PENYEBAB VARIABILITAS HUJAN DI INDONESIA

Proses terjadinya cuaca dan iklim merupakan kombinasi dari variabel-variabel atmosfer yang sama yang disebut unsur-unsur iklim. Unsur-unsur iklim ini terdiri dari radiasi surya, suhu udara, kelembaban udara, awan, presipitasi, evaporasi, tekanan udara dan angin. Unsur-unsur ini berbeda dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat yang disebabkan oleh adanya pengendali-pengendali iklim (Anonim, ? ). Pengendali iklim atau faktor yang dominan menentukan perbedaan iklim antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain menurut Lakitan (2002) adalah (1) posisi relatif terhadap garis edar matahari (posisi lintang), (2) keberadaan lautan atau permukaan airnya, (3) pola arah angin, (4) rupa permukaan daratan bumi, dan (5) kerapatan dan jenis vegetasi. Read the rest of this entry »

Faktor Penyebab Banjir (2): Perubahan Lingkungan

Perubahan lingkungan? Tidak bisa kita pungkiri, dengan semakin meningkatnya populasi manusia telah menyebabkan semakin terdesaknya kondisi lingkungan. Saat ini yang paling hangat dibicarakan akibat dari perubahan lingkungan adalah terjadinya pemanasan global, selain itu kita juga telah merubah penggunaan lahan ~yang juga perubahan lingkungan~ yang berakibat pada berkurangnya tutupan lahan. Semakin lama jumlah vegetasi semakin berkurang, khususnya di daerah perkotaan. Berdasarkan penelitian Diarniti (2007) jumlah vegetasi di denpasar pada tahun 1994 adalah 45.31% dan pada tahun 2003 itu 17.86%, klo gitu dah berkurang 27,45% dari tahun 1994 sampai 2003, ini Denpasar lho… gimana Jakarta ya… :lol: :lol: :lol: Read the rest of this entry »

Joint Tabel di ArcView

Hal pertama yang di lakukan adalah yakinkanlah bahwa tabel yang akan di joint mempunyai judul kolom (field) yang sama dan tabel yang akan di join telah berbentuk *.dbf atau *.txt. seperti pada gambar di bawah judul kolom dari Kbbali.shp dengan judul dr file excel adalah sama yaitu “NM_DATI2″. file dr Excel tersebut harus di save as ke bentuk *.dbf. Read the rest of this entry »

Penginderaan Jauh

Sabins (1996) dalam Kerle, et al. (2004) menjelaskan bahwa penginderaan jauh adalah ilmu untuk memperoleh, mengolah dan menginterpretasi citra yang telah direkam yang berasal dari interaksi antara gelombang elektromagnetik dengan sutau objek. Sedangkan menurut Lillesand and Kiefer (1993), Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau fenomena yang dikaji.

Data penginderaan jauh diperoleh dari suatu satelit, pesawat udara balon udara atau wahana lainnya. Data-data tersebut berasal rekaman sensor yang memiliki karakteristik berbeda-beda pada masing-masing tingkat ketinggian yang akhirnya menentukan perbedaan dari data penginderaan jauh yang di hasilkan (Richards and Jia, 2006). Read the rest of this entry »

Pertanian Berkelanjutan

Menurut FAO (1989) dalam Sutanto (2001) pertanian berkelanjutan merupakan pengelolaan dan konservasi sumber daya alam, dan orientasi perubahan teknologi dan kelembagaan yang dilakukan sedemikan rupa sehingga menjamin pemenuhan dan pemuasan kebutuhan manusia secara berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang dimana diharapkan dari pembangunan sektor pertanian, perikanan dan peternakan mampu mengkonservasi tanah, air, tanaman, sumber genetik hewan, tidak merusak lingkungan dan secara sosial dapat diterima.

Konsep sistem pertanian berkelanjutan diturunkan dari konsep dasar pembangunan berkelanjutan yaitu bagaimana cara memenuhi kebutuhan hidup manusia saat ini tanpa mengorbankan kemampuan memenuhi kebutuhan hidup generasi yang akan datang. Artinya, sebagai subsistem, pertanian berkelanjutan harus mampu memanfatkan sumber daya secara efisien dan berinteraksi secara sinergis dengan subsistem pembangunan berkelanjutan lainnya (Deplu, 2002 dalam Suwardji, 2004). Read the rest of this entry »

Sistem Informasi Geografi Perikanan; Sebuah Wacana

Dunia kelautan merupakan dunia yang sangat dinamis, disini hampir semunya bergerak kecuali dasar lautan :D . Di wilayah yang merupakan bagian bumi terbesar ini, terdapat banyak sumber daya alam yang bisa menghasilkan pendapatan yang tinggi untuk suatu daerah atau pemerintahan, contohnya adalah sumber daya ikan. Indonesia merupakan suatu negara yang sangat luas dan memiliki sumber daya perikanan yang sangat besar juga. Dengan luas lautan sekitar 5,8 juta km2 dan panjang pantai kurang lebih 81.000 km, maka potensi pendapatan ekonomi dari bidang perikanan akan sangat besar sekali. Menurut Kusyanto (2001) potensi sumber daya perikanan di Indonesia adalah 6.1 juta ton per tahun dan baru termanfaatkan sekitar 57%. Kurangnya pemanfaatan teknologi dalam eksploitasi sumber daya ikan2 tersebut menyebabkan tidak optimumnya pemanfaatan sumber daya ikan yang ada. Pemanfaatan suatu teknologi seperti Sistem Informasi Geografis untuk perikanan di harapkan dapat mampu memberikan suatu gambaran dan suatu tampilan spasial tentang sumber-sumber atau spot-spot perikanan di wilayah indonesia yaitu dengan menggabungkan faktor-faktor lingkungan yang mendukung tempat hidup dan berkumpulnya berbagai jenis ikan tersebut sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil penangkapan ikan. Read the rest of this entry »

Program Magister (S2) Ilmu Lingkungan UNUD

Latar Belakang

Berkembangnya pembangunan disegala bidang, membuat terjadinya tekanan yang semakin besar terhadap lingkungan, diantaranya berupa eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan, berkurangnya lahan produktif serta terjadinya konflik antar sektor. semakin banyak tenaga ahli lingkungan yang berasal dari berbagai disiplin ilmu akan semakin baik agar dalam penanganan permasalahan lingkungan dapat ditangani secara komperhensif. dengan memperbesar manfaat dan memperkecil resiko, maka peningkatan kegiatan dan kelangsungan proses pembangunan akan dapat berlanjut (sustain)

Berdasarkan hal tersebut maka program magister (S2) ilmu lingkungan diselenggarakan untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan akademik dan mampu mengembangkan ilmu lingkungan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, pembangunan dan keharmonisan lingkungan hidup.

Konsentrasi

a. Lingkungan Pesisir

b. Biologi Kelautan dan Perikanan *

c. Oceanography dan Remote Sensing *

*Bekerjasama dengan Center of Remote Sensing and Oceanography Science (CReSOS)

Untuk Beasiswa, di PS Ilmu Lingkungan Tersedia: Read the rest of this entry »

GIS untuk Penginderaan Jauh dan Indeks Vegetasi

Penginderaan jauh mempunyai kemampuan untuk menghasilkan data spasial yang susunan geometrinya mendekati keadaan sebenarnya dari permukaan bumi dalam jumlah yang banyak dan waktu yang cepat. Keadaan ini membutuhkan suatu sistem pengelolaan dan penanganan data yang tepat dan efisien sehingga informasi spasial dari citra penginderaan jauh yang diperoleh dapat berguna untuk kepentingan yang luas.

Penginderaan jauh tidak pernah lepas dari Sistem Informasi Geografi (SIG). Data-data spasial hasil penginderaan jauh merupakan salah satu data dasar yang dipergunakan dalam analisis SIG. Dalam perkembangannya data-data SIG juga berguna dalam pengolahan data penginderaan jauh (Barus dan Wiradisastra, 2000). SIG sangat baik dalam proses manajemen data, baik itu data atribut maupun data spasialnya. Integrasi antara data spasial dan data atribut dalam suatu sistem terkomputerisasi yang bereferensi geografi merupakan keunggulan dari SIG. Read the rest of this entry »

Perubahan Iklim; Tinjauan Pustaka

Perubahan iklim merupakan issue lama, tetapi baru memperoleh perhatian dunia secara serius pada akhir abad ke XIX, dimulai pada saat diselenggarakannya Konverensi Tingkat Tinggi Bumi di Rio de Janeiro, Brasil tahun1992, dengan dibentuknya badan dunia yang dikenal dengan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Pada periode inilah perubahan iklim, penyebab, dampak yang akan ditimbulkan dan penanggulangan dampak, serta upaya menekan laju perubahan iklim banyak dipelajari dan diupayakan pemecahannya dalam skala Internasional. Read the rest of this entry »

Cara memotong data bentuk raster di ArcView

Seperti yang dah kita sama2 ketahui, ada 2 bntuk struktur data dalam GIS, yaitu struktur data raster dan data vektor. Data raster itu data yang disimpan dalam bntuk sel-sel yang teratur dan data atributnya adalah berupa nilai/value. Data2 raster sangat berguna untuk suatu analisis yang datanya bersifat “mengalir”, dimana setiap sel2 mempunyai nilai yang berbeda2 yang apabila di pisahkan akan terjadi distorsi informasi. Contohnya adalah data sebaran ketinggian tempat (DEM) atau sebaran curah hujan. Read the rest of this entry »