Peta Jenis Tanah Bali

Pulau Bali sebagian besar merupakan daerah pegunungan dan perbukitan yang meliputi hampir 85 % dari luas wilayah seluruhnya. Relief Pulau Bali merupakan rantai pegunungan yang membentang dari barat ke timur. Selain itu Pulau Bali merupakan pulau yang relatif memanjang, dari arah barat ke timur. Sebagian besar terbentuk dan tersusun oleh batuan vulkanik yang terbentuk dari kegiatan gunung api kuarter, sedangkan batuan sedimen dan campuran sedimen vulkanik terdapat di bagian barat (Negara), utara (Singaraja) dan selatan (Nusa Penida dan Bukit Jimbaran) yang sebarannya tidak terlalu luas

Jenis tanah yang dominan adalah Regosol seluas 224.869 ha, tersebar di bagian timur Pulau Bali mulai dari Kabupaten Badung, Gianyar, Bangli, Klungkung dan Karangasem. Sebarannya mulai dari daerah pantai sampai ketinggian 600 m dan ketinggian 600 – 1000 m di atas permukaan laut. Jenis tanah lain yang mendominasi wilayah Provinsi Bali adalah Latosol, yang terdapat di Kabupaten Badung, Tabanan dan Jembrana seluas 251.185 ha. Sebarannya dari pantai sampai ketinggian 1400 m di atas permukaan laut. Di samping itu terdapat tanah Aluvial seluas 27.458 ha, tanah Mediteran seluas 36.000 ha di daerah Bukit Jimbaran dan Nusa Penida serta tanah Andosol seluas 27,976 ha di dataran tinggi Bedugul dan Pancasari. Baca entri selengkapnya »

Potensi Sampah Kota Sebagai Sumber Bahan Organik

Sampah rumah tangga merupakan sumber yang potensial untuk dijadikan sumber bahan organik dan sampah rumah tangga yang terakumulasi dalam sampah kota sangat banyak. Sampah kota sangat menggagu pemandangan serta merupakan salah satu sumber pencemaran udara dan air, sumber penyakit serta mengganggu nilai estetika, dengan keadaan ini salah satu alternatif untuk mengurangi sampah kota adalah dengan cara memanfaatkannya sebagai sumber bahan organik tanah dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Sampah kota merupakan bahan organik dengan komposisi bahan yang sangat beragam antara lain dengan adanya kontaminasi bahan anorganik (gelas, plastik, logam) dan dengan nisbah C/N ratio yang cukup tinggi pula serta mengandung mikroba seperti bakteri, fungi, actinomycetes dan aptogen (Suntoro, 2003). Dari tabel di bawah kita bisa melihat komposisi sampah di Semarang, Bandung dan Jakarta (BPPT, 1998) Baca entri selengkapnya »

Digitasi Peta Secara Otomatis Lewat ArcGIS

sebelumnya saya mohon maaf buat pak Andy Setiawan. karena tulisannya saya muat disini tanpa minta ijin terlebih dahulu. saya sebenarnya ga begitu sering bekerja di ArcGIS, saya lebih sering menggunakan ArcView. hanya untuk analisis dan manipulasi saya sering menggunakan ArcGIS. oleh karena itu adanya nfo ini sangat menarik buat saya, dan saya langsung up load disini. Ok inilah tulisan pak Andy Setiwan tersebut

Baca entri selengkapnya »

Info El Nino dan La Nina terkini

selama ini kita sering mendapatkan info ENSO dari koran atau berita2 di TV, padahal info ENSO ini dah bisa kita lihat dan dan terjemahkan dari infomarsi suhu permukaan laut yang di bandingkan dengan suhu permukaan laut saat ini. selain itu informasi ENSO (El Nino dan La Nina) juga bisa kita lihat dari data SOI yang selalu ter up to date yang dibandingkan dengan tabel di bawah

Menurut Effendy (2001) untuk memprediksi kecenderungan yang akan terjadi pada periode mendatang adalah melihat tiga kemungkinan kejadian yaitu kondisi normal, ada El Nino ataukan muncul La Nina. Ada tiga cara yang dapat dilakukan, pertama melihat prediksi curah hujan beberapa bulan mendatang, kedua melihat prediksi anomali suhu muka laut (Sea Surface Temperatur Anomaly (SSTA)) (Gambar dibawah) cara ketiga melihat Indeks Osilasi Selatan (Southern Ocilation Indeks (SOI)) lewat Tabel di bawah yakni melihat nilai beda tekanan atmosfer antara Tahiti dan Darwin.

gambar di bawah merupakan gambar suhu permukaan laut saat EL Nino, Normal dan La Nina yang di bandingkan dengan suhu permukaan laut pada saat ini (gambar di bawahnya). dari data tersebut dapat diketahui apakah saat ini terjadi El Nino, La Nina atau Normal Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Klimatologi. 5 Komentar »

Evaluasi Lahan

Dengan semakin tingginya jumlah penduduk maka persaingan penggunaan ruang (tanah/lahan) untuk berbagai kepentingan sangat tinggi. Proses pembangunan yang begitu pesat akhir2 ini menyebabkan lahan-lahan untuk pertanian banyak yang bergeser fungsinya menjadi lahan-lahan lain seperti lahan untuk pemukiman, lahan untuk industri dll. Tanah sebagai sumber daya fisik yang tidak dapat diperbaharui dan dengan jumlah yang sangat tebatas memerlukan perencaan yang matang dalam penggunaannya sehingga dapat juga di manfaatkan oleh orang2 setelah kita. Untuk dapat merencanakan penggunaan lahan agar sesuai dengan kondisinya perlu dilakukan evaluasi lahan. Ini dilakukan agar keadaan lahan tidak menjadi rusak atau kritis. Baca entri selengkapnya »

  • counter
  • Add to My Yahoo!
  • Powered by WordPress - WordPress Blogs Directory
  • Top Academics blogs
  • Bookmark and Share
  • IP
  • free counters
  • RSS IlmuKomputer.Com

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Berita hari ini

  • RSS Berita Iptek Online

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Read this FREE online!