Berdasarkan prediksi pada anomaly iklim El Nino dan La Nina bulan Februari 2009 oleh The International Research Institute for Climate and Society pada bulan juni ini diperkirakan anomali suhu permukaan laut samudera pasifik (Nino 3.4) akan berada di atas 0 (nol) derajat, dan keadaan itu benar2 terjadi pada bulan juni ini. Dan diperkirakan akan terus meningkat sampai pada bulan Oktober 2009. meningkatnya suhu permukaan laut di kawasan Nino 3.4 menggambarkan terjadinya kondisi El Nino untuk daerah sekitarnya. Dan untuk Indonesia, kejadian El Nino akan mengakibatkan kemarau yang berkepanjangan, kegagalan panen, hutan yang terbakar dan juga kekurangan pangan.
Hasil-hasil model prediksi tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah. Dan semoga kita bisa merencanakan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut sehingga kerugiannya tidak terlalu besar. Misalnya dengan menyetok kebutuhan pokok seperti beras, merencanakan penanaman tanaman yg tahan kekeringan seperti jagung dan kedelai, serta berusaha menghemat air
Kompas hari Rabu 01 Juli 2009 memuat suatu berita yang berjudul ”Pertumbuhan El Nino Diselingi Hujan” adapun beritanya dapat di baca pada tulisan dibawah.
Jakarta, Kompas – Kondisi cuaca masih sulit diprediksikan. Tahap pertumbuhan El Nino saat ini yang diperkirakan membawa dampak kemarau panjang tahun 2009-2010 masih diselingi hujan deras di selatan dan barat Jakarta pada Senin malam.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan ada gangguan sirkulasi harian di perairan barat Sumatera akibat anomali suhu permukaan laut mencapai 0,8 derajat celsius di atas normal. Gangguan itu menimbulkan perubahan pola angin yang mendatangkan hujan deras. Seperti di stasiun pemantauan BMKG di Dermaga, Bogor, intensitas curah hujan tercatat 94 milimeter.
”Gangguan sirkulasi tidak akan mengubah pola besar menuju fase El Nino di wilayah Indonesia,” kata Kepala Bidang Analisis Iklim dan Kualitas Udara BMKG Soetamto, Selasa (30/6) di Jakarta.
Menurut dia, fenomena El Nino akan ditunjukkan dengan suhu muka laut yang dingin sehingga tidak menyuplai uap air yang membentuk awan hujan. Namun, saat ini masih berlangsung anomali suhu muka laut mencapai 0,8 derajat celsius di atas normal yang menunjukkan pendinginan suhu muka laut itu berjalan lamban.
Dampak yang ditimbulkan, menurut Soetamto, tahun ini musim hujan berpotensi mundur hingga beberapa bulan ke depan, sedangkan musim kemarau akan berlangsung lebih panjang daripada tahun sebelumnya.
Pembelokan arah angin
Kepala Subbidang Informasi Meteorologi Publik BMKG Hary Tirto Jatmiko mengatakan, hujan secara sporadis yang masih berlangsung di sebelah barat dan selatan Jakarta akibat terjadi pembelokan arah angin dari tenggara ke barat laut. Pembelokan yang memperbesar suplai uap air ini dipengaruhi pusaran angin yang terjadi di perairan sebelah barat Sumatera. ”Hujan di Jawa seperti terjadi di barat dan selatan Jakarta bersifat sporadis dan tidak merata,” katanya.
Menurut Hary, konsentrasi hujan di Indonesia saat ini terpusat di Sumatera bagian utara dan tengah, pesisir barat Sumatera, dan Sumatera bagian selatan. Di Kalimantan, hujan terkonsentrasi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah bagian utara, serta Kalimantan Timur bagian utara dan timur.
Di Maluku Utara peluang hujan terkonsentrasi di bagian utara dan tengah, sedangkan di Papua di bagian barat, utara, dan tengah. (NAW)







13 Juli 2009 pukul 7:48 pm
2 hari belakangan ini , kok pagi2 skrg dingiin ya, padahal ga hujan mlm nya, apakah pertanda… ???
22 Juli 2009 pukul 11:01 am
anda tinggal di mana, Kalau di tempat saya Kalsel juga dingiin terutama tgl. 10 juli 2009, kalau mau lihat ada analisanya di www.
klimatologibanjarbaru.com
29 Juli 2009 pukul 5:47 pm
Quite informative…Thanks for sharing nice post..
regards
GIS data processing
31 Juli 2009 pukul 5:49 pm
@firuza
pertanda…? pertanda apa nieh…
bisa jadi itu pertanda EL Nino. tp ga bisa langsung digeneralisir gitu aja. suhu yg dingin di pagi hari, sangat umum terjadi pada musim kemarau, karena kelembaban udara saat musim kemarau sangat rendah. butir2 uap air (yg menyebabkan kelembabab udara tinggi) berfungsi sebagai “gas rumah kaca” yg mampu menyerap panas dan melepaskannya secara perlahan2, makanya pas hujan biasanya sebelumnya udara akan terasa panas. nah kelembaban yg rendah ini bisa juga disebabkan oleh El Nino. belum pernah sih ngeliat hasil penelitiannya. tp klo di runut ya bisa juga…
31 Juli 2009 pukul 5:50 pm
@Maps digitization services
thanks…
thanks to visit my blog…