Ini salah satu hobiku…. suka bangat menikmati hari di hutan mngrove ini. Posisinya lumayan dekat dengan kota, ada di bagian selatan kota Denpasar. Sumpek dengan suasana keramaian kota dan polusi kendaraannya, berada di sini serasa menemukan dunia baru di tengah kesumpekan itu. Sunyi, segar dan alami. Kicauan burung-burung, biawak yang berjalan dengan seenaknya sendiri, wangi khas lumpur laut, hamparan hijau pepohonan dengan burung2 bangau yang bertenger di puncak pohon bila berada di menaranya dan tentu saja sampah yang nyangkut di sela-sela pohon. Itulah gambaranku tentang dunia alam itu.
Biasanya orang bilang mangrove c
enter, merupakan hasil kerja sama antara departemen kehutanan dan JICA pada tahun 2001. Sebelumnya pada tahun 1992 juga dilakukan kerja sama diantara keduanya mengenai pengelolaan hutan mangrove yang lestari. Ada manfaat yang cukup berarti dari kedua kerja sama tersebut yaitu peningkatan luasan area hutan mangrove. Berdasarkan perbandingan analisis citra landsat tahun 1994 dengan tahun 2003, terlihat bahwa luasan hutan mangrove di kota denpasar dan Kab. Badung telah meningkat sekitar 200 ha.
Sebelumnya hutan mangrove khususnya di denpasar selatan telah beralih fungsi menjadi tambak, dan sejak tahun 1992 itulah mulai di rehabilitasi. Tambak2 dan bangunan di area mangrove di bongkar dan di fungsikan lagi sebagai lahan hutan mangrove. Akan tetapi akibat semakin pesatnya pembangunan di denpasar, area2 di pinggiran jalan sekarang beralih fungsi lagi menjadi bangunan pertokoan
Keberadaan hutan mangrove sangat penting buat ekosistem pantai. di dalam sistem ekosistem mangrove bisa di temukan berbagai macam jenis kehidupan baik itu kehidupan darat maupun kehidupan air. Adapun fungsi2 dari hutan mangrove adalah:
Fungsi fisik : hutan mangrove sebagai penahan abrasi pantai, penahan angin, dan intrusi air laut, perangkap/penahan sedimen.
Fungsi biologi : Hutan mangrove sebagai habitat satwa liar (burung, reptilia, amphibi, udang dan ikan), serta sebagai tempat untuk berkembang biak (Nursery ground) jenis-jenis ikan, udang dan kepiting
Fungsi sosial ekonomi: karena merupakan habitat ikan, udang dan kepiting-kepiting serta nilai ekonomi, maka masyarakat memanfaatkan sebagai tempat mencari nafkah dan memenuhi sebagian kebutuhan hidupnya
Keberadaan hutan mangrove di kota denpasar ini selain sebagai kawasan hijau, juga sebagai kawasan ekowisata. Di mangrove center ini menurut webnya kita dapat belajar tentang ekosistem mangrove sambil menikmati pemandangan. Ada semacam jembatan di tengah2 hutan mangrove, jadi ga perlu masuk lumpur hehehehe, nah disepanjang jalan setapak (trail) ini kita bisa mendapat informasi tentang flora fauna dan penjelasan lainnya, dan kalau dirasa perlu kita juga bisa mendapatkan bantuan dari pemandu selama dilapangan. Mangrove center mempunyai jalan setapak dan jembatan di tengah2 hutan dengan 5 pondok peristirahatan, 2 tower dan 1 pondok untuk pengamatan burung. untuk bisa melihat lebih jelas tentang jalur mangrove trail bisa diklik disini
tapi sayang kondisi saat ini sudah agak memprihatinkan terutama untuk fasilitas pendukung ekowisata. jembatan2nya yang sebagian besar terbuat dari kayu dah banyak yang rusak, informasi-informasi disekitar jalan setapak/jembatan banyak yang kotor dan tidak terawat. walaupun suasana alam hutan mangrovenya masih asri. mudah2an kedepannya ada perencanaan dan kegiatan untuk memperbaiki fasilitas2 tersebut. sehingga bisa dinikmati juga oleh orang2 setelah kita
Dari berbagai sumber
Pranala di Blog ini:
Hutan Mangrove dan Luasannya di indonesia PERUBAHAN LUASAN TANAMAN MANGROVE DI TAHURA NGURAH RAI – BALI Perubahan Iklim di Bali




Juni 27, 2007 pukul 8:43 pm
artikel yang menarik
Juni 28, 2007 pukul 12:16 am
Orang yang belum pernah berwisata ke hutan Mangrove, pasti akan mencibir dan bertanya, “apa yang bisa dinikmati di sana?”. Sekilas, hutan mangrove (yang tak dikelola baik) tampak kumuh dan jorok sehingga tak jarang justru ditebangi untuk dibuat lahan tambak. Padahal jika dikelola dengan baik bisa menjadi aset wisata daerah sekaligus laboratorium alam, juga melindungi kawasan pesisir dari bencana abrasi dan bisa meredam energi gelombang tsunami.
Tak salah bila diklaim bahwa, hutan mangrove di Denpasar dan Badung Bali merupakan salah satu hutan mangrove terbaik di Indonesia. Karena (kalo tak salah) Ekowisata Mangrove di Bali ini adalah Pilot Project penanganan dan pengelolaan Mangrove di Indonesia.
Postingan yang menarik, dan terima kasih Mas Aan, kangen saya pada Ekowisata Hutan Mangrove di Bali ini, sedikit terobati.
Juli 2, 2007 pukul 3:40 pm
@Arsipmoslem
Makasih…
@Faiq
sama2 pak Faiq. dulu juga wamtu pertama kali ngeliat hutan mangrove juga seperti yg bapak ungkapan itu kok. malah lebih ekstrim lagi. gimana cara jalan di lumpur yg banyak akar2 mangrove, kan susah tuh… tp klo dikelola dengan baek emang jadinya bagus bangat… mudah2an hutan2 mangrove di Indonesia bisa dikelola dengan baek semua. sayang klo ga dikelola, soalnya hutan mangrovekan cuman ada di daerah tropis
Juli 2, 2007 pukul 7:58 pm
Artikel yang menarik, Mas An.
Aku rasa cocok sebagai salah satu objek wisata di Denpasar!
Juli 2, 2007 pukul 8:11 pm
ayo selamatkan tempat wisata..
Juli 6, 2007 pukul 11:00 am
@sarah
thanks sarah. tp kepopuleran hutan mangrove denpasar sebagai objek wisata kalah dibandingkan tempat lain di denpasar. padahal posisinya cuman sekitar 10 menit dr kuta, 10 menit dr bandara, 20 dr Nusa Dua dan 20 menit dr kota denpasar. memang sih dr luar ga kliatan.
@Orido
yup, ayo kita lestarikan dan dan dirawat
Juli 11, 2007 pukul 11:55 am
assalamualaikum
wah….!!!!
bagus banget hutan mangrovenya aqu juga pengen liat.
varietas apa aja yg ada?
coz ditempatqu jg ada hutan macam tuh cuma belum terjamah oleh org banyk…
Juli 12, 2007 pukul 7:08 pm
Waalaikumussalam Wr. Wb.
silahkan klo ke bali liat2 aja
tentang varietas kyaknya ada lumayan, nanti saya coba ngeliat tulisannya teman yg ngebahas itu. untuk info aja yg dominan itu adalah Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Rhizophora apiculata, dan Sonneratia alba
Agustus 26, 2007 pukul 2:08 pm
Ternyata ada juga orang yang perhatian sama hutan mangrove itu… Aku juga sering jalan-jalan kesana. Tapi sekarang jembatannya udah pada keropos yach? Sayang banget…
September 1, 2007 pukul 12:44 pm
yup… begitulah pit
jembatan yg biasa yg biasa kulewatin dr barat sekarang dah bisa di lalui lagi. padahal dr menara itu asyik bngat menikmati pemandangannya….
Oktober 2, 2007 pukul 12:10 am
perasaan yg sama ketika saya study wisata ke MIC, Bali.
Tak di sangka ada objek wisata alam yang asri seperti itu.
Sepulang dari sana saya ingin melestarikan mangrove di DIY. mengingat abrasi pantai selatan yang sangat hebat. tapi mungkin hanya tinggal keinginan karena saya bingung untuk mendapatkan bibit mangraove.
Salut untuk mas La An
Oktober 4, 2007 pukul 9:35 pm
iya asri bngat, tp sayang bnyak sampahnya. mngkin karena letaknya dekat muara suangai ya. oh iya mangrovekan punya karakteristik yg khas utk tempat hidupnya. harus daerah berlumpur/sedimentasi dan di teluk
Oktober 22, 2007 pukul 3:33 pm
PT.Bio Eco Lestari bergerak di bidang mikroba pengurai dengan nama Bio-Systems Corporation USA Product. untuk keterangan lebih jelas dapat menghubungi oki firman Tel 021-5869669, Hp 0818-969682
Desember 30, 2007 pukul 2:38 pm
[...] Wisata alam? apa yang indah di lihat di kawasan hutan mangrove? Tak percaya?? Sebenarnya berwisata di kerumunan hutan bakau adalah suatu pengalaman petualangan yang tak terlupakan (baca di sini). [...]
Januari 9, 2008 pukul 10:53 am
Mbak bagus sekali tulisannya, tapi gambar wisata mangrovenya tidak bisa aku buka . bisa minta tolong dikirim ke tmb.setio@ptsi.co.id ?.
Mungkin bisa juga dibuat :
1. outbond di mangrove
2. Dibuat jembatan titian di antara pohon mangrove
3. Dibuat pendopo ditengah tengah pohon mangrove
4. Dll.
Januari 11, 2008 pukul 8:05 pm
@Toto
program2 no 1, 2 dan 3 itu dah ada kok pak. klo seandainya ada kegiatan outbond di mangrove, lapor aja ke kantornya. nanti disipain waktu dan alat2nya. tp sptnya ga setiap saat ada. jembatan titiannya ada, panjang malah. sayang bangat gambar2 di atas dah ga kliatan. disitu ada gambar titian dan juga menaranya. asyik deh
coba aja berkunjug kesana pak…
April 1, 2008 pukul 2:20 am
Your post pertaining to La An. is very interesting.
April 22, 2008 pukul 9:04 pm
Salam kenal. Salam MANGROVER!
April 24, 2008 pukul 1:06 pm
jd pengen ksn….
Oktober 4, 2008 pukul 8:27 am
uUhm..
bguz bgt crita.na,,
dLu qu jg ga tw pa tUw mangr0ve,, gMna bsa dLiat n pa yg mNrik,, tp paz pRgi breng tMen.. wuih,, mNrik.na buKn maEn,, mLah qu ud hmpr sring ksNa,, n pgn Lge.. heHehe..
ayo.. qta Lstriin mangrove d baLi,,
Januari 6, 2009 pukul 10:19 am
asslkum.
pak sebenarnya pasnya wisata mangrove/segmen pasarnya buat siapa?
anak kecil,peneliti,dewasa atau bagaimana?
kenapa?
terima kasih
Januari 6, 2009 pukul 4:59 pm
@Personal Loan
thank’s….
@kesemat
salam kenal juga…. salam Mnagrover…
@NininG
kesini aja…
@aNna
. ayo kita lestarikan Mangrove
ya begitulah… kesan awalnya emang ga begitu menarik, tp klo dah dikunjungin, pasti ketagihan deh… apalagi klo ingat kesegarannya…
@bery pandu
, mau mancing??? silahkan, ada tempat untuk mancing disitu. mau mnikmati burung yg terbang, bisa juga disitu…. bnyak, bkan hanya utk penelitian…
Wss…
Wisata alam mangrove itu untuk siapa aja… bisa untuk anak2, bisa untuk dewasa, bisa juga untuk penelitian. untuk saat ini memang belum ada tempat bermain untuk anak2, tp itu bisa dikembangkan kok. untuk dwasa… sering bngat aq liat orang yg pacaran disitu
Juli 16, 2009 pukul 5:02 pm
[...] Wisata alam? apa yang indah di lihat di kawasan hutan mangrove? Tak percaya?? Sebenarnya berwisata di kerumunan hutan bakau adalah suatu pengalaman petualangan yang tak terlupakan (baca di sini). [...]