Asyiknya Berjalan-jalan di dalam Hutan Mangrove

berjalan-di-trailIni salah satu hobiku…. suka bangat menikmati hari di hutan mngrove ini. Posisinya lumayan dekat dengan kota, ada di bagian selatan kota Denpasar. Sumpek dengan suasana keramaian kota dan polusi kendaraannya, berada di sini serasa menemukan dunia baru di tengah kesumpekan itu. Sunyi, segar dan alami. Kicauan burung-burung, biawak yang berjalan dengan seenaknya sendiri, wangi khas lumpur laut, hamparan hijau pepohonan dengan burung2 bangau yang bertenger di puncak pohon bila berada di menaranya dan tentu saja sampah yang nyangkut di sela-sela pohon. Itulah gambaranku tentang dunia alam itu. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Rupa-rupa. 23 Komentar »

Susahnya Memprediksi Hujan

Hari ini cuaca di denpasar dingin bangat. Hujan mulai tadi subuh dan berhenti siangnya. Sekarang bulan Juni, berdasarkan teori pada bulan Juni adalah masa2 musim kemarau. JJA atau Juni, Juli dan Agustus adalah musim kemarau dengan curah hujan yg rendah pada daerah2 berpola hujan munsoon apalagi untuk daerah bali dan nusa tenggara. Bali dan nusa tenggara merupakan daerah yang curah hujannya sangat di pengaruhi oleh keberadaan benua australia (Oledman, 1981) dimana pada saat periode JJA pola angin yg terjadi adalah pola angin munsoon tenggara. Angin munsoon tenggara sangat sedikit membawa uap air, sehingga wilayah yg dilewatinya mengalami musim kemarau.

Saat ini banyak sekali terjadi petani salah memulai awal musim tanam karena salah memprediksi awal musim hujan dam akhir musim kemarau. Kompas menceritakan bahwa produksi tanaman tembakau menurun akibat dari berubahnya polah hujan pada saat musim petik daun pertama. Baca entri selengkapnya »

Mikoriza, Tanah dan Tanaman di Lahan Kering

Mikoriza merupakan asosiasi simbiotik antara akar tanaman dengan jamur. Asosiasi antara akar tanaman dengan jamur ini memberikan manfaat yang sangat baik bagi tanah dan tanaman inang yang merupakan tempat jamur tersebut tumbuh dan berkembang biak. Prinsip kerja dari mikoriza ini adalah menginfeksi sistem perakaran tanaman inang, memproduksi jalinan hifa secara intensif sehingga tanaman yang mengandung mikoriza tersebut akan mampu meningkatkan kapasitas dalam penyerapan unsur hara (Iskandar, 2002).

Mikoriza merupakan salah satu dari jenis jamur. Jamur merupakan suatu alat yang dapat memantapkan struktur tanah. Menurut Hakim, dkk (1986) faktor-faktor yang terlibat dalam pembentukan struktur adalah organisme, seperti benang-benang jamur yang dapat mengikat satu partikel tanah dan partikel lainnya. Selain akibat dari perpanjangan dari hifa-hifa eksternal pada jamur mikoriza, sekresi dari senyawa-senyawa pilysakarida, asam organik dan lendir yang di produksi juga oleh hifa-hifa eksternal, akan mampu mengikat butir-butir primer/agregat mikro tanah menjadi butir sekunder/agregat makro. Agen organik ini sangat penting dalm menstabilkan agregat mikro dan melalui kekuatan perekat dan pengikatan oleh asam-asam dan hifa tadi akan membentuk agregat makro yang mantap (Subiksa, 2002). Baca entri selengkapnya »

Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson

Kemarin baca artikel di inet yg menerangkan pemanfaatan GIS untuk berbagai bidang. Asyik juga, ada referensi.

Seperti yang ditulis disini, GIS adalah suatu sistem Informasi yang dapat memadukan antara data grafis (spasial) dengan data teks (atribut) objek yang dihubungkan secara geogrfis di bumi (georeference). Apapun data yang berhubungan dengan georeference dapat di analisis dengan GIS. Begitu juga dengan pembuatan peta Klimatologi dengan klasifikasi Schmidt-Ferguson.

Pemanfaatan SIG didasarkan pada analisis keputusan yang membutuhkan sistem refrensi geografi dunia nyata dalam bentuk format digital, dimana hal ini disebabkan oleh sistem geografi dunia nyata terlalu kompleks untuk dikembangkan sehingga harus disederhanakan. Penyederhanaan ini dalam bentuk pemetaan suatu wilayah dimana data spasial dan informasi atribut diintegrasikan dengan berbagai tipe data dalam suatu analisis dan bentuk. Baca entri selengkapnya »

Ilmu Tanah

VIVA SOIL…

Ilmu Tanah merupakan salah satu Jurusan di Fakultas Pertanian. Tap tidak semua Fakultas Pertanian itu memiliki Jurusan Tanah. Sangat jarang orang yang tau tentang jurusan tanah apalagi klo menyangkut hal2 yang di pelajari di Ilmu Tanah. Untuk di ketahui secara umum ilmu tanah adalah cabang dari pertanian yang membidangi atau khusus mempelajari tanah sebagai media tumbuh bagi tanaman, bagaimana agar media tanah ini bisa memaksimalkan produksi pertanian dan ujung2nya yag di lihat adalah tingkat kesuburan tanah. Kesuburan tanah saat ini, kemarin dan akan datang. Kesuburan fisik, biologi dan kimia tanah. Dari pokok pemikiran itulah akhirnya di pelajari geologi, geomorfologi, pengindraan jauh, klasifikasi tanah, hidrologi, klimatologi, survei tanah, perencanaan wilayah, konservasi tanah, GIS, dll yang betugas untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Banyak? Yup, karena untuk mendukung produktivitas pertanian dari segi tanah banyak faktor yang harus dilihat. Geologi dan geomorfologi menceritakan asal muasal tanah dan proses pembentukkan bahan2 itu. Dari sini bisa diketahui dan di ramal tingkat kesuburan tanah di masing2 tempat. Baca entri selengkapnya »

Proyeksi Peta

Bentuk bumi yg selama ini kita liat adalah sebuah model bumi yg dibikin oleh manusia, kadang ada berbentuk bulat kadang berbentuk elips. Tp sebenarnya bukan seperti itu bentuk bumi, bentuknya adalah tidak beraturan. Dan biar lebih mudah ngegambarnya, akhirnya lebih umum menjadi bulat. Dan bentuk bulat ini di bikin datar oleh peta. Namanya juga peta, kan gambaran permukaan bumi dalam bidang datar :)

Oleh karena permukaan bumi ini tidak rata alias melengkung-lengkung tidak beraturan, akan tetapi peta membutuhkan suatu gambaran dalam bidang datar, maka diperlukan pengkonversian dari bidang lengkung bumi sebenarnya ke bidang datar agar tidak terjadi distorsi permukaan bumi.

Ini nieh ukuran bumi dalam angka Baca entri selengkapnya »

Situs Sebaran Gempa Indonesia terUp to date

masih bingung kenapa pada tanggal 7 Juni kemarin ga jadi ada gempa, padahal dah banyak media masa yang menanyangkan kebenaran isu tersebut. sampai mama lorenz pun turun tangan mengatakan klo ada kemungkinan gempa tersebut. akhirnya banyak masyarakat luas yang khawatir, nelayan banyak yg tidak melaut, daerah2 wisata pantai sepi. akhirnya banyak yg rugi.

pergerakan lempeng Autralia dah terjadi sejak 50 juta thun yg lalu dengan kecepatan rata2 6-7 cm/tahun (Rovicky-Dongeng Geologi). ya jelas lah klo lempeng autralia itu bertabrakan dengan lempeng Asia, selain kedua lempeng ini berdekatan, arak pergerakan lempeng Autralia adalah ke arah lempeng Asia (gambar). gempa juga dah banyak terjadi di indonesia. coba aja ngeliat peta seismik dunia. Indonesia adalah salah satu daerah yg gelap hitam pekat karena banyaknya pusat gempa di indonesia Baca entri selengkapnya »

Perubahan Iklim di Bali

Isu tentang perubahan iklim belakangan semakin mencuat seiring dengan semakin seringnya bencana karena faktor iklim. Sebenarnya isu ini telah mulai berkembang sejak diadakannya Konferensi Tingkat Tinggi Bumi di Rio de Janeiro, Brasil Tahun 1992. Tindak lanjut dari pertemuan ini adalah lahirnya Protokol Kyoto mengenai Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim pada tanggal 12 Desember 1997. Indonesia sendiri melalui Undang-undang No. 17 Tahun 2004 telah meratifikasi Protokol Kyoto ini. Maksud dari protokol Kyoto ini adalah mengatur penurunan emisi GRK akibat kegiatan manusia sehingga dapat menstabilkan konsentrasi GRK di atmosfer dan tidak membahayakan sistem iklim bumi. Protokol Kyoto menetapkan aturan mengenai tata cara, target, mekanisme penurunan emisi, kelembagaan, serta prosedur penaatan dan penyelesaian sengketa. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Klimatologi. 5 Komentar »

Implementasi SIG dalam Menunjang Pertanian Berkelanjutan

Pertanian berkelanjutan bukanlah pilihan tapi merupakan keharusan yang perlu dilakukan jika kita ingin terus dapat melakukan pembangunan. Kita telah menyaksikan pertambahan penduduk dunia yang terus meningkat begitu besarnya seperti yang terjadi di Indonesia dan menyebabkan penurunan kualitas sumber daya alam serta kerusakan lingkungan yang sangat cepat.

Konsep sistem pertanian yang berkelanjutan muncul setelah terbukti pertanian sebagai suatu sistem produksi ternyata juga merupakan sebagai penghasil polusi. Pertanian bukan hanya penyebab degradasi lahan tetapi juga penyebab degradasi lingkungan diluar daerah pertanian. Meluasnya lahan-lahan kritis dan pendangkalan perairan di daerah hilir merupakan bukti nyata bahwa pertanian yang tidak dikelola dan direncanakan secara berkelanjutan telah menurunkan kualitas sumber daya alam. Implementasi Sistem Informasi geografi (SIG) sebagai salah satu teknologi yang mampu merancang suatu perencanaan pengelolan lingkungan dengan cepat diharapkan mampu menaggulangi kendala tersebut. Baca entri selengkapnya »

  • counter
  • Add to My Yahoo!
  • Powered by WordPress - WordPress Blogs Directory
  • Top Academics blogs
  • Bookmark and Share
  • IP
  • free counters
  • RSS IlmuKomputer.Com

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Berita hari ini

  • RSS Berita Iptek Online

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Read this FREE online!