Cuaca dan Iklim
April 15, 2007 — La AnCuaca dan iklim merupakan dua kondisi yang hampir sama tetapi berbeda pengertian khususnya terhadap kurun waktu. Cuaca merupakan bentuk awal yang dihubungkan dengan penafsiran dan pengertian akan kondisi fisik udara sesaat pada suatu lokasi dan suatu waktu, sedangkan iklim merupakan kondisi lanjutan dan merupakan kumpulan dari kondisi cuaca yang kemudian disusun dan dihitung dalam bentuk rata-rata kondisi cuaca dalam kurun waktu tertentu (Winarso, 2003). Menurut Rafi’i (1995) Ilmu cuaca atau meteorologi adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji peristiwa-peristiwa cuaca dalam jangka waktu dan ruang terbatas, sedangkan ilmu iklim atau klimatologi adalah ilmu pengetahuan yang juga mengkaji tentang gejala-gejala cuaca tetapi sifat-sifat dan gejala-gejala tersebut mempunyai sifat umum dalam jangka waktu dan daerah yang luas di atmosfer permukaan bumi.
Trewartha and Horn (1995) mengatakan bahwa iklim merupakan suatu konsep yang abstrak, dimana iklim merupakan komposit dari keadaan cuaca hari ke hari dan elemen-elemen atmosfer di dalam suatu kawasan tertentu dalam jangka waktu yang panjang. Iklim bukan hanya sekedar cuaca rata-rata, karena tidak ada konsep iklim yang cukup memadai tanpa ada apresiasi atas perubahan cuaca harian dan perubahan cuaca musiman serta suksesi episode cuaca yang ditimbulkan oleh gangguan atmosfer yang bersifat selalu berubah, meski dalam studi tentang iklim penekanan diberikan pada nilai rata-rata, namun penyimpangan, variasi dan keadaan atau nilai-nilai yang ekstrim juga mempunyai arti penting.
Trenberth, Houghton and Filho (1995) dalam Hidayati (2001) mendefinisikan perubahan iklim sebagai perubahan pada iklim yang dipengaruhi langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia yang merubah komposisi atmosfer yang akan memperbesar keragaman iklim teramati pada periode yang cukup panjang. Menurut Effendy (2001) salah satu akibat dari penyimpangan iklim adalah terjadinya fenomena El-Nino dan La-Nina. Fenomena El-Nino akan menyebabkan penurunan jumlah curah hujan jauh di bawah normal untuk beberapa daerah di Indonesia. Kondisi sebaliknya terjadi pada saat fenomena La-nina berlangsung.
Proses terjadinya cuaca dan iklim merupakan kombinasi dari variabel-variabel atmosfer yang sama yang disebut unsur-unsur iklim. Unsur-unsur iklim ini terdiri dari radiasi surya, suhu udara, kelembaban udara, awan, presipitasi, evaporasi, tekanan udara dan angin. Unsur-unsur ini berbeda dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat yang disebabkan oleh adanya pengendali-pengendali iklim (Anon, ? ). Pengendali iklim atau faktor yang dominan menentukan perbedaan iklim antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain menurut Lakitan (2002) adalah (1) posisi relatif terhadap garis edar matahari (posisi lintang), (2) keberadaan lautan atau permukaan airnya, (3) pola arah angin, (4) rupa permukaan daratan bumi, dan (5) kerapatan dan jenis vegetasi.
Cuaca dan iklim muncul setelah berlangsung suatu proses fisik dan dinamis yang kompleks yang terjadi di atmosfer bumi. Kompleksitas proses fisik dan dinamis di atmosfer bumi ini berawal dari perputaran planet bumi mengelilingi matahari dan perputaran bumi pada porosnya. Pergerakan planet bumi ini menyebabkan besarnya energi matahari yang diterima oleh bumi tidak merata, sehingga secara alamiah ada usaha pemerataan energi yang berbentuk suatu sistem peredaran udara, selain itu matahari dalam memancarkan energi juga bervariasi atau berfluktuasi dari waktu ke waktu (Winarso, 2003). Perpaduan antara proses-proses tersebut dengan unsur-unsur iklim dan faktor pengendali iklim menghantarkan kita pada kenyataan bahwa kondisi cuaca dan iklim bervariasi dalam hal jumlah, intensitas dan distribusinya. Eksploitasi lingkungan yang menyebabkan terjadinya perubahan lingkungan serta pertambahan jumlah penduduk bumi yang berhubungan secara langsung dengan penambahan gas rumah kaca secara global akan meningkatkan variasi tersebut. Keadaan seperti ini mempercepat terjadinya perubahan iklim yang mengakibatkan penyimpangan iklim dari kondisi normal.
Menurut Winarso (2003) berdasarkan kajian dan pantauan dibidang iklim siklus cuaca dan iklim terpanjang adalah 30 tahun dan terpendek adalah10 tahun dimana kondisi ini dapat menunjukkan kondisi baku yang umumnya akan berguna untuk menentukan kondisi iklim per dekade. Penyimpangan iklim mungkin akan, sedang atau telah terjadi bila dilihat lebih jauh dari kondisi cuaca dan iklim yang terjadi saat ini.
Pranala di Blog ini:
El Nino dan La NinaPemanasan Global (catatan mengenai akibatnya) Pemanasan Global (catatan mengenai sebabnya) Klimatologi untuk Pertanian Perubahan Iklim di Bali


Juli 20, 2007 pukul 6:13 pm
situs yang gak umum. TAPI KEREN!. AKU DONLOT BEBERAPA,BOLEH YAAA?!
Juli 22, 2007 pukul 5:41 pm
thanks… silahkan Nurman…
Agustus 12, 2007 pukul 6:06 pm
hanya satu kata yang bisa keluar, luar biasaaaaaa, skali lagi makasih ya mbak, aku jadi tambah wawasan
Agustus 13, 2007 pukul 11:52 am
makasih…
mudah2an berguna buat mas wahid…
September 19, 2007 pukul 9:48 pm
AKU TAK FAHAAAAM
Nopember 9, 2007 pukul 6:38 pm
perbedaan antara cuaca dan iklim lebih simpel dijelaskan oleh situs wwf: http://www.wwf.or.id/attachments/pdf/Q&AClimate.pdf, hehe.
Maret 8, 2008 pukul 8:59 am
kurang menarik penjelasannya.
Maret 10, 2008 pukul 7:46 pm
@HAZIM
waduh… di pahamin atuh..
@firman firdaus
makasih atas linknya. berguna bangat untuk perbandingan
@yud

terlalu kaku ya…
nanti coba diperbaiki lagi bahasanya
makasih kritikannya
Maret 15, 2008 pukul 5:31 pm
situs yg slama ini saya cari… kebetulan saya mahasiswa Geografi UPI
April 8, 2008 pukul 6:28 pm
mas
tolong perbanyak lagi ya ^^
thanks lagi nih tadi uda ngambil La nina n El nino
April 24, 2008 pukul 12:05 pm
SALUTE….!!!!
punya kemampuan en kemauan buat yg spt ini.
thankiyu for information
Mei 21, 2008 pukul 12:08 pm
cara mendapatkan kan software arcview vesi 3.3 gimana mas. tlg infonya
Mei 23, 2008 pukul 9:43 pm
ma ksih ya situs ini berguna bgt u/ pelajaran d sklh
Juni 1, 2008 pukul 11:51 am
ass..
keren banget link nya…
but… kurang lengkap tuh…
jadi harus nya lebih diperbaiki disana-sini…
okay….
good luck yaw,,,,
Juni 2, 2008 pukul 9:12 pm
@fifi n jenny
namanya juga ilmunya masih cetek, ya masih kurang bngat itu. suatu ada akan coba utk trus diperbaiki. makasih atas kritikannya
Juni 3, 2008 pukul 9:23 pm
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Menurut saya, ini merupakan wacana yg cukup menarik, TAPI KURANG SPESIFIK. Tolong bahas donk…tentang iklim yg lebih detail. Diriku butuh data-data baru buat OSN Kebumian 2008. Jazakallah Khairan.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.