<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Tanggapan pada: Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson</title>
	<atom:link href="http://mbojo.wordpress.com/2007/06/15/aplikasi-gis-untuk-klasifikasi-iklim-schmidt-ferguson/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbojo.wordpress.com/2007/06/15/aplikasi-gis-untuk-klasifikasi-iklim-schmidt-ferguson/</link>
	<description>Untukku dan Untukmu</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Dec 2009 12:53:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Sistem Informasi Geografi (SIG)/Geographic Information System (GIS) &#171; Teknikinformatika05&#8217;s Blog</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2007/06/15/aplikasi-gis-untuk-klasifikasi-iklim-schmidt-ferguson/#comment-2119</link>
		<dc:creator>Sistem Informasi Geografi (SIG)/Geographic Information System (GIS) &#171; Teknikinformatika05&#8217;s Blog</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 00:48:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/2007/06/15/aplikasi-gis-untuk-klasifikasi-iklim-schmidt-ferguson/#comment-2119</guid>
		<description>[...] di Blog ini:  PETA ArcView GIS Modul ArcView GPS (Global Positioning System) Proyeksi Peta  Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson Implementasi SIG dalam Menunjang Pertanian Berkelanjutan Pemasukan Data Dalam Sistem Informasi [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] di Blog ini:  PETA ArcView GIS Modul ArcView GPS (Global Positioning System) Proyeksi Peta  Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson Implementasi SIG dalam Menunjang Pertanian Berkelanjutan Pemasukan Data Dalam Sistem Informasi [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: RONI L5</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2007/06/15/aplikasi-gis-untuk-klasifikasi-iklim-schmidt-ferguson/#comment-1669</link>
		<dc:creator>RONI L5</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 08:47:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/2007/06/15/aplikasi-gis-untuk-klasifikasi-iklim-schmidt-ferguson/#comment-1669</guid>
		<description>CARA DIATAS SEDERHANA SEKALI. GIMANA KALO DATA TIPE IKLIM DIMINTA BERSAMAAN DENGAN CH TAHUNAN.... YANG TERJADI ADALAH POLYGONNYA ANEH. GIMANA BUAT PETA ISOYET MAS...?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>CARA DIATAS SEDERHANA SEKALI. GIMANA KALO DATA TIPE IKLIM DIMINTA BERSAMAAN DENGAN CH TAHUNAN&#8230;. YANG TERJADI ADALAH POLYGONNYA ANEH. GIMANA BUAT PETA ISOYET MAS&#8230;?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: La An</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2007/06/15/aplikasi-gis-untuk-klasifikasi-iklim-schmidt-ferguson/#comment-69</link>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jun 2007 08:27:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/2007/06/15/aplikasi-gis-untuk-klasifikasi-iklim-schmidt-ferguson/#comment-69</guid>
		<description>yup benar skali pendapat Bli Putu. memang analisis ini tidak memasukkan faktor lain selain nilai Q yang berasal dari hitung2annya. akan tetapi seandainya semakin banyak jumlah pos penakar curah hujan yang dipunyai oleh suatu wilayah dengan posisi pos penakarnya mewakili beberapa keadaan (datar, miring, menghadap arah datangnya angin ato sebagai daerah bayangan hujan, maka menurut saya kondisi topografi bisa di abaikan karena sudah di wakilkan oleh data2 curah hujan per keadaan tersebut.
seperti kutipan dari Barus dan Wiradisastra (2000), salah satu kelemahan dari pemanfaatan komputer (GIS) adalah hasil akan diperoleh dalam waktu yang singkat dan cepat tetapi hasil tersebut akan sangat tergantung dari data dan anlisis yang dipakai
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yup benar skali pendapat Bli Putu. memang analisis ini tidak memasukkan faktor lain selain nilai Q yang berasal dari hitung2annya. akan tetapi seandainya semakin banyak jumlah pos penakar curah hujan yang dipunyai oleh suatu wilayah dengan posisi pos penakarnya mewakili beberapa keadaan (datar, miring, menghadap arah datangnya angin ato sebagai daerah bayangan hujan, maka menurut saya kondisi topografi bisa di abaikan karena sudah di wakilkan oleh data2 curah hujan per keadaan tersebut.<br />
seperti kutipan dari Barus dan Wiradisastra (2000), salah satu kelemahan dari pemanfaatan komputer (GIS) adalah hasil akan diperoleh dalam waktu yang singkat dan cepat tetapi hasil tersebut akan sangat tergantung dari data dan anlisis yang dipakai</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Putu</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2007/06/15/aplikasi-gis-untuk-klasifikasi-iklim-schmidt-ferguson/#comment-66</link>
		<dc:creator>Putu</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jun 2007 06:47:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/2007/06/15/aplikasi-gis-untuk-klasifikasi-iklim-schmidt-ferguson/#comment-66</guid>
		<description>sangat menarik untuk membuat aplikasi klasifikasi iklim dengan menggunakan GIS karena akan sangat mudah untuk menampilkan data dalam bentuk spasial. tetapi yang perlu diperhatikan disini adalah dalam membuat interpolasi dari data titik untuk menghasilkan data spasial. kalau dilihat dari prosesnya maka interpolasi yang dilakukan dengan menggunakan asumsi bahwa wilayah tersebut memiliki keseragaman(kesamaan). mungkin perlu dipertimbangkan tentang topografi yang sangat mempengaruhi sifat hujan suatu wilyah. sehingga ada kemungkinan interpolasi yang dilakukan kurang tepat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sangat menarik untuk membuat aplikasi klasifikasi iklim dengan menggunakan GIS karena akan sangat mudah untuk menampilkan data dalam bentuk spasial. tetapi yang perlu diperhatikan disini adalah dalam membuat interpolasi dari data titik untuk menghasilkan data spasial. kalau dilihat dari prosesnya maka interpolasi yang dilakukan dengan menggunakan asumsi bahwa wilayah tersebut memiliki keseragaman(kesamaan). mungkin perlu dipertimbangkan tentang topografi yang sangat mempengaruhi sifat hujan suatu wilyah. sehingga ada kemungkinan interpolasi yang dilakukan kurang tepat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
