El Nino dan La Nina serta dampaknya di Indonesia

Seperti yang sudah bnyak diceritakan sebelumnya dan mungkin sudah banyak yang tau klo Indonesia ini terletak di antara dua benua dan dua samudera. Kondisi yang menyebabkan indonesia menjadi sangat unik lokasinya. Lokai yang unik ini juga menyebabkan fluktuasi iklim, khususnya curah hujan yg juga unik. Misalnya indonesia ini merupakan lokasi terjadinya konvergensi dua buah sirkulasi utama di dunia yaitu sirkulasi walker dan sirkulasi hadley. Karena terletak di antara dua benua, maka aktifitas hangat dan dingin dikedua benua akibat dari pergerakan matahari yang berpindah dari 23.5o LU ke 23.5o LS setiap tahun menyebabkan negeri kita ini juga di lewati oleh angin monsoon. Trus indonesia juga di penuhi oleh gunung2, hutan, ladang yang juga unik bentuknya. Semua itu mempengaruhi hujan di indonesia. Apa hubungannya dengan El Nino dan La Nina? Akibat dari interaksi semuanya itu menyebabkan pengaruh El Nino dan La Nina semua tempat di Indonesia berbeda2…

Contohnya saja di Bali. Pengaruh fluktuasi nilai indeks osilasi selatan yang menggambarkan kejadian El Nino/La Nina antara bagian selatan dan utaranya. Karena di tengah2 pulau Bali ada gunung yang membentang dari timur ke barat (As-syakur, 2007). Aldrian and Susanto (2003) juga menyimpulkan bahwa pengaruh El Nino/La Nina juga berbeda pada setiap daerah dengan pola hujan yang berbeda, dimana di daerah dengan polah hujan monson pengaruh fenomena iklim ini kuat, pada daerah berpola hujan equatorial pengaruhnya lemah, sedangkan pada daerah berpola hujan lokal tidak jelas. Hasil yang sama juga di ungkapkan oleh Hamada et al. (2002), walaupun Hamada et al. membagi pola hujan di Indonesia dengan 4 pola yang berbeda, tapi intinya dia jua mengungkapkan bahwa setiap daerah dengan pola hujan yang berbeda, responnya terhadap El Nino/La Nina juga berbeda-beda. gambar di bawah adalah pola spasial efek El Nino 1997/1998 terhadap curah hujan di dunia (Bell et al., 1999) (klik untuk memperbesar). bila di lihat dari gambar tersebut terlihat penurunan hujan di indonesia sangat drastis saat El Nino 97/98. 
Artikel yang menarik untuk melihat distribusi efek El Nino ini secara lengkap khususnya kejadian El Nino 1997 adalah publikasinya Gutman et al. (2000) yang berjudul Using NOAA/AVHRR Products to Monitor El Niño Impacts: Focus on Indonesia in 1997–98 dan diterbitkan di Bulletin of the American Meteorological Society No. 81. Beliau merangkum banyak hal disitu mulai dari kondisi sebaran SST saat itu dan efeknya terhadap sebaran hujan (Gambar di atas, klik untuk memperbesar), bagaimana sebaran kekeringan, sebaran kebakaran hutan, sebaran suhu permukaan daratan serta tutupan vegetasi. Secara umum kesimpulan beliau adalah pada saat El Nino suhu permukaan laut meningkat, periode kekeringan yang berkepanjangan, dengan keadaan jumlah awan, curah hujan serta uap air yang rendah. Akibatnya fluktuasi penyerapan gelombang pendek dan kehilangan gelombang panjang adalah meningkat secara signifikan.

Karena saat awal kejadian El Nino biasanya bertepatan dengan masa pembakaran lahan pertanian di daerah-daerah yang melakukan sistem perladangan berpindah, maka kondisi tersebut menyebabkan timbulnya kebakaran serta banyak menghasilkan asap yang sebarannya sangat luas serta dengan konsentrasi yang tinggi dan waktu tinggal asap tersebut di udara yang cukup lama. Hal ini menyebabkan turunnya tingkat kesehatan disekitar. Selain itu juga menyebabkan bentuk dan jumlah butiran2 air di awan juga berubah. Pada bidang pertanian kejadian El Nino menyababkan penurunan rata-rata kehilangan peluang produksi pangan selama tahun 1968-2000 sekitar 1.79 juta ton atau sekitar 3.06 % dari seluruh peluang produksi pangan (Irawan, 2006).

pengaruh umum El Nino di perairan laut Indonesia adalah mendinginnya suhu permukaan laut di sekitar perairan indonesia akibat dari tertariknya seluruh masa air hangat ke bagian tengah samudra pasifik. akibat buruk dari kondisi ini adalah berkurangnya produksi awan di wilayah indonesia yang sudah pasti efek sampingnya adalah menurunnya curah hujan, tapi segi positifnya adalah meningkatnya kandungan klorofil-a di perairan laut indonesia. sudah menjadi rahasia umum bahwa semakin rendah suhu permukaan laut, maka kandungan klorofil-a semakin tinggi serta akibat lainnya adalah kemungkian terjadinya proses upwelling semakin besar di sekitar perairan indonesia. keadaan ini menyebabkan meningkatnya pasokan makanan ikan, jumlah ikan di sekitar perairan lebih banyak dari biasanya dan yang ujung-ujungnya mampu meningkatkan pendapatan para nelayan.

Sangat sedikit sekali bahan yang menjelaskan dampak La Nina di indonesia. Cuman dapat di Bell et al. (1999 dan 2000) yang mengatakan bahwa La Nina menyebabkan curah hujan di indonesia meningkat pada saat musim kemarau serta menyebabkan majunya awal musim hujan. akan tetapi hasil penelitian baru-baru ini memperlihatkan pola spasial anomali hujan saat La Nina 1998 serta saat awal La Nina 2010. hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa fenomena La Nina 1998  di mulai pada saat bulan April dan mulai berkurang dampaknya terhadap anomali curah hujan di Indonesia pada bulan November serta puncak kejadian terjadi pada bulan Agustus dan September.  selain itu, pola spasial anomali hujan saat La Nina ternyata bergerak secara dinaims yang dimana pada saat awal kejadian La Nina dampaknya di Indonesia akan di mulai di daerah selatan Indonesia dan berakhir di daerah timur Indonesia (As-syakur, 2010).  awal kejadian La Nina 2010 pun di mulai pada bulan April dan peningkatan curah hujan di mulai di rasakan juga oleh wilayah Indonesia bagian selatan (As-syakur dan Prasetia, 2010).  peningkatan curah hujan saat kejadian La Nina 1998 dan 2010 bisa mencapai di atas 300 % dari curah hujan normal (Gambar di bawah).  untuk lebh lengkapnya tentang fenomena ini, saya kan menulisnya pada artikel berikutnya berupa gabungan dari kedua paper tersebut. karena cenderung meningkatkan curah hujan pada musim kemarau serta majunya awal musim hujan tersebut, menjadikan efek La Nina bisa bersifat positif seperti naiknya rata-rata produksi pangan sebesar 521 ribu ton atau 1.08 % dari total rata-rata produksi (Irawan, 2006). kondisi wilayah laut indonesia juga terjadi sebaliknya dari kondisi La Nina. laut menjadi lebih hngat dari biasanya, pasokan klorofil-a menurun sehingga nelayan pun ikut merasakan dampaknya yaitu berkurangnya hasil tangkapan ikan.

Pola spasial anomali hujan 1998/1999

Anomali hujan selama musim MAM, JJA, SON, dan DJF 1998/1999

Anomali hujan saat awal La Nina 2010

Menurut Aldrian (2003) dan As-syakur (2010) pengaruh ENSO (El Nino/La Nina) di Indonesia di mulai pada bulan april dan akan mencapai puncak pada bulan agustus dan september serta terus menurun sampai bulan November/Desember. Akan tetapi setiap para peneliti di dunia menarik kesimpulan yang sama bahwa efek ENSO pada setiap kejadian tidak akan pernah sama karena kompleksnya interaksi antara atmosfer dan laut, berbeda-bedanya pengaruh dominan dari faktor-faktor penyebab ENSO, serta adanya pengaruh lokal yang berbeda-beda pada setiap kejadian ENSO.

 

Referensi

Aldrian, E. 2003. Simulations of Indonesian Rainfall with a Hierarchy of Climate Models. Dissertation. Max-Planck-Institute for Meteorology. Hamburg University. Hamburg-Germany

Aldrian, E., and R.D. Susanto. 2003. Identification of Three Dominant Rainfall Regions within Indonesia and Their Relationship to Sea Surface Temperature. Int. J. Climatol. 23. 1435–1452. Abstract, Download PDF Full-Text

As-syakur, A.R. 2010. Pola Spasial Pengaruh Kejadian La Nina Terhadap Curah Hujan di Indonesia Tahun 1998/1999; Observasi Menggunakan Data TRMM Multisatellite Precipitation Analysis (TMPA) 3B43. Makalah dipresentasikan pada Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XVII dan Kongres Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN) V di Institut Pertanian Bogor pada tanggal 9 Agustus 2010. Bogor-Indonesia. Dan akan diterbitkan dalam proseding PIT XVIII dan Kongres MAPIN V Download PDF Full-Text

As-syakur, A.R., dan R. Prasetia. 2010. Pola Spasial Anomali Curah Hujan Selama Maret Sampai Juni 2010 Di Indonesia; Komparasi Data TRMM Multisatellite Precipitation Analysis (TMPA) 3B43 dengan Stasiun Pengamat Hujan. Makalah dipresentasikan pada Seminar Ilmiah Nasional Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) di Universitas Udayana pada tanggal 29 Juli 2010. Denpasar-Indonesia. Dan akan diterbitkan dalam Lingkungan Tropis Edisi Khusus Agustus 2010 Download PDF Full-Text

As-syakur, A.R., 2007. Identifikasi Hubungan Fluktuasi Nilai SOI Terhadap Curah Hujan Bulanan Di Kawasan Batukaru-Bedugul, Bali. Jurnal Bumi Lestari, 7(2), pp. 123-129. Download PDF Full-Text

Bell, G.D., M.S. Halpert, C.F. Ropelewski, V.E. Kousky, A.V. Douglas, R.C. Schnell, and M.E. Gelman. 1999. Climate Assessment for 1998. Bulletin of the American Meteorological Society, 80(5). S1-S48 Download PDF Full-Text

Bell, G.D., M.S. Halpert, R.C. Schnell, R.W. Higgins, J. Lawrimore, V.E. Kousky, R. Tinker, W. Thiaw, M. Chelliah, and A. Artusa. 2000. Climate Assessment for 1999. Bulletin of the American Meteorological Society, 81(6). S1-S50 Download PDF Full-Text

Gutman, G., I. Csiszar, and P. Romanov. 2000. Using NOAA/AVHRR Products to Monitor El Niño Impacts: Focus on Indonesia in 1997–98. Bulletin of the American Meteorological Society, 81. 1189-1205 Download PDF Full-Text

Hamada, J., M.D. Yamanaka, J. Matsumoto, S. Fukao, P.A. Winarso, and T. Sribimawati. 2002. Spatial and temporal variations of the rainy season over Indonesia and their link to ENSO. J. Meteor. Soc. Japan, 80. 285-310 Download PDF Full-Text

Irawan, B. 2006. Fenomena Anomali Iklim El Nino dan La Nina – Kecenderungan Jangka Panjang dan Pengaruhnya terhadap Produksi Pangan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 24(1). 28-45. Download PDF Full-Text

 

Pranala di Blog ini:

El Nino dan La Nina
El Nino dan La Nina serta dampaknya di Indonesia
Pemanasan Global (catatan mengenai sebabnya)
Pemanasan Global (catatan mengenai akibatnya)
Pemanasan Global (Catatan mengenai cara menggurangi dampaknya)
Cuaca dan Iklim
Klimatologi untuk Pertanian
Perubahan Iklim di Bali
Susahnya Memprediksi Hujan
Klasifikasi Iklim
Perlukan Informasi Peringatan Dini Kebencanaan???
Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson
HUJAN
La Nina kah Penyebab Banjir Dimusim Kemarau?
Bencana Cuaca
Info El Nino dan La Nina terkini
Identifikasi Hubungan Fluktuasi Nilai SOI Terhadap Curah Hujan Bulanan Di Kawasan Batukaru-Bedugul, Bali
Perubahan Iklim; Tinjauan Pustaka
PENYEBAB VARIABILITAS HUJAN DI INDONESIA
Hubungan Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim
EROSI DAN PERUBAHAN IKLIM
PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Pendahuluan
PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Eksplorasi Data Penginderaan Jauh – Kecepatan transfer gas CO2
EVALUASI ZONA AGROKLIMAT KLASIFIKASI SCHIMIDT-FERGUSON DI PULAU LOMBOK
Apa sih Banjir…?
Faktor Penyebab Banjir (1)
Faktor Penyebab Banjir (2): Perubahan Lingkungan
About these ads

28 Tanggapan to “El Nino dan La Nina serta dampaknya di Indonesia”

  1. sahrulpabiccang Says:

    Salam kenal, kirim terus infor terbaru bro. Thx

  2. xxx Says:

    ckckck* ,,

    kagum :) hehe

  3. withayha Says:

    subhanallah… dr kuliah meteorologi pas smstr 2 mpe skrg mw skripsi di smstr 8, info2 disini sangat inspiratif…
    terkait sebaran hujan, pada Lakitan utamanya di sebabkan letak lintang, sumber air, pola arah angin, topografi serta kerapatan&jens vegetasi, sedang pada Asdak hujan terkait dengan faktor kelembaban, energi matahari, angin, suhu udara. lalu dalam I Made Sandy faktor yang berpengaruh pada sebaran hujan yakni kelembaban, topografi, arah dan kec angin, suhu, serta arah hadap lereng.
    skripsi saya ingin mengkaji sebaran hujan dengan faktor penyebab terkait, bagaiman faktor tersebut berpengaruh secara individu, dan bersamaan. jika daerah kajian saya DAS Progo, yg mrpkn daerh pegunungan 3 faktor dominan apa yang sebaiknya saya ambil??
    jazzakumulloh khairan katsiro

  4. La An Says:

    @sahrulpabiccang
    salam kenal juga. akan diusahakan untuk terus mengupdate tulisan

    @xxx
    terimakasih…

    @withayha
    terimakasih sudah jadi pengunjung setia di blog ini. menurut saya klo daerah pegunungan coba lihat faktor topografi (terutama arah lereng dan arah datangnya angin), trus faktor ENSO/IOD serta vegetasi.

  5. withayha Says:

    trimkash utk jwabannya…
    hmf… untuk topografi dan vegetasi saya sdh mempunyai gbran ttg ap yg hrs sy lakukan (proses bljr) menggunakan GIS, tp yg sy msh bggkn mngenai faktor ENSO… bgaimna sy bs mmperoleh data bagi daerah kajian sy? mengingat skala sy krg dari 100.000?
    matur nuwun sanged ngih

  6. La An Says:

    @withayha
    untuk mengetahui hubungan ENSO dengan curah hujan. coba lihat paper saya yang ini. jadi bisa melihat dari regresi/korelasi antara CH dengan ENSO. hubungkan data hujan pada pos2 pengamatan di lokasi penelitianmu dengan data ENSO (bisa data SOI atau Nino 3.4 Index, yg merupakan gambaran kejadian ENSO. tp yg gampang sih pake nilai SOI saja). data SOInya bisa di download disini

  7. withayha Says:

    bolehkah saya send proposal saya utk mendapatkan pandangn dr anda??? mgkin dengan review anda saya smakin lbh bsmgt… krn di lingkungan saya byk yg mnganggap klimatologi ssh utk dimengerti… alamt email anda ad d profile kan?? terimkasih…. sangat…

  8. orisogi Says:

    Numpang baca ya bro n salam kenal, mau belajar neh..

  9. La An Says:

    @withayha
    maaf baru di balas komentnya… silahkan, semoga bisa membantu dan semakin bisa menambah pengetahuan saya

    @orisogi
    silahkan… salam kenal juga dan semoga bisa menambah wawasannya…

  10. kadarsah Says:

    Saya ingin tanya:
    1.Gambar pertama diambil dari paper mana?
    2.Gambar kedua diambil dari paper mana ?

    Trims

  11. La An Says:

    @Pak Kadarsah
    Gambar pertama saya ambil dari papernya Gutman, G., I. Csiszar, and P. Romanov. 2000. Using NOAA/AVHRR Products to Monitor El Niño Impacts: Focus on Indonesia in 1997–98. Bulletin of the American Meteorological Society, 81. 1189-1205. sedangkan gambar kedua saya ambil dari papernya Bell, G.D., M.S. Halpert, C.F. Ropelewski, V.E. Kousky, A.V. Douglas, R.C. Schnell, and M.E. Gelman. 1999. Climate Assessment for 1998. Bulletin of the American Meteorological Society, 80(5). S1-S48

  12. ferryana Says:

    hallo,, tulisanmu bagus sekali,, boleh saya minta link daftar referensian nya ga???untuk di download, thankyou before

  13. ferryana Says:

    saya boleh minta jurnal jurnalnya ga pak?terima kasih

  14. ferryana Says:

    bapak, saya Ferryana dari UI biologi, sedang membuat skripsi tentang kopepod dan diatom di teluk Jakarta serta pengaruh lingkunga yg memengaruhi kopepod, hipotesis saya
    dampak musim sangat berpengaruh secara tidak langsung terhadap kopepod. apalagi adanya perubahan musim karena la nina yang menyebabkan jak saat musim kemarau diguyur
    hujan,
    saya sangat membutuhkan refensi2 bapak yang: El Nino dan La Nina serta dampaknya di Indonesia
    18 Maret 2010 — La An .
    apakah bapak dapat membantu? ditunggu kabar dari bapak.. di ferryana@gmail.com
    terima kasih pak

  15. La An Says:

    @ferryana
    Salam kenal juga Ferryana. penelitian yang sangat menarik, khususnya untuk mengetahui bagaimana efek musim yang ga jelas ini terhadap kehidupan kopepod… silahkan di download literatur2 tersebut yang tautannya saya link pada akhir pustaka. semoga berguna…

  16. Felicia Says:

    Tulisan ini amat membantu peneliti dari bidang berbeda spt saya. ma kasih ya,..jadi bisa persingkat waktu belajar ga dari NOL,…

  17. winDa X-SADE 7 U Says:

    Duh karna info dari sini w sa ngerjain tugas IPS, Hebat…..3*

    salam nax X-SADE (SMP N 1 DEMAK)………..

  18. elly Says:

    thx yaaa. bantu bangettt niii. bt bsk ul materi sayaaa …

  19. Jasa Pembuatan Blog Says:

    bagus nih buat tugas, masih kls 1 SMA :D.

    Jasa Pembuatan Blog bisnis
    jasa traffic web atau jasa lainnya, konsultasi bisnis online dan blogging.
    hubungi ym emailcontact77@yahoo.com

  20. La An Says:

    @Felicia
    terimakasih.. semoga bisa terus bermanfaat…

  21. Dhila Says:

    yee aku bisa ngerjain tugas geo dari info inii ..

  22. iin roswansari Says:

    jadi el-nino dan el-nina salah siapa..????

  23. lia Says:

    alhamdullillah dapet juga akhirnyaa:)
    makasih buat info2 nyaa :D
    sangat pentiing!!!!

  24. send_ok Says:

    HEMM… So, intinya adalah Nino & Nina terjadi karena bbrp faktor, jd gk ada kepastian kapan datangnya hanya bs di prediksikan sekitar bulan tertentu, terlalu banyak variable jd yah.. @IIN salah siapa? yg jelas manusianya jg lah yg bisa menjadi faktornya (pembakaran ladang, Polusi/efek rumah kaca). Well, alam emang gk bs di prediksi dng akurat, adanya penelitian berfungsi tuk meminimalisir “alam” mbah dukun jg gk bs nge-ramal-in :D hehehe… Nice Post btw, jarang ada bloger indonesia yg pure ksh ilmu :D dan gk banyak Iklan btw gak copas dr blog laen kan?

  25. ersa Says:

    wah hebat sekali
    aku kagum pada yg kuasa

  26. Rizky khairunisa Says:

    di buku materi buku LKS ngk ada cari di google ada sih tapi mana ngerti masa sih di kasih PR kaya ginian masih kelas 6 :(

  27. regina Says:

    waw,, alhamdullilah ada juga ,,,sip-sop

  28. Dedencakra Says:

    Oh..jadi jadi gitu ya..penyebab musim kemarau itu el nino… tapi timbal balik positifnya bagi nelayan ya :)


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • counter
  • Add to My Yahoo!
  • Powered by WordPress - WordPress Blogs Directory
  • Top Academics blogs
  • Bookmark and Share
  • Monitored by Pingdom
  • Review www.mbojo.wordpress.com on alexa.com
  • free counters
  • Read this FREE online!
  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 66 pengikut lainnya.