<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Tanggapan pada: Klasifikasi Iklim</title>
	<atom:link href="http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/</link>
	<description>Untukku dan Untukmu</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Dec 2009 12:53:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: tung</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-2800</link>
		<dc:creator>tung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 16:43:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-2800</guid>
		<description>ggggggggggooooooooooooooooddddddddddddddd...______.^_^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ggggggggggooooooooooooooooddddddddddddddd&#8230;______.^_^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: La An</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-2613</link>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 08:54:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-2613</guid>
		<description>Klasifikasi jumlah curah hujan menurut Wischmeier dan Smith (1978)
Jumlah Curah Hujan (mm/th)   Kriteria
Kurang dari 50                         Rendah
50 – 500                                  Sedang
500 – 1000                              Tinggi
lebih dari 1000	                        Sangat tinggi

tp kriteria ini menurut saya ga cocok untuk indonesia
tp ini yg sering di gunakan di Indonesia</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Klasifikasi jumlah curah hujan menurut Wischmeier dan Smith (1978)<br />
Jumlah Curah Hujan (mm/th)   Kriteria<br />
Kurang dari 50                         Rendah<br />
50 – 500                                  Sedang<br />
500 – 1000                              Tinggi<br />
lebih dari 1000	                        Sangat tinggi</p>
<p>tp kriteria ini menurut saya ga cocok untuk indonesia<br />
tp ini yg sering di gunakan di Indonesia</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dika1</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-2550</link>
		<dc:creator>dika1</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Jun 2009 11:42:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-2550</guid>
		<description>mas mau tanya kriteria curah hujan itu apa saja?
tinggi/rendah/sedang berdasarkan jumlah curah hujan
Trims</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas mau tanya kriteria curah hujan itu apa saja?<br />
tinggi/rendah/sedang berdasarkan jumlah curah hujan<br />
Trims</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: La An</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-2516</link>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 05:29:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-2516</guid>
		<description>@pandji 
klo klaten saya tidak tau. utk yg curah hujannya 200 dibilang tinggi, mungkin satuannya mm/bulan, sedangkan yang 1000 dibilang rendah karena satuannya mm/tahun

@YUNI 
Q = Xd/Xw
Pencarian rata-rata bulan kering atau bulan basah (X) dalam klasifikasian iklim Schmidt-Ferguson dilakukan dengan membandingkan jumlah/frekwensi bulan kering atau bulan basah selama tahun pengamatan (Fd atau Fw) dengan banyaknya tahun pengamatan (n)
a.  Rata-rata Bulan Kering (Xd) = Fd/n
b.  Rata-rata Bulan Basah (Xw)  = Fw/n
Fd = jumlah atau frekwensi bulan kering selama tahun pengamatan
Fw = jumlah atau frekwensi bulan basah selama tahun pengamatan

a.  Bulan Kering 	: jika dalam satu bulan mempunyai curah hujan lebih kecil dari 60 mm
b.  Bulan Basah   : jika dalam satu bulan mempunyai curah hujan lebih besar dari 100 mm</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@pandji<br />
klo klaten saya tidak tau. utk yg curah hujannya 200 dibilang tinggi, mungkin satuannya mm/bulan, sedangkan yang 1000 dibilang rendah karena satuannya mm/tahun</p>
<p>@YUNI<br />
Q = Xd/Xw<br />
Pencarian rata-rata bulan kering atau bulan basah (X) dalam klasifikasian iklim Schmidt-Ferguson dilakukan dengan membandingkan jumlah/frekwensi bulan kering atau bulan basah selama tahun pengamatan (Fd atau Fw) dengan banyaknya tahun pengamatan (n)<br />
a.  Rata-rata Bulan Kering (Xd) = Fd/n<br />
b.  Rata-rata Bulan Basah (Xw)  = Fw/n<br />
Fd = jumlah atau frekwensi bulan kering selama tahun pengamatan<br />
Fw = jumlah atau frekwensi bulan basah selama tahun pengamatan</p>
<p>a.  Bulan Kering 	: jika dalam satu bulan mempunyai curah hujan lebih kecil dari 60 mm<br />
b.  Bulan Basah   : jika dalam satu bulan mempunyai curah hujan lebih besar dari 100 mm</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: YUNI</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-2515</link>
		<dc:creator>YUNI</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 05:22:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-2515</guid>
		<description>MAU NANYA NIH RUMUS Q SF APA YA? THANK U</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MAU NANYA NIH RUMUS Q SF APA YA? THANK U</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pandji</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-2261</link>
		<dc:creator>pandji</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 07:04:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-2261</guid>
		<description>mas, mo nanya klo klaten masuk ke jenis iklim yang mana ya? trus aku sering bingung tentang curah hujan kok ada yang cuma sampai 200 udah disebut daerah bercurah ujan tinggi tapi ada yang curah hujan 1000 dibilangnya curah ujan rendah? apa curah ujan itu beda beda satuannya? ato gimana? minta penjelasan via imel saya aja ya.. makasih banyak....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas, mo nanya klo klaten masuk ke jenis iklim yang mana ya? trus aku sering bingung tentang curah hujan kok ada yang cuma sampai 200 udah disebut daerah bercurah ujan tinggi tapi ada yang curah hujan 1000 dibilangnya curah ujan rendah? apa curah ujan itu beda beda satuannya? ato gimana? minta penjelasan via imel saya aja ya.. makasih banyak&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: La An</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-2006</link>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 11:03:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-2006</guid>
		<description>@phi_climb
secara khusus ga disebutkan oleh oldeman bulan basah berturut2 itu brp. tp memang scr eksplisif dijelaskan dalam kelas iklim E bahwa bulan basah itu berturut2 adalah lebih besar atau sama dengan dua bulan. tp kadang dia tidak terlalu memandang itu juga. bisa saja 2 bulan yg bernilai 190 mm itu dianggap bulan basah oleh oldeman. nanti kelasnyapun ada 2 dengan ditulis dalam kurung. kejadian spt ini sering terlihat pada daerah yg berpola hujan equatorial. spt kalimantan dan sumatera serta sebagian papua. saya juga baru tahu hal ini. thanks atas masukannya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@phi_climb<br />
secara khusus ga disebutkan oleh oldeman bulan basah berturut2 itu brp. tp memang scr eksplisif dijelaskan dalam kelas iklim E bahwa bulan basah itu berturut2 adalah lebih besar atau sama dengan dua bulan. tp kadang dia tidak terlalu memandang itu juga. bisa saja 2 bulan yg bernilai 190 mm itu dianggap bulan basah oleh oldeman. nanti kelasnyapun ada 2 dengan ditulis dalam kurung. kejadian spt ini sering terlihat pada daerah yg berpola hujan equatorial. spt kalimantan dan sumatera serta sebagian papua. saya juga baru tahu hal ini. thanks atas masukannya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: phi_climb</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-1938</link>
		<dc:creator>phi_climb</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 01:28:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-1938</guid>
		<description>ass..
sy mhsswa GIS &amp; PJ UGM 08... mw bahas pertanyaan dari slanker papua tgl 18 jun 08
sebelumnya mkasih bnget krn blog abang keren bget n bhas ttng iklim yang msuk kuliah sy metklim. yang bisa nambah ilmu buat sy..

itu bang, sy mau bandingin aja jwaban abang dengan apa yang saya pelajari dari dosen sy di UGM.
klo mnurt ap yng sy dpet seperti ini bang..

1. klasifikasi iklim menurut oldeman menggunakan jumlah berurutan BB curah hujan &gt;200mm minimal 2 bulan dan jumlah berurutan BK &lt;100mm minimal 2 bulan jg. meski dihalangi oleh rata2 nilai di luar data yang yang telah ditetapkan, tetapi bulan tersebut masih berurutan di bulan berikutnya maka penghitungan bulan tersebut dilanjutkan. bila tidak ada bulan yang berurutan lagi maka tidak dihitung. 
ada data curah hujan Stasiun hujan Yogyakarta tahun 1981 jan-des: 252,439,391,118,132,52,93,4,59,91,551,203 
maka untuk BB=5, BK=5 tipe iklim C3
bukan BB=3, BK=5 tipe iklim D3 
Hasilnya akan beda jauh bang.. khan yang dihitung yang berurutan dalam 1 tahun, dan bukan di awal bulan saja bang..

2. jadi untuk jawaban pertanyaan slanker papua no.2 yaitu BB=9, BK=2 tipe iklim B2

3. untuk no.3 BB=6, BK=0 tipe iklim C1 karena bulan yang berurutan jan-april dan juni-juli juga berurutan bang..

4. untuk no.4 BB=0, BK=2 tipe iklim E2

itu menurut yang saya pelajari dari kuliah saya bang...

saya masih kerepotan, karena saya juga masih belum baca buku oldeman..

makasih atas replynya en perhatiannya...

maaph bila ada kata-kata yang salah.. saya hanya manusia biasa..


he he he... save our earth..   :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ass..<br />
sy mhsswa GIS &amp; PJ UGM 08&#8230; mw bahas pertanyaan dari slanker papua tgl 18 jun 08<br />
sebelumnya mkasih bnget krn blog abang keren bget n bhas ttng iklim yang msuk kuliah sy metklim. yang bisa nambah ilmu buat sy..</p>
<p>itu bang, sy mau bandingin aja jwaban abang dengan apa yang saya pelajari dari dosen sy di UGM.<br />
klo mnurt ap yng sy dpet seperti ini bang..</p>
<p>1. klasifikasi iklim menurut oldeman menggunakan jumlah berurutan BB curah hujan &gt;200mm minimal 2 bulan dan jumlah berurutan BK &lt;100mm minimal 2 bulan jg. meski dihalangi oleh rata2 nilai di luar data yang yang telah ditetapkan, tetapi bulan tersebut masih berurutan di bulan berikutnya maka penghitungan bulan tersebut dilanjutkan. bila tidak ada bulan yang berurutan lagi maka tidak dihitung.<br />
ada data curah hujan Stasiun hujan Yogyakarta tahun 1981 jan-des: 252,439,391,118,132,52,93,4,59,91,551,203<br />
maka untuk BB=5, BK=5 tipe iklim C3<br />
bukan BB=3, BK=5 tipe iklim D3<br />
Hasilnya akan beda jauh bang.. khan yang dihitung yang berurutan dalam 1 tahun, dan bukan di awal bulan saja bang..</p>
<p>2. jadi untuk jawaban pertanyaan slanker papua no.2 yaitu BB=9, BK=2 tipe iklim B2</p>
<p>3. untuk no.3 BB=6, BK=0 tipe iklim C1 karena bulan yang berurutan jan-april dan juni-juli juga berurutan bang..</p>
<p>4. untuk no.4 BB=0, BK=2 tipe iklim E2</p>
<p>itu menurut yang saya pelajari dari kuliah saya bang&#8230;</p>
<p>saya masih kerepotan, karena saya juga masih belum baca buku oldeman..</p>
<p>makasih atas replynya en perhatiannya&#8230;</p>
<p>maaph bila ada kata-kata yang salah.. saya hanya manusia biasa..</p>
<p>he he he&#8230; save our earth..   <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: La An</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-1840</link>
		<dc:creator>La An</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 07:30:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-1840</guid>
		<description>@dewi h dan kamilia
coba baca ilink dibawah untuk dasar teori metode kriging dan metode polygon thiesien
- &lt;a href=&quot;http://webhelp.esri.com/arcgisdesktop/9.3/index.cfm?TopicName=How%20Kriging%20works&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Metode Kriging&lt;/a&gt;
- &lt;a href=&quot;http://edndoc.esri.com/arcobjects/9.2/NET/shared/geoprocessing/coverage_tools/how_thiessen_coverage_works.htm&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Metode Polygon Thiessen&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@dewi h dan kamilia<br />
coba baca ilink dibawah untuk dasar teori metode kriging dan metode polygon thiesien<br />
- <a href="http://webhelp.esri.com/arcgisdesktop/9.3/index.cfm?TopicName=How%20Kriging%20works" rel="nofollow">Metode Kriging</a><br />
- <a href="http://edndoc.esri.com/arcobjects/9.2/NET/shared/geoprocessing/coverage_tools/how_thiessen_coverage_works.htm" rel="nofollow">Metode Polygon Thiessen</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: kamilia</title>
		<link>http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-1831</link>
		<dc:creator>kamilia</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 08:08:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mbojo.wordpress.com/2007/05/02/klasifikasi-iklim/#comment-1831</guid>
		<description>Salam kenal, senang banget baca artikel di blog Bang La An,  berguna banget bagi penelitan saya. Mo nanya nih..! Gimana cara menghitung interpolasi spasial dengan menggunakan metode Kriging untuk analisa curah hujan ! Ditunggu Ya  Bang Jawabannya ! Jazz. Wass.Wr.Wb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal, senang banget baca artikel di blog Bang La An,  berguna banget bagi penelitan saya. Mo nanya nih..! Gimana cara menghitung interpolasi spasial dengan menggunakan metode Kriging untuk analisa curah hujan ! Ditunggu Ya  Bang Jawabannya ! Jazz. Wass.Wr.Wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
