis-untuk-penginderaan-jauh-dan-indeks-vegetasi/" target="_blank">GIS untuk Penginderaan Jauh dan Indeks Vegetasi</a></address>
<address><a href="../2008/03/14/sistem-informasi-geografi-perikanan-sebuah-wacana/" target="_blank">Sistem Informasi Geografi Perikanan; Sebuah Wacana</a></address>
<address><a href="../2007/07/22/interpretasi-citra-pengindraan-jauh/" target="_blank">Interpretasi Citra Penginderaan Jauh</a><br />
</address>
<address><a href="../2008/03/30/penginderaan-jauh/" target="_blank">Penginderaan Jauh</a></address>
<address><a href="../2008/03/31/joint-tabel-di-arcview/" target="_blank">Joint Tabel di ArcView</a></address>
<address><a href="../2008/06/04/vegetation-index/" target="_blank">Vegetation Index</a></address>
<address><a href="../2008/06/19/registrasi-peta-di-arcview-menggunakan-extension-register-and-transform-tool/" target="_blank">Registrasi Peta di ArcView Menggunakan Extension Register and Transform tool</a></address>
<address><a href="../2008/12/18/prediksi-erosi-dengan-usle-dan-sistem-informasi-geografi/" target="_blank">Prediksi Erosi dengan USLE dan Sistem Informasi Geografi</a></address>
<address><a href="../2008/12/24/perencanaan-pengelolaan-wilayah-pesisir-dengan-memanfaatkan-sistem-informasi-geografi-dan-data-penginderaan-jauh/">PERENCANAAN PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DENGAN MEMANFAATKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DAN DATA PENGINDERAAN JAUH</a></address>
<address><a href="../2009/01/20/evaluasi-kesesuaian-curah-hujan-temperatur-dan-ketinggian-untuk-tanaman-pisang-dengan-gis/">Evaluasi Kesesuaian Curah Hujan, Temperatur dan Ketinggian untuk Tanaman Pisang dengan GIS</a></address>
<address><a href="../2009/01/29/cara-memotong-file-image-di-arcview/">Cara memotong file image di ArcView</a></address>
<address><a href="../2009/02/12/perubahan-luasan-tanaman-mangrove-di-tahura-ngurah-rai-bali/" target="_blank">PERUBAHAN LUASAN TANAMAN MANGROVE DI TAHURA NGURAH RAI &#8211; BALI</a></address>
<address><a href="../2009/03/06/pertukaran-co2-antara-atmosfer-dan-laut-pendahuluan/">PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Pendahuluan</a></address>
<address><a href="../2009/03/25/aplikasi-sig-dalam-proses-perencanaan/">Aplikasi SIG dalam Proses Perencanaan</a></address>
<address><a href="../2009/03/31/buka-data-srtm-lewat-arcview/">Buka Data SRTM Lewat ArcView</a></address>
<address><a href="../2009/04/03/evaluasi-zona-agroklimat-klasifikasi-schimidt-ferguson-di-pulau-lombok/">EVALUASI ZONA AGROKLIMAT KLASIFIKASI SCHIMIDT-FERGUSON DI PULAU LOMBOK</a></address>
<address><a href="../2009/04/09/pertukaran-co2-antara-atmosfer-dan-laut-eksplorasi-data-penginderaan-jauh-kecepatan-transfer-gas-co2/" target="_blank">PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Eksplorasi Data Penginderaan Jauh &#8211; Kecepatan transfer gas CO2</a><br />
</address>
<address> </address>
<address> </address>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=190&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2009/02/12/perubahan-luasan-tanaman-mangrove-di-tahura-ngurah-rai-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30669ee732c9d0af9191bd6a09620a1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/kondisi-mangrove-1994.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kondisi-mangrove-1994</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/gambar-2.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gambar-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/gambar-3.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gambar-3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/gambar-4.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gambar-4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/gambar-5.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gambar-5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/gambar-6.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gambar-6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mbojo.files.wordpress.com/2009/02/gambar-7.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gambar-7</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Evaluasi Kesesuaian Curah Hujan, Temperatur dan Ketinggian untuk Tanaman Pisang dengan GIS</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2009/01/20/evaluasi-kesesuaian-curah-hujan-temperatur-dan-ketinggian-untuk-tanaman-pisang-dengan-gis/</link>
		<comments>http://mbojo.wordpress.com/2009/01/20/evaluasi-kesesuaian-curah-hujan-temperatur-dan-ketinggian-untuk-tanaman-pisang-dengan-gis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 09:33:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Science]]></category>
		<category><![CDATA[FOKUSHIMITI]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Informasi Geografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang akan dicoba mengaplikasikan GIS untuk membuat pola sebaran spasial dari kesesuaian lahan untuk tanaman pisang di pulau Bali. Akan tetapi disini hanya melihat dari kesesuaian karakteristik lahan terhadap curah hujan, ketinggian tempat dan juga suhu. Ketiga karakterisik lahan tersebut merupakan karakteristik lahan yang tidak bisa dirubah kelas kesesuaiannya. Sehingga apapun keadaan dan kondisinya di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=174&subd=mbojo&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Sekarang akan dicoba mengaplikasikan GIS untuk membuat pola sebaran spasial dari kesesuaian lahan untuk tanaman pisang di pulau Bali. Akan tetapi disini hanya melihat dari kesesuaian karakteristik lahan terhadap curah hujan, ketinggian tempat dan juga suhu. Ketiga karakterisik lahan tersebut merupakan karakteristik lahan yang tidak bisa dirubah kelas kesesuaiannya. Sehingga apapun keadaan dan kondisinya di alam, maka kita harus bisa menerima kondisi tersebut. Jika tidak sesuai, jangan dipaksakan untuk menanam pisang di daerah tersebut, walaupun keadaan yang lain mendukung. Seperti yang ditulis sebelumnya <a href="../2007/09/01/evaluasi-lahan/">disini</a>, Evaluasi Lahan merupakan suatu proses penilaian suatu lahan sehingga sesuai dengan kondisinya pada penggunaan-penggunan tertetentu (Hardjowigeno dan Widiatmaka, 2001).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Kenapa dipilih pisang&#8230; dalam ajaran tata susila dan filsafat agama Hindu, <em>banten</em> merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam melakukan upacara keagamaan. <em>Banten</em> dalam fungsinya sebagai sarana upacara hampir selalu menggunakan buah. Bersama-sama unsur pelengkap lainnya seperti jajan, umbi-umbian, bunga, dan daging, kehadiran buah dalam <em>banten</em> adalah sebagai simbol sari bumi yang dipersembahkan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Parisada Hindu Dharma, 1968 <em>dalam</em> <a href="http://ejournal.unud.ac.id/?module=detailpenelitian&amp;idf=7&amp;idj=48&amp;idv=185&amp;idi=187&amp;idr=1086">Parining dan Bhaskara, 2002</a>). <span id="more-174"></span>Dengan kenyataan seperti ini, mnjelaskan bahwa kebutuhan pisang di Bali akan selalu tetap, karena kebutuhannya yang selalu kontinyu. Akan tetapi buah pisang masih harus didatangkan dari luar Bali sekitar 100.000 ton per tahun dengan nilai sekitar Rp 300-400 milyar (<a href="http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2002/11/25/b9.htm">Bali Post, 25-11-2002</a>). Keadaan ini apakah menandakan bahwa produksi pisang di bali sedikit sehingga tidak mencukupi kebutuhan pasar? Bali memiliki tanaman pisang sebanyak 9,1 juta pohon selama tahun 2007 menghasilkan 145.394 ton, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 137.361 ton terdiri berbagai jenis buah pisang (<a href="http://www.formatnews.com/?act=view&amp;newsid=7299&amp;cat=14">FormatNews, 22-09-2008</a>). Melihat data diatas, berarti kebutuhan pisang di Bali bisa sekitar 200.000an ton per tahun. Kebutuhan pisang sebanyak itu sebenarnya merupakan peluang bagi petani dalam mengembangkan budidaya pertanian tersebut. Namun peluang tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal, karena hampir sebagian besar kebutuhan pisang didatangkan dari Jawa dan daerah-daerah lainnya di Indonesia (<a href="http://kompas.co.id/read/xml/2008/07/20/06384273/280.tanaman.untuk.ritual.hindu.makin.langka">Kompas, 20-07-2008</a>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Selain kebutuhan untuk upacara keagamaan, pisang juga sangat bermanfaat untuk kesehatan. Buah pisang, terutama yang matang, memiliki beberapa kandungan seperti protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, serat, beberapa vitamin (A,B1, B2 dan C), zat besi, dan niacin. Kandungan mineralnya yang menonjol adalah kalium (Wirakusumah, Emma S, 1977 <em>dalam</em> <a href="http://www.cybertokoh.com/mod.php?mod=publisher&amp;op=viewarticle&amp;artid=54">Tokoh, 12-09-2005</a>). Memakan dua buah pisang sehari dapat mempertahankan daya ingat dan mengatasi masalah kepikunan (<a href="http://www.depkes.go.id/index.php?option=articles&amp;task=viewarticle&amp;artid=196&amp;Itemid=3">Nurchasanah, 2009</a>). </span><span lang="FI">Wuih&#8230; asyik bngat tuh&#8230; untung aja suka makan pisang <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Sekarang kita masuk ke GISnya&#8230; bahan-bahan yang diperlukan (seperti acara masak memasak nieh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ) adalah peta sebaran pos hujan beserta data rata2 curah hujan tahunannya atau peta isohyet hujan Pulau Bali, peta ketinggian tempat Pulau Bali, data suhu di salah satu stasiun klimatologi BMG Provinsi Bali, dan kriteria persyaratan penggunaan/karakteristik lahan untuk tanaman pisang dari Djaenudin dkk. (2003). Berdasarkan kriteria dari Djaenudin dkk. tersebut, persyaratan penggunaan/karakteristik lahan untuk temperatur adalah sangat sesuai (S1) bila temperatur rata-rata 25 – 27 <sup>o</sup>C, sesuai (S2) bila temperatur rata-rata 27 – 30 <sup>o</sup>C dan atau temperatur rata-rata 22 – 25 <sup>o</sup>C, cukup sesuai (S3) bila temperatur rata-rata 30 – 35 <a name="OLE_LINK2"></a><a name="OLE_LINK1"><span><sup>o</sup>C</span></a> dan atau temperatur rata-rata 18 – 22 <sup>o</sup>C, dan tidak sesuai (N) bila temperatur rata-rata &gt; 35 <sup>o</sup>C dan atau temperatur rata-rata &lt; 18 <sup>o</sup>C. Persyaratan penggunaan/karakteristik lahan untuk curah hujan adalah sangat sesuai (S1) bila curah hujan tahunan rata-rata 1500 – 2500 mm, sesuai (S2) bila curah hujan tahunan rata-rata 1250 – 1500 mm dan atau curah hujan tahunan rata-rata 2500 – 3000 mm, cukup sesuai (S3) bila curah hujan tahunan rata-rata 1000 – 1250 mm dan atau curah hujan tahunan rata-rata 3000 – 4000 mm, dan tidak sesuai (N) bila curah hujan tahunan rata-rata &gt; 400 mm dan atau curah hujan tahunan rata-rata &lt; 1000 mm. Persyaratan penggunaan/karakteristik lahan untuk ketinggian tempat (dpl) adalah sangat sesuai (S1) bila ketinggian tempat &lt; 1200 m, sesuai (S2) bila ketinggian tempat 1200 – 1500 m, cukup sesuai (S3) bila ketinggian tempat 1500 – 2000 m, dan tidak sesuai (N) bila ketinggian tempat &gt; 2000 m.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="FI">Setelah kita mempunyai peta isohyet dan ketinggian temapt maka proses selanjutnya adalah mereklasifikasi peta ishohyet dan ketinggian tempat sesuai dengan kriteria di atas. </span><span lang="SV">Dan untuk suhu, maka dilakukan pendekatan dengan persamaan yang dimodifikasi dari <a href="http://luq.lternet.edu/data/temp/bistempdata/Bis-temp.htm">Meléndez-Colom (2009)</a> yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="FI">(([DEM] * 0.00558 ) * -1) + (suhu rata-rata tahunan dipos pengamatan + (0.00558 * ketinggian pos tersebut dari permukaan laut))</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="FI">persamaan ini bisa langsung digunakan di Map Calculator di ArcView, yang dibutuhkan adalah adalah data ketinggian tempat (DEM), suhu di pos pengamatan (<sup>o</sup>C) dan ketinggian pos pengamatan tersebut dari muka laut (m). Dasar dari persamaan tersebut adalah bahwa setiap kenaikan ketinggian 100 m maka suhu akan menurun sekitar 0.6 <sup>o</sup>C atau tepatnya 0.558 <sup>o</sup>C. </span><span lang="SV">Dari memasukkan persamaan diatas diperolehlah peta sebaran temperatur dan dilakukan proses reklasifikasi sesuai dengan kriteria diatas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Setelah dilakukan proses reklasifikasi maka diperoleh peta kesesuain lahan untuk tanaman pisang berdasarkan suhu diperoleh 4 kelas, ketinggian 4 kelas dan curah hujan 3 kelas seperti pada gambar di bawah. </span></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="Peta kesesuain temperatur" src="http://img186.imageshack.us/img186/4034/suhuqi5.jpg" alt="" width="465" height="318" /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="Peta Kesesuaian Ketinggian" src="http://img186.imageshack.us/img186/9680/ketinggianez1.jpg" alt="" width="465" height="320" /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="Peta Kesesuaian Curah Hujan" src="http://img510.imageshack.us/img510/4710/hujanoo3.jpg" alt="" width="465" height="318" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Selanjutnya ketiga peta tersebut di tumpang tindihkan dan diperolehlah peta kesesuain lahan untuk tanaman pisang berdasarkan kondisi curah hujan, temperatur dan ketinggian tempatnya seperti pada gambar dibawah.</span></p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone" title="Peta Kesesuaian Curah hujan, Temperatur, ketinggaian tempat untuk tanaman pisang di provinsi bali" src="http://img255.imageshack.us/img255/2742/kesesuaianlahanpv6.jpg" alt="" width="498" height="341" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Berapa luasannya? Luasan perkabupaten diperlihatkan pada tabel dibawah</span></p>
<p><img class="aligncenter" title="Tabel Luasan lahan berdasarkan Kesesuaian Iklim untuk Tanaman Pisang di Bali" src="http://img520.imageshack.us/img520/7998/tabelyi5.jpg" alt="" width="367" height="249" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Untuk lebih memaksimalkan lagi penelitian-penelitian seperti ini, sebaiknya dimasukkan juga data-data seperti peta jenis tanah, geologi, tata ruang dan penggunaan lahan. Hal ini akan memberikan hasil yang lebih baik seperti dapat diketahuinya kesuburan tanahnya, penggunaan lahannya dan juga perencaan akan lahan tempat penelitinnya&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">DAFTAR PUSTAKA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="SV">Djaenudin D., Marwan H., Subagjo H., dan A. Hidayat. </span><span lang="FI">2003. Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian. Edisi ke-1. Balai Penelitian Tanah, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. </span><span lang="SV">Bogor.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;">
<p><span style="color:#0000ff;">Pranala di Blog ini: </span></p>
<address><a href="../2007/04/08/peta/" target="_blank">PETA</a></address>
<address><a href="../2007/04/11/arcview-gis/" target="_blank">ArcView GIS</a></address>
<address><a href="../2007/04/11/modul-arcview/" target="_blank">Modul ArcView</a></address>
<address><a href="../2007/04/12/gps-global-positioning-system/" target="_blank">GPS (Global Positioning System)</a></address>
<address><a href="../2007/06/11/proyeksi-peta/" target="_blank">Proyeksi Peta </a></address>
<address><a href="../2007/06/15/aplikasi-gis-untuk-klasifikasi-iklim-schmidt-ferguson/" target="_blank">Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson</a></address>
<address><a href="../2007/06/06/implementasi-sig-dalam-menunjang-pertanian-berkelanjutan/" target="_blank">Implementasi SIG dalam Menunjang Pertanian Berkelanjutan</a></address>
<address><a href="../2007/04/08/sistem-informasi-geografi-sig/" target="_blank">Sistem Informasi Geografi (SIG)/Geographic Information System (GIS)</a></address>
<address><a href="../2007/08/04/pemasukkan-data-dalam-sisitem-informasi-geografi-sig/" target="_blank">Pemasukan Data Dalam Sistem Informasi Geografi (SIG)</a><br />
</address>
<address><a href="../2007/09/19/digitasi-peta-secara-otomatis-di-arcgis/" target="_blank">Digitasi Peta Secara Otomatis Lewat ArcGIS</a></address>
<address><a href="../2008/03/14/sistem-informasi-geografi-perikanan-sebuah-wacana/" target="_blank">Sistem Informasi Geografi Perikanan; Sebuah Wacana </a></address>
<address><a href="../2008/02/27/gis-untuk-penginderaan-jauh-dan-indeks-vegetasi/" target="_blank">GIS untuk Penginderaan Jauh dan Indeks Vegetasi </a></address>
<address><a href="../2008/02/09/cara-memotong-data-bentuk-raster-di-arcview/" target="_blank">Cara memotong data bentuk raster di ArcView </a></address>
<address><a href="../2007/09/28/peta-jenis-tanah-bali/" target="_blank">Peta Jenis Tanah Bali</a></address>
<address><a href="../2007/10/03/data-indonesia-dalam-bentuk-shp-gratisssss/" target="_blank">Data Indonesia Dalam Bentuk *.shp (Gratisssss….!!!)</a></address>
<address><a href="../2008/02/27/gis-untuk-penginderaan-jauh-dan-indeks-vegetasi/" target="_blank">GIS untuk Penginderaan Jauh dan Indeks Vegetasi</a></address>
<address><a href="../2008/03/14/sistem-informasi-geografi-perikanan-sebuah-wacana/" target="_blank">Sistem Informasi Geografi Perikanan; Sebuah Wacana</a></address>
<address><a href="../2007/07/22/interpretasi-citra-pengindraan-jauh/" target="_blank">Interpretasi Citra Penginderaan Jauh</a><br />
</address>
<address><a href="../2008/03/30/penginderaan-jauh/" target="_blank">Penginderaan Jauh</a></address>
<address><a href="../2008/03/31/joint-tabel-di-arcview/" target="_blank">Joint Tabel di ArcView</a></address>
<address><a href="../2008/06/04/vegetation-index/" target="_blank">Vegetation Index</a></address>
<address><a href="../2008/06/19/registrasi-peta-di-arcview-menggunakan-extension-register-and-transform-tool/" target="_blank">Registrasi Peta di ArcView Menggunakan Extension Register and Transform tool</a></address>
<address><a href="../2008/12/18/prediksi-erosi-dengan-usle-dan-sistem-informasi-geografi/" target="_blank">Prediksi Erosi dengan USLE dan Sistem Informasi Geografi</a></address>
<address><a href="../2008/12/24/perencanaan-pengelolaan-wilayah-pesisir-dengan-memanfaatkan-sistem-informasi-geografi-dan-data-penginderaan-jauh/">PERENCANAAN PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DENGAN MEMANFAATKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DAN DATA PENGINDERAAN JAUH</a></address>
<address><a href="../2009/01/20/evaluasi-kesesuaian-curah-hujan-temperatur-dan-ketinggian-untuk-tanaman-pisang-dengan-gis/">Evaluasi Kesesuaian Curah Hujan, Temperatur dan Ketinggian untuk Tanaman Pisang dengan GIS</a></address>
<address><a href="../2009/01/29/cara-memotong-file-image-di-arcview/">Cara memotong file image di ArcView</a></address>
<address><a href="../2009/02/12/perubahan-luasan-tanaman-mangrove-di-tahura-ngurah-rai-bali/" target="_blank">PERUBAHAN LUASAN TANAMAN MANGROVE DI TAHURA NGURAH RAI &#8211; BALI</a></address>
<address><a href="../2009/03/06/pertukaran-co2-antara-atmosfer-dan-laut-pendahuluan/">PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Pendahuluan</a></address>
<address><a href="../2009/03/25/aplikasi-sig-dalam-proses-perencanaan/">Aplikasi SIG dalam Proses Perencanaan</a></address>
<address><a href="../2009/03/31/buka-data-srtm-lewat-arcview/">Buka Data SRTM Lewat ArcView</a></address>
<address><a href="../2009/04/03/evaluasi-zona-agroklimat-klasifikasi-schimidt-ferguson-di-pulau-lombok/">EVALUASI ZONA AGROKLIMAT KLASIFIKASI SCHIMIDT-FERGUSON DI PULAU LOMBOK</a></address>
<address><a href="../2009/04/09/pertukaran-co2-antara-atmosfer-dan-laut-eksplorasi-data-penginderaan-jauh-kecepatan-transfer-gas-co2/" target="_blank">PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Eksplorasi Data Penginderaan Jauh &#8211; Kecepatan transfer gas CO2</a><br />
</address>
<address> </address>
<address> </address>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-45pt;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mbojo.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mbojo.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mbojo.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mbojo.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mbojo.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mbojo.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mbojo.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mbojo.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mbojo.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mbojo.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mbojo.wordpress.com&blog=799477&post=174&subd=mbojo&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mbojo.wordpress.com/2009/01/20/evaluasi-kesesuaian-curah-hujan-temperatur-dan-ketinggian-untuk-tanaman-pisang-dengan-gis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/30669ee732c9d0af9191bd6a09620a1a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mbojo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img186.imageshack.us/img186/4034/suhuqi5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Peta kesesuain temperatur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img186.imageshack.us/img186/9680/ketinggianez1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Peta Kesesuaian Ketinggian</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img510.imageshack.us/img510/4710/hujanoo3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Peta Kesesuaian Curah Hujan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img255.imageshack.us/img255/2742/kesesuaianlahanpv6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Peta Kesesuaian Curah hujan, Temperatur, ketinggaian tempat untuk tanaman pisang di provinsi bali</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img520.imageshack.us/img520/7998/tabelyi5.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tabel Luasan lahan berdasarkan Kesesuaian Iklim untuk Tanaman Pisang di Bali</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>