Evaluasi Lahan

Dengan semakin tingginya jumlah penduduk maka persaingan penggunaan ruang (tanah/lahan) untuk berbagai kepentingan sangat tinggi. Proses pembangunan yang begitu pesat akhir2 ini menyebabkan lahan-lahan untuk pertanian banyak yang bergeser fungsinya menjadi lahan-lahan lain seperti lahan untuk pemukiman, lahan untuk industri dll. Tanah sebagai sumber daya fisik yang tidak dapat diperbaharui dan dengan jumlah yang sangat tebatas memerlukan perencaan yang matang dalam penggunaannya sehingga dapat juga di manfaatkan oleh orang2 setelah kita. Untuk dapat merencanakan penggunaan lahan agar sesuai dengan kondisinya perlu dilakukan evaluasi lahan. Ini dilakukan agar keadaan lahan tidak menjadi rusak atau kritis.

Selama ini kebutuhan lahan identik dengan kebutuhan lahan untuk bidang pertanian, karena memang saat ini pertanianlah sumber utama pangan kehidupan manusia. Akan tetapi pembangunan yang begitu pesat akhir2 ini menyebabkan lahan-lahan untuk pertanian banyak yang bergeser fungsinya menjadi lahan-lahan lain seperti lahan untuk pemukiman, lahan untuk industri dll. Disatu sisi kebutuhan pangan terus meningkat yang akhirnya meningkatkan juga kebutuhan akan lahan pertanian.

Evaluasi Lahan merupakan suatu proses penilaian suatu lahan sehingga sesuai dengan kondisinya pada penggunaan-penggunan tertetentu (Hardjowigeno dan Widiatmaka, 2001). Evaluasi lahan berguna untuk mengetahui potensi/kemampuan lahan bagi bagi penggunaan2 lahan tertentu. Misalnya bagi tenaman, pariwisata, pemukiman dll. Apabila potensi lahan ini diketahui secara dini, perencanaan untuk tata guna lahan akan diharapkan akan memberikan dampak berkelanjutan bagi lahan tersebut.

Tujuan evaluasi lahan adalah untuk menentukkan nilai/kelas kesesuaian suatu lahan untuk tujuan tertentu. FAO (1976) dalam Hardjowigeno dan Widiatmaka (2001) menjelaskan bahwa dalam evaluasi lahan perlu memperhatikan aspek2 seperti ekonomi, sosial serta lingkungan yang berkaitan dengan perencanaan tata guna lahan.

Pertayaan-pertanyaan seperti bagaimana lahan sekarang dikelola? Apa akibibatnya bila cara pengelolaan itu terus dilakukan? Apakah nanti menimbulkan masalah dengan cara pengelolaan tersebut? Atau bagaimana dengan jenis penggunaan lahan A dapat memberikan keberlanjutan secara lingkungan serta menguntungkan secara ekonomi. Merupakan beberapa pertanyaan dasar dalam emlakukan evalusi lahan yang akhirya berrmuara pada keuntungan secara ekonomi, sosial serta lingkungan.

Proses evaluasi lahan juga memerlukan peninjauan kembali terhadap hasil evaluasi yang dilakukan pada waktu sebelumnya. Proses evaluasi pada waktu sebelumnya disebut dengan kesesuaian lahan aktual, sedangkan proses evaluasi lahan saat ini disebut evaluasi lahan potensial

Proses peninjauan kembali ini berguna untuk mengetahui berhasil atau tidaknya proses evaluasi sebelumnya dan apakah berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Hal ini juga dikarenakan olah alam yang selalu berubah baik itu lingkungan (iklim), keadaan tanah (kesuburan) (syarat tumbuh tanaman) serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Pranala di Blog ini:


Ilmu Tanah
Tanah dan Lahan
Tanah
Susunan Utama Tanah
Segitiga Tekstur
Evaluasi Lahan
SUMBERDAYA
Pertanian Berkelanjutan
Pertanian Organik, Latar Belakangnya
Resep Pembuatan Kascing Dari Segi Ilmu Tanah
LAHAN KERING
Konservasi Tanah dan Air di Lahan Kering
Konservasi Tanah di Pulau Nusa Penida
EROSI DAN PERUBAHAN IKLIM
Pengaruh Tutupan Kanopi terhadap Besarnya Erosi Tanah
Prediksi Erosi dengan USLE dan Sistem Informasi Geografi
Klimatologi untuk Pertanian
Klasifikasi Iklim
MIKORIZA
Mikoriza, Tanah dan Tanaman di Lahan Kering
PERTANIAN PADA MASA BALI KUNO
Sejarah FOKUSHIMITI (Forum Komunikasi Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah Indonesia)
Struktur Organisasi FOKUSHIMITI
Potensi Sampah Kota Sebagai Sumber Bahan Organik
Sampah dan Permasalahannya
Sistem Informasi Geografi (SIG)/Geographic Information System (GIS)
Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson
Implementasi SIG dalam Menunjang Pertanian Berkelanjutan
Peta Jenis Tanah Bali
Evaluasi Kesesuaian Curah Hujan, Temperatur dan Ketinggian untuk Tanaman Pisang dengan GIS
Aplikasi SIG dalam Proses Perencanaan

About these ads

13 Tanggapan to “Evaluasi Lahan”

  1. La An Says:

    @Tomy
    satuan lahan/land unit/unit lahan merupakan bentukkan lahan terkecil dan memupunyai sifat yang homogen berdasarkan kriteria-kriteria tertentu (curah hujan, lereng, penggunaan lahan, jenis tanah dll). sedangkan satuan peta/map unit keterangan peta berdasarkan skala. misalkan peta dgn skala 1:12.000 maka satuan petanya adalah seri tanah, sedangkan peta skala 1:24.000 – 1:100.000 satuan petanya adalah seri atau famili tanah. kalau satuan pemetaan mungkin seperti yg qm tulis itu, belu ketemu literatur.

  2. dendragon Says:

    ada atau tidak software untuk penentuan atau evaluasi lahan secara automatis?selain LCLP yang dikembangkan oleh fakultas Geografi UGM.

  3. tatianak2 Says:

    Bisa kasi saya kriteria evaluasi lahan untuk pariwisata?

  4. La An Says:

    @tatianak2
    memang ada, saya lupa di bukunya siapa dan judulnya apa. tp karangan dosen dr IPB. coba tanya teman2 dr IPB…

  5. selma Says:

    kriteria kemampuan/kesesuaian lahan aku punya, tu ada di Buku Evaluasi kemampuan sumberdaya lahan punya orang ugm

  6. agronomy Says:

    saya pernah baca laporan AMDAL suatu perkebunan.disitu dalam evaluasi kelas lahan ada kriteria yang simbolnya E *C, bagi yang tau tu apaan kasi tau dong…(karna aq baca dari foto copyan jadi kurang jelas)

  7. ulfa Says:

    Saya pernah berdiskusi dg dosen mengenai Evlan..Beliau mengatakan ada sebuah buku atau jurnal yang menyatakan bahwa S1=100%,,S2=60-80%,,S3=40-60%…Tapi beliau sendiri lupa apa judul buku atau jurnalnya..Kalau anda pernah baca bisa tolong saya dimana saya bisa mendapatkan buku/jurnal tsb??? Saya sangat membutuhkan buku/jurnal tsb sbg referensi…Thanx

  8. La An Says:

    @selma
    OK sel…

    @agronomy
    saya tidak mengerti klo yang dimaksud adalah E *C adalah E x C. tapi klo tulisannya adalah e dan c, maka yang dimaksud adalah sub kelas dari kelas kemampuan lahan yang menunjukan faktor2 penghambatnya. dimana e adalah faktor penghambat erosi dan c adalah faktor penghambat iklim

    @ulfa
    tolong diperjelas lagi maksudnya apa. khususnya tentang S1=100%,,S2=60-80%,,S3=40-60%… terus terang saya tidak paham…

  9. dewi Says:

    kira-kira dmn saya bisa dapatkan software dan referensi tentang LCLP yaa…? apakah ada kursus/pelatihan tersendiri u/ software tsbt di UGM?
    mohon bantuannya, terimakasih.

  10. Yogi Says:

    Buku:
    -Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tata Guna Lahan (Sarwono Hardjowigeno & Widiatmaka)
    -Metode Inventarisasi Sumberdaya Lahan (Luthfi Rayes)
    -Banya buku yang lain…

    Software ada software ALES, gratis tu..

  11. baby Says:

    please help… ada yang tau buku kriteria kesesuaian lahan untuk permukiman yang mengkaji dari segi kriteria fisik dan sosial ? hub saya rizafitriaindra@yaahoo.com atau sms 08787 1444 590 ya , pleasee

  12. baby Says:

    please help… ada yang tau buku kriteria kesesuaian lahan untuk permukiman yang mengkaji dari segi kriteria fisik dan sosial ? hub saya rizafitriaindra@yahoo.com atau sms 08787 1444 590 makasih sebelumnya

  13. murdiyanto Says:

    apakah boleh hanya 2 peta yang diovelay disebut sebagai unit lahan, dimana ya sumbernya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • counter
  • Add to My Yahoo!
  • Powered by WordPress - WordPress Blogs Directory
  • Top Academics blogs
  • Bookmark and Share
  • Monitored by Pingdom
  • Review www.mbojo.wordpress.com on alexa.com
  • free counters
  • Read this FREE online!
  • Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 65 pengikut lainnya.