Banyak sekali sekarang orang2 yang memanfaatkan GIS. seperti yang sudah di tulis, salah satu perangkat lunak dari GIS adalah ArcView. sebenarnya masih banyak lagi perangkat2 lunak GIS seperti MapInfo, ArcGIS, Autocad MAP dll. tapi untuk saat ini, sebagai dasar dalam pemanfaatan Sistem Informasi Geografi lebih lanjut, banyak yang memanfaatkan ArcView. ArcVew dengan proses analisis yang lebih sederhana, banyak di gunakan oleh mahasiswa2 dan pelajar2 untuk mendukung kegiatan analisis GIS. baik itu untuk pengerjaan tugas maupun dalam penyelesaian skripsinya. ArcView (menurut pandangan saya) lebih sederhana, dengan menu, button dan tool yang lebih friendly dibanding dengan program2 GIS yang lain selain ArcGIS. untuk analisis2 sederhana ArcView mampu mengerjakannya. mulai dari generalisasi, overlay sampai pembuatan garis kontur. untuk lebih mempupolerkan lagi GIS, saya coba membuat modul ArcView yang mudah2 berguna bagi semua orang. harapan saya makin banyak orang2 yang bisa memanfaatkan GIS. dan saya mohon agar modul ini tidak dipakai untuk komersialisasi. seandainya ada kekurangan dan kesalahan, saya mohon maaf, karena sayapun masih harus banyak belajar modul ArcView ini bisa di ambil/download/sedot disini, Selamat memanfaatkan modul ini
Pranala di Blog ini:
PETA ArcView GIS Modul ArcView GPS (Global Positioning System) Proyeksi Peta Aplikasi GIS untuk Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson Implementasi SIG dalam Menunjang Pertanian Berkelanjutan Sistem Informasi Geografi (SIG)/Geographic Information System (GIS) Pemasukan Data Dalam Sistem Informasi Geografi (SIG)Digitasi Peta Secara Otomatis Lewat ArcGIS Sistem Informasi Geografi Perikanan; Sebuah Wacana GIS untuk Penginderaan Jauh dan Indeks Vegetasi Cara memotong data bentuk raster di ArcView Peta Jenis Tanah Bali Data Indonesia Dalam Bentuk *.shp (Gratisssss….!!!) GIS untuk Penginderaan Jauh dan Indeks Vegetasi Sistem Informasi Geografi Perikanan; Sebuah Wacana Interpretasi Citra Penginderaan Jauh
Penginderaan Jauh Joint Tabel di ArcView Vegetation Index Registrasi Peta di ArcView Menggunakan Extension Register and Transform tool Prediksi Erosi dengan USLE dan Sistem Informasi Geografi PERENCANAAN PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DENGAN MEMANFAATKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DAN DATA PENGINDERAAN JAUH Evaluasi Kesesuaian Curah Hujan, Temperatur dan Ketinggian untuk Tanaman Pisang dengan GIS Cara memotong file image di ArcView PERUBAHAN LUASAN TANAMAN MANGROVE DI TAHURA NGURAH RAI – BALI PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Pendahuluan Aplikasi SIG dalam Proses Perencanaan Buka Data SRTM Lewat ArcView EVALUASI ZONA AGROKLIMAT KLASIFIKASI SCHIMIDT-FERGUSON DI PULAU LOMBOK PERTUKARAN CO2 ANTARA ATMOSFER DAN LAUT: Eksplorasi Data Penginderaan Jauh – Kecepatan transfer gas CO2




April 16, 2007 pukul 7:34 pm
sorry
paswordnya “www.amburadul.com”
Juni 10, 2007 pukul 12:35 pm
mana modulnya
Oktober 8, 2009 pukul 6:09 pm
mks kalo kanda kirim modul arcView….. moga bermanfaat buat kt smua
Juni 30, 2007 pukul 3:04 am
makasih atas modulnya mass
Juli 2, 2007 pukul 3:42 pm
sama2…
semoga berguna
Agustus 21, 2007 pukul 9:52 am
Beri dong cara untuk buffer maupun overlay dengan arcview,tq
Agustus 21, 2007 pukul 1:04 pm
silahkan didownload modulnya
di dalam modul ada kok
September 6, 2007 pukul 10:04 pm
saya lagi belajar ArcGIS 9.1, sekarang saya perlu modulnya. saya tertarik belajar ArcGIS 9.1.dulu saya menggunakan Arcview 3.3. tolong ya kirim modulnya. saya mo tanya bagaimana caranya install ArcGis 9.1 di Windows Vista.terima kasih atas bantuannya.
September 6, 2007 pukul 10:22 pm
untuk modul ArcGIS saya ga punya, saya sendiri juga masih belajar. untuk nginstal ArcGIS memang agak susah sih, tapi coba kunjungi link ini. sedangkan untuk menginstal ArcGIS di Windows vista sepertinya emang blum bisa. tapi coba baca2 dialog di RSGISForum yag saya link di samping, pernah ada diskusi tentang cara nginstal ArcGIS di windows vista.
semoga bisa membantu
September 8, 2007 pukul 7:04 pm
Modulya bagus,tapi lebih bagus lagi kamu mau ngajarin aku langsung, he…he..hee….
September 12, 2007 pukul 5:01 pm
thanks modulnya mas….eh,punya kriteria atau modul analisis banjir, mohon infonya ya…
September 14, 2007 pukul 12:02 pm
@Mas Imam
iya deh mas hehehehehehehe…..
@Nando-Medan
modul analisis banjir yg seperti apa. beda2 lho. tapi yg saya pernah tau BPDAS pernah ngelakuin penelitian itu. coba jlan2 di BPDAS di daerahu ato di kantor kehutanan, minta aja fotokopy laporannya. disitu dah ada metode ama skornya
September 21, 2007 pukul 10:07 pm
Aduh, yg di GPS salah komentarnya
mas, saya ga bs d/l tuh modulnya. Entah knp file hasil d/l nya rusak. Bisa tolong kirim ke email pribadi saya ga mas ? saya sedang butuh banget karena mau dipake untuk keperluan skripsi . Tolong banget yah mas. Thx
September 22, 2007 pukul 9:34 pm
mas aku butuh data tentang sig untuk daerah banyuwangi
September 24, 2007 pukul 12:26 am
Mas, aku ksh comment dikit ttg modulnya yah. Udah baca sampe bab analisis sih, blm kelar juga. Tapi sejauh ini bagus. Mudah dimengerti cara menjelaskannya. Ada saran sedikit tapi ^^’ ,
1. Itu ada beberapa yg typo tuh. Msh kebaca sih, cuman mengurangi kesmpurnaan modulnya mas La An aja
2. Sepertinya ada beberapa istilah yg menggunakan bahasa daerah yah mas ~~’ … coba di review ulang aja.
Btw, thx banget modulnya. Ini bener2 membantu.
September 25, 2007 pukul 12:45 pm
@Ali Maskuri
ini ada peta dari bakosurtanal, peta jatim dalam bentuk shp. skala petanya 1:1.000.000. silahkan di download di link ini
@Michael
terimakasih koreksinya. modul ini saya buat buru2 buat ngasih pelatihan. jadi masih jauh bangat dari sempurna. nanti akan saya coba koreksi. dan syukur klo modul ini bisa membantu…. sukses selalu buat anda….
September 25, 2007 pukul 1:04 pm
# ceceps Berkata:
September 24th, 2007 pada 3:23 pm e
Saya menggunakan data tabel untuk menentukan POI yang akan menentukan tempat dan berhasil posisi di peta, namun ketika saya coba untuk membuat rute jalan dari data tracking berbentuk tabel dg struk |lat| long| tempat| ternyata setelah diset tidak ditampilkan POI yang diinginkan malah blank. Bingung nih? Apa karena setiap koordinat harus memiliki nama tempat yang unik atau hanya ID saja? Soalnya tracking kan pasti posisi tsb bergeser sedikit2 pasti nama tempat sama dong.
@Ceceps
saya coba menjawab pertanyaan anda dengan cara saya.
untuk membuat track biasanya saya memakai data POI seperti cara anda pertama. akan tetapi urutan rute harus sesuai dengan urutan ID sehingga koneksi antar POI bisa mengikuti. untuk membuat rute ini saya menggunakan bantuan extensions AV Tools yg bisa di download di ESRI. silahkan di coba. mudah2 bisa membantu
September 26, 2007 pukul 2:31 pm
Maaf mas bisa sekalian linknya disertakan soalnya sudah cari av tools di ESRI tidak ketemu
Oktober 2, 2007 pukul 11:59 am
Ok mas saya sudah ketemu extentionnya yaitu ET Tools namun di http://www.ian-ko.com disana ada sub convertion point to polyline,
saya coba pakai dg cara dari tabel rute dg koordinat yang duplikate dibuang dan coba buat point terlebih dahulu dg cara reguler (sesuai modul) namun tetap hasilnya blank.
kemudian saya pake ET Tools dari point yg blank tadi meskipun terlihat proses konversi berjalan tetap hasilnya blank . saya coba point yang hasilnya sudah ada ternyata berhasil dibuat rute. Apa yang salah?
Oktober 2, 2007 pukul 3:41 pm
Ceceps, cek emailnya.
emang agak susah pake Edit Tools. klo buat edit, extensions ini bagus. belum pernah memanfaatkan ET utk convert dr point ke polyline. tp tadi sempat saya coba, dan ternyata ga bisa juga. blum tau alasannya kenapa.
Oktober 4, 2007 pukul 4:48 pm
Terima kasih AV Toolsnya
Ok. kesalahan saya dulu ternyata data masih dalam format DMS bukan DD. Setelah dikonvert akhirnya saya sudah berhasil membuat rute namun bagaimana rute menjadi semulus jalan ? Apa kita harus menambah POI yang terdekat?
Mas bagaimana gabung dua rute jalan yang fix (rute yang jadi bikinan orang, kita tidak tahu POInya) dangan rute buatan sendiri seperti pakai AV Tools.
Terima kasih atas perhatiannya?
Oktober 4, 2007 pukul 9:33 pm
sama-sama….
tau konsep data vektorkan? data vektor adalah data dari kumpulan POI-POI yang apabila dalam data vektor gabungan dinamakan vertex (Vertex = POI), jadi semakin banyak POI, maka akan semakin halus tampilannya. ingat proses digitasi?, sebenarnya yg terjadi saat qm digitasi adalah mengciptakan vertex/POI. POI/Vertex ini menghubungkan diri yg kita lihat sebagai garis-garis. jadi otomatis setiap vertex/POI pasti mempunyai data koordinat. itulah konsep data vektor.
yg kedua.
gabung gimana nieh? mksudnya dua thema yg berbeda gitu? coba pake geoprosesing utk menggabungkan 2 thema yg berbeda
Oktober 7, 2007 pukul 8:28 pm
mas La An
saya sangat terkesan sekali dengan situs ini, semoga saya tak pernah ketinggalan info gis selanjutnya.
salam
habib
Oktober 7, 2007 pukul 8:31 pm
mas
gis—–
gue sampe terharu..
gis tu hobi guwe bgt
mau peta lahan gambut jambi gaa?
salam
Oktober 8, 2007 pukul 4:34 pm
@La An
Ok dech aku paham tentang vektor nich. Btw aku menemukan extention untuk edit koordinat vertex dari rute yang sudah ada yaitu Coordinate Toolbox 1.0
Di Sini
Oh ya gabung tsb maksudku seperti itu N sarannya akan dipakai nanti, sekarang gw lagi ngerunut vertex biar halus
@Habibi
Boleh dong minta peta lahan gambut jambi klo bisa kasih linknya
@All
Selamat Idul Fitri 1428 H Mohon Maaf Lahir Batin
Oktober 8, 2007 pukul 9:56 pm
@Habibi
wah mau bngat tuh. bntuknya apaan?
di postingan “Data Indonesia Dalam Bentuk *.shp (Gratisssss….!!!)” ada yg nyari peta lahan gambut. bisa dibantu ga?
pinginku sih lwat web ini kita bisa berdiskusi bnyak dan saling membantu
mudah2 Habibi bisa membantu
ttng ketertarikan qm ama GIS, knapa dilewatin gitu aja. sabar dalam menekuni sesuatu, pasti deh nanti ada hasilnya. ini aja aq bikin utk mngingat2 lagi bhan2 ttng GIS. ya mudah2 aja ada manfaat buat orng bnyak
@Ceceps
ok aq coab download nanti. dan itu berguna bngat buat semua orng tuh
makasih ceceps.
selamat idul fitri juga
Oktober 18, 2007 pukul 9:13 pm
thank u la an
atas paswordnya
oiya untuk tools and pulgin seperti image analist, spatial analist, model builder dimana situsnya ya?
trus untuk membuat trend atau bentuk transek seperti grafik dari suatu peta elevasi di arcview gimana ya ???
ayo bantuin dong… please….
salam
Oktober 19, 2007 pukul 12:44 pm
Bikin rute manual pake ArcView ternyata harus coba satu-satu Vertex untuk input Vertex yang sesuai. Cara lain aku konvert ke file AutoCad. tapi ada error setelah di buka di AutoCAD 2004 katanya.
Invalid or Incomplete DXF input.
Aku pake AvTools untuk konvert ke dxf. Ada yang bilang harus diubah pada file dxf namun saya tidak paham bagaimana ubahnya.
berikut potongan file dxf
.
.
LAYER
70
49
0
LAYER
2
0 –> error
70
1
62
7
6
CONTINUOUS
0
LAYER
.
.
Oktober 20, 2007 pukul 6:17 pm
@Habibi
utk Extensions yg Habibi cari itu harus dibeli. tapi klo teman2 yang udah menekuni GIS dengan ArcView biasanya punya extensions2 tersebut. trus utk buat trend atau bentuk transek seperti grafik dari suatu peta elevasi bisa pake extensions Profile Extractor 6.0 yg bisa di donwload disini, ada user guidenya juga kok disitus itu.
@Ceceps
utk convert file *.shp ke bentuk CAD (dxf atau dwg), coba pake MapInfo. caranya covert file *.shp ke bnetuk *.tab atau *.mif, trus konvert lagi kebntuk CAD yg qm mau. aq biasanya gitu kok. klo convert langsung memang sering eror. mungkin karena versi CADnya beda
semoga berhasil
Oktober 23, 2007 pukul 6:51 pm
Mas La An aku nemu yang lengkap dan lebih mudah yaitu pake Arcv2CAD 5.0 shg tdk install lagi MapInfo malah bisa data dbf,csv juga hasil konvert ke dwg/dwf bisa dibedakan per layer sesuai dengan field data.
Masalahnya skrg konversi dari dxf ke shp pake apa?
Oktober 24, 2007 pukul 12:38 pm
sorry maksudku dwf ke shp pake apa?
Oktober 25, 2007 pukul 9:52 pm
mas tolong dong kirimkan paswod modulnya, oya tanks atas info infonya
Oktober 26, 2007 pukul 3:30 pm
ya pake ArcView kok
tapi sebelumnya aktifkan dulu extensions CAD reader. trus klo bisa file DWG/DXFnya pake versi 2000
nanti file CADnya bisa di panggil di ArcView, trus convert to shapefile
Oktober 27, 2007 pukul 12:19 pm
mas bisa minta extension model builder?
Oktober 27, 2007 pukul 8:44 pm
oke deh bos atas infonya ntar kan dicoba
viva soil soil solid
Oktober 29, 2007 pukul 11:36 am
mas, mau nanya, gmana cara mengubah sistem koordinat UTM jadi UTS (lintang bujur) di arcview? thx
Oktober 31, 2007 pukul 9:38 pm
bolehkah q bertanya?
gimana import dari AutoCad ke arcview supaya bisa di edit di arcview
November 1, 2007 pukul 12:05 pm
@Bobon
seandainya qm menginstal ArcView 3.3 sepertinya sudah termasuk extensions ModelBuilder. coba cek lagi
@Yeye Aja
Silahkan di coba
VIVA SOIL!!! SOIL SOLID!!!
@Priyo
ini maksunya UTM ke sistem Derajat, menit, detik? klo ke sistem itu ga bisa. tapi setelah qm bikin layoutnya pada sistem koordinat degree otomatis koordinat yang keluar adalah sistem Derajat, Menit, Detik.
@Pink
jawabannya ada di koment no 32. nah biasanya hasil konversi ini emang ga bisa di edit di ArcView karena shapefilenya berbentuk xyz. biar bisa di edit coba setelah konversi di arcview qm lakukan, konversikan lagi shp nya di MapInfo menjadi tab, selanjutnya tab nya qm konversikan lagi menjadi shp. semoga berhasil….
November 15, 2007 pukul 11:44 pm
bagi dong modul arc gis 9.2 saya ingin belajar tentang perhitungan cadangan tambang
November 15, 2007 pukul 11:58 pm
mas bisa kirimin tutorial digitasi peta secara otomatis soalnya aku nga berhasil aktifkan arcscan
November 21, 2007 pukul 3:30 pm
mas saya mau belajar, saya tertarik dengan gis ini, kalo mau belajar dimana ya,
November 22, 2007 pukul 5:39 pm
bos dalam spasial analyst bedanya metode interpolasi idw dan spline itu apa?
November 22, 2007 pukul 6:01 pm
bos saya udah download modulnya, bagus banget tapi maaf neh bos, kok ga njelasin masalah spasial analyst tentang beda dari metode interpolasi spline and idw. bos saya buat interpolasinya pasti ada nilai yang -, gimana ngatasinya biar hasil interpolasinya logis dan sesuai dengan data? maaf bos tanya terus
November 23, 2007 pukul 10:04 pm
@Andry
saya ga punya tutorial ArcGIS dan modul digitasi peta secara otomatis
@Sugianto
biasanya di kota2 besar seperti jakarta, bandung dan jogya ada tempat kursusnya
di universitas2 terkemuka juga sering ada pelatihan GIS. coba browsing di RSGISForum
@Ipunx
IDW dan Spline?
klo IDW itu lebih bnyak di gunakan untuk daerah yg datar, jadi fungsinya dia seperti fungsi polygon thiesen yg mengotak2kan suatu wilyah. klo spline lebih ke penarikan garis yg nilainya sama pada titik yg nilainya sama. hasil interpolasi sangat ditentukan oleh banyak titik/data yang kita punya. semakin banyak data titik yg kita punya semakin baik hasil interpolasinya.
November 28, 2007 pukul 11:13 am
Extension model buildernya ngak ada ditempat saya (arcview 3.3) sudah saya cek sampai nangis2 engak dapat.. tolongin mas, bisa minta extension model buildernya soalnya keperluan untuk skripsi nih…tolongin..tulung…tulung…………
November 28, 2007 pukul 1:00 pm
bos saya punya diagramwizard 3.0 tapi demo, kira2 ada punya aktivasinya ga boss?
November 30, 2007 pukul 1:49 pm
@Bobon
klo ga ada, berarti harus ada program Spasial Analyst dulu. extensions spasial Analiyst dulu
Desember 1, 2007 pukul 10:14 am
oh iya pas saya cari informasi ternyata extension model buildernya merupakan bagian dari spasial analyst 2.0, saya cek di esri ternyata harganya hm…. $2,495.00 nah, saya mau nanya apa mas punya program spasial analyt 2.0 (untuk window)
Desember 16, 2007 pukul 12:40 pm
MODULNYA barmanfaat nih,
mas, gimana caranya aku masukan hasil arcviewku ke dalam vb6. tau ga?trus gimana transfer dari format dwg ke shp?
plis helpme dong
thx sebelumnya
Januari 6, 2008 pukul 7:26 am
q butuh modul arcview ni
Januari 26, 2008 pukul 9:38 am
Sy pmula gis mau nanya nih,
bgm caranya meng input data koordinat baru (data hotspot/titik api) itu ke dalam pta supaya tahu posisinyanya dimana thanks, pak atas responya
Januari 26, 2008 pukul 12:11 pm
@Dean
waduh…
pertanyaan pertaman saya ga bisa jawab. karena saya juga tau
klo pertanyaan kedua harus di aktifin dulu extensions CAD reader, trus file dwg yg di AotoCADnya di rubah dulu jadi file dxf 2000. setelah bisa di aktifin di ArcView, bisa dah di save as jadi shp.
@Pi
mudah2 berguna Pi
@Mas
di download aja modulnya
di dalam modul itu ada kok cara2 input data titik dan agar bisa terlihat di dalam peta.
Februari 4, 2008 pukul 9:21 am
kata orang-orang, sekarang dah bukan jamannya ArcView. Sekarang pada makenya Arc GIS. emang apa bedanya? kekurangan dan kelebihannya apa?
Februari 20, 2008 pukul 9:43 pm
@Ephee
. klo ArcGIS itu berat. tp untuk keunggulan analisa, ArcGIS jauh lebih hebat dan lebih lengkap.
klo ngomong jamannya, teknologi selalu berkembang
kenapa saya suak memekai ArcView? ringan, yup… programnya sangat ringan. spt buka word lah
jadi menurutku itu ArcVIew untuk latihan dan untuk pemula dengan analisa2 SIG sederhana. klo ArcGIS untuk yg dah hebat dan analisa2 GIS yg besar2 juga
Maret 10, 2008 pukul 5:48 pm
ArcGIS resourcesnya besar, karena terdapat banyak tools di dalamnya. btw saya juga punya modul ArcView tingkat lanjut. Saya bagikan gratis di blog saya. thanks
Maret 10, 2008 pukul 8:02 pm
@iniGIS.info
makasih infonya pak.
nah dah banyakkan modul2 ArcVIew yg berbahasa Indonesia. silahkan di gunakan semaksimal mungkin. malah disitus beliau ini ada tutorial ArcGIS yg berbahasa Indonesia. silahkan di manfaatkan…
Maret 24, 2008 pukul 9:46 am
mas saya punya data di ArtView GIS 3,2 tapi data itu saya butuhkan untuk Map info gimana cara convert data ArcView ke mapinfo?????
Maret 24, 2008 pukul 6:53 pm
@ewin
conversi data dari bentuk *.shp (ArcView) ke bentuk *.tab (MapInfo) biasanya saya gunakan program MapInfo. setelah MapInfo terbuka cari menu Tools dan sub menu Universal Translator –> universal translator. akan kluar kotak dialog universal translator. isilah source dengan file yang akan di konversi (shp) dan kotak Destination untuk data hasil konversi (tab). selamat mencoba…
Maret 25, 2008 pukul 11:57 am
mas, saya lagi rencana susun tesis tentang penggunaan mikoriza pada lahan pasca tambang, tolong donk mas diberikan peta penggunaan lahan untuk kab. kolaka prov. sulawesi tenggara. Makasih banyak sebelumnya
Maret 25, 2008 pukul 4:43 pm
Mas, bisa minta spatial analysis for extensions Arc View 3.3 ga, please….. Urgent!!!!
Maret 26, 2008 pukul 12:23 pm
makasih mas…… sudah saya coba dan berhasil, terima kasih sekali lagi, tapi kok textnya ngak mau ikutan ke mapinfonya???? apa ada trik tersendiri??? ajarin dong!!!!!
Maret 27, 2008 pukul 11:09 pm
@akbar indra jaya
coba di cari ke bakosurtanal pak, disana lengkap peta2nya
@ewin
klo text memang ga bisa ikut
karena dalam ArcView text itu bukan sebuah file, tp sebuah grafik. berbeda dengan AutoCAD atau MapInfo yg merupakan sebuah file. di ArcView bentuk file cuman 3 yaitu point, line (garis) dan polygon (area), klo di MapInfo atau CAD di tambah lagi text
Maret 31, 2008 pukul 12:11 pm
mohon penjelasannya:
bagaimana seh menjoinkan tabel pada arcview,,tabel atribut theme dengan tabel yang akan kita gabungkan,,,
padahal tabel yang akan digabungkan sudah mempunyai beberapa field yang sama,,,,
masalah saya adalah ketika tabelnya dijoinkan jumlah records yang ada pada tabel yang akan di gabung jadi berkurang,,,,menjadi sejumlah records yang sma pada tabel atribut,,,,
mohon penjelasannya dan bagaimana langkah2 penjoinan tersebut(satu ke banyak)agar jumlah recordnya sama..terimakasih
Maret 31, 2008 pukul 12:11 pm
mohon penjelasannya:
bagaimana seh menjoinkan tabel pada arcview,,tabel atribut theme dengan tabel yang akan kita gabungkan,,,
padahal tabel yang akan digabungkan sudah mempunyai beberapa field yang sama,,,,
masalah saya adalah ketika tabelnya dijoinkan jumlah records yang ada pada tabel yang akan di gabung jadi berkurang,,,,menjadi sejumlah records yang sma pada tabel atribut,,,,
mohon penjelasannya dan bagaimana langkah2 penjoinan tersebut(satu ke banyak)agar jumlah recordnya sama..terimakasih
mohon jawabannya juga dikirim via email ya
Maret 31, 2008 pukul 5:57 pm
@wasis
silahkan di lihat pada postingan ini
soalnya bingung ngejelasin klo ga peke gambar
http://mbojo.wordpress.com/2008/03/31/joint-tabel-di-arcview/
April 1, 2008 pukul 6:59 pm
artikel mas an bagus sekali.
ini kali pertama saya mulai riset u/ gis, yup, dan dapat hit kesini.
saya lg bantu temen u/ buat aplikasi pembelajaran peta buta. nah, u/ data peta, setelah dibantu2 jg, maka ternyata pakai file *.shp hasil gawean dari ArcView ya Mas?
nanti tu aplikasi bakal dibuat pakai Vb.Net, karena u/ menampilkan file *.shp-nya saya akan menggunakan komponen Dundas Map di http://www.dundas.com. belum dicoba, hanya saja ada wizard u/ mengimport file .shp ke komponen dundas map.
makasih ya mas. pencerahan ni situs
btw, ada saran ttg aplikasi yg akan saya bangun?
nuwun
April 1, 2008 pukul 8:05 pm
aku mo tanya bagaimana cara memasukan koordinat di arcview 3.3 terimakasih soalnya baru belajar……
April 2, 2008 pukul 2:16 pm
Mas saya masih baru dalam hal GIS beserta toolsnya…
Yang mo saya tanya,gmn cara mengimport file hasil dari corelDraw ke ArcView?
trus format data shapefile bisa ga dibaca dalam mapserver??
Soalnya mau buat aplikasi GIS based website??
thanks…
kalo mas punya info seputar mapserver tolong dishare y… thanks again.
April 3, 2008 pukul 8:31 am
mas bisa ngak nyariin bukunya Iwayan nuarsa tentang arcview 3.3 atau kalo ngak mas punya ngak modul yang isinya sama ma itu makasih ya..!!
April 4, 2008 pukul 12:17 am
mas aku down load peta jatim yang dari mas tu kok ngak bisa saya buka di arc view/winXP atau aku ngak tau caranya?tolong ya mas
April 4, 2008 pukul 11:34 am
@Eko SW
klo di bilang hasil gawaen ArcView jga ga sih, hasil gawean AotuCAD atau MapInfo juga bisa kok di konversikan mnjadi file shp. jadi mau dibikin dimana aja bisa kok, yg pnting itu bisa di import ke ArcView.
@muhamad
koordinat yg bagaimana ya…. koreksi koordinat peta atau masukin data dari tabel? silahkan di baca modulnya ada kok disitu
@toevas
dari corel ya… blum pernah coba. tp sepertinya data vektor dari corel bisa di konversikan kedalam bentuk file AutoCAD, setelah dikonversikan kedalam bntuk file atocad coba pangill data tersebut dari program ArcView. Insya Allah bisa
@zaenal
ditoko buku gramedia bnyak kok. pesan aja. taua klo mau maen2 aja ke denpasar ketemu lngsung ama beliaunya..
@zainal
sepertinya ada 3 file yg rusak. jlan, sungai dan kabpaten, selain file2 itu bisa kok di buka lewat ArcView. itu dari sananya, maaf ya saya tidak membantu bnyak
April 4, 2008 pukul 4:59 pm
makasih bgt modulnya mg2 manfaat bgt, buat temen2 yg lg mmpljari pemetaan ak lg butuh tutorial / modul ttg map info ama autocad (map) neh mnta bantuannya ya…
thx,
dean
deden_achdiat@yahoo.com
April 5, 2008 pukul 8:53 am
kalo mau cari peta jatim tuk jadikanpeta dasar aku bisa down load dimana ya
April 6, 2008 pukul 4:32 am
mas kalo buat titik ikat lalu align tool nya ngak aktif cara aktifkanya gmn karena peta dasar saya dari peta lalu saya scan maaf ya…boleh kan belajar buat peta ma mas,syukur2 kalo diberi modul latihan…thanks
April 7, 2008 pukul 10:55 am
@zainal
. ada kok disitu
itukan tinggal qm download modulnya. baca aja disitu yah…
April 11, 2008 pukul 4:01 pm
minta tips untuk digit polygon di arcview.. carax uda tau dikit, cuma bingungnya untuk polygon dengan tema yang berbeda tapi berhimpitan, gimana bisa nyambungnya..
tengkyu la an…
April 12, 2008 pukul 12:47 am
Mas,tolong kirim file modul arcview3.3 dan image analisisnya dunk,thank’s
April 12, 2008 pukul 12:50 am
Mas, koq susah ya export dari arcview ke autocad map 2004 raster design?
April 12, 2008 pukul 11:31 pm
Mas gimana caranya mengimport file di arcview?file apa aja yang bisa diimport?slnya stlh aku instal arcview,ga ada pilihan utk mengimport file.
Trus gmn carannya buat garis2 bantu (sejenis grid)di arcview?? soalnya saya mau menggambar peta.
satu lagi di arcview kita bisa ngatur size lembar kerja ga (bukan skala)??kalo bisa caranya gmn y??
mohon pencerahannya… tolong dijawab y…
thanks a lot.
April 16, 2008 pukul 12:27 am
@andry
ini utk satu theme atau beda theme nieh? klo satu theme coba baca modulnya
@Dhienta
coba liat komentar yg diatas utk cara konversi shp ke bentuk CAD
@toevas
yg bisa di import itu file CAD dan MapInfo dlm bntuk MIF. prosesnya ribet, saya sndiri jrang mnggunakannya. ga ada dlm program, tp liat di Start –> All Program –> ESRI. utk membuat garis bantu itu prlu extension lagi, lupa saya extensionsnya apa. utk di view, ga bisa ngatur lembar kerja, tp di layout bisa
April 16, 2008 pukul 1:08 pm
Mas punya data shp wilayah kota Bandung ga?
yang pnting ada batas wilyah n jalannya aja uda cukup,sleelebihny diedit di arcview aja.
Uda 1 bln aq nyari blum ketemu euy..
uda urgent mas mau buat TA aplikasi web GIS.
ato mas punya link ga yg nyediain data bntk shp..?
thanks ats infony…
April 16, 2008 pukul 5:50 pm
@toevas
coba cari di BPN setempat, bisanya ada tuh. klo saya ga punya
April 18, 2008 pukul 11:57 pm
mas tolong dong peta dasarnya Jatim yang down load dari mas tu ngak bisa aku buka kalo nyecan sendiri caranya gimana? kalo bisa sih peta Jatim kabupaten yang dah siap dong
April 19, 2008 pukul 12:30 am
maaf mas teryata aq barusan coba down load bisa kok
April 19, 2008 pukul 1:04 am
lupa makasih mas ya.btw aku dah buka peta tu di arcview analisis spatialnya dah tak aktifin,align toll nya dah muncul tapi belum bisa aktif(hitam).gimana supaya aling toolnya tu bisa di gunakanmaaf ya mas.tolong yamas makasih sebelumnya
April 24, 2008 pukul 5:06 am
mas bisa kasih contohnya analisis dengan menggunakan NNA ngak.makasih
April 24, 2008 pukul 5:36 am
dalam suatu peta tergambar kota A ,B,C,Djarak terdekat kedua kota tersebut Adengan C,Bdengan D.antara Adan C terhubungkan dengan garis dan tertera jaraknya demikian pula B dengan D.Peta yang demikian itu hasil dari proses analisis (kayak disten,buffer atau apa?)ataukah hanya hasil editan pada waktu layout.maaf banyak bertanya
April 25, 2008 pukul 6:49 pm
@zainal
aktifkan dulu image yg akan dianalisis (bukan dicentangin, tp spt dikelilingin kotak), setelah itu align toolnya aktif
@zaenal
NNA itu apa ya…..? sorry ga tau. klo analisis jarak2 spt itu bisanya di analisis menggunakan extensions network analyst. tp saya ga tau prosesnya bagaimana….
Mei 6, 2008 pukul 7:51 am
gimana mas cara dan langkahnya analisis dengan modul builder pada ArcGIS 9.2? aq udah coba tapi kagak ngerti. mohon infonya kalo bisa modul nya juga.
makasih
Mei 12, 2008 pukul 1:10 pm
ass,,
q trtarik dgn GIS nih, mskpn msh proses pmbljaran tp q g pny softwarex. q bs mnt softwarex arcview gak, kl bs krim donk ke email q ato taruh aj d’blog mas biar bs q download.
thanks be4,,
wass,,
Mei 27, 2008 pukul 5:12 pm
haii..,mas
knalkn nama saya ana.skrg ne ana lg buat TA GIS tentang memetakan tmpt tinggal suatu organisasi dan tmpt krja nya menggunakan arcview.na blm prnh bljr sama sekali arcview itu.ana dah dapat peta nya,dan sekarang na mau memberikan tanda/titik dipeta yang menunjukkan itu rmh anggota organisasi tsb,dgn menentukan titik kordinat yang sebenarnya(lantitud/longitud) itu gmn caranya mas…?trus pengennya jg bs ditampilakn lwt web,dan data yang diarcview bs kita edit lwt web tsb,atau bs menambahkan titik/ tnd td melalui web.gmn mas …?plis bntu y….klo bs beri langkah2nya y mas pliiiisssss.bls ke email aja y mas
Juni 1, 2008 pukul 10:12 pm
dalam suatu peta tergambar kota A ,B,C,Djarak terdekat kedua kota tersebut adalah!!Adengan C,Bdengan D.antara Adan C terhubungkan dengan garis dan tertera jaraknya demikian pula B dengan D.Peta yang demikian itu gimana cara buatnya?
Juni 2, 2008 pukul 4:16 pm
mas, tanya lagi….
pernah make mapserver blm mas?
nah, kalo data dari arcview kita edit di web itu bisa ga ya?
apa cuma bisa di ubah di arcview aja??
suwun…..
Juni 2, 2008 pukul 9:30 pm
mas, mau nanya nih, aku mau regestrasi peta dalam bentuk jpg ke arcview tetapi aku bingung di arcview 3.3 punyaku ga ada menu align toolnya, gimana ya mas bingung nih..
Juni 2, 2008 pukul 10:33 pm
@osorio
pernah aq gunakan model builder di arcview. tp terbentur ama logika dan juga urutan2nya. akhirnya aq gunain spatial analyst biasa. jadi aq ga bisa tuh ampe skrg
@ana_fitri
tinggal plota aja titiknya, trus pake extension X tools utk mlihat korrdinatnya. utk tampilin di web, ada bnyak program web GIS, misalnya mapserver, coba aja pake itu.
@zae
coba pake extensions network analyst. kyaknya bisa deh analisis yg spt itu.
@phaichal
blum pernah make mapserver
@yeye
instal dulu extensions image analysis. trus aktifkan extensionnya. stelah itu mnculdah align toolnya
Juni 3, 2008 pukul 9:58 pm
tanks atas info nya
Juni 4, 2008 pukul 1:27 pm
makasih
Juni 4, 2008 pukul 6:49 pm
maksud di plota tu apa mas….,?
maaf saya g tau…
klo boleh ksh tau langkah-langkahnya…
petanya sendiri koordinatnya g sesuai dgn yg sbnrnya.
saya kan udah ngikutin modul yg didownload tapi titiknya melenceng…
itupun saya liat skalanya kosong..tu gmn mas..?
Juni 4, 2008 pukul 9:30 pm
@yeye
sama2…
@Suci
sama2.
ArcView itu bisa digunakan untuk menganalisis data vektor dan raster. sedangkan image, kurang begitu baik. data2 dr ErMapper biasanya dalam bntuk image. skrg saya lagi coba2 mnggunakan ArcView utk menganalisa data2 image. bisa, tp prosesnya panjang. akan tetapi selanjutnya sangat gampang di pakai utk analisis2 GIS. untuk kasus spt yg qm alami, aq saranin qm gunakan ErMapper utk mncari luasan perubahan itu. sptnya tool utk itu dah ada di ErMapper
@ana fitri
waduh…sorry salah tulis. mksudnya “plot”
sebelumya ada bnyak pertanyaan yg saya pingin tanyakan balik ke qm. peta yg qm dapatkan itu peta dalam bntuk image atau shp?, bereferensi geografi ga?, trus tanda titik rumah yg mnunjukkan lokasi itu qm peroleh dari GPS atau mau qm plot langsung di peta?
Juni 5, 2008 pukul 1:04 am
Salut, modulnya lengkap banget.
Juni 5, 2008 pukul 9:38 am
peta yang ana dpt bntuknya .dat truss ana ubah ke bntuk shp menggunakan tools yang ada di mapinfo.nambahin titiknya langsung ke peta.klo pake gps caranya ana g tau..
ana liat jmbtn yg merupakan batas wilayah titik koordinatnya di peta arcview beda dengan ti2k koordinat yang ana ambil lewat situs shaded-relief.com(sama dgn google eart)
gmn dunk solusinya…?
Juni 6, 2008 pukul 5:14 pm
waduh murah hati banget mas….
Juni 6, 2008 pukul 5:15 pm
mas, ada modul image analys arcview?
Juni 10, 2008 pukul 7:54 am
mas aku boleh ikut gabung ndak…..(pasti boleh kan)
aku baru belajar nih, tapi bingung soal pemilihan sistim koordinat di arc view.
di buku2 yg kupelajari kok andak ada keharusan milih sistim koordinat yg mana?
trus aku pernah import dari google earth ke arc view tapi bingung milih sistim koordinatnya, alias ndak muncul di arc view, baiknya pake sistim koordinat apa ya?
matur nuwun sanget (mks banyak) atas bantuannya.
Juni 10, 2008 pukul 9:03 pm
ass. mas aq mo tau cara motong buffer yang kelebihan dari batas poligon yang dipetakan…
jd memotong poligon dengan poligon.. mas
maksudnya kn melebihi poligon daerah yang dipetakan…
gimana caranya.??
ada extensinya untuk arcview 3.3..
tolong ya mas… nie ta ku mas
salam dari geografi semarang…
tolong… dibls cepat
Juni 10, 2008 pukul 11:21 pm
terimakasih, saya adalah pemula dan baru ingin kenal dengan arcview.
Juni 14, 2008 pukul 5:19 pm
@heri setiawan
terimakasih. bagi2 apa yg saya bisa. mudah2an berguna bagi semua orang
@ana fitri
waktu qm konversi peta itu ke bentuk shp di MapInfo, sistem koordinatnya dah qm sesuaikan? trus agak sedikit bermasalah klo memang kita mngharapkan koordinat yg benar dari sebuah situs global yg mempunyai koordinat seperti google earth. untuk membandingkannya saya sarankan jangan pakai situs spt itu, tp pake peta2 dr Bakosurtanal atau peta yg teregistrasi yg berasal dari daerahmu atau survei langsung menggunakan GPS. klo bedanya banyak, coba cari reverensi lain, akan tetapi klo bedanya sedikit, percaya aja pada peta yg qm dapatkan.
@Kraton Jogja
hanya ini yg saya bisa, dan hanya ini yg bisa saya bagi. itung2 buat tabungan di akherat nanti
@Peta Gratis
ga punya saya. coba baca bukunya pak Eddi Prahasta, disana ada ngebahasa pemanfaan dari extensions Image Analyst
@anggit
. biasanya di ArcView aq menggunakan sistem koordinat World Geodetic System -1984 (WGS 84) dan UTM. klo make UTM di menu view –> properties, pilih map unitsnya pake meter, klo pake WGS-84 pilih map unitsnya decimal degrees
boleh dunk
@bastian
coba download dan baca modulnya. disitu ada cara memotong polygon dengan menggunkan polygon. baca dari hal 15 – 18. semoga bisa membantu
@wahan
sama2. silahkan mengenal lebih dalam ArcViewnya. nantikan kita saling berbagi
Juni 20, 2008 pukul 9:31 pm
Mas…mau minta tolong nih…saya mengerjakan thesis tentang pencemaran groundwater.
Saya kan kpengen bikin peta kualitas air tanah pake IDW (interpolate grid) yang di spatial analyst. Titik2nya sudah saya add..spatial analystnya sudah aktif, theme nya aktif juga…tapi ketika saya akan klik grid interpolation, semua menu di bawah surface tidak ada yang aktif. Saya sampai menginstal ulang programnya, tapi tetap tidak berubah. Kenapa ya?
Makasih ya mas…
Juni 22, 2008 pukul 1:32 am
@Dea
maksudnya theme yg aktif ini qm centangin themenya atau sampai muncul spt berlatar belakang kotak? themenya qm harus sampai muncul spt brlatar belang kotak baru sub2 menu dari menu surface aktif
Juli 2, 2008 pukul 2:17 am
mas mau tanya, klo mau buka gambar format DWG selain pke Extension CAd reader ada ga cara lain agar gambar bisa terbaca oleh ArcView?
terima kasih mas…
Juli 9, 2008 pukul 11:21 pm
Mas nanya lagi..
Gmn cara menamai setiap grs2(jalan) tapi make layer atau satu layer dgn garis tsbt? Hubungannya dgn Dbase gmn??
Trus ada hub’ dgn geocoding ga??
Thanks again…
Juli 10, 2008 pukul 1:39 pm
matur suwun sanget mas, bagi2 elmu ne… pun wonten.. gunae…
lha kulo nembean ngelmu kados niki…
ne bade takon sing lisn ne, saget nopo mboten mas???
nggih meniko soal DAS… pripun dame le???
Juli 10, 2008 pukul 1:43 pm
bapak2…. ibu2…. ‘mbak2…. atau kang mas…..
bagaimana urut2an pembuatan DAS menggunakan sata SRTM (hgt). saya sdh donlot beberapa tutor, tapi masih blum puas hasil nya… btw saya gunakan ‘archydro’ utk arcgis dan atau ‘hydro’ untuk arcview.. terima kasih sebelum nya…
Juli 12, 2008 pukul 6:24 pm
@herlin
cad reader udah paling bagus. tp coba file dwg-nya tersebut di ganti pake dxf 2000. langsung kebaca dah…
@toevas
sitiap garis (polyline) saya kasih data base berupa nama jalan (atribut dari data spasial (polyline)). pekerjaan yg berat emang klo itu utk sebuah kota yg padat kayak jakarta. tp itu memang yg harus dikerjakan
@koes_asbon
coba SRTMnya di edge detect. tp ya harus digitasi ulang utk ngebatasin DASnya. ga tau saya klo bisa otomatis
Agustus 8, 2008 pukul 5:18 pm
Ini lagi pemula mau belajat ttg GIS
November 11, 2008 pukul 11:31 am
mas mo nanya tentang arc view. saya punya tiga project di arcview, mau saya satukan di menu utama, gimana caranya membuat menu utama dalam arcview, terim kasih mas
November 11, 2008 pukul 5:39 pm
oi tahu ganti proyeksi derajat ke utm di google earth
Desember 1, 2008 pukul 10:48 pm
Ass. wr. wb.
mas terima kasih atas bantuannya telah menjelaskan kepada kami cra instal di w. vista arcview 3.3. semoga Allah membalas kebaikan mas, tapi tolong dooooong Q dak tau no registrasinya
Desember 12, 2008 pukul 1:02 am
mas, koq modulnya udah kagak bisa dibuka?
tolong dong di upload lagi, lagi butuh nih….thanks
Desember 13, 2008 pukul 11:02 pm
@ soul
masih bisa dibuka kok modulnya
coba aja lagi
Desember 18, 2008 pukul 5:24 pm
mas.., permisi saya mau download modul nya. makasih pisan…
mau belajar nich…
Januari 11, 2009 pukul 1:41 am
mas, mao nanya…knp kalo saya ngeprint di arc view tekstur gambarnya nga nampak?
Februari 4, 2009 pukul 12:51 pm
@ulil
silahkan… semoga berguna
@mael
wah… hal itu juga masih PR buat saya
sampe sekarang saya belum tau kenapa textur hasil print di ArcView itu tidak keluar. mudah2an ada yang mau berbagi disini
Februari 20, 2009 pukul 4:24 pm
Mas, dari beberapa sumber yg uda sy googling selama ini, e-book tentang GIS bagus dan cukup memuaskan dahaga pencari ilmu GIS. Tapi sy ga lihat daftar pustakanya nih..
Februari 24, 2009 pukul 2:06 pm
@Arif Aditiya
Daftar pustakanya yaitu: ESRI. 1996. ArcView GIS; The Geographic Information System For Everyone. Environmental Systems Research Institute, Inc. New York. Dulbahri. 1993. Sistem Informasi Geografis. PUSPICS. Fakultas Geografi UGM. Yokyakarta. Barus, Baba., dan U.S. Wiradisastra. 2000. Sistem Informasi Geografi; Sarana Manajemen Sumberdaya. Laboraturium Pengindraan Jauh dan Kartografi Jurusan Tanah Fakultas Pertanian IPB. Bogor
April 24, 2009 pukul 10:13 am
Selamat pagi/siang/malam mas
Mau nanya bagaimana mengimport data peta dalam bentuk ektension (map info) ke/dalam program arcview
April 24, 2009 pukul 4:53 pm
@dodi
klo mau mengimport data MapInfo berbentuk Tab ga bisa lewat ArcView, tp klo berbentuk MIF bisa, tapi lumayan rumit. saya sih saranin mengeksport data MapInfo agar bisa di baca oleh ArcView. jadi harus punya program MapInfo dulu. coba baca2 komentar diatas untuk caranya. selamat mencoba…
Mei 5, 2009 pukul 3:30 pm
Modulnya bagus2 mas tengkyu…
tp mo nanya nih…untuk konversi dr DWG ke SHP gmn ya..?
apa ada link yang bisa prosesnya…?makasih
Mei 7, 2009 pukul 3:38 pm
mau naya .
kalo masalah project arcview (apr) yang dibawa ke komputer lain. Misal dengan alamat direktori penyimpanan yang beda dari komputer semula. Cara bukaknya gimana?
Kok ada yang bilang dibukak lewat notepad. Tapi gimana caranya mas?
Saya pernah nyoba ngutak atik alamat yang di path nya. Tapi tetep gk bisa.
mohon balasannya ya. makasih
Mei 8, 2009 pukul 3:18 pm
@agust
coba baca koment2 diatas. ada kok cara2nya
@rifqi
sudah dibalas di sini
Mei 12, 2009 pukul 11:54 am
hi mas an…
abizz liat banyak tulisan disini tnyata ilmuku masih cetek ajaah yak hehehe msh prlu bny ptunjuk, jgn bosen2 yah :-p modulny koq ga bs kbuka yah?? katany ‘the file is damaged…’ boleh mnta lewat email ga?
oia td liat ada komen ttg instal arcview 3.3 di vista, bisa ya? gimana carany??
mohooon ptuunjuuk… hehehe thx b4…
Mei 12, 2009 pukul 12:04 pm
oia apa bedany arcview 3.3 n arcgis 9?? thx lg…
Mei 16, 2009 pukul 8:24 pm
@grace
bisa kok dibuka kok modulnya… memang agak sedikit berat sih… hehehehe… ArcGIS atao ArcView hampir mirip, cuman klo ArcGIS lebih lengkap tool2nya
Mei 22, 2009 pukul 3:57 pm
iya akirny uda dpt modulny… tp bkn download…
tnyata blog ini bny dikenal orang hehhehe ktemu aja deh orang yang uda download modul….
oia kompterku skr hmpir smw vista nie, car instalnya gimana yaak??? help meee…..
Juni 27, 2009 pukul 6:46 pm
halo mas an..
mas aq minta cara to bikin analisis overlay donk..soalnya saya binggung bikinnya!
Tolong donk mas?
makasih
Balas
Juli 23, 2009 pukul 4:06 pm
mas ..saya down load modul arcview qo ga bisa ya
Juli 31, 2009 pukul 5:10 pm
@yatni
dimodul ada kok…
@Rahadi
baru aja dibuka bisa kok…
Agustus 1, 2009 pukul 1:57 pm
mas terima kasih, atas modulnya, but bisa ga mas kasih tahu e-book gratis gis, dan dimana saya dpt downloadnya terima kasih mas, atas perhatiannya!
Agustus 25, 2009 pukul 2:25 am
Mas.. terimakasih banyak modulnya..
mas gimana caranya menampilkan kordinat geografis sekaligus kordinat UTM dalam 1 lay out…mohon penjelasannya… terimakasih…
September 13, 2009 pukul 1:16 pm
Mas punya peta shp untuk kabupaten banyuwangi.saya udah minta ke BPN tpi ktny g ada atau emang g mau ngasih pdhl saya gunakan untuk tugas akhir.kalo hrus beli tmptnya dmn ya mas.trims atas jawabannya…….
Oktober 16, 2009 pukul 10:07 am
@deksa & Dasep
sama… semoga berguna. untuk ebook SIG coba masuk ke halaman Link & Download
. untuk menampilkan dua koordinat sekaligus, file GISnya (shpnya) harus dalam bentuk koordinat geografis, nanti di layout secara otomatis akan membimbing kita untuk membuat dua tampilan sistem koordinat. tinggal pilih aja mau pake semua atau cuman satau sistem saja
@hadaq
maaf boz… saya tidak punya…
November 10, 2009 pukul 3:12 am
brow… ada modul buwat 3D analyze di arc view gak…??? butuh bangetzz nii… udah mpe tumbuh jenggot ni, ngutak ngatik arc view… tengkyu…
November 12, 2009 pukul 3:37 pm
saya membuat……peta dengan format UTM…tp di lay out gridnya ingin….lat long..gimna caranya
November 16, 2009 pukul 2:20 pm
@ary soil
maaf, saya tidak punya modul 3D analyst
@kuyun
secara otomatis apa yg diingikan tersebut tidak bisa. tp cara ngakalinnya itu biasanya dengan cara membuat file shp dengan dua jenis sistem koordinat yang berbeda dan menampilkannya dalam dua buah view yang berbeda juga. pada tahap pembuatan layout gunakan view yang menampilkan data bereferensi geografi lat long, setalah layout jadi (gridnya dah muncul di layout) ganti view yang akan ditampilkan dalam layout menjadi view yang bereferensi UTM. selamat mencoba, semoga sukses…